Memori buruk dengan JnC (Joyci Cookies)

June 26, 2008 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online

Dedi HidayatJnC Owner

Untuk yang tidak berhubungan dangan masalah ini mungkin tidak ada gunanya membaca tulisan ini, tulisan ini sekedar menuliskan kenangan buruk saya dengan JnC – Joyci Cookies

Sudah agak lupa tahun berapa kejadiannya, yang jelas sebelum menjadi PNS dan kerja di konsultan, saya pernah bekerja sama dengan sebuah usaha kue kering bernama Joyci Cookies (JnC),Β  tulisan ini sekedar merinci kembali kejadian yang pernah terjadi pada masa lalu dan mudah-mudahan dari pihak yang terkait ada yang membaca sehingga dapat mengerti dimana duduk persoalannya.

Begini histori-nya

Pada saat krismon saya di PHK dari konsultan di daerah bekasi tempat saya bekerja, kemudian via sms-an saya dibantu oleh kang bambang (sepupu dari bapak) untuk bekerja di bengkel-nya (workshop) yang sedang mempunyai proyek untuk pembuatan Box Cooler, yaitu semacam pendingan kapal laut untuk di import ke Luar Negeri.

Saya sangat hormat dan berterima kasih sekali kepada kang bambang (Bambang Trino) yang telah banyak membantu dan menjadi jalan rejeki baik materi ataupun ilmu yang berlimpah. Sehingga kejadian dengan Joyci yang berimbas terhadap hubungan dengan kang Bambang (Bambang Trino) sangat disesalkan sekali, namun begitulah adanya. (catatan: Biar tenar tuh lah nama Bambang Triono di google hehehe…>)

Kemudian proyek pembuatan box cooler juga mengalami masalah sehingga harus “membubarkan” karyawannya juga, termasuk saya sendiri yang akhirnya di referensikan ke Joyci Cookies untuk bekerja disana. Maka dimulailah episode Joyci ini;

Pertama saya bekerja di Joyci (JnC/J&C) saya ikut beberapa kali pameran, termasuk yang lumayan besar yaitu di mall anggrek jakarta, dan pada akhirnya melalui senior saya, saya diterima bekerja di sebuah konsultan pemetaan di Jakarta.

Sambil bekerja di konsultan saya masih bekerja sama dengan joyci, bahkan meningkat dengan mengelola cabang baru di Bintaro sektor 6, akhirnya saya ikut tinggal juga disana.

Sebenarnya dalam perjalanan saya merasa tidak ada masalah dengan teknis terkait pengelolaan manajemen saya di cabang joyci bintaro, namun beberapa hal yang menjadi permasalahan adalah sbb:

1. Saya pernah di janjikan untuk mengelola pameran di mall anggrek, namun ternyata setelah saya di Bintaro ternyata Bapak Dedi Hidayat jalir janji.

Agen-agen yang sudah diprospek bahkan sudah menjadi langganan joyci bantaro malah disuruh membeli ke bandung langsung, atau order via bandung dan dikirim langsung dari bandung, so bagaimana dengan penjualan di bintaro kalau agen2nya di bajak.

2. Masalah Kontrak Rumah; setelah diteluri dengan Teh Lia (sepupu lainnya yang juga pernah kerja sama dengan Joyci) ternyata Teh Lia juga mengalami masalah dengan Joyci, termasuk masalah kontrak rumah yang harus dia bayar sendiri, dan akhirnya dia harus menjual rumahnya untuk menutupinya, tapilah itumah masalah orang lain, tetapi itu hanya masukan saja bahwa memang kerjasama dengan joyci bermasalah. meskipun pada kasus saya, saya berkeras bahwa kontak rumah untuk usaha Joyci adalah masuk ke operasional Joyci, bukan diambil dari sharing keuntungan.

3. Tidak ada masalah dengan pembukuan keuangan dalam penjualan kue cabang bintaro, laporan terakhir diterima oleh Joyci Bandung hanya mempermasalahkan pembayaran terakhir oleh Lia (saudara ipar istri saya). Hal itu tidak saya jawab karena dalam jawaban Joyci Bandung sudah melebar ke masalah2 lain, yaitu “kartu kredit”

4. Masalah Kartu Kredit, nah ini yang paling lucu…. masalah kartu kredit itu bukan masalah dengan Joyci, kalaupun jadi masalah itu adalah masalah saya dengan kang bambang (Bambang Trino), sewaktu saya bekerja dengan kang bambang, memang saya pernah ada hutang dengan kartu kredit, dan saya mengalihkan alamat tempat bekerja saya ke kantor kang bambang yah karena sayakan memang bekerja disana, namun itukan masalah saya, kalaupun tagihan ke alamat kantor kang bambang bukan berarti dia atau joyci yang harus bayar, semua itu juga pada akhirnya bisa saya selesaikan, dan mengapa tagihan masih kesana, karena proses penggantian alamat jugakan butuh waktu.

