Sayembara Nama Anak untuk Putra/Putri Pencinta Pengadaan Barang/Jasa
May 31, 2011 by heldi
Filed under Pengadaan Barang Jasa
Dalam rangka kelahiran anak kami yang ke-tiga, untuk itu kami www.heldi.net mengadakan sayembara untuk penamaan anak kami. Selaku instruktur, praktisi, dan korban dari pengadaan barang/jasa serta sangking cintanya terhadap dunia pengadaan barang/jasa, maka beberapa pilhan nama dari anak kami adalah sebagai berikut:
Nama-Nama untuk Anak Putra/Putri Pencinta Pengadaan Barang/Jasa;
Ulpina => ULP Ina ; Unit Layanan Pengadaan Indonesia
Tenderina => Seni Menari-nari dalam Tender
Lelangia => Warna-Warni dalam Pelelangan
Aan Wijziah => Ahli Penjelasan Lelang
Kontestia => Ahli Kontes
Sayem Barawati => Ahli Sayembara
Pepe Kartika Paksi => PPK Bintang Lima => Jenderal-nya PPK
Barjas => Pengadaan Barang Jasa
Black Listia => Ahli Pembuat dan Penganalisa Surat Daftar Hitam atau kalau warna kulit anaknya agak gelap
APIP Surapip => Aparat Pengawas Intern Pemerintah
====
Kombinasi Nama :
Ulpina Pengadaan
Tenderina Pengadaan
Emilia Kontestia
Heppi Pengadaan
Siti Aan Wijziah
Barjas Perkasa
Siti Barjawati
Muhammad Barjas
===
Apabila para pengunjung blog ini ada yang mau menambahkan dan mengikuti sayembara ini, Silahkan mengisi usulan namanya di komentar
Mangga diantos pisan
Layanan TELKOMFLASH yang mengecewakan
May 30, 2011 by heldi
Filed under its me - Heldi
Hari ini saya mengakhiri pembicaraan dengan mba di layanan dari nomor 116 caroline/CS telkomsel dengan mengucapkan “SAYA BERHENTI SAJA DARI TELKOMFLASH“
Hal ini dikarenakan komplain saya tentang penggunaan telkomflash nomor 081213271453 ternyata jawabannya sangat tidak memuaskan, begini komplainnya:
1. tanggal 20 Mei saya dua kali aktifasi UL 50k tetapi gagal, tetapi pulsa saya habis terpotong, sehingga harus diisi 2 kali dan tetap terpotong sehingga tidak bisa registrasi lagi, sewaktu mengisi ada jawaban (maaf pulsa anda tidak mencukupi).
Dengan bersusah payah, 3 kali telepon dan memakan waktu 3 hari lebih, Jawaban dari CS 116 adalah bahwa ketika saya mengisi pertama dan gagal, saya dinyatakan menggunakan akses internet dengan mode GPRS sehingga pulsanya terpotong, dan begitu pula yang sewaktu pengisian yang kedua kalinya.
Tanggapan saya: seingat saya, setelah gagal aktifasi, saya coba sms lagi dengan kode ul on, dan langsung jawabannya (sms) adalah maaf pulsa anda tidak mencukupi, tapi oke lah asumsi kalau memang benar saya akses internet, itupun saya buka setelah sms tadi dan ternyata tidak bisa buka apa-apa… konek tapi tidak bisa buka apapun… tapi pulsa langsung terpotong puluhan ribu, hanya beberapa menit saja… dan terjadi dua kali lagi… aneh….
2. Bulan sebelumnya yaitu bulan April terjadi hal yang sama, dan hal ini katanya terjadi akibat layanan konten yang saya langganan, kapan saya langganannya??? kok modem bisa langganan konten???
Jawaban: Bapak silahkan unreg dengan mengetikan un reg spasi bla… bla… bla… kok saya harus unreg… saya tidak melakukan sesuatu untuk berlangganan, tau tau harus unreg bla…bla…bla… kemudian ternyata kontennya katanya bukan hanya satu lagi… cape deh….
Sudah saya berhenti saja dari telkomflash meskipun sudah rugi 150 ribu lebih…. hatur nuhun…
Telkomflash payah… jelek…. saya kecewa dengan telkomflash….
