Susahnya Jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil)

May 7, 2008 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - PNS (Pegawai Negeri Sipil)

PNS => Professional works, No corruption, Salary not Good

Photo: Dedi “ACENG” Rusmana
PNS “buser” paling rajin di disbima, keep the good works pa aceng!!!

Masuknya aja sewaktu penerimaan dari umum… huh berjubel sampe puluhan ribu orang, sedangkan posisi yg ada hanya ratusan.
Penerimaan melalui tenaga kontrak (TKK/Honorer) susahnya juga minta ampun… ada yang harus nunggu sampai belasan tahun baru diangkat, ada yang udah lama tapi keduluan diangkatnya sama yang baru masuk jadi TKK (kok bisa? tanya knapaaa?), ada yang udah lama sekali jadi TKK tapi tidak bisa diangkat karena umurnya sudah melebihi persyaratan. Ada TKK yang udah diangkat tapi masa kerjanya berbeda, ada TKK yang udah Sarjana atau S-2 tapi pengangkatannya tetap SMA mudah2an bukan jadi SMP atau SD, tenang aja nanti juga ada persamaan (nanti… kapan… nanti aja diurus yah…)

Udah diterima jadi PNS…
eh ternyata gajinya kecil, pertama masuk gaji hanya dapat 80%, udah diangkat SK-nya lama turunnya, udah SK turun masa kerjanya kadang berbeda… honornya juga kecil apalagi yang ditempatkan di posiisi yang kering…
Dapet tempat kerja yang basah (basah sama air comberan yah… atau air..-sensor-) susah juga nyari air bersihnya… belum lagi potongannya, bayar ppn, pph, potongan internal,
Mau kerja sama dengan senior (sering nipu orang) eh… mereka pada ngiri, katanya; kok bisa masuk langsung jadi PNS? , loh salah kita apa, kita kan ikut ujian dan lulus… akhirnya junior (juga nipu orang) di ospek dulu deh… 🙁
Kerjasama dengan yang baru masuk, masih lihat kiri kanan takut ketubruk ama senior, akhirnya ikutin arus aja deh katanya , kasian deh loh… ptok… ptoookkk…. eh… kaiiingggg… kaiiiinggg… 🙂
Mau kerja efektif dan efisien…. susah… udah sistem mas…. Dananya kurang, fasilitas kurang, SDM kurang… SDM (Sudah Dungu Malas lagi…) Mau kerja keras, nga ada reward-nya, Mau nyantai-nyantai aja nga enak juga, Kerja sampai malam, besok harus apel pagi, Ikut apel pagi, lama-lama bosan juga (cuman; apel pagi mulai, laporan-lapor peserta apel pagi siap-lanjutkan-sebelum memulai pekerjaan pagi ini mari kita berdoa- apel pagi selesai-bubarkan… udah aja 2 menit juga enggak…)… nyang penting Absen!!! ingat UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. daripada apel pagi mending apel beureum (merah) deh…
Mau melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat eh disebut anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan. dibiarin aja… lama2 kesel juga…
Ikutan “maen” sama orang2 lama… susah juga, budayanya beda, budaya saling sikut, masing-masing, sembunyi-sembunyi, tidak berbagi, ngiri sama yang maju… weleeehhh… kata pa ogah mah ceape deh…
Jadi anak buah dan punya atasan, sulit nyari atasan yang bisa dijadikan tauladan, adanya atasan yang pelit; keruk atas, keruk kanan, keruk kiri, plusss keruk ke bawah, anak buah juga di keruk tuh… merpeg wee…(mere pagawean), kapan merdunya (mere duit). ada yang pintar bicara tapi cuman ngomong doank, ada juga yg katanya; saudaranya pejabat yang di atas… wah bawaannya feodal banget, segala sesuatu harus bapak, bapak yang ngoordinir, bapak yang ngatur ini bapak yang itu, bapak harus “dipikolot”/dituakan, pokoknya uangnya juga buat bapak :), ada juga atasan yang nyari selamat aja… pekerjaannya dieeemmm aja, nga pernah nanya, apalagi koordinasi ttg pekerjaan, yang penting saya tidak mengganggu anda dan anda tidak mengganggu saya… payah deh…, pokonya duduk manis, kantun nawis, acis merekis, wissss dah…. puass… puasss… puassss…
mau memberi contoh, yah itu… anak kemarin sore… pahlawan kesiangan… “saha maneh?”
Mau kerjasama dengan teman2 yang lain untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan, eh sulit juga, ada teman yang takutlah… ada yang udah putus asa yang kerjaannya cuman apel pagi, ngopi, trus cawwww…. (bilangnya sih ke lapangan), ada yang sibuk nyari setoran, ada yang sibuk berebut air comberan, ada yang sibuk jadi pemborong di luar, ada yg tidur aja karena malamnya kerja nyambi jadi tk ojeg atau jd security, yang paling parah sibuk jadi abdi dalem seumur hidupnya, kerjanya… kerjaaaaaa terus, disuruh-suruh terus…. sampe badan kurus tinggal tulang dan kentut :), kasian deh… no resistant, tidak ada harapan… madesu pokonamah 🙂
Yah gitu deh, romantika menjadi PNS, bukannya saya tidak mensyukuri atau tidak senang menjadi seorang PNS, namun bagi saya bersyukur itu bukan hanya sekedar mengucapkan alhamdullillah atau hanya sekedar senang dan gembira kemundian hajatan nasi kuning… tapi wujud rasa bersyukur kita adalah memaksimalkan apa yang telah kita peroleh, seperti kita memperoleh rejeki uang dari Allah, wujud rasa bersyukurnya adalah dengan cara bagaimana kita membelanjakan rejeki tsb, kalau rejekinya di pake jajan nga karuan, itu namanya tidak bersyukur, begitu pula dengan rejeki menjadi PNS, kalau hanya sekedar senang dan hanya berdiam diri saja tanpa ada kontribusi untuk memperbaiki sistem yang ada, (menurut saya ini loh) itu namanya kurang mensyukuri nikmat 🙂