Kemudian kok dihubungkan ke joyci, sewaktu saya sudah pindah dari bintaro, saya menerima komplain dari joyci bahwa ada telepon dari citibank, padahal waktu itu tagihan saya tidak ada masalah, itu kemudian dikait-kaitkan dengan masalah kartu kredit sebelumnya dengan kang bambang, Pihak citibank mungkin telepon untuk konfirmasi kepindahan alamat saya, juga konfirmasi peng-cancellan one bill payment telepon bintaro yang sebelumnya saya bayar otomatis via kartu. Emangnya saya harus bayar tagihan telepon Joyci/JcC/J&C yang jelas2 kacau??? Namun oleh Bapak Dedi diartikan lain (maklum sudah sewot tuh…), cuman ini kok masalah kue jadi masalah kartu kredit???

Kayanya tuh dia terima telepon laporan dari joyci bintaro, bahwa ada telepon dari kartu kredit citibank menanyakan saya… nahhh mungkin lagi emosi atau gimana… langsung dihubung-hubungkan dengan masalah kartu kredit dgn kang Bambang (Bambang Trino), serasa ada amunisi baru nih…. padahal mah… maaf-maaf sajah no problem boss….

Ada kemungkinan di kaitkan dengan gaya hidup… ketika saya di bintaro, di rumah memang ada TV 29 inch dan mesin cuci otomatis, saya tidak cerita kepada yang lain bahwa, TV 29 inch itu adalah TV refurbish atau TV bekas yang di poles ulang, TV itu dibeli dari saudara teman saya yang merupakan pusat bengkelnya TV-TV yang kondisinya sudah kurang bagus, kemudian diperbaiki dan di cat ulang sehingga seperti baru, sehingga meskipun TV ini seperti baru dan 29 inch lagi, itu harganya murah… hanya 1,5 juta-an, dan itu saya bayar dari honor konsultan bukan dari uang kue. Kemudian mesin cuci otomatis yang harganya lebih dari 4jt-an lebih itu dibeli oleh mertua saya melalui Cicilan dengan DP 2jt dibayar oleh mertua saya, dan cicilannya juga dibayar oleh mertua. Jadi saya beli barang-barang itu bukan dari uang kue, dan bukan memuaskan gaya hidup mewah. Dan maaf-maaf yah, meskipun mungkin nilainya kecil dibandingkan dengan kekayaan pemilik Joyci, JnC, atau J&C atau apapun istilahnya (hehe sengaja diketik lengkap, biar keywordnya nyantol di google), yah itu dia… maaf-maaf saja mungkin bagi anda-anda ini kecil nilai nilainya, saya tahu anda2 ini sudah kaya raya… tapi punten pisannya… saya waktu itu digaji di konsultan itu sekitar 3 jutaan, memang kecil mungkin bagi anda… tapi… 3 juta pada waktu itu mah… masih cukuplah buat memenuhi kebutuhan saya sehari-hari, bahkan tadinya biaya makan karyawan joyci bintaro asalnya mau saya tanggung saja dari gaji saya, tapiii… karena bermasalah… ya sudah di masukkan ke pengeluaran dia saja…

Jadi masalah kue yang sebenarnya tidak ada masalah dari pihak saya… dialihkan ke masalah kartu kredit??!!

5. Yang saya baca, jelas-jelas bapak Dedi sangat licik dan licin, pertama dia yang berbicara langsung tentang hal-hal di joyci, namun ketika ada masalah dia malah memajukan istrinya yang tidak tahu apa-apa.

Kemidian sepanjang perjalanan saya bekerja di joyci, saya merasa seperti tidak dipercaya, seperti sudah di judge bahwa saya akan korupsi, itu terbukti dengan perkataanya (yang hampir sering dikatakannya di depan saya) bahwa lulusan sarjana akan berpotensi korupsi lebih besar daripada lulusan SD atau yg lebih rendah dari sarjana. Kemudian saya melihat bahwa memang manajemen joyci memang adalah manajemen dengan memperkerjakan tenaga berpendidikan rendah dengan gaji kecil dan sistem manajemen “feodal” dari Bapak Dedi. Joyci Bandung pernah mengirimkan auditor, namun setelah diperiksa; tidak ada masalah dengan pembukuan saya, namun dari bahasa tubuh dan komunikasinya, seperti mencari-cari atau sudah dihakimi bahwa saya bersalah. Namun sampai akhir surat-menyerat dengan Joyci, tidak ditemukan malasah besar pada Joyci yg pernah saya pimpin, masalahnya hanya pembayaran terakhir yang sebenarnya sudah dibayar langsung oleh Lia sendiri ke toko bandung, sehingga tidak muncul di pembukuaan saya. Kemudian kesalahannya hanya masalah KARTU KREDIT??!!

