TKDN dan Preferensi Harga (kapan diberlakukannya?)

December 7, 2010 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasaKelihatannya banyak yang masih bingung tentang penerapan TKDN dan Preferensi harga. So sambil membuat beberapa soal latihan pemahaman perpres 54 tahun 2010 untuk membantu pemahaman materi Bintek Pengadaan Barang Jasa, berikut saya coba sharing tentang hal-hal yang mendasar tentang TKDN dan Preferensi Harga. Kita coba sharing dari sudut pandang proses pengadaan barang/jasa-nya , bukan teori-teori per definisinya, karena untuk tata cara menghitung, sertifikasi serta aturan mainnya sebenarnya adalah tupoksi dari kemenperin (kementrian perindustrian). Untuk itu dalam posting ini hanya akan dibahas kapan dan bagaimana penggunaan TKDN, BMP dan Preferensi harga dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa.

Kapan TKDN diperlukan?

TKDN yang merupakan singkatan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri, pertama-tama yang harus diketahui adalah kapan munculnya TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah?

1. Untuk “menyingkirkan” Produk Luar Negeri :)

Untuk mengakomodir amanat perpres 54 tahun 2010 tentang penggunaan produk dalam negeri, maka ketika kita akan melakukan suatu pengadaan barang/jasa, harus diperiksa terlebih dahulu apakah sudah ada Penyedia Barang/jasa yang menawarkan barang/jasa dengan tingkat TKDN + BMP > 40% (baca: jumlah TKDN ditambah dengan BMP lebih besar atau sama dengan 40%). Apabila sudah ada produk yang TKDN + BMP -nya > 40% dan ada 3 peserta pengadaan yang memenuhi 40% tsb maka penyedia barang/jasa yang menawarkan produk luar negeri tidak boleh ikut lelang.  Selanjutnya proses pelelangan/seleksi hanya dilakukan oleh peserta yang memenuhi persyaratan tsb. (pasal 97 – perpres 54/2010 ). BMP adalah singkatan dari Bobot Manfaat Perusahaan, saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini, kalau mau mengetahui lebih dalam coba buka website kemenperin saja.

lihat: http://114.57.2.77/produk/index.php

2. Untuk membantu meningkatkan “peluang menang” dari Produk Dalam Negeri

Nah tadi itu adalah pertama kali TKDN digunakan dalam proses pengadaan barang/jasa, kemudian selanjutnya, untuk:

- Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai pinjaman luar negeri melalui Pelelangan Internasional.
- Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai rupiah murni dan bernilai diatas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Kalau pengadaan yang sedang anda lakukan tidak termasuk dalam 2 kriteria di atas maka hapus saja formulir dan persyaratan TKDN dari dokumen pengadaan.

Namun bila pengadaannya masuk dalam 2 kriteria di atas maka TKDN kembali akan digunakan, TKDN selanjutnya akan dibutuhkan untuk mengetahui perusahaan mana yang kan mendapat preferensi harga, dimana Preferensi Harga hanya diberikan kepada Barang/Jasa dalam negeri dengan TKDN lebih besar atau sama dengan 25% (dua puluh lima perseratus).(pasal 98 – perpres 54/2010).

kemudian TKDN akan dibutuhkan untuk menghitung HEA (harga evaluasi akhir) yang didalamnya ada parameter preferensi harga.

Apa itu HEA (harga evaluasi akhir)? HEA adalah harga penawaran yang digunakan untuk evaluasi harga dimana harga penawaran dari perusahaan yang memperoleh preferensi harga akan “dibantu agar dalam evaluasi” penawarannya dianggap lebih rendah dari harga penawaran aslinya.

HEA adalah harga penawaran (asal/asli) yang dikalikan dengan 1 dibagi dengan 1 yang ditambah dengan (TKDN dikali Preferensi Harga) atau rumusnya adalah:

HEA = (1/(1+KP) )x HP

KP = TKDN x Preferensi
HP = Harga Penawaran

(matematis sedikit nih…) tentu dari rumus HEA dapat dilihat bahwa angka 1 yang dibagi dengan bilangan lebih besar dari 1 yaitu (1 +KP), tentunya akan menghasilkan bilangan kurang dari 1 (mendekati nol – 0,xxxxx – nol koma sekian), sehingga bilangan kurang dari 1 (0,xxxxx – nol koma sekian) kalau dikalikan dengan Harga Penawaran aslinya (HP) maka akan menghasilkan harga Penawaran yang lebih rendah dari aslinya.