Ok deh, sing sabar we nya jang… bari terus usaha… mudah2an aya perobahan, perbaikan, memang tidak semua perubahan membawa perbaikan, tapi bagaimana bisa ada perbaikan, kalau tidak ada perubahan… dan bagaimana mau menghasilkan solusi-solusi baru dari masalah-masalah baru, kalau cara-cara lama masih digunakan…
Wallahualam bisshawab.

dari: http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.
Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir
Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.
Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.
Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:
1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda
2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.
3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan).
4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi …
5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis
6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas …
7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.
8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.

Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita.
Wallahualam bisshawab.

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.web.id

Comments

One Response to “Susahnya Jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil)”
  1. The Truth says:

    Hey, how’s it going?

    I want to pass along some very important news that everyone needs to hear!

    In December of 2017, Donald Trump made history by recognizing Jerusalem as the capital of Israel. Why is this big news? Because by this the Jewish people of Israel are now able to press forward in bringing about the Third Temple prophesied in the Bible.

    Jewish Rabbis have publicly announced that their Messiah will be revealed in the coming years who will be a leader and spiritual guide to all nations, gathering all religions under the worship of one God.

    Biblical prophecy tells us that this Jewish Messiah who will take the stage will be the antichrist “who opposes and exalts himself above all that is called God or that is worshiped, so that he sits as God in the temple of God, showing himself that he is God” (2 Thessalonians 2:4). For a time he will bring about a false peace, but “Therefore when you see the ‘abomination of desolation,’ spoken of by Daniel the prophet, standing in the holy place (Matthew 24:15)…then there will be great tribulation, such as has not been since the beginning of the world until this time, no, nor ever shall be” (Matthew 24:21).

    More importantly, the power that runs the world wants to put a RFID microchip in our body making us total slaves to them. This chip matches perfectly with the Mark of the Beast in the Bible, more specifically in Revelation 13:16-18:

    “He causes all, both small and great, rich and poor, free and slave, to receive a mark on their right hand or on their foreheads, and that no one may buy or sell except one who has the mark or the name of the beast, or the number of his name.

    Here is wisdom. Let him who has understanding calculate the number of the beast, for it is the number of a man: His number is 666.”

    Referring to the last days, this could only be speaking of a cashless society, which we have yet to see, but are heading towards. Otherwise, we could still buy or sell without the mark amongst others if physical money was still currency. This Mark couldn’t be spiritual because the word references two different physical locations. If it was spiritual it would just say in the forehead. RFID microchip implant technology will be the future of a one world cashless society containing digital currency. It will be implanted in the right-hand or the forehead, and we cannot buy or sell without it. Revelation 13:11-18 tells us that a false prophet will arise on the world scene doing miracles before men, deceiving them to receive this Mark. Do not be deceived! We must grow strong in Jesus. AT ALL COSTS, DO NOT TAKE IT!

    “Then a third angel followed them, saying with a loud voice, “If anyone worships the beast and his image, and receives his mark on his forehead or on his hand, he himself shall also drink of the wine of the wrath of God, which is poured out full strength into the cup of His indignation. He shall be tormented with fire and brimstone in the presence of the holy angels and in the presence of the Lamb. And the smoke of their torment ascends forever and ever; and they have no rest day or night, who worship the beast and his image, and whoever receives the mark of his name” (Revelation 14:9-11).