Saya sampai saat ini tidak tahu apa masalah dia dengan saya, tapi dari bahasa tubuhnya saya tahu bahwa dia itu benci saya, mungkin karena pingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya dan memberikan operasional sekecil-kecilnya, memang benar kalau bisnis harus seperti itu, serakus-rakusnya.

Oh iyah satu hal dengan kang Bambang (Bambang Trino), sebenarnya dari hati yang paling dalam, saya sangat hormat dan berterima kasih kepada kang bambang atas semua bantuannya yang pernah dia berikan, dan sayapun selama bekerja dengan dia berusaha semakasimal kemampuan saya untuk membantu pekerjaan2nya. Namun dalam perjalanan ketika muncul masalah joyci waktu itu saya pernah menelpon dia sampai satu jam lebih, saya menjelaskan duduk persoalannya dan ketika sudah jelas bahwa Bapak Dedi Hidayat pemilik Joyci yang jelas-jelas bersalah, kang bambang malah membalikan omongan dengan mempermasalahkan saudara istrinya yang pernah diajak bekerja menjadi surveyor di konsultan tempat saya bekerja yang mempermasalahkan tas pinggang dan hal lainnya sehingga dia berhenti bekerja… Padahal masalah ini sebenarnya karena ada yang mengadu domba/provokator, salah satu abk saya ternyata orangnya penjilat habis, dan hal tersebut pun ia lakukan di tempat dia bekerja sekarang.

Memang kalau itu dipermasalahkan itu memang kesalahan saya, waktu itu pressing begitu tinggi sehingga saya tidak memperhatikan sampai ke bawah dan hanya mempercayai level di tengahnya, dan saya pun merasa berdosa tidak dapat membalas budi baik kang bambang, dengan menjaga saudara istrinya yang berkerja di bawah kepemimpinan saya… Namun hal itukan tidak ada hubungannya dengan Joyci??? Dedi??? sahingga dengan membalikan atau memberikan alasan tersebut saya merasa kecewa dengan kang bambang, itu sangat tidak fair sudah jelas2 Bapak Dedi itu salah dan kang Bambang mebalikkan kesalahan dengan kesalahan saya dengan kang Bambang yang sebetulnya tidak berhubungan, masalah itupun sebetulnya akan saya selesaikan, namun karena konflik dengan joyci dicampur aduk dengan masalah kartu kredit, dengan saudara istrinya yang bermasalah, jadi lieur… mestinya mereka yang lebih tua harus lebih bijaksana donk… yang jelas saya melihat bahwa memang keluarga kang bambang pasti membela joyci karena mungkin ketergantungan materi juga, ini hanya mungkin… πŸ™‚

yah begitu saja, ini hanya sekedar unek-unek… kebetulan saja lagi sedikit kerjaan dikantor dan teringat masalah masa lalu jadi tergerak jari ini untuk menuliskannya, mudah2an ada gunanya.

Tapi saya ucapkan selamat dan sukses, ternyata Joyci (J&C) semakin maju dan sukses, dapat dilihat dari homepagenya disini: J&C or http://jnc.co.id/

Tambahan lagi tulisan tahun 2010 πŸ™‚

– Setelah konflik ini, berlangsung “acara” surat menyurat yang berakhir dengan keputusan dengan mengirimkan slip kartu kridit :). Namun dari beberapa surat seblumnya, tidak ada satupun yang menjadi bukti bahwa ada kesalahan yang sangat signifikan dari pihak saya, salah apa coba?

Ada yang mempermasalahkan bahwa ada info dari karyawan joyci (JnC) di Bintaro yg dulu saya pimpin, bahwa saya melakukan korupsi dengan merubah setoran yang seharusnya setoran ber jenis konsumen biasa, tapi menjadi setoran ber tipe agen, sehingga pemasukan ke joyci pusat berkurang dan ada potongan yang masuk ke saya pribadi.

