Proses lelang proyek Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP)
October 30, 2010 by heldi
Filed under Kota Bogor
BOGOR – Proses lelang proyek Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) kota bogor terus dilakukan. Sebanyak 32 paket proyek fisik yakni pembangunan jalan dan drainase kembali dilelangkan di lapangan DBMP, kemarin.
Puluhan pengusaha terlihat hilir mudik di lapangan badminton ini untuk memasukkan penawaran. Sempat tersiar kabar bahwa para pengusaha membawa massa dalam proses pemasukan penawaran, namun hal itu tak terjadi.
Ketua panitia lelang DBMP Kota Bogor Nana Yudiana mengatakan, dari 59 paket proyek pekerjaan fisik untuk 2010, kini tinggal tujuh paket yang belum. Sedangkan 32 paket lainnya dilelangkan selama tiga hari. “Hari ini (kemarin, red) ada 14 paket yang dilelang,” kata Nana Yudiana, kemarin.

Nana Yudiana (Ketua Lelang DBMP) & Setyabudhi (LKPP)
Ia menambahkan, untuk Selasa (20/7), ada 14 peket lagi yang akan dilelang, sedangkan pada Rabu (21/7) sebanyak empat paket. “Jadi totalnya 32 paket,” singkatnya. Nana menambahkan, pelelangan 32 paket itu termasuk proyek bantuan provinsi (banprov).
Ia menjelaskan bahwa lelang yang dilaksanakan DBMP Kota Bogor yakni dengan sistem semi e-proc. Prosedur pelelangan sesuai dengan elektronik e-proc, namun masih berbentuk manual, karena penawar masih harus menyerahkan hard copy. “Hal itu berbeda dengan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), dimana proses lelangnya full elektronik,” terangnya.
Nana menceritakan bahwa tahapan dalam lelang semi e-proc itu pertama adalah rekanan yang akan menjadi peserta lelang wajib mengambil infrastruktur kunci publik (IKP) di Sunproc. Saat proses pendaftaran itu, panitia tidak mengetahuinya siapa saja yang daftar. “Panitia hanya melihat daftar rekanan pendaftar lelang di internet,” tambahnya.
Proses selanjutnya adalah penjelasan dokumen lelang (anwizing), anwizing ini pun dibagi pada dua tahap yakni anwizing online yang dilakukan di internet yang dilakukan seperti sedang chating. Sedangkan yang kedua adalah offline pendaftar harus berhadapan langsung.
Kemudian proses pemasukan nilai penawaran melalui e-proc. Pemasukan penawaran ini dilakukan satu minggu setelah proses anwizing selesai. Dan saat penawaran rekanan juga diharuskan membawa hard copy.
“Setelah itu barulah dilakukan evaluasi. Lama evaluasi ini tergantung kesiapan panitia, setelah dievaluasi baru pengumuman pemenang dan masa sanggah.
“Jarak waktu antara masa sangah dan pengumuam pemenang itu selama lima hari kerja, kemudian bila sudah selesai turun surat penunjukan penyediaan barang dan jasa (SPPBJ), kemudian Surat penunjukan masa kerja (SPMJ) dan penandatangan kontrak,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP) Thorik Nasution menilai bahwa lelang semi e-proc yang dilakukan Pemkot Bogor masih setengah hati. Pasalnya, dalam proses e-proc itu masih didominasi proses manual.
“Elektroniknya hanya 30 persen, sedangkan 70 persennya masih manual. Dengan demikian proses ini masih rentan kecurangan,” katanya.
