Pembukaan Dokumen Penawaran Konsultan (2 sampul); Kesalahan yang sering dilakukan panitia.

May 12, 2008 by  

Baca artikel lain tentang Pengadaan Barang Jasa disini:

Dalam acara pembukaan dokumen untuk pengadaan jasa konsultansi dengan metoda dua sampul (sampul I administrasi dan teknis dan sampul II biaya), seringkali panitia pengadaan melakukan kesalahan yang mungkin tidak disadari akibat kebiasaan pembukaan sampul dengan metoda satu sampul pada jasa pelaksana konstruksi, kesalahan tersebut adalah dibukanya sampul I yang ASLI untuk diperiksa kelengkapannya dihadapan peserta pengadaan, begitu pula para peserta pengadaan, jarang sekali yang menyadari atau mengetahui bahwa seharusnya sampu I ASLI itu tidak boleh dibuka terlebih dahulu.

lelang
photo: pelelangan di www.lombok-airport.co.id

Di dalam keppres 80 tahun 2003 pada Lampiran I BAB II. B. 1. i. Pemasukan Penawaran nomor 6. dinyatakan bahwa:

6) Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pemasukan dokumen penawaran:
a) Jumlah rangkap dokumen penawaran sebanyak 3 (tiga) buah, 1 (satu) rangkap untuk pengguna jasa konsultansi dan 2 (dua) rangkap untuk panitia/pejabat pengadaan;
b) Dokumen penawaran asli untuk pengguna jasa konsultansi disampaikan oleh panitia/pejabat pengadaan dalam keadaan tertutup dan dilak serta hanya dibuka setelah diterbitkannya surat penetapan pemenang atau bilamana ada sanggahan dari peserta. Pembukaan dokumen penawaran asli dilakukan dihadapan peserta yang menyanggah dan disanggah;

Dengan demikian untuk pembukaan penawaran sampul I seharusnya panitia hanya boleh membuka dokumen rekamannya saja, sedangkan dokumen aslinya harus diserahkan kepada pengguna jasa konsultasi dan hanya dibuka setelah diterbitkannya SPPBJ atau ada sanggahan dari peserta. Hal ini diatur sedemikian rupa untuk menjaga kredibilitas panitia, apabila ada yang menyanggah, maka panitia dapat membuktilan bahwa dokumen yang diperiksa adalah demikian adanya, tidak ada perubahan apapun yang dilakukan panitia, dan hal tersebut dibuktikan dengan membandingkan dengan aslinya.

Demikian, mudah-mudah berguna untuk menghindari pelanggaran terhadap keppres 80 tahun 2003, dan tetap menjaga kelancaran proses pengadaan jasa konsultansi.

sumber: http://jasakonsultan.net/

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi heldi.net via HP. 0817870910000 - BBM. 2940FD60 - email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: info@heldi.net , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

10 Responses to “Pembukaan Dokumen Penawaran Konsultan (2 sampul); Kesalahan yang sering dilakukan panitia.”
  1. HENRA ADI DJAYA says:

    Pak. Gimana kalo BERITA ACARA ANWILZING gak di tanda tangani sama panitia, kita saja yang di minta ttd tapi panitia menolak untuk TTD.
    Knapa Panitia ngotot gak mau bikin adendum setelah anwilzing…padahal saat anwilzing ada kesepakatan tambahan. Apakah memang tidak di wajibkan untuk membuat adendum? katanya cukup sudah di tuang dalam catatan di Berita acara anwilzing.
    Apa benar lelang sistem 1 sampul Hanya asli yang di buka? sedangkan rekaman tidak boleh di buka oleh panitia….alasannya itu sudah biasa disini…..saya timpali..loh kita kan pake kepres 80 …panitianya menjawab itu tidak ada diatur dalam keppres 80….mohon advisnya pak

  2. Bagaimana jika pelelangan tersebut dilakukan dengan E – Proucement

    • heldi says:

      @Rini

      Mohon infonya dulu e-proc yg dipakai eproc mana nih?
      yang full eproc spt di lpse, atau semi eproc yg spt di kota bogor/surabaya.

      Kalau yg di lpse saya tidak bisa menjawabnya, karena memang belum pernah sekalipun saya menggunakan eproc dari lpse, namun kalau semi eproc spt di kota bogor (eproc.kotabogor.go.id) maka tetap saja kan penyedia harus memasukan hardcopy, so hardcopy aslinya disimpan di PPK.

