Makanya Gayus; “Jadi PNS itu harus bisa Nahan”

April 7, 2010 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Jadi PNS mah kudu bisa nahan” (Jadi PNS itu harus bisa menahan diri) begitu nasihat yang sering saya katakan kepada istri saya yang merupakan nasihat yang sama juga yang diberikan ibu dan bapak saya yang dulunya sama-sama PNS (pegawai negeri sipil) juga. Namun mungkin nasihat yang dikatakan orang tua saya, dengan yang ditujukan kepada Gayus ini artinya mungkin berbeda 180 derajat. Kalau orang tua saya mengatakan hal ini dengan maksud bahwa saya dan istri harus bisa memilih dan memilah mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan, sehingga karena penghasilan yang pas-pas-an (pas butuh pas ada… hehehehe… amiiinnn), maka kita harus bisa menahan keinginan-keinginan kita yang mungkin tidak akan tercapai dengan pemasukan yang ada sekarang dan berusaha mensyukuri kebutuhan-kebutuhan yang ada sekarang ini masih bisa ditutupi meskipun masih dengan kondisi ngos-ngos-an. “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah”Sedangkan untuk Gayus yang dimaksud dengan harus bisa “nahan” itu mungkin adalah maksudnya bahwa apabila kita sudah kaya raya melalui jalan dari PNS dan dunia pemerintahan yang penuh “luka” dan liku,  maka seharusnya kita bisa nahan, dalam artian menahan diri agar tidak terlalu kelihatan kekayaan kita ini 🙂 yah… meskipun kekayaan harta di beberapa deposito tabungan sudah bisa membeli beragam mobil mewah, namun cukuplah dengan hanya memakai mobil standar biasa-biasa saja. Cukuplah dengan menempati rumah dengan tipe yang biasa-biasa saja di bawah tipe 70 dan di lokasi non perumahan elit. Harus bisa nahan lah. Apalagi di PNS daerah, dengan otonomi daerah dan segala macam kewenangannya, maka apabila daerah tidak bisa melaksanakan dan mengaplikasikan kewenangannya dengan baik dan benar tentunya cukuplah untuk mengkayakan para pejabat daerahnya, hati-hati tuh bapak ibu pejabat yang sudah kaya raya… harus bisa nahan yah… kecuali kalau memang  harta kekayaan anda bukan hasil dari “patgulipat” di sistem ke-PNS-an dan kepemerintahan.

Terlepas dari masalah halal atau haramnya, yang namanya PNS sebagai abdi dan pelayan masyarakat jangan sampailah menjadi “beban” dari pelayanan tersebut, begitu kalau kata mario teguh sih… contohnya ginilah, (ini juga pernah sihh saya terima juga sih… 🙂 ampunnnn gusti… ) misalkan ada pemborong atau pihak ke-tiga eh maaf bukan pihak ketiga, kalau ada pihak ke-tiga, tentunya pihak kedua yang tertera di kontrak adalah Calo donk yah… ya maksudnya itulah… ada yang memberi kita hadiah sebagai ucapan terima kasih, walaupun yang memberi itu ikhlas memberikan sebagian keuntungan mereka untuk kita, namun apakah tidak lebih baik kalau keuntungan itu digunakan untuk kepentingan masyarakat yang kita layani, kan bisa tuh jadi beberapa meter jalan baru lagi, atau kualitas bangunan yang lebih baik lagi, kalau dana tersebut dimaksimalkan untuk kepentingan proyek bukan kepentingan ucapan terima kasih kepada aparat, dengan maksud agar tahun depan bisa di “akomodir” lagi. nah… kan…

Kembali lagi ke laptop nya Gayus, yah memang sudah menjadi rahasia umum bahwa orang atau PNS yang bekerja di Pajak sudah bisa dipastikan hidup dengan cukup berlebih. Ini bukan kata saya loh… ini mah menurut pandangan masyarakat umum, dan tentunya saya yakin tidak semua karyawan/PNS di perpajakan itu semuanya tidak jujur, tentunya hampir samalah dengan sistem per-PNS-an lainnya, kadang kerja bener itu salah dan kerja salah apalagi sudah jelas-jelas salah… lieur pan???

Untuk itu kalau bagi saya sih salah satu solusi untuk diri sendiri (yah minimal 3 M sajalah; mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang), saya mulai mencoba untuk tidak menggantungkan 100% pemasukan dari kantor dengan berusaha mencari pemasukan yang signifikan dari luar sistem ke-PNS-an., misalkan dengan mengajar, bisnis online, jualan, dsb. Sehingga di kantor tidak terlalu “kenceng” mencari-cari (kalaupun ada ini juga) hal-hal yang tidak perlu dibuat perlu, perjalanan dinas yang tidak ada tapi di spj kan, rapat yang pesertanya tidak ada tapi daftar hadirnya ada, dsb. Karena keterbatasan saya belum bisa merubah banyak ke arah perbaikan di kantor, namun mudah-mudahan bisa memberi contoh kepada yang lain dan minimal tidak terlalu ikut-ikutan terbawa arus, maskipun ikan asin hidup di laut tapi sebenarnya dagingnya tidak asin kecuali kalau diasinkan.

Padahal kan yah… bapak bapak dan ibu sekalian, kalau kita bekerja dengan baik dan benar… uang itu ada loh… bahkan bisa lebih besar dan barokah, so kenapa harus dengan jalan dan tidak benar dan tidak baik??? Begitu pula kalau kita banyak melakukan perubahan untuk kebaikan dan kebenaran, maka pekerjaan akan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan maksimal loh??? sudah budaya sih… 🙂

Soalnya kalau kita sendiri yang bekerja dengan baik dan benar tapi sudah sangat banyak yang berbudaya tidak baik dan tidak benar… kembali lagi… nenggar cadas!!!

Okelah kalau begituh… sekedar curhat saja… jangan menyerah… jangan menyerah… nyanyi lagi aja deh… 🙂

“Tak ada manusia yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah

Tetap jalani hidup ini. melakukan yang terbaik”

Yups… Lakukan yang terbaik…. Jangan Menyerah!!!

apa kata dunia

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

5 Responses to “Makanya Gayus; “Jadi PNS itu harus bisa Nahan””
  1. heldi says:

    @visakana

    apa yang bisa dilakukan seorang staf???
    ya… paling ini aja deh…

    “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
    Tetap jalani hidup ini. melakukan yang terbaik” 🙂

  2. visakana says:

    “perjalanan dinas yang tidak ada tapi di spj kan, rapat yang pesertanya tidak ada tapi daftar hadirnya ada, dsb”
    apa yang bisa dilakukan seorang staf???

    • ryo sheba says:

      visakana says:
      April 12, 2010 at 10:19 am

      “perjalanan dinas yang tidak ada tapi di spj kan, rapat yang pesertanya tidak ada tapi daftar hadirnya ada, dsb”
      apa yang bisa dilakukan seorang staf???

      => minimal 30% lah,,, ongkos ganti tinta ma ngetikin hahahah!

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] terkenal sekali nama Gayus Halomoan P. Tambunan di negeri tercinta ini. Gayus yang hanya seorang PNS Depkeu dapat dengan luar biasa melakukan […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!