Sebagai pemerhati, ia meminta panitia lelang menjalankan tugasnya dengan benar. Sehingga, indikasi-indikasi kecurangan seperti adanya dugaan kongkalikong (kerjasama, red) antara panitia dan pengusaha tak terjadi. (sal)
Sumber: Radar Bogor
Perpres 54 tahun 2010 dapat menghemat anggaran
October 27, 2010 by heldi
Filed under Pengadaan Barang Jasa
Perpres 54 tahun 2010 dapat dijadikan senjata untuk menghemat anggaran pembangunan daerah, hal ini saya lakukan dimana dalam beberapa hari ini dilaksanakan kegiatan asistensi Rencana Kegiatan Anggaran (RKA SKPD) yang akan berlangsung sampai Jumat besok. Asistensi ini merupakan kegiatan para dimana dinas, badan, kantor dan UPTD dan semua SKPD di kota bogor untuk memberikan Rencana Kegiatan dan Anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2011. Di dalamnya berisi uraian dari kegiatan yang harus sesuai dengan RPJM (rencana pembangunan jangka menengah) dan mata anggaran serta nilai anggaran pembangunan per kegiatan yang akan dilaksanakan SKPD bersangkutan.
Nah dalam tiga hari asistensi ini, saya banyak menemukan mata anggaran belanja modal yang di dalamnya terdapat pengadaan barang/jasa dari berbagai SKPD yang dapat di rasionalisasi, “rasionalisasi” istilah yang lebih halus dari penghematan anggaran dengan memberikan alokasi nilai yang dapat dikurangi dari suatu usulan kegiatan sehingga dapat menurunkan defisit anggaran yang katanya sudah mencapai belasan milyar bahkan bisa membengkak sampai 20 milyar lebih.
Dari bekal pengetahuan tentang Pengadaan Barang/Jasa yang ada, lumayan banyak usulan yang dapat dikoreksi dalam perencanaan anggaran pengadaan barang/jasa. Hal ini banyak terjadi karena banyak yang belum mengetahui tentang adanya peraturan terbaru tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, yaitu Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 (perpres 54/2010) tentang Pengadaan Barang/Jasa. Kebanyakan perencanaan anggaran pengadaan masih berdasarkan keppres 80 tahun 2003. Dari koreksi ini tentunya banyak anggaran yang dapat di “rasionalisasi” sehingga dapat membantu menurunkan defisit anggaran yang ada.
Beberapa hal yang menjadi materi koreksi dalam perencanaan anggaran pengadaan barang jasa, adalah:
1. Paket pekerjaan dengan nilai antara 100 sd 200 juta untuk pengadaan jasa konstruksi/barang/jasa lainnya, yang sebelumnya harus dengan pelalangan umum sehingga muncul biaya pengumuman dan honor panitia pengadaan, maka dapat dikoreksi dengan menghilangkan biaya pengumuman dan honor panitia pengadaan dirubah menjadi honor pejabat pengadaan. minimal 5 juta dapat tuh dari satu kegiatan
2. Biaya Pengumuman Pelelangan dan Seleksi.
Dengan munculnya perpres 54 tahun 2010 dan koran tempo yang menjadi pemenang sebagai media koran pengumuman pengadaan, maka biaya pengumuman dapat dihemat dengan menghilakan pengumuman di koran propinsi dan sedikit menurunkan biaya pengumuman di koran nasional (tempo) karena pengumuman di koran tempo nampaknya jauh lebih murah dari sebelumnya.
3. Beberapa paket di bawah 50 juta dapat digabungkan menjadi pengadaan langsung atau pengadaan sederhana atau bahkan menjadi pelelangan/seleksi umum (bila memungkinkan), karena banyak pekerjaan yang sebenarnya sejenis dan dari segi lokasinya tidak menjadi masalah, dapat di gabungkan menjadi 1 paket pekerjaan, sehingga biaya honor pejabat pengadaan yang nilainya Rp. 500,000,- bisa dikurangi volumenya, yang tadinya 3 paket dengan 3 pejabat pengadaan plus pemeriksa barang, maka bisa disatukan mejadi 1 paket dengan satu pejabat pengadaan.
