Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur

December 10, 2009 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Mohon maaf kepada pa Anwar dr Surabaya dan beberapa pembaca blog ini, saya belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pengadaan barang/jasa baik melalui email atau dalam comment pada blog ini, Hal ini dikarenakan selama beberapa hari ini saya mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi instruktur pengadaan barang jasa yang diselenggarakan di Jakarta oleh LKPP.  Sungguh sangat beruntung dapat mengikuti pelatihan ini. Terima kasih kepada bapak Muji Santoso dan LKPP yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga ini. Materi-materi yang disajikan oleh narasuber, sungguh sangat inspiratif dan membuka lebar-lebar pengetahuan tentang pengadaan barang/jasa, sehingga dapat dibahas secara panjang lebar dan mendalam tentang hal-hal penting terkait pengadaan barang dan jasa, sampai-sampai saya menulis status update di facebook; “Makin banyak belajar… main ketauan bodohnya :)” yups… ternyata eh ternyata… masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam proses pengadaan barang dan jasa yang sering dilakukan baik oleh diri sendiri atau teman-teman di lingkungan kantor.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur LKPP

Malahan setelah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi instruktur pengadaan barang jasa ini, jadi ragu nih terhadap hasil ujian ulang terakhir kemarin, padahal sudah mentargetkan L-5 (lu lagi lu lagi lah hehe…) nih, dalam pelatihan ini terbuka semua hal-hal yang menjadi jebakan-jebakan dalam ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa, maksudnya sih pada pelatihan ini bukan membahas soal-soal dan jawaban ujian serifikasi pengadaan barang jasa namun dari bedah kasus dan penyamaan persepsi yang diberikan oleh para narasumber smulai dari pak Emin, Pak Setyabudi, Pak Jamaludin, walah… salah semua… salah terus kita ini, pola pikir kita ternyata banyak yang belum sama dan sejalan dengan “napas” yang mengalir di dalam keppres 80 th. 2003.

Ternyata selama ini kita terlalu kaku dalam menafsirkan keppres 80 tahun2003 tantang pedoman pengadaan barang jasa pemerintah, mulai dari;
– Pemaketan pekerjaan, baik Penunjukan Langsung atau Pemilihan/Seleksi Langsung dan pemecahan paket serta pengabungan paket pekerjaan konsep tanpa menghindari pelelangan serta mengedepankan usaha kecil.
– HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang ternyata mempunyai sudut pandang yang unik dan sangat luas, terutama setelah mendengar dan menyimak penjelasan dari pak Sonny, pak Purnomo dan pak Emin, ooohhh ternyata begini toh….
– Masalah ijin usaha seperti SIUP, Gred dalam SBU, dan kasus-kasus yang disampaikan pak Setyabudi, ternyata banyak hal yang mengakibatkan harga pengadaan barang/jasa menjadi lebih mahal gara-gara mensyaratkan SIUP… eh maksudnya tidak mengakomodir suplayer dan malah mengakomodir broker/calo dan layer-layer lainnya yang bisa menambah cost dalam pengadaan barang/jasa, wisss ojo ngeyel deh…
– Pembahasan jenis-jenis kontrak, multi years, dsb
Bahasan-bahasan ini harus dibahas dalam artikel tersendiri deh nampaknya.

Setelah mengikuti pelatihan ini nampaknya saya harus merombak total isi blog ini, karena setelah dipikir-pikir, jadi takut dalam blog ini saya baru memberikan informasi yang belum lengkap dan napasnya belum selaras dengan filosofi dalam keppres 80/2003 dan semua perubahannya, sehingga bisa memberikan persepsi yang menimbulkan mal-praktek dalam proses pengadaan yang dilakukan oleh para pembaca log ini. Yah sekalian mau tahun baru, saya merencakan akan mengubah template blog ini dan menganalisa kembali artikel-artikel yang pernah di posting tentang pengadaan barang jasa dalam blog ini.

So… terinspirasi dari pelatihan ini, akhir tahun ini saya akan merenovasi blog ini, mungkin saya akan pergi liburan akhir tahun ke suatu tempat yang agak sepi, yah… pinggir pantai atau ke daerah pegunungan, berduaan saja dengan istri, sekalian honeymoon ke-1000 hehehe… Sambil liburan sambil mencari inspirasi dan mengkrstalisasi hasil-hasil dari pelatihan ini sekaligus merenovasi total tampilan dari blog ini. Jadi mohon maaf kepada para penanya sampai dengan tahun baru nampaknya saya puasa dulu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pengadaan barang jasa, sekarang ini saya akan berkonsentrasi dalam renovasi blog ini.

Sekali lagi terima kasih kepada LKPP yang telah memberikan kesempatan yang menginspirasi ini, mudah-mudahan setelah selesai pelatihan ini saya dapat menyebarkan semua hal-hal yang sudah diterima kepada rekan-rekan di daerah terutama di kota Bogor. Terima kasih Pak Eiko, pak Nursani, Pak Muji dan mba Febbie, serta para instruktur/narasumber LKPP semoga semua amal baiknya mendapat balasan yang lebih dari Allah swt.

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

3 Responses to “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur”
  1. heldi says:

    @Andik

    Terima kasih atas blogroll nya, sudah saya add balik di menu LINK category “pengadaan barang jasa”
    Saya buat kategory baru, khusus buat mas andik tentang PBJ 🙂

    E-Procurement sudah diterapkan di kota bogor, tetapi masih semi e-proc dengan tetap memasukkan dokumen hardcopy-nya serta masih ada kemungkinan untuk bertemunya para pihak penyedia dengan panitia atau dengan sesama penyedianya. e-proc kota bogor tidak menginduk ke LKPP dengan LPSE-nya. Harus segera disempurnakan memang, sayangnya saya hanya “selon” 8 juru ukur (thoedolite/TS) sehingga tidak punya kekuasaan dan kekuatan untuk secepat mungkin melakukan perubahan untuk perbaikan, mudah-mudahan kepala daerah atau eselon I atau II dan eselon lainnya yang tidak “selon” yang lebih mempunyai kewenangan dapat segera melakukan perbaikan. 🙂

    Demikian Om andik, salam tender dan “love me tender” dari bogor 🙂

    nb:
    “selon” => bokek, kurang duitnya 🙂 (bahasa sunda gaul)

  2. Andik says:

    Saya cukup tertarik dengan tulisan-tulisan Anda. Blog Anda saya masukkan ke link blog saya http://lpse.blogdetik.com.

    Pak Heldi, apakah Kota Bogor tidak berencana menerapkan eproc (LPSE)?

  3. Mugi says:

    Maju terus dan semangat…. selagi ilmu masih dapat terus digali, carilah sampai ke ujung dunia… tp jangan lupa bagi2 kue ilmunya k kt2… So Good Luck..

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!