Nah harga penawaran yang lebih rendah dari asal/aslinya inilah yang digunakan untuk evaluasi harga, sehingga yang mempunyai nilai TKDN lebih tinggi akan mendapatkan nilai yang pengali yang semakin lebih kecil dari satu (semakin mendekati nol) sehingga akan  mendapatkan harga penawaran untuk evaluasi atau HEA yang semakin rendah yang akan meningkatkan peluang untuk menjadi pemenang.

Satu catatan bahwa HEA tidak dipakai dalam kontrak, HEA hanya untuk evaluasi saja. sedangkan harga yang muncul dalam kontrak tetap harga penawaran aslinya!

Bagaimana, semakin jelas atau semakin pusing??? Yang jelas hal terkait dengan TKDN dan preferensi harga saya yakin 1 atau 2 soal akan muncul dalam ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah jadi hal ini harus dikuasai dan dimengerti dengan baik agar bisa lulus dalam ujian besok…. hehehe kok jadi tips dan trik lulus ujian nih, just kidding bos…  :)

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasa
==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi heldi.net via HP. 0817870910000 - BBM. 2940FD60 - email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: info@heldi.net , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

13 Responses to “TKDN dan Preferensi Harga (kapan diberlakukannya?)”
  1. Hard says:

    Masuk akal bung, presentasinya bagus n i setuju, masalahnya di daerah pengadaan barang jasa tidak libih dari 1 miliyar n pusing mikir syarat yg ada pada SBD Dokumen selalu ada Formulir TKDN n setuju di hapus kalau 2 syarat tidak terpenuhi.

  2. sarah says:

    saya sedang membuat penawaran terhadap pengadaan buku nilainya 1,5 M apakah tetap menggunakan TKDN?
    padahal dalam persyaratan pengajuan penawaran salah satunya adlah TKDN.Jujur saya belum mengerti cara pengisiannya.Terimakasih.

  3. heldi says:

    @adi
    terkoreksi om…

  4. Adi says:

    Sebelumnya terimakasih sudah memberikan penjelasan mengenai TKDN ini,yang masih ingin saya pertanyakan apakah perhitungan TKDN ini dapat menjadi acuan dalam menentukan pemenang lelang?mohon pencerahannya

    • heldi says:

      @Adi:
      Dengan memberlakukan HAE (harga evaluasi akhir) dimana rumusnya adalah harga penawaran asli dikalikan dengan satu dibagi dengan satu plus TKDN dikalikan dgn Preferensi harganya.

      HEA = HP * (1/1(1+KP.Pref))

      (1/1(1+KP.Pref)) => akan menghasilkan nilai nol koma yang kurang dari satu, Logika simplenya bila harga pnawaran kita dikalikan dengan nilai yang kurang dari 1, maka nilai HEA akan menjadi lebih kecil dari Harga penawaran asal… karena HP * angka desiman (nol koma).

      begitu om.. bagaimana sudah jelas?

      terima kasih sdh berkunjung…

      heldi y

      • Adi says:

        Saya anggap dri pernyataan anda bisa menjadi acuan pemenang lelang, satu hal lagi apabila terhadap koreksi aritmatik terjadi nilai penawaran yg terkoreksi tidak sama dengan penawaran asal, mana yg dipakai untuk perhitungan HEA tsb? penawaran asal atau penawaran terkoreksi?

      • resna says:

        Pak, bagaimana mengitung tkdn ternak? trimakasih atas jawabannya.

  5. mufti says:

    Tulisan yang sangat membantu…, apakah bung heldi bisa bantu kirimkan contoh TKDN pengadaan barang/jasa seperti buku-buku perpustakaan. tolong bisa diemail ke email saya..terimakasih!

  6. maya says:

    Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai pinjaman luar negeri melalui Pelelangan Internasional.
    - Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai rupiah murni dan bernilai diatas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

    Kalau pengadaan yang sedang anda lakukan tidak termasuk dalam 2 kriteria di atas maka hapus saja formulir dan persyaratan TKDN dari dokumen pengadaan.

    Pernyataan tersebut di atas apakah tidak menyalahi perpres 54/2010?

    • heldi says:

      @maya
      apabila kondisinya demikian, mau dihapus atau tidak, tidak menyalahi aturan, toh tidak dipakai juga :)

      demikian, terima kasih atas kunjungannya

  7. My Blog says:

    izin nyimak dulu .
    salam knl

    >> http://blog.umy.ac.id/mahrus <<<

  8. tulisan anda sangat membantu. kata-kata yang anda gunakan sangat membantu saya, (dan saya yakin juga untuk pembaca lainnya)untuk membuat lebih mudah mengerti TKDN dan Preferensi Harga.. Tks.

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!