Wow… Luasnya Dunia Pengadaan Barang/Jasa

November 29, 2010 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Bali 2010 – Pelatihan untuk Pelatih Pengadaan Barang Jasa

Akhirnya selesai juga acara Pelatihan untuk Pelatih Peningkatan Kompetensi Instruktur Pengadaan Barang Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP dari tanggal 22 sd 25 November 2011. Lumayan melelahkan juga karena selain karena lokasi pelatihannya berlokasi di Bali yang tentunya cukup jauh dari Bogor, kemudian juga materinya juga lumayan berat dengan jadual yang padat (belum lagi ditambah jadual jalan-jalan ke pantai kuta lagi hehehe…). Materi kali ini bisa dikatakan lebih berat karena semula saya menyangka pada ToT kali ini akan lebih membahas pendalaman terhadap materi Perpres 54 tahun 2010, namun ternyata selain pendalaman Perpres 54 ternyata banyak materi-materi lain yang membuat saya berkata “wow… betapa luasnya dunia pengadaan barang/jasa…”

Setelah dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP, berikut adalah beberapa materi yang diberikan selama pelatihan;

Standar Bidding Dokumen

Pada sesi ini dijelaskan secara detail Standar Dokumen Pengadaan atau istilah kerennya Standar Bidding Dokumen, terutama untuk penyedia jasa konstruksi dan penyedia jasa konsultansi, model dasarnya masih menggunakan model dokumen pengadaan nasional (MDPN) namun sudah banyak pengembangan dan penyesuaian dengan perpres 54 tahun 2010.

Mekanisme Black List

Nah hati-hati bagi para “pengusaha nakal”, stardar untuk mekanisme pemberian Black List yang sebelumnya masih abu-abu atau samar-samar sehingga banyak pihak dalam pegadaan barang/jasa pemerintah ragu-ragu dalam memberikan black list, maka sudah disiapkan amunisi berupa peraturan dari LKPP yang dapat secara “fair” memberikan “punishment” terhadap para pengusaha yang melanggar aturan pengadaan barang/jasa seperti:

  • melakukan KKN dan/atau, penipuan, pemalsuan
  • melakukan penyimpangan prosedur dan/atau pelanggaran persaingan sehat ;
  • membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar ;
  • memalsukan data komponen dalam negeri;
  • tidak menandatangani Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan pada saat proses serah terima akhir;
  • mengundurkan diri dari pelaksanaan Kontrak dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ;
  • tidak bersedia menaikan nilai jaminan pelaksanaan;
  • membujuk dan/atau memerintahkan ULP/Pejabat Pengadaan/pihak lain yang berwenang dalam bentuk dan cara apapun, baik langsung maupun tidak langsung guna memenuhi keinginannya yang bertentangan dengan ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan/Kontrak, dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • mengundurkan diri pada masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima  secara obyektif oleh ULP;
  • mengundurkan diri/tidak hadir bagi pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 pada saat klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan alasan yang tidak dapat diterima;
  • lalai/cedera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalainannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;
  • tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak  secara bertanggungjawab;
  • memutuskan Kontrak karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa; dan
  • terdaftar atau termasuk dalam Daftar Hitam yang diterbitkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

dan aturan lainnya yang ada dalam perpres 54 tahun 2010 yang dapat membuat penyedia barang/jasa terkena black list apabila masih membandel untuk melakukan pelanggaran aturan tersebut. Satu hal yang menarik dari materi ini adalah bahwa, dengan suatu mekanisme tertentu maka pada akhirnya penyedia barang/jasa yang “bandel” pada akhirnya akan di black list dan secara terbuka diumumkan dalam portal nasional eprocurement, sehingga “aib” ini akan diketahui secara umum.