Jawaban: Sok saya berani di konfrontir dengan siapa orangnya yang bicara itu, apa si Ozon, atau si Boy yang menjadi karyawan saya itu, dan saya memang pernah melakukan hal tersebut, yaitu untuk pembelian atau penjualan kepada saudara saya sendiri dari ibu, bukan saudara dari bapak saya, tapi saudara dari ibu. Ketika dia membeli bebapa lusin, dia membeli dengan harga konsumen biasa, dan dia bilang secara pribadi ke saya dan istri, bahwa biarlah dia membeli dengan harga konsumen (bukan harga agen) meskipun dia membeli dgn jumlah banyak, biar keuntungannya bisa bantu untuk saya dan keluarga. So begitu ceritanya… keuntungannya buat saya, bukan buat joyci atau JnC πŸ™‚

Sok mau mempermasalahkan apa lagi, bapak Dedi??? yang jelas mah dari awal juga, hati saya ini sudah tidak memberikan… karena hormat saya saja kepada kang Bambang… ada sesuatu yang salah dengan hati anda bos…

Masalah laporan keuangan??? tidak ada masalah!!! saya korupsi??? sok dimana korupsina??? ujung2nya kartu kredit??? wakakakakakakakak….maaf-maaf saja, saya ini anti korupsi… memang saya bukan malaikat, tapi tolonglah lihat usaha dari kejujuran saya… di blog ini saja bicara tentang kejujuran, di kantor saja saya terkenal dgn idealismenya, jadi PNS juga banyak dibenci atasan karena terlalu idealisme dan jujur…

Kang Bambang??? lieuuurrrr… sok mau ngomong apa bos???? yang jelas mah salah saya hanya satu… saya tidak waspada dengan namanya si ali itu tuh… penjilat kelas kakap, sehingga bisa mengadu domba saya dengan surveyor di bawah, kemarin2 malah dia bermasalah tuh dgn polisi, gara-gara kelakuan negatifnya di perusahaan asing, akhirnya kena batunya tuh bang ali πŸ™‚ yah… dampaknya saya tidak bisa membalas budi KKN kang Bambang, yaitu dengan seharusnya saya membantu saudara istrinya untuk dapat bekerja dengan baik di konsultan tempat saya bekerja dulu, itu saja mungkin dan satu hal lagi… kartu kredit!!!!Β  wakakakakaakak…. mikir atuh man!!! emang mau kang Bambang bayarin kartu kredit sayah??? tidak mungkin… apalagi dedi??? mau gituh bayarin??? tidak mungkin… dan anda2 kan bukan yang bertanggung jawab untuk membayar kartu itu... cuman masalah surat tagihannya saja yang belum dirubah!!! dan saya yang akan membayarnya… saya nihhH!!! dan buktinya bereskan??? apakah anda2 mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayar kartu kredit saya??? tidak mungkin hehehehe.. maaf yah kalau saya sih sudah pernah tuh menolong orang bayarin kartu kredit πŸ™‚ terussss apa hubungannya tagihan kartu kredit dgn kue!!!!???? euweuh beulll!!! (ceuk balad persib mah hehehehe)

Sok kumaha deui… mau diselesaikan tidak? cukup satu hal saja… minta maaf saja lah… tapi nga mungkin… ego nya begitu tinggi… tidak mungkin seorang haji minta maaf… wakakakakakaka…. coba kita lihat saja…. πŸ™‚

joyci… joyci… jodi cindy…. jnc…. wakakakaxxaaxaxaa… sukses bos!!!! disungkun siganamah ku Allah tah…. πŸ™‚ inimah pendapat saya bos…Β  Siapa sih yang ga pernah salah dari kita semua?? ga ada yang sempurna.
Cuma, kesalahan yang paling salah adalah menyalahkan yang tidak salah.
itulah kesalahan yang paling salah. β€œmenurut saya lho ya”. Bukan begitu bapak/ibu Sendi????Β  sok silahkan bapak atau ibu yang namanya sendi itu berkomentar lagi… jadi kepengen ketawa…. wakakakakakaka… capeee deeehhhh!!!!! eh Cindy kali itu yah… wat eper lah… πŸ™‚

Oh iya satu hal lagi… bagi para agen, atau para konsumen, yang sudah menjadi agen atau masih calon, mohon untuk tidak terpengaruh dengan tulisan ini. Saya referensikan 100% bahwa produk Jyci, JnC, J&C cookies itu memang 100% bagus, berkualitas tinggi, enak dan harganya masih relatif lebih murah dengan yang lainnya.