4. Pekerjaan Swakelola yang di dalamnya ada pemilihan penyedia barang/jasa terkait pengadaan alat/bahan yang seringkali dilakukan per triwulan, maka lelangnya di lakukan cukup satu kali saja untuk meng-cover alat/bahan selama satu tahun, dengan sistem kontrak harga satuan (bila diperlukan). Bahkan ada yang membagi menjadi 24 paket pengadaan dimana pekerjaannya di bagi menjadi 6 paket dan dilaksanakan per triwulan, jadi 6 x 4 = 24 kali pengadaan/pemilihan penyedia barang/jasa. Lumayan ini; ada 24 honor PPK dan panitia pengadaan (3 – 5 orang) yang bisa dicoret.
5. Ada pengadaan yang sebenarnya bisa dilakukan dengan multiyears, seperti pengadaan bandwith internet, dari pada lelang dua kali mendingan dibuat multiyears agar layanan internet idak terputus karena menunggu lelang.
Yah meskipun belum memperoleh angaka satu milyar, tapi minimalnya sudah ada usaha untuk mengurangi atau memangkas defisit anggaran untuk rencana kegiatan tahun depan.
Namun di satu sisi, ada beberapa hal yang sangat disayangkan dalam pembuatan usulan-usulan yang diajukan dari SKPD-SKPD, masih banyak usulan-usulan yang isinya hanya beberapa lembar RKA saja, tanpa dilengkapi dengan jadual, RAB, gambar, peta lokasi, dsb sehingga bagaimana bisa menganalisa isi dari RKA kalau dokumen pendukungnya tidak lengkap, kalau di BPK mah itu bisa dinyakatan DISCLAIMER tuh
belum lagi indikator capaian, hasil dsb dari program kegiatan yang diusulkan tidak nyambung sama sekali dengan program-program yang ada di RPJM.
Yang lebih parah dan menyesakkan adalah bila nilai anggarannya besar (milyaran), dokumen pendukungnya tidak ada… isi RKA nya pun dibuat asal-asal-an, hasil copy paste dari tahun sebelumnya, malah indikator kinerjanya semua sama untuk kegiatan yang berbeda, waduh bos… jangan kepengen paket pekerjaannya saja donk, apalagi ini nilainya milyaran yang seumur saya jadi PNS pun mungkin tidak sampai tuh jumlah gaji saya ini
dan itukan uang rakyat dan uang kita juga… yah kita sama-sama rencanakan dengan baiklah, mulai dari teknis pelaksanaannya sampai dengan administrasi-nya juga. Mulai dari pengadaannya sampai dengan pelaksanaan fisik pekerjaannya. Katanya ngakunya sih yang penting asal masuk dulu deh…, asal asistensi dulu deh… selanjutnya teu langkung “Bapak” …
Bale Binarum Bogor – Salam Hujan dari Bogor
heldi yudiyatna
Protected: Tugas Gravimetri Pak ZAENAL
October 22, 2010 by heldi
Filed under its me - Heldi, Survey Pemetaan - GIS
Enter your password to view comments.
Bisnis Online – Electronic Business
October 22, 2010 by heldi
Filed under Website and Internet
Bisnis online, atau biasanya disebut sebagai “eBusiness” atau “e-bisnis”, dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau information and communication technologies (ICT) untuk mendukung seluruh kegiatan usaha. Commerce merupakan pertukaran produk dan jasa antara perusahaan, kelompok dan individu dan dapat dilihat sebagai salah satu kegiatan penting dari bisnis apapun. Electronic commerce berfokus pada penggunaan ICT untuk mengaktifkan kegiatan eksternal dan hubungan bisnis dengan individu, kelompok dan usaha lainnya.
Metode bisnis elektronik memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan data internal dan eksternal sistem pemrosesan lebih efisien dan fleksibel, untuk bekerja lebih erat dengan pemasok dan mitra, dan untuk lebih memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan mereka.