Jalan Rusak di Depan Atang Sanjaya Bogor
May 30, 2011 by heldi
Filed under Kota Bogor
Mudah-mudah dengan ditulisnya konten tentang jalan rusak ini, ada perbaikan yang permanen untuk jalan rusak yang berlokasi di depan/sebelum komplek lapangan terbang atang sanjaya Bogor. Bukannya GR atau bagaimana yah…. mungkin tidak ada korelasi sama sekali sih yah, karena memang sudah waktunya saja jalan-jalan tersebut diperbaiki hehehe… tetapi beberapa artikel yang di curhatkan di blog ini ternyata sudah diperbaiki dan mendapat perhatian dari pihak yang berwenang, seperti jalan abdullah bin nuh dari perempatan yasmin plus jembatannya (Baca: Genangan di atas jembatan), sekarang sedang di garap tuh. Kemudian juga jalan sidangbarang jero (baca: jasa konstruksi oh jasa konstruksi dan Basa-Basi – Basi Basa jalan Rusak di kota Bogor) , sekarang sudah tidak bolong-bolong lagi tuh, setelah beritanya di upload di blog curhat ini… so mungkin ada gunanya juga nih curhat disini
Nah ceritanya, beberapa kali dalam sebulan saya dan keluarga selalu mengunjungi keluarga mertua di Pondok Cabe, perjalanan dari Bogor ke Pondok cabe tentunya akan melewati jalan raya semplak via komplek lapangan terbang atang sajaya (TNI AU), nah tepat sebelum komplek lapangan terbang atang sanjaya atau sekitar sekiloan dari pertigaan yang ada tugu helikopter ke arah bantar kambing; terdapat jalan yang kondisinya sudah rusak parah. Jalan yang rusak sebenarnya hanya tidak lebih dari 100 meter hanya herannya bagian jalan yang rusak tersebut sudah 5 tahun lebih selalu rusak pada bagian tersebut, meskipun sudah beberapa kali diperbaiki, sejak saya tinggal di Bogor, itu jalan pernah rusak, diperbaiki.. rusak parah lagi, diperbaiki lagi… rusak parah lagi, diperbaiki lagi… hancur lagi…. aneh kan??!!
Ini sudah keterlaluan menurut saya…
1. Masa sih tidak ada penyedia jasa konstruksi di Bogor yang mampu memperbaikinya (tentunya di Bogor sajalah cukuplah, karena katanya kalau pekerjaan di Bogor ya untuk pengusaha Bogor… kalau berani ikut lelang di Bogor… siap2 saja di tebas telinganya…). Katanya banyak yang mampu pengusaha atau istilah kerennya pemborong di bogor ini?? tapi memperbaiki jalan tidak sampai 100 meter saja… gitu aja kok repot….
2. Kok tiap diperbaiki tidak lama rusak lagi, kan perbaikan jalan adalah pekerjaan permanen dan yang namanya pekerjaan permanen umur rencananya adalah setahun lebih. kemudian ini sudah berulang-ulang lagi, beberapa kali kejadiannya sama seperti itu, kok bisa yah? Ini harusnya sudah ada yang dijerat nih… pak Jaksa, pak Polisi, sudah tidak perlu alasan lagi nih; indikasi, bukti, atau apapun istilahnya, sudah jelas-jelas kok beberapa kali diperbaiki dan belum setahun rusak lagi rusak lagi, pasti ada pelanggaran ini….
3. Mau alasan apa lagi? drainase? kondisi dasar perkerasan? aspalnya jelek? batunya? kalau baru pertama diperbaiki mungkin bisa dimaklumi (meskipun seharusnya tidak), tapi ini sudah berulang-ulang (mungkin 3 kali lebih tuh), begitu lagi begitu lagi… Kalau drainase jelek… kenapa tahun kemarin tidak diperbaiki drainasenya dulu?, Kalau kualitas aspalnya butut? kenapa beli lagi aspal yang sama?, Kalau Kondisi tanah dasarnya bergerak? Kenapa tidak distabilkan dulu pondasi dasarnya? Berkali-kali… masih ancur juga????!!!! Saya saja yang paling seminggu atau 2 minggu sekali lewat jalan ini geregetan lihatnya, apalagi yang setiap hari melewati jalan ini?
Acung jempol tuh sama TNI AU di Atang Sanjaya, yang sangat sabar menerima kondisi yang ada, padahal biasanya kalau yang namanya TNI tuh.. galak dan tidak sabaran (baca: Galaknya kemewahan & kekuasaan). Tapi ini TNI AU bisa bersabar menerima di depan kompleknya jalanan rusak berat dan sudah diperbaiki berulang-ulang tapi rusak lagi rusak lagi… dan rusaknya juga tidak tanggung-tanggung… lumayan dalam tuh… Saya pernah beberapa kali melihat ada kendaraan yang mogok disana, dan ada yang kena tuh bawahnya… lihat saja nih foto-fotonya:
oh atau mungkin kalau banyak jalan rusak mah tidak masalah yah… tapi kalau banyak turbulensi baru bahaya yah
Mudah-mudahan segera ada tindakan yang serius nih dari pihak yang terkait… amien… walohulam….