Ini bukan nyungkun atau nyindir atau apalah… ini serius… kalau tidak percaya sok tanya saja kepada teman2 saya dikantor, tanya tuh pak nana di binamarga, saya selalu mempromosikan bahwa Joyci Cookies, JnC cookies, atau J&C Cookies itu memang kualitas no.1 dan memang sudah terbukti kan.. sampai sekarang terus maju πŸ™‚

Itu saja jangan terpengaruh untuk tidak jadi agen atau tidak membeli produk Joyci Cookies, JnC Cookies, J&C Cookies… jangan!!! Ini tulisan hanya sekedar curhatan saja… tidak ada hubungannya dengan produk Joyci, JnC, J&C yang berkualitas tinggi.. sok silahkan segera jadi agen atau konsumen JnC Cookies, saya berani jamin 100% Produk Joyci sangat Nikmat!!!!

Oke deh kalau begitu….

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

9 Responses to “Memori buruk dengan JnC (Joyci Cookies)”
  1. JnC Cookies says:

    Tambah Maju…!!! Tambah Hebat!!! Sudah ketemu SBY!!!
    Membuka Lapangan Pekerjaan
    Menciptakan lapangan pekerjaan dengan memupuk tali persaudaraan πŸ™‚

    http://jnc.co.id/

  2. abc says:

    xixixixi… fotonya kaya orang stress tuh ~o)

  3. heldi says:

    hehehe… ngapapa pa/bu sendi, biar tambah asyik πŸ™‚
    tapi kalau menurut saya mah yang tidak berkompeten tapi bisa menghakimi dan menyimpulkan bahwa “itulah kesalahan yang paling salah” => itulah kesalahan yang paling salah.
    ini mah menurut saya lho ya… πŸ™‚
    dan itu pasti bahwa saya bukanlah yang paling benar πŸ™‚
    cape deh πŸ™‚
    salam manis
    heldi

  4. Sendi says:

    Wah jadi ikutan nih.
    maaf mungkin saya ga terlalu berkompeten.
    cuma saya punya prinsip gini buat akang2.
    Siapa sih yang ga pernah salah dari kita semua?? ga ada yang sempurna.
    Cuma, kesalahan yang paling salah adalah mengungkit suatu kesalahan yang lama.
    itulah kesalahan yang paling salah. “menurut saya lho ya”.
    Dan saya pun bukan yang paling benar.

  5. heldi says:

    hehehe… complian langsung we atuh kanu gaduhna kang xxx πŸ™‚

  6. xxx says:

    kang heldi, saya comment ttg J & C juga. soalnya suka buang sampai sembarangan tuh… terutama cangkang telur.

  7. heldi says:

    Inget sih masih πŸ™‚ yah cuman inget namanya saja, karena kita kan belum pernah ngobrol ataupun berinteraksi langsung pis to pis kata tukul mah πŸ™‚
    no problem Jodi ikut campur masalah ini, justru kalau Jodi ikut campur trus masalah ini bisa terselasaikan di dunia, saya akan sangat bersyukur sekali daripada harus hitung2an nanti di alam lain πŸ™‚ soalnya kemarinkan masalah dilempar ke teh Diah, terus ke teh Ati, terus di libatkan kang Bambang… kapan mau satu lawan satunya πŸ™‚ atau mau ngobrol secara baik2nya dengan yang punya masalahnya… yah sekarang Jodi mau ikut campur… no problem, asal ada manfaatnya saja… πŸ™‚
    kalau masalah tercoreng, saya kira no problem juga, jnc akan tetap maju dan tidak akan tercoreng atau terhambat dengan hanya tulisan ini, asal rasa, harga dan manajemen tetap dimaksimalkan πŸ™‚
    terlepas dari ini urasan pribadi atau bukan (karena ini juga menyangkut joyci cookies) tulisan ini hanya sekedar pelepas atau penghibur hati yang luka saja, karena kemarin waktu ada acara di cianjur ada keluarga dari Jodi yg ke Cianjur, so jadi kasuat-suat deui we… so biar tersalurkan… diketikin aja disini… manusiawilah… gitu bos πŸ™‚
    salam aja buat semuanya di bandung, dan sukses selalu buat jnc, sayang sekali saya tidak bisa ikut dalam tim suksesnya πŸ™‚

    wasalam
    heldi

  8. jodi says:

    halo kang heldi, apa kabar? masih inget ga sama jodi?..
    punten kang, sebaiknya masalah pribadi jangan diungkit ke publik..
    kan, bisa diobrolin secara baik2.. karena menurut saya ini hanya masalah miss communication.. dan papa juga pasti punya alasannya sendiri kenapa sampai marah ke akang, sama seperti kang heldi yang punya alasannya sendiri kenapa sampai menulis artikel ini… punten yah kang, kalo saya lancang ikut campur urusan akang sama papa saya.. saya cuma ingin nama jnc tidak tercoreng oleh urusan pribadi antara kang heldi sama papa…
    nuhun

    -jodi janitra-

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] J&C, Kue Kering yang Makin Menjadi […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!