Mekanisme Sanggah banding

Materi ini berisi tentang mekanisme dari sanggah dan sanggah banding, terutama terkait dengan munculnya jaminan sanggah banding sebesar 2 per mil atau maksimal 50 juta. Hal ini dimunculkan banyaknya sanggahan, terutama sanggahan banding yang isinya tidak benar, sedangkan disatu sisi sanggahan banding ini cukup memakan “energi” dari para pihak dalam pengadaan barang/jasa. 


TKDN

Tingkat komponen dalam negeri, beberapa penyesuaian dalam perpres 54 terhadap pemberlakuan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dan preferensi harga dijelaskan dalam sesi ini. Untuk daftar barang dalam negeri dan tingkat TKDN-nya dapat dilihat di http://114.57.2.77/produk/index.php.

ULP – Unit Layanan Pengadaan

Kewajiban tentang pembentukan ULP pada K/D/L/I kembali ditekankan dalam sesi ini, agar pelayanan pengadaan barang jasa ini tidak seperti pelayanan “supir taksi”. Naik taksi kemudian disebutkan tujuannya, kemudian diantar oleh supir taksi, sampai ditujuan, dibayar ongkosnya, maka selesai sudahlah. Begitu pula sekarang ini dalam pengadaan barang/jasa, supir taksi tersebut ibaratnya adalah panitia pengadaan; seorang PPK tinggal memilih taksinya kemudian memerintahkan supir taksi (panitia) untuk melakukan lelang, kemudian dihantarkan oleh panitia sampai ke tandatangan kontrak maka selesailah sudah :)

Pembentukan ULP merupakan salah satu kunci untuk terbentuknya manajemen pengadaan barang/jasa yang independent (mandiri, ya asal jangan di interpensi lagi oleh pada pejabat/petinggi2nya), kredibel, profesional, dan bukan merupakan manajemen supir taksi, apalagi manajemen tukang cukur rambut seperti yang banyak terjadi daerah sekarang ini :)

Lelang Investasi

Nah… materi ini yang membuat saya berkata… “wow betapa luasnya dunia pengadaan barang jasa”, ternyata pengadaan barang jasa itu bukan hanya sekedar keributan antar pemborong yang memperebutkan arisan proyek, serta “kongkalingkong” antar para pejabat yang mengkavling-kavling jatah empuknya. Sudut pandang “premanisme” pengadaan ini seharusnya segera benar2 ditinggalkan, karena masih banyak hal yang lebih luas dan lebih tinggi dalam dunia pengadaan yang harusnya menjadi acuan dalam pengadaan barang/jasa, ya seperti halnya dalam Lelang Investasi ini…. PPP (Public Private Partnership) etc… wow… betapa luasnya dunia pengadaan ini :)

ITC Procurement Services (PS)

Modul Procurement Internasional

Nah… Materi yang disampaikan oleh Bapak Sonny Sumarsono ini sebenarnya membuat saya “merinding”. Materinya sih kantanya hanya berupa “sharing session”, tapi selama dua hari materi sharing ini, saya benar-benar “terbius” oleh materi yang disampaikannya. Isi dari materi ini adalah modul pengadaan internasional yang merupakan standar dari ITC (international trade center), yang kalau orang mau mengikuti kursusnya secara resmi… wuuiiih bisa berpuluh-puluh juta biayanya tuh.

Mulai dari Organisasi Pengadaan, definisi SCM (supply chain management), strategi pengadaan (bagaimana untuk pengadaan rutin, leverage, bottleneck, dan kritis), penerapan perencanaan pengadaan, analisa pasar dan analisa kebutuhan, kualifikasi vendor,  serta tata cara memilih metoda sampai dengan kontrak pengadaan sehingga dapat menghasilkan Barang/Jasa dengan TOC (Total Cost Ownership) yang paling efektif. Negosiasi sampai dengan kontrak dan sebagainya… wah kalau diteruskan beberapa hari lagi saja materi dari pak Sonny tersebut… wah… bisa-bisa saya “mati karena pengadaan” sangking terkagum-kagumnya dengan ilmu pengadaan barang/jasa yang begitu luas dan hebatnya.