Layanan telemarketing dan konten handphone
May 30, 2011 by heldi
Filed under its me - Heldi
Siang ini ketika jam istirahat, saya pergi ke bank permata untuk setor hasil ngamen ngajar pengadaan barang/jasa kemarin di beberapa instansi pemerintah. Setelah setor kemudian ke ATM untuk melakukan beberapa transaksi pembayaran dan akhirnya plus plos deh… ya sudah… sudah biasa kok namanya juga PNS selon VII, sebelum tanggal 7 sudah pas-pas-an lagi… ya mudah-mudahan “pas butuh pas ada rejekinya” namun ketika ada kebutuhan lumayan deg-deg-an juga menunggu ada rejekinya… atau “pas ada rejeki nya pas ada kebutuhan…” nah ini juga bikin pusing, baru saja setor sudah tipis lagi tabungannya… ya bersyukur aja deh masih ada rejekinya
Tapi bukan tentang hal ini yang ingin saya curhat-kan, tetapi adalah ketika saya memeriksa di atm, eh ternyata ada dua rekening baru yang muncul dalam rekening utama. Setelah di cek ke Customer Service, ternyata dua rekening baru tersebut adalah rekening yang baru dibuka atas dasar dari transaksi via telemarketing. Nah yang menjadi masalah adalah.. kok ada dua rekening baru, padahal saya hanya menyetujui/memesan untuk 1 rekening baru?
Akhirnya dibantu oleh customer service (CS) bank permata cabang kapten muslihat bogor, diteleponlah telemarketing dari bank permata dan setelah berkomunikasi barulah dapat dikonfirmasi dan dibuatkan komplainnya, kemudian harus menunggu 3 hari untuk ada kabar penyelesaiannya. Nah dari latar belakang masalah ini kemudian saya curhat dengan CS bank tsb yaitu mba diny, saya sampaikan bahwa sebenarnya saya merasa terganggu dan agak keberatan untuk selalu di telepon oleh tele marketing dari bank tersebut, dengan alasan sbb:
1. Saya lebih senang bertransaksi secara langsung, face 2 face
2. Bisa terjadi ketidakjelasan atau miss komunikasi, seperti yang dialami saat ini.
3. Ada beberapa produk yang ditawarkan, dan ditawarkan oleh beberapa tele marketer, sehingga kalau ada 4 produk dengan 2 tele marketer saja yang menawarkan, maka akan ada 4×2 = 8 telepon dalam 1 bulan yang menelpon untuk menawarkan produk tsb. Belum tele marketer dari bank lainnya atau penerbit kartu kredit, atau asuransi lainnya, entah dari mana juga mereka mendapat data nomor kita tuh?
4. Saya sedikitnya bisa merasakan bagaimana menjadi seorang marketer, sehingga kalau saya ditelepon dan kemudian menolaknya, saya harus berfikir dan menjaga perasaan operator tele marketer yang menelpon agar penolakannya tidak dirasa “kasar”, nah menjaga perasaan ini tentukan akan memakan energi hati, energi perasaan yang lumayan juga. Belum waktu dan pikiran juga… yang agak bikin BT adalah… pas hari libur… pas istirahat tidur siang… ada telepon… kirain dari siapa… ternyata menawarkan asuransi atau tabungan baru… cape dehhh.
5. nah kalau ada masalah, lumayan tuh 30 menit lebih untuk menyelesaikannya, belum nanti 3 hari kemudian saya harus menelpon 500111, waktu, pikiran dan hati lagi tuh harus keluar, belum pulsa handphonnya…
Dalam artikel ini saya tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan bank permata, karena jujur, saya sangat puas dengan layanan dari bank permata yang lokasinya dekat kantor saya di balaikota, tellernya baik, tidak antri lama, plus ada layanan via mobile phone, sms, dan permatanet, semuanya bagus dan sangat membantu saya sebagai pengguna bertransaksi. Namun dalam beberapa hari atau minggu ini, saya merasa ada yang salah dengan beberapa perusahaan yang melakukan marketing melalui telepon/handphone atau istilah kerennya “tele marketing”. Salah yang lainnya selain penawaran beberapa produk perbankan via telepon tadi adalah penawaran konten melalui beberapa operator GSM/CDMA, seperti di antaranya:
1. Penawaran RBT via SMS, dengan isi SMS seperti “selamat anda berhasil memdapatkan RBT lagu kodok ngepet dari band kopet selama 14 hari, untuk berhenti kirim sms -unreg spasi <kopet> spasi lagu <kodok ngepet>”.
Nah masalahnya, saya tidak meminta berlangganan RBT, tahu-tahu ada RBT pada hp saya dgn lagu yang tidak saya senangi atau mungkin orang lain juga tidak senang dengan lagu tsb, kan yang dengar RBT di hp saya bukan saya yang punya hp, tapi adalah orang yang menelpon saya, knapa saya harus berlangganan lagu kopet?
