Pemkot Enggan, Dewan Keukeuh Adakan Semi e-Proc, E-Proc Terancam Ditunda

May 20, 2008 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Sumber: Radar Bogor (20-02-2008)

KAPTEN MUSLIHAT – Rencana pelaksanaan e-procurement tampaknya tak akan terealisasi tahun ini. Setelah adanya beberapa kendala yang dihadapi Pemkot Bogor yang disampaikan pada rapat kerja bersama Komisi C, (15/2).

Ketua Komisi C Adhi Dhaluputra mengaku pihaknya akan mengkaji lebih dalam terkait terkait keputusan pemkot melakukan langkah mundur. “Kita akan kaji lagi sebab dalam rapat belum tuntas. Kita akan mencoba mencari solusi terbaik yang menjadi kendala e-proc tak dapat berjalan,” ujar Adhi.

Sedangkan, Anggota Komisi C Dadang Ruchyana mengatakan tak terealisasinya e-proc kemuduran besar dalam dunia tranparansi di Kota Bogor. Apalagi hanya karena alasan teknis. Sementara di daerah lain sudah mengembangkan e-proc, Kota Bogor justru sebaliknya mengembangkan, menidurkan lalu mengembangkan e-proc lagi.

“Makanya, kita rekomendasikan jangan sampai e-proc ini dihapus pelaksanaannya tahun ini,” tegas Dadang. Paling tidak, tetap diadakan semi e-proc. Jadi pengerjaan di bawah Rp300 juta menggunakan lelang manual, sementara di atas Rp300 juta lelang secara e-proc.

Rencana pemkot untuk merelealisasikan e-proc tahun depan menurut politisi PKS ini terkesan ada proses yang tak wajar. “Pasti ada sesuatu hal dibelakang ini,” ujarnya.

Kekecewaan senada disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi C Yusuf Dardiri yang menurutnya e-proc adalah bentuk terobosan yang sangat berguna untuk merealisasikan transparansi anggaran, akuntabilitas dan efesiensi. “Sebab dengan e-proc kan bufferles tanpa kertas. Sangat mudah dilihat dan mudah dievaluasi,” ujarnya.

Disamping itu, e-proc sudah menjadi kebijakan nasional yang direkomendasi Bappenas agar pengadaan barang dan jasa dilakukan melalui e-proc. Bahkan Menkominfo sudah memiliki softwarenya. “Kita pun sudah menganggarkan hampir Rp2 M di APBD 2007 untuk merealisasikan e-proc,” tandas Yusuf. Sebut saja seperti pelatihan SDM, pengadaan software sampai hardware.

Kesimpulan terakhir, sambung Yusuf, pihaknya meminta adanya evaluasi menyeluruh tentang software, adanya perbaikan bertahap, menyepakati semi e-proc. “Wajar kalau tahun pertama banyak kelemahan. Kemauan kita, e-proc ini tidak untuk dihentikan,” tegasnya,

Sementara itu, Kabid Penyusunan Program Pemkot Bogor Hari Sutjahyo mengatakan dirinya tak memungkiri dewan menyayangkan e-proc tak bisa direalisasikan pada tahun ini. Tetapi, bukan berarti diberhentikan hanya saja ditunda untuk dilakukan perbaikan-perbaikan.

Karena, sambung Hari, sesuai Peraturan Kepmen Kominfo No 28 Tahun 2006 tiap situs yang diterbitkan pemda harus menggunakan go.id. Sementara jika ada dua situs di daerah tersebut maka situs yang terbit belakangan akan menjadi menjadi sub domain dari situs sebelumnya. Sedangkan saat ini situs Kota Bogor masih menggunakan co.id.

Disamping itu, ada 26 costum yang harus diperbaiki oleh Pemkot Bogor. Salah satunya, perbaikan dari sistem penamaan. Contoh, PPTK diubah menjadi PPK, penambahan admisnistrasi pengguna. “Pasword yang kemarin itu kan setiap jasa penyedia barang yang menang lelang, passwordnya tidak otomatis hilang. Nah, ini akan membingungkan penjadwalan.” Jelas Hari.

