sepedah02Sudah beberapa minggu ini saya membiasakan diri menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke tempat saya mengajar, kalau istilah kerennya sih “bike to work”. Aktifitas ini biasa dilakukan pada hari Sabtu sedangkan hari Minggunya selama tidak ada acara keluarga paling bersepedanya di seputaran komplek saja sambil ngajarin anak bersepeda juga, maklum baru dapat sepeda baru hadiah masuk SD 🙂

Lumayan lah dari rumah di Sindang Barang Bogor dengan posisi geografis 694.792,73 m ; 9.272.586,23 m sampai ke sekolah di belakang kampus IPB pada posisi 691.209,77  m ; 9.275.218,08 m, jarak lurusnya saja kurang lebih 4,5 km kalau jarak bulak-beloknya bisa 5 kiloan lebih tuh, jadi bulak balik 10 km lebih itu pasti. Biasanya sih tidak ada masalah dengan kebiasaan ini, namun hari Sabtu kemarin setelah bersepeda bike to work, muka ini dirasa sangat panas sekali disertai dengan batuk dan gejala flu. Saya berfikir ini mungkin gara-gara bersepeda pulangnya mengambil rute berbeda dengan rute pergi, pulangnya dicoba rute ke arah laladon yang notebene banyak kendaraan angkot “ngetem” dan penuh dengan debu.

Daripada pusing memikirkan kenapa, akhirnya hari dicoba untuk istirahat saja seharian, namun ternyata makin lama bukannya tambah sembuh, tapi suhu/demam dirasa makin tinggi sekali, namun herannya yang panas itu cenderung di kepala saja, mulai dari sore sampai malam dan sampai tiba pagi saya tidak bisa tidur dikompres terus sambil merasakan pusing akibat panas tinggi sekali. Sempat kepikiran apa ini flu burung… walah jangan sampai deh.. demam berdarah… jangan juga deh… Akhirnya setelah semalaman “disiksa” dengan panas tinggi (duh kebayang bagaimana siksaan di neraka nanti… ammpunn ya Allah…) pagi-pagi saya coba ke dokter dekat rumah teman, oleh dokter diberi obat flu dan penurun panas, katanya sih hanya demam dari flu saja, kalau sampai lusa masih panas maka harus segera cek darah, dan satu hal ditambahkan; banyak-banyak istirahat dan banyak-banyak minum katanya.

Banyak-banyak minum?? Saya jadi teringat gejala seperti ini biasanya dialami kalau kita sedang berpuasa, muka terasa panas dan kepala pusing seperti ditarik-tarik. Yups karena dehidrasi, meskipun dokter tidak mendiagnosa hal tersebut tapi saya yakin saya terkena dehidrasi, so akhir pulang ke rumah langsung saja minum diperbanyak, tenggorokan dan mulut ini setiap satu jam sekali memang selalu kering, kalau waktu kemarin karena tidak berfikir kena dehidrasi mulut tenggorokan kering ini saya biarkan saja, malah saya bawa tidur yang akhirnya menyebabkan demam yang tinggi, kaya mobil yang air radiatornya bocor. Ternyata benar dugaan saya, setelah setiap satu jam sekali minum air putih, berangsur-angsur panas mulai hilang, dan pusingpun lenyap.

Ternyata kalau kurang ilmunya “bike to work” juga bisa membahayakan nih 🙂 so mudah-mudahan dengan tulisan ini bisa berbagi terutama bagi para biker to work amatir seperti saya ini, agar pengalaman buruk seperti ini tidak dialami oleh yang lain. Intinya kalau sudah selesai bersepedah, segeralah perbanyak minum, seperi sederhana namun bila hal tersebut dilupakan bisa tersiksa semalam seperti saya kemarin.

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share