Dalam prakteknya, e-bisnis adalah lebih dari sekedar e-commerce. Sementara e-business mengacu pada fokus yang lebih strategis dengan penekanan pada fungsi yang terjadi dengan kemampuan elektronik, e-commerce adalah bagian dari strategi e-bisnis secara keseluruhan. E-commerce berusaha untuk menambah aliran pendapatan menggunakan World Wide Web atau Internet untuk membangun dan meningkatkan hubungan dengan klien dan partner dan untuk meningkatkan efisiensi dengan menggunakan strategi kapal Kosong. Seringkali, e-commerce melibatkan aplikasi dari sistem manajemen pengetahuan.
E-bisnis melibatkan proses bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai: pembelian elektronik dan manajemen rantai suplai, pemrosesan order elektronik, penanganan pelayanan pelanggan, dan bekerja sama dengan mitra bisnis. standar teknis khusus untuk e-bisnis memfasilitasi pertukaran data antara perusahaan. E-bisnis solusi perangkat lunak yang memungkinkan integrasi proses perusahaan intra dan inter bisnis. E-bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan Web, Internet, intranet, extranet, atau beberapa kombinasi dari semuanya.
Pada dasarnya, perdagangan elektronik (EC) adalah proses pembelian, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, dan / atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. EC juga bisa benifited dari berbagai perspektif termasuk proses bisnis, layanan, belajar, kolaboratif, masyarakat. EC sering bingung dengan e-bisnis.
Aplikasi dari online bisnis dapat dikategorikan menjadi 3 kategori umum, yaitu:
1. Internal business systems:
* customer relationship management
* enterprise resource planning
* document management systems
* human resources management
-
2. Enterprise communication and collaboration:
* VoIP
* content management system
* e-mail
* voice mail
* Web conferencing
* Digital work flows (or business process management)
-
3. Electronic commerce (E-Commerce)- business-to-business electronic commerce (B2B) or business-to-consumer electronic commerce (B2C):
* internet shop
* supply chain management
* online marketing
* offline marketing
Bila organisasi online, mereka harus memutuskan yang mana e-bisnis model terbaik sesuai tujuan mereka. Sebuah model bisnis didefinisikan sebagai organisasi produk, layanan dan arus informasi, dan sumber pendapatan dan manfaat bagi pemasok dan pelanggan. Konsep model e-bisnis adalah sama tetapi digunakan dalam kehadiran online. Berikut ini adalah daftar model saat ini banyak e-bisnis yang diadopsi seperti:
* E-shops
* E-commerce
* E-procurement
* E-malls
* E-auctions
* Virtual Communities
* Collaboration Platforms
* Third-party Marketplaces
* Value-chain Integrators
* Value-chain Service Providers
* Information Brokerage
* Telecommunication
* Customer relationship
Sedangkan klasifikasi berdasarkan provider dan pengguna/consumer adalah:
* business-to-business (B2B)
* business-to-consumer (B2C)
* business-to-employee (B2E)
* business-to-government (B2G)
* government-to-business (G2B)
* government-to-government (G2G)
* government-to-citizen (G2C)
* consumer-to-consumer (C2C)
* consumer-to-business (C2B)
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Online_business
Genangan di atas Jembatan, Kok Bisa Yah??!!
October 1, 2010 by heldi
Filed under PNS (Pegawai Negeri Sipil)
Mengutip gaya salah seorang Instruktur RPM di celebrity fitness Bogor di kelas RPM (Raw Power In Motion) yang dalam sesinya suka mengatakan “Kok Bisa Yahhh??!!”, terutama dalam level-level akhir yang relatif berat (full climbing) sehingga hampir semua peserta RPM fitness mencampai klimaks orgasme eh kecapeannya yang ditunjukan dengan napas yang ngos-ngos-an, jantung berdetak kencang, serta keringat mengucur deras segede-gede jagung, nah di ujung sesi itulah instruktur tersebut suka mematikan musik dan langsung mengeluarkan statement.. “Kok Bisa Yah???!!!“. Ya maksudnya kok bisa yah sampai begitu kencangnya denyut jantung, sampai begitu banyaknya keringat yang bercucuran, sampai susah-susahnya bernapas alias ngos-ngosan, kok bisa yaahhh???!!!
nah begitulah latar belakangnya. Namun saya tidak tahu apa istilah “kok bisa” ini sama dengan atau “sami sareng” kejadian yang saya alami sore ini sepulang dari kantor.