Kan bisa unreg???!!! iya tapi kan saya harus melakukan sesuatu untuk hal yang tidak saya lakukan/minta, belum lagi hp saya adalah hp jadul dan hp yang sederhana sehingga agak kesulitan untuk menuliskan dengan format-format tertentu, hp saya pakai motorola F3C yang mana huruf smsnya besar semua, dan kalau baca sms tidak terlalu jelas apakah ada spasinya atau tidak, apalagi kalau ada kode/symbol tertentu, pastinya tidak akan kebaca
Kan bisa menghubungi CS (customer service) nya,???!!! Saya sudah coba… saya pakai esia nomor 0251 9101172, saya mendapat konten sms dari nomor 888, nomor tersebut ternyata tidak bisa menghubungi manusia, yang ada adalah penawaran kembali via suara komputer, dicoba sampai 3 kali, bunyi “haaaiiii saya nia, mobile jokey kamu yang akan bla..bla…bla…”, nah bingung kan…
Akhirnya setelah bertanya ke mr google, diperolehlah *999 layanan CS nya esia, dan saya akhirnya bisa berbicara dengan manusia di seberang sana. Melalui CS ini saya meminta agar layanan konten dalam esia saya diputus, dan saya tidak ingin ditelpon atau di sms untuk layanan konten apapun. Mudah-mudahan masalahnya bisa selesai nih, karena katanya butuh waktu 1×24 jam untuk menyesaikannya.
2. Penawaran via telopon langsung, tapi suaranya rekaman manusia dikomputer, “hai saya nia…. saya jordy kami baru jadian loh…” halah… siapa yang mau tau tentang hal tersebut???!! cuman masalahnya kalau hp tsb dipakai anak saya, kemudian disuruh menekan angka 1, dan diikuti, jadilah saya harus berlangganan sms tentang gosip-gosip nia dan jordi… Bagaimana unregnya juga tidak tahu, akhirnya nomor anak saya dibuang saja dan ganti yang baru, tapi bagaimana kalau muncul kejadian seperti ini lagi…. “hai saya heldi… saya baru update blog saya loh…” tidak semua orang mau taukan tentang curhat saya
3. Konten Otomatis, yang lebih parah ini nih; Saya punya modem yang diisi dengan telkomflash, kok bisa yah… kartu untuk data/koneksi internet, tiba-tiba berlangganan konten, sehingga ketika saya isi ulang 50ribu kemudian mau mengaktifkan paket UL 50k, ditolak karena “maaf pulsa anda tidak mencukupi”, ya tidak cukup karena dipotong oleh langganan konten, meskipun dipotong tidak seberapa, tapikan jadi tidak bulat 50ribu pulsanya, so tidak bisa register,
Kan cukup beli pulsa 5000rb saja???!! murah kok… saya akses malam-malam, mau keluar susah… kemudian akhirnya saya isi dengan 50rb lagi via mobile banking bank permata… (via mobile banking isi pulsa kelipatan 50rb) oke langsung terisi lagi 50 rb, so pulsa telkomflash saya sekarang 90rb-an… barulah bisa online lagi… tapi rese juga kan… ini pulsa 50rb atau 100rb??? Kejadian bulan berikutnya ternyata sudah aktifkan ul 50rb eh ternyata belum aktif… tapi pulsa sudah berkurang 50rb… saya isi lagi 50 rb… kirim sms UL ON, masih belum aktif tapi pulsa berkurang lagi 50rb??? aneh… akhirnya telepon lagi ke CS telkomsel 116, sama seperti CS yang lain, ditanya kapan transaksinya… ya kalau yang barusan sih ingat, tapi yang sebelum-sebelumnya… mana bisa diingat??? akhirnya tunggu lagi 3 hari… cape deeehhhh
4. Konten via popscreen di hp. Nah ada inovasi lain, yaitu adanya tampilan seperti sms, tapi bukan sms, yaitu seperti pop screen yang reguler dikirimkan setiap hari, isinya macam macam, mulai dari gosip sd hal-hal yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Nah kalau “kepijit” okey saja pada saat popscreen ini muncul, maka pulsa kita akan dikurangi secara berkala…Nah akhirnya saya telepon ke CS nya lagi… ini saya pakai nomor Axis nih, saya sengaja coba operator yang lain… ternyata sama juga, akhirnya via operator Axis saya dibimbing untuk mematikan layanan pop screen ini.
5. Langganan Otomatis… ini dialamai ketika memakai operator fleksi… tiba-tiba muncul sms, selamat anda telah berhasil berlangganan facebook mingguan rp. sekian… loh loh… kalau mau facebookan via komputer aja mas, kok harus via hp???
Nah… modus-modus seperti ini mungkin belum ada atau saya tidak tahu tentang dasar pengaturannya, yang jelas hal-hal seperti di atas nampaknya sudah menjadi layanan yang biasa dalam kehidupan sehari-hari dan meskipun merugikan tapi tidak ada yang mengatasinya atau mencari solusinya bagaimana. Termasuk juga penawaran-penawaran produk perbankan via telepon, bisa saja kan kita sedang cape sehingga akhirnya diterima saja tawaran tsb, tapi di kemudian setelah kita berfikir secara jernih, ngapain yah saya ikut asuransi ini… nah kan???!!!