    People have been saying the end is coming for many years, but we needed two key things. One, the Third Temple, and two, the technology for a cashless society to fulfill the prophecy of the Mark of the Beast.

    Visit http://WWW.BIBLEFREEDOM.COM to see proof for these things and why the Bible truly is the word of God!

    If you haven’t already, it is time to seek God with all your heart. Jesus loves you more than you could imagine. He wants to have a relationship with you and redeem you from your sins. Turn to Him and repent while there is still hope! This is forever…God bless!

    “EITHER HUMAN INTELLIGENCE ULTIMATELY OWES ITS ORIGIN TO MINDLESS MATTER OR THERE IS A CREATOR…” – JOHN LENNOX

    We all know God exists. Why? Because without Him, we couldn’t prove anything at all. Do we live our lives as if we cannot know anything? No. So why is God necessary? In order to know anything for certain, you would have to know everything, or have revelation from somebody who does. Who is capable of knowing everything? God. So to know anything, you would have to be God, or know God.

    A worldview without God cannot account for the uniformity and intelligibility of nature. And why is it that we can even reason that God is the best explanation for this if there is no God? We are given reason to know or reject God, but never to know that He does not exist.

    It has been calculated by Roger Penrose that the odds of the initial conditions for the big bang to produce the universe that we see to be a number so big, that we could put a zero on every particle in the universe, and even that would not be enough to use every zero. What are the odds that God created the universe? Odds are no such thing. Who of you would gamble your life on one coin flip?

    Is there evidence that the Bible is the truth? Yes. Did you know that the creation accounts listed in the book of Genesis are not only all correct, but are also in the correct chronological order? That the Bible doesn’t say the Earth was formed in six 24-hour days but rather six long but finite periods of time? That the Bible makes 10 times more creation claims than all major “holy” books combined with no contradictions, while these other books have errors in them? The Bible stood alone by concurring with the big bang saying, “In the beginning God created the heaven and the earth” (Genesis 1:1); and says our universe is expanding, thousands of years before scientists discovered these things. Watch a potential life-changing video on the front page of http://WWW.BIBLEFREEDOM.COM with Astronomer(PhD) Hugh Ross explaining all these facts based on published scientific data. He has authored many books, backed even by atheist scientists.

    Jesus came to pay a debt that we could not; to be our legal justifier to reconcile us back to a Holy God; only if we are willing to receive Him: “For the wages of sin is death…” (Romans 6:23).

    God so loved the world that He gave us His only begotten son, so that whoever believes in Him, through faith, shall not perish, but have everlasting life. Jesus says if we wish to enter into life to keep the commands! The two greatest commands are to love God with all your heart, soul, strength, and mind; and your neighbor as yourself. All the law hang on these commands. We must be born of and lead by the Holy Spirit, to be called children of God, to inherit the kingdom. If we are willing to humble ourselves in prayer to Jesus, to confess and forsake our sins, He is willing to give the Holy Spirit to those who keep asking of Him; giving us a new heart, leading us into all truth!

    Jesus came to free us from the bondage of sin. The everlasting fire was prepared for the devil and his angels due to disobedience to God’s law. If we do the same, what makes us any different than the devil? Jesus says unless we repent, we shall perish. For sin is the transgression of the law. We must walk in the Spirit so we may not fulfill the lusts of the flesh, being hatred, fornication, drunkenness and the like. Whoever practices such things will not inherit the kingdom (Galatians 5:16-26). If we sin, we may come before Jesus to ask for forgiveness (1 John 2:1-2). Evil thoughts are not sins, but rather temptations. It is not until these thoughts conceive and give birth by our own desires that they become sin (James 1:12-15). When we sin, we become in the likeness of the devil’s image, for he who sins is of the devil (1 John 3:8); but if we obey Jesus, in the image of God. For without holiness, we shall not see the Lord (Hebrews 12:14).

    The oldest religion in the world is holiness through faith (James 1:27). What religion did Adam and Eve follow before the fall? Jesus, Who became the last Adam, what religion does He follow? Is He not holy? He never told us to follow the rituals and traditions of man but to take up our cross and follow Him (Luke 9:23). There are many false doctrines being taught leading people astray. This is why we need the Holy Spirit for discernment. Unlike religion, holiness cannot be created. It is given to us from above by the baptism of the Spirit. Jesus is more than a religion; He is about having a personal relationship with the Father. Start by reading the Gospel of Matthew, to hear the words of God, to know His character and commandments. Follow and obey Jesus, for He is the way, the truth, and the life!

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] ini heldi.net banyak menerima bbm broadcast tentang akan adanya penerimaan CPNS besar besar di lebih dari 300 instansi baik kementrian atau pun pemerintah daerah se Indonesia, […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!