Statistika Pemasukan Penawaran: Dengan e-procurement dan manual

May 24, 2008 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa


Terkait dengan tulisan sebelumnya tentang penundaan sistem e-procurement (e-proc) untuk pelelangan di kota Bogor, berikut saya mencoba membandingkan data statistik dari pelelangan tahun 2007 dengan menggunakan e-proc dibandingkan dengan data pelelangan tahun ini pada dinas Binamarga dan Pengairan Kota Bogor. Data dalam tulisan ini bukan merupakan data resmi, tetapi hanya data dari hasil rekapan saya pribadi.

Berikut adalah datanya:

e-proc (th. )2007 manual (thp 1 th. 2008)
no Paket Jml no Paket Jml
1 Paket11 11 1 Paket01 3
2 Paket08 7 2 Paket02 3
3 Paket10 16 3 Paket03 3
4 Paket07 9 4 Paket04 6
5 Paket06 4 5 Paket05 3
6 Paket05 6 6 Paket06 5
7 Paket04 4 7 Paket07 4
8 Paket09 12 8 Paket08 3
9 Paket02 5 9 Paket09 8
10 Paket03 8 10 Paket10 8
11 Paket01 6 11 Paket11 9
12 Paket12 11
13 Paket13 11
14 Paket14 9
jumlah 88 86
rata-rata 8,00 6,14

Pada tahun 2007 dengan menggunakan eproc, terdapat 88 penawaran yang masuk, sehingga dengan 11 paket yang ada diperoleh rata-rata pemasukan dokumen penawaran adalah 8 penawaran per paket. Sedangkan pada tahun ini dengan sistem manual, pada tahap 1 pelelangan di dinas Binamarga dan Pengairan kota Bogor diperoleh 86 penawaran yang masuk, sehingga dengan jumlah 14 paket yang ada pada tahap 1 ini deperoleh rata-rata pemasukan 6 penawaran per paket.

Sedangkan pada dinas Tata Kota dan Pertamanan (DTKP), untuk pengadaan tahap 1 sekarang ini diperoleh data sebagai berikut:

no Paket Jml
1 Paket01 3
2 Paket02 6
3 Paket03 4
4 Paket04 5
5 Paket05 8
6 Paket06 3
7 Paket07 3
8 Paket08 3
9 Paket09 5
10 Paket10 3
11 Paket11 3
12 Paket12 6
13 Paket13 3
14 Paket14 3
15 Paket15 6
16 Paket16 6
17 Paket17 3
18 Paket18 6
19 Paket19 3
20 Paket20 5
21 Paket21 3
22 Paket22 4
23 Paket23 6
24 Paket24 4
25 Paket25 3
26 Paket26 3
27 Paket27 3
28 Paket28 3
29 Paket29 5
30 Paket30 3
31 Paket31 3
32 Paket32 8
33 Paket33 3
34 Paket34 6
35 Paket35 3
36 Paket36 9
37 Paket37 3
Jumlah penawaran 159
Rata-rata 4

Dari 37 paket yang ada terdapat 159 penawaran yang masuk, sehingga rata-ratanya adalah 4 penawaran per paket pekerjaan.

Dari data tersebut di atas saya pribadi menyimpulkan telah terjadi penurunan persaingan dengan tidak digunakannya “alat bantu” pelelangan yaitu e-procurement, sehingga terlihat dari rata-rata jumlah pemasukan per paket pekerjaan yang relatif turun. So analisa selanjutnya dan tindak lanjutnya bagaimana… terserah bos-bos yang di atas sajalah… sayakan hanya prajurit saja 🙂 yang jelas Ini hanya sekedar analisa pribadi saja, jadi mohon tidak dipolitisir ke hal-hal yang lainnya, apalagi kalau dibuat sebagai alasan untuk memutasi saya lagi ke bagian arsip atau perpustakaan 🙂 sekarang aja sudah cape deh… kalau kata pa CE dari bea cukai; “ya iyalah masa ya iya donk, mulan aja mulan jami-lah, bukan jami-donk, apalagi ya iya deh…. capeee deeehhhh!!!! 🙂

peace bos… i love u kota bogor… eemmmuuuuaaaaccchhhh….

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!