Rejeki itu tidak kemana

March 12, 2011 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online

Cerita ini berdasarkan “true story” atau kisah nyata dari saudara saya yang juga seorang praktisi pengadaan barang/jasa, namun ceritanya sedikit banyak sudah saya “dramatisasi” dan tambah-tambahkan agar ceritanya lebih seru… ๐Ÿ™‚ mohon ijinnya yah pak MA…

Yups… “Rejeki mah moal kamana” atau “rejeki itu tidak kemana“,

Begitu kata seorang teman saya yang curhat sewaktu kunjungan ke suatu daerah menunaikan tugas mengajar Pengadaan Barang Jasa. Beliau adalah PNS (pegawai negeri sipil) dan sudah menjadi seorang pejabat di suatu daerah di Sumatera, pada suatu instansi yang nota bene banyak paket pekerjaan yang dilelangkan dan menjadi incaran banyak pihak, mulai dari pejabat di level dinas nya bahkan sampai di level tertinggi di daerahnya, begitu pula menjadi incaran para penyedia barang/jasa di daerahnya yang salah satu penyebabnya mungkin adanya unsur politis dan sebagainya sehingga mereka merasa bahwa paket-paket yang akan dilelangkan adalah paket milik/jatah mereka sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh para “kongkalikong-nya”.

Mengetahui paket-peket yang akan dilelangkannya dimana beliau menjabat sebagai ketua pengadaannya, menimbulkan suatu kegalauan di dalam hatinya, padahal beliau sudah mewanti-wanti atasannya, bahwa beliau tidak ingin menjadi ketua panitia apabila dalam proses pengadaan barang/jasa yang akan dilaksanakan masih ada “titipan-titipan” atau pengaturan-pengaturan yang harus diakomodir, sehinggga merusak kredibitas pengadaan barang/jasa yang ada. Namun karena keterbatasan personil pada dinas tersebut dan memang hanya beliaulah yang mempunyai kompetensi tinggi dalam hal pemilihan penyedia barang/jasa, maka beliau tetap dijadikan sebagai ketua lelang meskipun sudah banyak di kantongnya sudah banyak list penyedia yang harus dijadikan sebagai pemenang, lengkap dengan “kavling” paket pekerjaannya.

Nah sambil menyusuri jalur jalan lintas sumatera yang penuh dengan truk-truk besar dan lubang-lubang yang tidak kalah besarnya juga, beliau curhat bahwa beberapa hari kemarin beliau sudah membuat dan menyampaikan surat kepada kepala dinas-nya yang isinya adalah pengunduran diri beliau sebagai ketua pengadaan barang dan jasa di instansinya dengan alasan bahwa apabila beliau manjadi ketua lelang namun bila paket-paket pekerjaannya masih diatur dan direkayasa mengakomodir kavlingan yang telah ditentukan sebelum, tentunya hal ini bertentangan dengan hati nurani dan prinsip yang beliau pegang selama ini, sehingga bila hal ini dilakukan akan seperti menampar mukanya sendiri. Apalagi beliau selama ini adalah khotib mesjid dan juga guru ngaji di lingkungannya Namun tentunya alasan ini tidak diungkapkan dalam surat pengunduran resminya kepada kepala dinas. Di dalam surat resminya beliau menuliskan bahwa beliau mengundurkan diri dengan alasan bahwa:

“saya tidak memenuhi persyaratan sebagai Panitia/Pejabat Pengadaan sebagaimana yang disebutkan dan dipersyaratkan dalam Pasal 17 ayat 1 poin b dan c Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, yaitu: poin b: memahami pekerjaan yang akan diadakan dan poin c: memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tugas ULP/Pejabat Pengadaan yang bersangkutan”

dimana memang latar belakang pendidikan beliau agak jauh berbeda dengan paket-peket pekerjaan yang akan dilelangkan. Alasan yang klise namun cukup jitu nampaknya, kayanya bisa ditiru nih… sudah saya copy juga kok file pengunduran dirinya, siapa tau saya juga membutuhkannya nanti ๐Ÿ™‚

Ketika beliau menyampaikan surat tersebut kepada kepala dinasnya, beliau bercerita bahwa kepala dinasnya marah besar dan kemudian melalui sekretarisnya dia memerintahkan agar segera menghubungi pejabat di atasnya agar stafnya tersebut segera di “black list” dari peredaran di pemerintahan daerah tersebut. Tentunya kemarahan dan kontak ke pejabat di atasnya tersebut tidak dilakukan di depan beliau, tetapi dari beliau memperoleh informasi dari teman-temannya yang lain, teman beliau bercerita bahwa kepala dinas marah besar dengan pengunduran diri beliau sebagai ketua panitia lelang di instansinya, dan langsung menyuruh sekretarisnya untuk menelepon pejabat tinggi di istana kerajaan dan kepala bagian kepegawaian kerajaan agar memblack list staf mereka yang “membangkang” tidak bisa melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya. Dan sesegera mungkin diatur agar beliau di mutasi ke instansi yang mungkin tidak akan se-“basah” di instansi sekarang ini. -Basah… maksudnya apa? basah banyak proyeknya… oh… kaya raya karena proyek donk… atau basah kenapa? basah karena air comberan… bau donk pak… ๐Ÿ™‚