Jadi, lumayan juga… hal ini bisa mengkonsumsi waktu, energi (pas libur, istirahat, tidur siang eh di telepon), perasaan (mau nolak kasian juga), pikiran (mau unreg susah, telepon lagi ke CS nya), ya lumayan juga. Ternyata sudah banyak perusahaan2 yang menggunakan strategi ini untuk marketingnya, so dalam kehidupan kita akan muncul “”gangguan-gangguan” ini… MAU???
Demikian… semoga ada yang perhatian terhadapa masalah ini… amien… walohulam…
=====
Tambahan:
Baru saja saya telepon 116 untuk menyelesaikan masalah konten dalam telkomflash dan ternyata saya harus meng-unreg sengan kode-kode reg spasi bla bla bla… kemudian tidak ada pergantian pulsa dari aktifasi 2 kali yang gagal, karena meskipun saya gagal aktifasi tapi saya menggunakan fasilitas internet (gprs) sehingga pulsa saya hanya bersisa 7 ribu, padahal oke saya akses…. tapi tidak bisa buka apa-apa alias gagal terus… tapi pulsa habis sampai 40rb-an… dan itu terjadi 2 kali… gila…. dan akhrinya saya putuskan pembicaan dgn mba-mba di careline… “Saya berhenti saja dari telkomflash”!!!!
Bidan “ka-hot” di Bogor
May 30, 2011 by heldi
Filed under Kota Bogor, Rekomendasi Bogor
Bidan Srie Dody namanya, atau ada yang memanggilnya dengan sebutan Sri Dodi, Bidan ini adalah referensi dari teman-teman se kantor, tetangga, dan teman-teman istri (ibu-ibu orang tua anak Tk & SD, makanya beliau ini boleh dibilang adalah bidan “kahot” di kota bogor. Tetangga saya bahkan semua 3 anaknya dilahirkan dengan bantuan bidan Srie Dodi… kahot poko namah
Beliau adalah asi mojang Bandung, tepatnya dari Sukajadi, Lulus Bidan tahun 1972 dan sampai sekarang setelah purna bakti dari PNS masih aktif memberikan sumbangsih tenaganya untuk mambantu ibu-ibu di Bogor untuk melahirkan bayinya. Beliau membuka praktek bidan di Jalan Purbasari IV nomor 36 atau mudahnya berlokasi di belakang pasar Gunung Batu, Jalan raya Sindangbarang (Jl. Ibrahin Adji) Bogor. Bidan kahot di Bogor ini juga membagi ilmunya di Akademi Kebidanan Bogor yang di jalan semeru. wah hebat deh bidan yang satu ini.
Kualitas pelayanan atau level of service yang sangat baik saya rasakan sendiri ketika melahirkan anak ke-tiga pada tanggal 21 Mei 2011. Setelah kontrol di praktek dokter yang pada akhirnya kurang meyakinkan (baca: dokterku sayang… (sayang mahal dan tidak memuaskan), yang menurut dokter ahli kandungan pada tanggal 14 Mei harus masuk rumah sakit bersalin terkenal di bogor dan harus segera diinduksi malam itu juga. Ternyata kalau menurut bu Bidan Srie Dody, masih ada waktu dan masih aman untuk menunggu kelahiran secara normal. Ternyata perhitungan Bidang Srie Dodi tidak meleset, seminggu kemudian pada hari jumat malam, kandungan istri terasa ada kontraksi dan ternyata ketubannya sudah pecah. Akhirnya malam Sabtu dibawa ke tempat praktek bidan srie dodi dan melahirkan pada besoknya hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2011, alhamdu…lillah….
Dengan bangunan yang cukup luas dan rapih, praktek bidan srie dody menyediakan 1 ruang persalinan dengan 5 ruang rawat/inap. Kebersihan dan kerapihan tempat praktek sangat terjaga, setiap hari ada 2 bidan/asisten bidan yang standbye 24 jam. Begitu pula apabila ada kejadian yang tidak dapat di-handle di tempat prakteknya (rujukan), bidan sri dodi sudah mempunyai link ke rumah sakit dan dokter ahli kandungan dan siap antar dengan kendaraannya. Tarifnya pun tentunya sangat ekonomis bila dibandingkan dengan rumah sakit atau dokter kandungan yang seringkali membuat hal-hal yang janggal (baca: dokterku sayang… (sayang mahal dan tidak memuaskan), apalagi setelah mengetahui saya adalah seorang PNS tulen, saya pun memperoleh diskon harga khusus PNS katanya… alhamdu…lilah….