Kalau aslinya ada 17 modul, pemaparan materi yang hanya 2 hari oleh pak Sonny benar-benar membuat penasaran… berikut adalah model lengkapnya:

  1. Understanding the Corporate Environment

  2. Specifying Requirements & Planning Supply

  3. Analysing Supply Markets

  4. Developing Supply Strategies

  5. Appraising & Short-listing Suppliers

  6. Obtaining & Selecting Offers

  7. Negotiating

  8. Preparing the Contract

  9. Managing the Contract and Supplier Relationships

  10. Managing Logistics in the Supply Chain

  11. Managing Inventory

  12. Measuring and Evaluating

  13. Environmental Procurement

  14. Group Purchasing

  15. E-procurement

  16. Customer Relationship Management

  17. Operation Management

Materi ini langsung deh saya jadikan wishlist, mudah2an ada rejekinya; baik rejeki waktu, uang, energi serta jalan pembuka untuk dapat belajar lebih jauh dengan mengikuti kelasnya secara langsung di ITC… amien.. Mudah-mudahan ada info dari pak Sonny tentang hal ini :)

Oh iya sangking asyiknya dan terpananya dengan cerita SCM (supply chain & management) hampir kelupaan ucapan terima kasihnya untuk team LKPP; pak Mudji, pak hafiz, pak aldi, mba ayu, dan semua teman2 LKPP terima kasih atas undangan dan kesempatannya. Pak Sonny, dan semua narasumber yang sudah memberikan ilmunya yang super luas, Juga untuk semua teman2 Tot yang Super2 terima kasih atas semua ilmunya :)

Salam Pengadaan dari Bogor

heldi y

Deputi Bidang
Pengembangan dan
Pembinaan Sumber Daya Manusia
==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi heldi.net via HP. 0817870910000 - BBM. 2940FD60 - email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: info@heldi.net , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

4 Responses to “Wow… Luasnya Dunia Pengadaan Barang/Jasa”
  1. Wah mantap Pak Heldi, liputan TOT nya di Bali.

    Dari mulai pulang sampai sekarang saya belum sempat menulis di blog, untung ada pak Heldi, nanti saya pajang linknya saja deh ke sini. hehe

    Berat ya TOT nya, karena harus jalan kaki ke Kuta pagi2 pakai sandal tidur dari Hotel. :-)

    Salam PBJ,

    Thomas

  2. Muhammad Taufik says:

    Pak Heldi, apakah Standar Bidding Dokumen sudah diterbitkan oleh LKPP? dimana bisa mendapatkan filenya?(di situs http://www.lkpp.go.id belum ada?) trus apa Pak Heldi punya standar format berita acara (Aanwijzing, Pembukaan penawaran, evaluasi penawaran-kualifikasi, BAHP, B.A klarifikasi, Negosiasi, dll) yang sudah sesuai dengan perpres 54/2010? dan juga file toolkit untuk mempermudah evaluasi penawaran (misalnya file excel yg ada makronya untuk membatasi input data dr panitia spy sesuai dengan peraturan dari lkpp/perpres 54/10)kalau di LPSE kan evaluasinya masih manual, cuma rekapnya aja yang on-line. kalau ada bagaimana cara mendapatkannya+berapa biayanya :-) Salam Tender dari Kab. Barsel Kalimantan Tengah

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] Selaku instruktur, praktisi, dan korban dari pengadaan barang/jasa serta sangking cintanya terhadap dunia pengadaan barang/jasa, maka beberapa pilhan nama dari anak kami adalah sebagai [...]

  2. [...] ini sebenarnya agak memuaskan dahaga saya ketika mengikuti TOT peningkatan kompetensi LKPP di bali akhir tahun 2010 kemarin, dimana ada materi selama 1 hari dari Bapak Sonny Sumarsono [...]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!