Albertina Ho adalah hakim ketua kelahiran Maluku Tenggara yang pada sidang PNS kaya raya Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, kelurusan tindakan beliau membuat “termehek-mehek” beberapa pihak yang tidak kredibel. Mulai dari Jaksa ber-eselon yang disindir karena selalu disebut ber-siap-siap, yang menurut Bu Albertina Ho, jaksa ini hanya tahu “siap-siap” saja. Karena memang setiap ditanya selalu menjawab diawali dengan kata “siap” tetapi berujung dengan kesaksian yang tidak jelas. Kemudian saksi dari BCA yang tergugup-gugup dengan jawabannya “mbulet”, Kabag Operasional BCA dikatakan seperti orang yang baru training langsung kerja, seperti tidak tahu prosedur.

Saya terinspirasi menulis postingan tentang ibu Albertina Ho setelah melihat acara editorial media indonesia tadi pagi sebelum berangkat kerja. Elman Saragih bersama seorang presenternya dengan lugas, mengupas tuntas tentang profil seorang hakim yang berani ini, sampai-sampai pada saat sesi telepon dari pemirsa, penelpon pertama adalah seorang mantan hakim senior yang memiliki integritas tinggi, yaitu Bapak Benjamin Mangkoedilaga. Namun memang ada suatu ketakutan, dimana orang yang lurus yang jujur seperti ibu Albertina Ho biasanya tidak akan lama lagi akan disingkirkan karena orang seperti beliau yang jujur, tegas, berani, dan punya komitmen, biasanya tidak punya “cantolan” ke pejabat di atas, kemudian tidak punya “genk” dan sebagainya yang nota bene lebih lemah dibanding orang-orang jahat yang mempunyai kekuasaan. Sehingga orang seperti beliau ini akan cepat sekali untuk di”tendang” dipindahkan atau apapun istilahnya.

Bapak Elman juga banyak melihat banyak orang-orang yang jujur, berkualitas berintegritas dan penuh dengan nilai-nilai kebaikan, baik sebagai jaksa, hakim, PNS, polisi, namun orang-orang seperi ini kebanyakan pada posisi yang lemah, disimpan di tempat yang jauh, dengan kehidupan yang pas-pas-an sehingga pengaruhnya bisa diabaikan.

Nah situasi inilah yang tidak diharapkan terjadi dengan Albertina Ho, media indonesia berharap akan banyak dukungan terhadap ibu Albertina Ho agar kelangsungan terhadap pengungkapan kebohongan demi kebohongan dalam kasus Gayus “PNS super kaya” dapat dilanjutkan.

Berikut adalah petikan-petikan dari beberapa koran tentang Srikandi Indonesia 2010 : ibu Albertina Ho

=====

sumber: http://www.mediaindonesia.com

Dalam persidangan Gayus Halomoan Tambunan, Hakim Ketua Albertina HO mencecar dan menegur kecerobohan saksi yang dihadirkan dalam persidangan Gayus Tambunan, yaitu Inda Imawati, Kepala Bagian (Kabag) Operasional BCA Sektor III, Bintaro.

Inda dalam kesaksiannya menerangkan bahwa ia tidak mengecek jumlah uang di rekening Gayus Tambunan sebenarnya karena sudah diancam oleh penyidik Arafat dan Sri Sumartini yang datang untuk minta tanda tangan pada surat penyitaan polisi atas rekening Gayus Tambunan.

“Karena penyidik bilang, kalau tidak menandatangani, tidak bantu kerja polisi,” ujar Inda Imawati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/11).

Merasa diancam, Inda langsung menandatangani surat penyitaan rekening Gayus Tambunan senilai Rp370 juta. Kemudian diketahui ternyata saldo di rekening tersebut hanya berjumlah Rp16 juta.

Hakim Ketua Albertina Ho kemudian bertanya memastikan, “Apakah ini surat penyitaan atau pemblokiran?” tanya hakim. Semula Inda menjawab pemblokiran, namun tak lama kemudian ia lalu menjawab lagi dengan penyitaan.

“Jangan mbulet jawabnya,”celetuk Albertina Ho sementara Inda terlihat gugup di muka persidangan.

Atas ketidaktahuan dan kecerobohan Inda dalam menandatangani surat penyitaan tanpa mengecek terlebih dulu jumlah dana di rekening Gayus itu, Hakim Albertina Ho mencecarnya. “Anda ini sepertinya habis di-training langsung kerja ya, kok tidak tahu prosedur karena ceroboh,” ujar Albertina dengan tegas.

======

sumber: http://www.tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Advokat senior Adnan Buyung Nasution bersyukur dan memuji ketua majelis hakim Albertina Ho yang memimpin sidang kliennya, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Gayus didakwa dua perkara dugaan korupsi pajak dan suap penegak hukum.

“Beruntung dapat hakim yang kritis dan berani. Terkenal juga mempunyai track record yang jujur,” ujar Adnan Buyung Nasution dalam jumpa pers kepada wartawan di kantornya, Menara Global, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2010).

Albertina memang tegas. Tak pandang bulu bertanya kepada terdakwa dan saksi. Terakhir, dalam persidangan Senin, Albertina mengusir enam aktivis LBH Jakarta yang berdemo di sidang Gayus dengan memakai topeng Gayus.

Buyung juga memastikan tidak akan mundur mendampingi Gayus dalam dua perkara di atas. Namun, Buyung tak akan mendampingi Gayus, yang telah ditetapkan sebagai tersangka praktik suap terkait perbuatannya yang keluar Rutan Mako Brimob untuk “plesiran” ke Bali.

Buyung mengakui, dalam menangani perkara mantan pegawai golongan IIIA Direktorat Pajak tersebut, banyak hal yang janggal, aneh dan misterius. “Kalau ini bisa kita bongkar, bukan Gayus saja yang terbongkar. Tapi ada banyak Gayus,” imbuhnya.(*)

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share