Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Kota Bogor

May 22, 2008 by  
Filed under Kota Bogor

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasa %heldi.net %tpengadaan barang dan jasa

SETELAH sempat tertunda hampir satu tahun, akhirnya rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kota Bogor akan segera dihuni. Ratusan formulir pendaftaran calon penghuni sudah masuk ke meja pengelola rusunawa yang terletak di Kelurahan Menteng Kec. Bogor Barat Kota Bogor ini. Hanya dalam satu bulan sejak dibuka pendaftaran calon penghuni, ratusan calon penghuni mendaftarkan diri.

Dari ratusan pendaftar, hanya 40 pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat yang ditetapkan, sedangkan jumlah unit yang ditawarkan jumlahnya 80 unit di Twin Block (TB) I. Artinya, hingga saat ini masih tersisa 40 unit hunian lagi di TB I yang belum terpasarkan.

Kepala Pengelola Rusunawa, Irfa Sjakira mengatakan jumlah peminat memang cukup membeludak. “Dari dua Twin block rusunawa yang sudah selesai, baru TB I yang siap dihuni, sedangkan untuk TB II mungkin awal tahun depan terkait masih ada yang harus dibenahi termasuk pengadaan sarana dan prasarana serta urusan administrasinya,” terang Irfa saat ditemui, Selasa (29/4).

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasa %heldi.net %tpengadaan barang dan jasa

Seleksi ketat

Persyaratan untuk bisa menghuni rusunawa, lanjut Irfa, memang cukup ketat. Hal tersebut dimaksudkan agar rusunawa yang dibangun dengan dana APBN melalui Departemen Pekerjaan Umum ini tepat sasaran. “Seleksi yang kita lakukan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan Pemkot Bogor. Rusunawa ini diutamakan bagi pegawai tidak tetap di Pemkot Bogor atau masyarakat yang memiliki pendapatan maksimal UMR Kota Bogor. Saat mendaftar mereka diwajibkan menyertakan fotokopi KTP, surat nikah, dan KK. Kemudian kita seleksi. Hasilnya dari ratusan formulir yang masuk hanya 40 yang memenuhi syarat sebagai penghuni,” tutur Irfa.

Namun pihaknya optimis, memasuki awal Mei nanti semua unit hunian sudah dihuni. “Untuk TB I kita optimis awal Mei bisa semuanya disewakan. Baru setelah itu bila sarana di TB II selesai kita akan langsung pasarkan,” lanjutnya.

Dikatakan Irfa, setelah syarat administrasi dipenuhi, pendaftar bisa langsung menempati rusunawa. Bila sudah dipastikan lolos seleksi, pendaftar diwajibkan membayar uang sewa untuk tiga bulan di muka. Untuk lantai satu misalnya, yang disewakan dengan harga Rp 250 ribu per bulan, calon penghuni diwajibkan membayar Rp 750 ribu. “Jumlah tersebut terdiri Rp 250 ribu untuk sewa bulan pertama dan sisanya sebagai jaminan. “Itu untuk jaga-jaga bagi pembayaran listrik dan air kalau yang bersangkutan tidak menjalankan kewajiban atau pindah tiba-tiba,” ujarnya.

Sempat tertunda

Rusunuwa mulai dibangun sekitar tahun 2005 dan selesai pembangunan untuk tahap satu dengan menyelesaikan dua twin block pada awal tahun 2007. Namun, setelah pembangunan selesai, rusunawa ini belum bisa dioperasikan. Pasalnya ada permasalahan dengan PLN untuk urusan listrik dan PDAM dalam hal penyediaan air. “Saat itu belum ada kesepakatan antara Dinas Tata Kota dan Pertamanan dengan PLN dalam masalah golongan listrik di rusunawa. PLN menerapkan aturan aliran listrik di rusunawa tergolong pelanggan industri karena ada pengelolaan ibarat industri. Sementara Pemkot Bogor mengharapkan diterapkan tarif rumah tangga biasa. Sekarang semua itu sudah selesai dan disepakati beban listrik digolongkan kepada rumah tangga biasa dengan beban listrik 450 watt,” jelas Irfa.

Selain itu, masalah penunjukan siapa pengelola dari rusunawa ini sempat menjadi polemik. Karena, dana pembangunan bersumber dari APBN ada kesan harus dikelola oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai pengguna anggaran. Sementara itu, DPU sendiri berniat menyerahkan pengelolaan rusunawa ini kepada Pemkot Bogor. “Pemkot Bogor sendiri bingung siapa yang harus mengelola. Karena mengacu pada peraturan harus dibentuk dulu suatu badan semacam perusahaan daerah. Dan itu semua baru selesai para akhir 2007 lalu,” jelasnya.

Selama sela menunggu, pengelola memberikan pelatihan kepada tenaga SDM. Rusun yang baru pertama kalinya ada di Bogor, menurut Irfa membuat dirinya dan pengelola lebih berhati-hati. “Projek (rusunawa) TB I kan baru pertama di Bogor. Selain dengan perencanaan juga learning by doing. Nanti dalam perjalanan baru diperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada,” paparnya

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi heldi.net via HP. 0817870910000 - BBM. 2940FD60 - email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: info@heldi.net , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!