Tadi sore saya pulang dari kantor dengan terburu-buru karena takut keburu turun hujan, terlihat langit sudah mendung dan dalam beberapa hari ini di kota Bogor sudah terus-menerus turun hujan setiap sorenya, yah namanya juga kota Hujan, mau digimain lagi… tinggal disyukuri saja bahwa di rumah tidak akan kekurangan air dan bayar PDAM tidak akan mahal, karena sumur akan penuh terus sehingga air terus berlimpah dan air dari PDAM-pun jarang dipakai, karena air sumur masih jauh lebih jernih dan dingin nya itu loh… “tiis pisan… nyeuceup…”
kemudian juga tanaman apotik hidup di belakang rumah pastinya akan terus tumbuh subur diguyur hujan. Leunca, Cengek, Pisang, Melon, Salak, Manggah, Kalapa, Daun Sampeu, Pepaya, dan semua rumput gajah mini serta tanaman hias di taman depan rumah pastilah akan tumbuh dengan suburnya tanpa perlu disiram sendiri, nah inilah nikmatnya tinggal di Bogor. Kok jadi ngelantur yah… yah namanya juga blog curhat… suka-sukalah… kalau tidak suka silahkan tinggal di close saja blog dan internet explorernya hehe… eehhh tapi curhat dipostingan ini bukan sekedar main-main atau “heureuy” loh, bukan apa-apa soalnya saya ini disuruh segera bikin postingan curhat lagi nih sama orang BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) , kalau saya tidak segera membuat postingan curhat maka saya dan blog ini bisa-bisa jadi temuan BPK nih, soalnya materi blog dengan judul tidak konsisten katanya, bisa jadi blog ini dikategorikan “Disclaimer” oleh BPK waxaxaxaxa…. (dah ah jadi ngelantur…)
Oke kembali ke cerita “kok bisa yah”. Nah ketika diperjalanan pulang, akhirnya hal yang diinginkan pun terjadi, turunlah hujan dengan lebatnya, saya kehujanan sepanjang jalan PGB – semplak sampai dengan perempatan Yasmin, namun karena semuanya sudah dipersiapkan dengan memakai jas hujan, serta tas laptop dibungkus parasut eiger anti air, kemudian buku perpres 54 – 2010 buku tebal pesanan Pejabat di Kabupaten Lima Puluh Kota yang akan segera dikirim via Tiki sudah dimasukkan ke dalam Tas Gantung Dry Bag Eiger… aman deh! Nah Inspirasi cerita “kok bisa yah” ini berawal ketika saya berhenti di perempatan Yasmin dimana hujan sudah mulai berhenti dan kemudian berbelok ke arah turuan RPH (rumah pemotongan hewan) menuju ke arah Bubulak. Pada sebagian Jalan Abdulah Bin Nuh ini ada sebuah Jembatan yang sebenarnya kondisinya sih masih bagus (mudah-mudahan hehe…) namun yang saya heran kok di atas jembatan kok terjadi genangan yang cukup dalam yah??!! padahal jembatan itu kan di atas sungai, ada jalan di atas sungai tapi terjadi genangan??!! seharusnya airnya bisa masuk/jatuh ke sungai kan??!! dari faktor ketinggian/level sudah tidak ada masalah lagi, air kan selalu mencari tempat yang lebih rendah, tapi kok bisa menggenang gini yah???