Dalam proses melahirkan terasa sekali bidan srie dodi sangat sabar… telaten… dan penuh dengan pengertian, sehingga ibu dan keluarga yang menanti kemunculan anggota keluarga baru mereka, dapat dengan tenang dan nyaman menanti dan berusaha agar proses kelahiran dapat berjalan dengan baik. “Jangan minta tolong ke saya, tetapi minta tolong sama yang Maha Penolong saja...” begitu kata beliau, menunjukan kerendahan hatinya dan kekuatan imannya. Di ruang persalinan-pun terlihat profesionalisme, dengan ketenangan dan kejelian dalam setiap proses persalinan, tidak terburu-buru untuk melakukan tindakan (kalau dokter kan…. wah ini harus…. ini harus.. akhirnya…sesar…), terus memberikan support dengan bahasa yang menenangkan tetapi tetap semangat agar ibu dapat melahirkan dengan normal. Terima kasih bu bidan… semoga semua jasa atas keahlian yang ibu punya memperoleh balasan yang berlebih dari Allah swt… amien…
Untuk pelayanan pasca melahirkan, di praktek bidan srie dodi juga melayani pemasangan alat KB, imunisasi, tindik anting bayi, bahkan sampai apabila ibunya kepayahan, maka ada suster/asisten yang dapat dipanggil ke rumah untuk membantu memandikan bayi dengan tarif rp. 20ribu per harinya. Intinya memuaskanlah praktek bidan yang satu ini. Mau melahirkan… silahkan dicoba praktek bidan kahot di Bogor yang satu ini: Bidan Srie Dodi.
Ruangan praktek yang bersih dan rapih
Ruang Bersalin yang lengkap dan nyaman
Tempat tunggu yang bersih & nyaman
====
Praktek Bidan Srie Dody : Jalan Purbasari 4 nomor 36 (belakang pasar gunung batu – jl. raya sidangbarang/Ibrahin adji Bogor)
Telpon: 0251-7168234
Kisah Seguci Emas
May 24, 2011 by heldi
Filed under its me - Heldi
Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.
Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda:
Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”
Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”
Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai
hakim itu: “Apakah kamu berdua mempunyai anak?”
Salah satu dari mereka berkata:
“Saya punya seorang anak laki-laki.”
Yang lain berkata: “Saya punya seorang anak perempuan.”
Kata sang hakim: “Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah
kalian berdua.”
Sungguh, betapa indah apa yang dikisahkan oleh Rasulullah ini. Di zaman yang kehidupan serba dinilai dengan materi dan keduniaan. Bahkan hubungan persaudaraan pun dibina di atas kebendaan. Wallahul musta’an.
Dalam hadits ini, Rasulullah mengisahkan, transaksi yang mereka lakukan berkaitan sebidang tanah. Si penjual merasa yakin bahwa isi tanah itu sudah termasuk dalam transaksi mereka.
Sementara si pembeli berkeyakinan sebaliknya; isinya tidak termasuk dalam akad jual beli tersebut.
Kedua lelaki ini tetap bertahan, lebih memilih sikap wara’, tidak mau mengambil dan membelanjakan harta itu, karena adanya kesamaran, apakah halal baginya ataukah haram?
Mereka juga tidak saling berlomba mendapatkan harta itu, bahkan menghindarinya. Simaklah apa yang dikatakan si pembeli tanah: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”
Barangkali kalau kita yang mengalami, masing-masing akan berusaha cari pembenaran, bukti untuk menunjukkan dirinya lebih berhak terhadap emas tersebut. Tetapi bukan itu yang ingin kita sampaikan melalui kisah ini.
Hadits ini menerangkan ketinggian sikap amanah mereka dan tidak adanya keinginan mereka mengaku-aku sesuatu yang
bukan haknya. Juga sikap jujur serta wara’ mereka terhadap dunia, tidak berambisi untuk mengangkangi hak yang belum jelas siapa pemiliknya. Kemudian muamalah mereka yang baik, bukan hanya akhirnya menimbulkan kasih sayang sesama mereka, tetapi menumbuhkan ikatan baru berupa perbesanan, dengan disatukannya mereka melalui perkawinan putra putri mereka. Bahkan, harta tersebut tidak pula keluar dari keluarga besar mereka. Allahu Akbar.
Bandingkan dengan keadaan sebagian kita di zaman ini, sampai terucap dari mereka: “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal?” Subhanallah.
Kemudian, mari perhatikan sabda Rasulullah dalam hadits An-Nu’man bin Basyir:
“Siapa yang terjatuh ke dalam syubhat (perkara yang samar) berarti dia jatuh ke dalam perkara yang haram.”
Rasulullah sudah menjelaskan pula dalam sabdanya yang lain:
“Tinggalkan apa yang meragukanmu, kepada apa yang tidak meragukanmu.”
Yakni tinggalkanlah apa yang engkau ragu tentangnya, kepada sesuatu yang meyakinkanmu dan kamu tahu bahwa itu tidak mengandung kesamaran.