Perbaikan ini, lanjut dia, kendati dijadwalkan dapat selesai September 2008 namun untuk merealisasikan lelang menggunakan e-proc tidak memungkinkan. “Jadwal pelelangan akan terlambat. Insya Allah, September 2008 sudah sempurna dan bisa direalisasikan tahun depan,” katanya.

Iapun menolak jika dewan mengatakan kebijakan ini adalah suatu kemunduran. Sebab, perbaikan ini dilakukan untuk membuat pelaksanaan e-proc lebih baik lagi. Saat ini, Pemkot Bogor menggunakan software e-proc yang terbilang bagus dari Surabaya. Ternyata, Dekominfo memiliki software yang terbaru dan gratis. Setiap ada perubahan pun pihak Depkominfo akan bersedia membantu. Hanya saja, apakah software dari Depkominfo cocok dengan e-proc yang ada di Kota Bogor?

Maka dari itu, kata Hari, pihaknya akan mengundang Depkominfo pekan ini untuk membandingkan software yang dimiliki oleh Pemkot Bogor dengan software milik Depkominfo. “Kalau software mereka lebih baik kenapa tidak kita menggunakan itu? Lebih murah lagi. Daripada software yang sebelumnya dengan biaya yang lebih besar,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan kemungkinan semi e-proc? “Opsi yang ditawarkan itu cukup bagus. Tapi kan kalau sistemnya seperti sekarang tetap kita tak bisa secara murni melaksanakan sistem komputerisasi,” tandas Hari. Sementara semua pengadaan kegiatan komputerisasi ini bertujuan agar pelaksanaan lelang lebih efektif dan efesien. Pun kalau dipaksakan dengan software yang ada tidak memungkinkan. Sebab akan ada keluhan dari investor.

Jika ada sebagian yang menggunakan e-proc sementara sebagian lainnya menggunakan metode manual, menurut Hari terkadang ada investor yang tidak terima disamping kecemburuan dan masih lambatnya sistem pengoperasian komputer. “Ini demi kedepan yang lebih baik. Bukan kemunduran tapi menuju software dan kesempurnaan pelaksaan e-proc,” tukasnya.

comment heldiyudiyatna.net:
Tanpa e-procurement lelang tahun 2008 sangat “kondusif” boss!!!, yang mendaftar/memasukkan dokumen penawaran paling rata-rata hanya 3 sd 5 pemborong untuk setiap paket pekerjaan, beda dengan e-proc yang bisa di atas 10-an bahkan 20-an per paket, so bagaimana… eproc atau manual?! kita mah prajurit siap saja, yang penting honornya nih tolong diperbaiki, masa hitungannya per dpa, mending kalau 1 dpa hanya 1 atau 2 paket, tapi kalau dalam 1 dpa ada 5 atau 10 paket, walah kebayang kerja baktinya 🙂 “i love so much kota bogor eeemmmmuuuuaaccchhh….” 🙂

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

2 Responses to “Pemkot Enggan, Dewan Keukeuh Adakan Semi e-Proc, E-Proc Terancam Ditunda”
  1. heldi says:

    sutuju pa Samsul, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik 🙂
    terima kasih

  2. Samsul Ramli says:

    Waduh kalo kondusif atau tidaknya pelelangan cuman dilihat dari sedikitnya peserta lelang gawat bgt tuh… justru dengan banyaknya peserta akan semakin bersaing dari sisi kualitas pekerjaan.. apalagi untuk pengusaha kecil akan semakin banyak yang dapat kesempatan…

    Justru dengan semakin banyaknya peserta panit lelang menjadi punya alasan untuk memperlihatkan sebesar apa tanggungjawab yang ditanggung dan seharusnya pemerintah derah juga punya alasan untuk memperbaiki masalah honor..

    Pengalaman kami melaksanakan eproc sampai saat ini justru yang mahal itu adalah disisi infrastruktur dan pengembangan SDM yang berbanding lurus dengan peningkatan kualitas.. sedangkan aplikasi sih sangat murah.. yang terpenting itu bukan masalah murah tidaknya aplikasi tapi adaptif tidaknya suatu aplikasi bagi kebutuhan daerah khususnya dalam kerangka mewujudkan pemerintahan yang baik dan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!