Setelah mendengar cerita temannya, beliau dengan tenangnya berkata… Rejeki itu tidak kemana… pak heldi… begitu katanya, saya tidak mengejar ingin jadi pejabat dimana, atau ingin jabatan apa… jadi saya tidak takut kalau saya harus digeser ke mana, atau bahkan saya di non job kan menjadi staf kembali, saya siap!… dengan senang hati saya akan menerimanya. Saya sih tidak seperti kebanyakan yang sampai segala cara dilakukan untuk memperoleh satu jabatan tertentu, mulai dari membeli ijasah S-2, ngasih sesuatu ke bagian tertentu yg mengurusi pegawai, ngajak mancinglah, main lah, sampai-sampai jilat sana dan jilat sini, sun sana sun sini agar kelihatan loyalitasnya 100% melebih loyalitasnya kepada Tuhan-nya, bahkan ada yang sampai melupakan Tuhan-nya dengan pergi ke dukun atau paranormal, melakukan puasa ini puasa mutih, puasa ini, puasa itu, melakukan ritual yang aneh-aneh… wah sudah edan memang jaman sekarang ini pak heldi… kata beliau…yang saya takutkan hanya satu yaitu apabila saya memperoleh rejeki yang tidak halal yang tentunya tidak akan barokah bagi keluarga saya. Dan saya tidak takut bila saya kekurangan rejeki, tidak akan berkurang Insya allah rejeki kita pak… masih ada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Rejeki, masih banyak jalan yang dapat membuka rejeki kita, kalau memang Yang Maha Pemberi sayang kepada kita, yang penting kalau kita ada rejeki jangan lupa zakatnya, jangan lupa sodakoh, dan jangan lupa kepada orang tua dan saudara-saudara kita… dah cukup itu, Insya Allah… Allah akan sayang kepada kita…

Meskipun rumah masih sederhana, mobil tahun tua, tapi alhamdullillah senang dan bahagia pak… begitu katanya, kalau mau lebih lagi sebenarnya bukan hal yang sulit… bekerja menjadi PNS itu banyak sekali peluangnya pak… namun ya itu dia peluang untuk mendapatkan rejeki yang tidak halal.

Nah akhirnya sampailah kami di lokasi tempat mengajar dan berakhir pula cerita curhat dari beliau. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih atas tumpangan mobil beliau, meskipun mobil tua namun sesejuk dan senyaman mobil alpard dengan semua siraman qolbunya. Terima kasih pak… semoga cerita ini ada hikmaknya bagi saya pribadi dan bisa menjadi contoh juga untuk menjadi kredibilitas pengadaan barang/jasa. Saya yakin kondisi ini banyak dialami oleh banyak rekan-rekan praktisi pengadaan, nah tinggal kembali ke diri masing-masing…

The End -Jalur Lintas Sumatera, 10 Maret 2010

Cerita ini berdasarkan “true story” atau kisah nyata dari saudara saya yang juga seorang praktisi pengadaan barang/jasa, namun ceritanya sedikit banyak sudah saya “dramatisasi” dan tambah-tambahkan agar ceritanya lebih seru… ๐Ÿ™‚ mohon ijinnya yah pak MA…

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

10 Responses to “Rejeki itu tidak kemana”
  1. arief says:

    boleh minta softcopy surat pengunduran dirinya?
    koq kayaknya semua pejabat di negeri ini sama saja ya ๐Ÿ™‚ ?
    trims

  2. davli says:

    jangan2 si bapak itu saya persis banget nasibnya sama saya he he he…

    • heldi says:

      @Om Davli

      Rejeki itu tidak kemana om Davli… jangan takut, apapun yang dilakukan sekarang yang penting tetap laksanakan kewajiban yang sudah ditentukan ๐Ÿ™‚

      salam pengadaan dari Bogor ๐Ÿ™‚

  3. ani sulaksani says:

    Nuhun Hel..
    Tulisan ini sedikit menyentilku.. hehe..

  4. Eki says:

    Iya pak, rejeki tidak lari kemana.. btw minta copy-an suratnya dong (via email)..

    • heldi says:

      nanti ya saya edit dulu… soalnya disana ada nama dan tempat pak ustad ๐Ÿ™‚
      minggu depan deh sy upload… soalnya sy masih di jakarta sampai tgl 1 april, dan filenya ternyata ada di harddisk eksternal di rumah ๐Ÿ™

      sabar dulu ya….

      terima kasih sdh berkunjung
      heldi y

  5. Thomas says:

    Betul Pak, rejeki mah ngga kemana….

    Yang kita cari kan tidur nyenyak (mahal sekali harganya, priceless deh).

    Btw, saudara Pak Heldi ikutan TOT ngga?

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] terakhir yang terdeteksi adalah adanya dua orang pejabat di sumatera yang terkena non-job (baca : Rejeki itu tidak kemana), kalau di postingan tersebut ceritanya baru sampai pengunduran diri, maka berita dari sms (reg […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!