      Mungkin spt itu bu, terima kasih atas sharingnya dan salam pengadaan dari Bogor

      heldi

  3. heldi says:

    @Kurnia Norman
    1. Penomoran salah, bila yang dimaksud adalah penomoran surat penawaran (nomor internat surat menyurat perusahaan) maka hal tsb tidak ada aturannya ada aturannya dalam keppres 80./2003 shg tdk dapat dijadikan alasan untuk mengugurkan penawaran.
    2. Referensi Bank; apabila yang dimaksud adalah dukungan bank, maka dukungan bank hanya diminta untuk pekerjaan non kecil (besar)
    3. Surat pernyataan tidak bermaterai; apabila dalam dokumen pemilihan hal tsb diminta (diharuskan bermaterai) maka hal tsb menggugurkan.
    4. daftar kuantitas tidak bermaterai, sama spt nomor 3
    demikian kang norman, salam tender dari bogor

  4. kurnia norman says:

    dalam kasus surat penawran ada beberpa hal :
    1. Penomoran salah
    2. Refrensi bank tidak ada
    3. surat pernytaan tidak bermatrai
    4. Daftar kauntitas tidak bermatrai
    apah 4 empat point tersebut dapat menggugurkan pserta tersebut ( dalam sistim gugur ) apakah kalau kita belum ada pengalaman dapat gugu sedankan kita belum pernah mendapat pekerjaan ?

  5. winy says:

    1. pak bagaimana cara pembuatan dokumen penunjukan langsung belanja jasa konsultansiperencanaan sentralisasi data kepariwisataan dengan pagu anggaran Rp. 45.000.000?
    2. apakah harus selalu dibuat rencana teknis, evaluasi teknisnya?(seperti belanja jasa konsutlansi konstruksi)
    terima kasih

    • heldi says:

      @Winy
      Salam kenal mba Winy yah? :) kalau boleh tahu darimana nih? dan ada PL di instansi mana juga nih? :)
      Saya coba jawab ya pertanyaannya;
      1. PL Jasa konsultansi perencanaan prosesnya hampir sama dengan seleksi umum biasa, namun ada beberapa tahapan yang waktu dan prosesnya bisa lebih cepat dan sederhana. Contoh Dokumennya bisa dilihat di halaman/page “download” di menu atas blog ini.
      2.Yups, karena ini konsultansi maka harus ada KAK/TOR dan dalam evaluasinya tergantung dengan metoda evaluasinya, maka harus ada evaluasi dari penawaran teknis yang ditawarkan oleh konsultan.

      Begitu sih yang saya ketahui dari pengalaman saya membuat dokumen-dokumen PL di pemkot bogor, semoga belum puas ya… jadi bisa sering-sering berkunjung ke blog saya ini :)
      Oke… Salam dari Bogor
      Salam Lelang
      heldi y

  6. heldi says:

    @NAYUD
    qt… ?! u az X
    baca: kita… lua aja kali :)

  7. NAYUD says:

    Betul HY, kebiasaan di pengadaan jasa konstruksi…jadi semua dibuka.
    bagus juga untuk mengingatkan qta semua. (qta ???…)

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] 3. Penyampulan, Intinya kalau sistemnya 1 sampul maka yang dimasukan ke kotak penawaran hanya 1 sampul saja, kalau di dalamnya dipisah antara rekaman dengan aslinya sehingga di dalam sampul ada 2 sampul lagi, itu tidak menjadikan kesalahan metode menjadi 2 sampul. Kemudian bila digunakan sistem 2 sampul, maka pada intinya adalah terdapat 2 (dua) sampul berbeda yaitu sampul I administrasi teknis dan sampul II harga, yang bilamana dua sampul itu disatukan dan dimasukan ke dalam satu sampul luar, itu tidak menjadikan pelanggaran sistem penyampulan menjadi 1 sampul. Jangan jadi dibolak balik lah, bikin pusing pada saat pembukaan penawaran saja nih Dan jangan lupa kalau di pengadaan jasa konsultan, yang aslinya dipisah dalam sampul tersendiri dan jangan dibuka pada saat pembukaan tetapi disimpan di PPK, nah pusingkan sampul menyampulnya lihat tulisan: http://heldi.net/2008/05/pembukaan-dokumen-penawaran-konsultan-2-sampul/ [...]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!