Sedangkan harta yang haram hanya akan menghilangkan berkah, mengundang kemurkaan Allah, menghalangi terkabulnya doa dan membawa seseorang menuju neraka jahannam.
Tidak, ini bukan dongeng pengantar tidur.
Inilah kisah nyata yang diceritakan oleh Ash-Shadiqul Mashduq (yang benar lagi dibenarkan), yang Allah
berfirman tentang beliau:
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)
Kedua lelaki itu menjauh dari harta tersebut sampai akhirnya mereka datang kepada seseorang untuk menjadi hakim yang memutuskan perkara mereka berdua. Menurut sebagian ulama, zhahirnya lelaki itu bukanlah hakim, tapi mereka berdua memintanya memutuskan persoalan di antara mereka.
Dengan keshalihan kedua lelaki tersebut, keduanya lalu pergi menemui seorang yang berilmu di antara ulama mereka agar memutuskan perkara yang sedang mereka hadapi. Adapun argumentasi si penjual, bahwa dia menjual tanah dan apa yang ada di dalamnya, sehingga emas itu bukan miliknya. Sementara si pembeli beralasan, bahwa dia hanya membeli tanah, bukan emas.
Akan tetapi, rasa takut kepada Allah membuat mereka berdua merasa tidak butuh kepada harta yang meragukan tersebut.
Kemudian, datanglah keputusan yang membuat lega semua pihak, yaitu pernikahan anak laki-laki salah seorang dari mereka dengan anak perempuan pihak lainnya, memberi belanja keluarga baru itu dengan harta temuan tersebut, sehingga menguatkan persaudaraan imaniah di antara dua keluarga yang shalih ini.
Perhatikan pula kejujuran dan sikap wara’ sang hakim. Dia putuskan persoalan keduanya tanpa merugikan pihak yang lain dan tidak mengambil keuntungan apapun. Seandainya hakimnya tidak jujur atau tamak, tentu akan mengupayakan keputusan yang menyebabkan harta itu lepas dari tangan mereka dan jatuh ke tangannya.
Pelajaran yang kita ambil dari kisah ini adalah sekelumit tentang sikap amanah dan kejujuran serta wara’ yang sudah langka di zaman kita.
Adapun hukum masalah ini, maka para ulama berpendapat apabila seseorang menjual tanahnya kepada orang lain, lalu si pembeli menemukan sesuatu yang terpendam dalam tanah tersebut, baik emas atau yang lainnya, maka harta terpendam itu tidak menjadi milik pembeli dengan kepemilikannya terhadap tanah yang dibelinya, tapi milik si penjual.
Kalau si penjual membelinya dari yang lain pula, maka harta itu milik orang pertama. Karena harta yang terpendam itu bukan bagian dari tanah tersebut.
Berbeda dengan barang tambang atau galian. Misalnya dia membeli tanah, lalu di dalamnya terdapat barang tambang atau galian, seperti emas, perak, atau besi (tembaga, timah dan sebagainya). Maka benda-benda ini, mengikuti tanah tersebut.
Kisah lain, yang mirip dengan ini, terjadi di umat ini. Kisah ini sangat masyhur, wallahu a’lam.
Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya.
Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?
Akhirnya pemuda itu menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, dia berkata: “Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”
Penjaga itu menjawab: “Bagaimana saya bisa memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya. Yang berhak memaafkanmu adalah pemilik kebun apel ini.”
“Di mana pemiliknya?” tanya Tsabit.
“Rumahnya jauh sekitar lima mil dari sini,” kata si penjaga.
Maka berangkatlah pemuda itu menemui pemilik kebun untuk meminta kerelaannya karena dia telah memakan apel milik tuan kebun tersebut.
Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan: “Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”
“Tidak,” kata pemilik kebun.
“Saya datang untuk minta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengah lagi.”
“Saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku,” katanya.
Tsabit bertanya: “Apa syaratnya, wahai hamba Allah?”
Kata pemilik kebun itu: “Kamu harus menikahi putriku.”
Si pemuda tercengang seraya berkata: “Apa betul ini termasuk syarat? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugerah yang besar.”
Pemilik kebun itu melanjutkan:
“Kalau kau terima, maka kamu saya maafkan.”
Akhirnya pemuda itu berkata:
“Baiklah, saya terima.”
Si pemilik kebun berkata pula:
“Supaya saya tidak dianggap menipumu, saya katakan bahwa putriku itu buta, tuli, bisu dan lumpuh tidak mampu berdiri.”
Pemuda itu sekali lagi terperanjat. Namun, apa boleh buat, separuh apel yang ditelannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemiliknya meminta ganti rugi atau menuntut di hadapan Hakim Yang Maha Adil?
“Kalau kau mau, datanglah sesudah
‘Isya agar bisa kau temui istrimu,” kata pemilik kebun tersebut.