Genangan di Jembatan
Melawati Jembatan ini harus super hati-hati, karena dengan adanya genangan ini maka bolong-bolong yang ada di jalan (di atas jembatan) tentunya tidak kelihatan, sehingga meskipun motor Bajaj P-200 yang ditunggangi mempunyai Ban yang relatif lebih besar dari motor kebanyakan dan suspensinya juga lumayan bagus, namun tetap saja pada ujung jembatan hampir saja saya hilang keseimbangan karena ternyata tidak terduga di ujung jembatan terdapat lubang yang cukup dalam sehingga kalau tidak hati-hati bisa berbahaya tuh, terutama bagi para pengendara motor, kalau pengendara mobil sih paling yang kena shock breaker nya saja deh, paling masa berlaku shock breakernya akan berkurang sedikit demi sedikit
Nah di bawah ini adalah gambaran jalan di ujung jembatan yang ada bolongannya

Jalan Rusak dekat Jembatan
-

Jalan Rusak karena Genangan
-

Kok Bisa Yah??!!
Di bawah ini adalah gambar Camera Hp Samsung Waterproof berlokasi di tengah jembatan, kok bisa yah ada genangan di atas jembatan? Bisa-bisa aja sih…

Kok Bisa Yah...
Tadinya sih sudah buru-buru kepingin pulang ke rumah karena badan ini sudah mulai kedinginan namun karena terganggu oleh bahayanya jalan rusak di dekat jembatan serta genangannya tersebut, maka akhirnya dikeluarkanlah kamera Samsung Extreme yang meskipun hujan-hujanan dijamin tidak akan rusak, maka diambil lah beberapa gambar dari genangan di atas jembatan tersebut dengan hasil seperti gambar di atas.
Kemudian sebagai tambahan, karena sudah kadung jadi reporter investigasi dari heldi.net, masuk ke jalan di depan rumah ternyata ada kasus yang membuat saya bertanya kembali… Kok Bisa Yah… berikut adalah photonya:

Lubang Galian
Ini ada galian yang tidak tertutup, dimana disampingnya juga ada bekas galian yang kondisinya masih belum dikembalikan seperti semula. Kemudian di bawah ini ada bekas galian yang katanya juga sudah di aspal kembali sehingga kembali seperti pada kondisi semula. Tapi perasaan sih dulunya tidak bolong gini ini jalan… ahh itukan “perasaan” dek heldi aja kaleee… hehehe namanya juga curhat… tentunya penuh dengan perasaan

Lubang Bekas Galian
Kemudian ketika mau masuk ke jalan rumah… eh ada lagi yang membuat penasaran untuk mengeluarkan kembali Kamera HP Samsung Extreme ini, jepret sekali lagi… “pret!!!” ini jalan sudah sempit dihalangi lagi oleh beton Precast, kemudian lubang-lubang selokan yang dilebarkan ini lumayan berbahaya bagi mobil atau kendaraan bermotor yang melintas jalan ini dan kondisi ini sudah berlangsung sejak bulan puasa yang lalu, kok bisa yahhhh???!!! bisa-bisa saja deh… selama belum ada korban, tidak perlu tuh dipasang tanda bahaya, atau percepatan pemberesan proyek tersebut. Sebenarnya ada sih papan nama proyeknya tapi sudah kelewat jalan jadi agak males untuk photonya, tadinya sih kepingin melihat PT/CV apa sih yang mengerjakannya, siapa tahu namanya “PT. KBY atau PT.Kok Bisa Yah”, kalau pemborongnya namanya itu… ya sudahlah tidak akan saya buat deh postingan ini

Jalan Sempit Berbahaya
Kemudian akhirnya belok kiri deh masuk ke Gang Rumah… Kok Bisa Yahhh…
Yah sudahlah inikan hanya sekedar curhat sajah, tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Sama-sama tahu ajalah
Salam Kehujanan dari Kota Hujan