Pemuda itu seolah-olah didorong ke tengah kancah pertempuran yang sengit. Dengan berat dia melangkah memasuki kamar istrinya dan memberi salam.
Sekali lagi pemuda itu kaget luar biasa. Tiba-tiba dia mendengar suara merdu yang menjawab salamnya. Seorang wanita berdiri menjabat tangannya. Pemuda itu masih heran kebingungan, kata mertuanya, putrinya adalah gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tetapi gadis ini? Siapa gerangan dia?
Akhirnya dia bertanya siapa gadis itu dan mengapa ayahnya mengatakan begitu rupa tentang putrinya.
Istrinya itu balik bertanya: “Apa yang dikatakan ayahku?”
Kata pemuda itu: “Ayahmu mengatakan kamu buta.”
“Demi Allah, dia tidak dusta.
Sungguh, saya tidak pernah melihat kepada sesuatu yang dimurkai Allah.”
“Ayahmu mengatakan kamu bisu,”
kata pemuda itu.
“Ayahku benar, demi Allah. Saya tidak pernah mengucapkan satu kalimat yang membuat Allah murka.”
“Dia katakan kamu tuli.”
“Ayah betul. Demi Allah, saya tidak pernah mendengar kecuali semua yang di dalamnya terdapat ridha Allah.”
“Dia katakan kamu lumpuh.”
“Ya. Karena saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhai Allah.”
Pemuda itu memandangi wajah istrinya, yang bagaikan purnama. Tak lama dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang hamba Allah yang shalih, yang memenuhi dunia dengan ilmu dan ketakwaannya. Bayi tersebut diberi nama Nu’man; Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah.
Duhai, sekiranya pemuda muslimin saat ini meniru pemuda Tsabit, ayahanda Al-Imam Abu Hanifah. Duhai, sekiranya para pemudinya seperti sang ibu, dalam ‘kebutaannya, kebisuan, ketulian, dan kelumpuhannya’.
Demikianlah cara pandang orang-orang shalih terhadap dunia ini. Adakah yang mengambil pelajaran?
Wallahul Muwaffiq.
Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah/ibrah/425-kisah-seguci-emas-ibrah-edisi-49.html
Pertamax… Bensin Non-Subsidi
May 20, 2011 by heldi
Filed under its me - Heldi
Pertamax adalah produk unggulan pertamina, merupakan bensin bebas timbal dengan oktan lebih tinggi dari BBM biasa sehingga bisa lebih ramah lingkungan dan membuat tenaga mesin lebih maksimal. Istilah lain dari
Pertamax adalah BBM non subsidi yang berarti kita membeli bensin pertamax dengan tidak memakai sebagian uang rakyat (APBN), katanya sih subsidinya sekitar rp. 1500-an per liter, tapi entahlah saya juga hanya masyarakat awam yang tidak terlalu mengerti masalah subsidi dan non subsidi ini…
Yang jelas karena saya orang sunda, maka saya memegang teguh prinsip… biar tekor asal kesohor… so biar tekor bayar hampir dua kali lipat lebih mahal… biar pun yang dipakai adalah mobil butut… tapi maaf saja yah… mobil saya menggunakan BBM NON-SUBSIDI
Biar mobil anda sebagus dan semewah apapun.. tapi kalau ngisi bensin pakai bensin bersubsidi… haha… malu donk sama mobil tua dan butut “si dukun” ini
Tetapi sebenarnya penggunaan BBM non subsidi atau pertamax ini sebenarnya bukan karena kepengen gaya-gaya-an atau kepengen dipuji karena mendukung program pemerintah, apalagi untuk menjilat yang di atas karena saya seorang PNS dan ingin secepat mungkin naik pangkat dan jabatan… Saya juga heran, sejarahnya adalah sebenarnya ketika beberapa bulan yang lalu saya mencoba BBM jenis ini (pertamax), nah ternyata setelah menggunakan Pertamax, mobil tua saya terasa tarikannya lebih yahud… kemudian bau bensin yang sering muncul di kabin depan, tiba-tiba menghilang dan kalau dipanaskan pagi-pagi terasa lebih tokcer dan tidak padam-padam tuh mesin (kalau biasanya harus di gas-gas terus biar tidak mati…)… ya akhirnya “si dukun” terasa lebih cocok dan nyaman bila mengisi bahan bakar kendaraan dengan menggunakan pertamax…
Namun resikonya yaitu dia… biar tekor asal kesohor… harganya yang dua kali lipat dari BBM subsidi agak lumayan juga terasa bedanya… akhirnya kalau sudah mau akhir bulan kita oplos saja deh… 50 ribu subsidi dan 50 ribu lagi Non Subsidi
Pertamaaaaxxxxx iihhhh oh pertamax… alhamdu……. lillah…..








