Mengintip Kontrak FIDIC di acara Sosialisasi Kebijakan SDM LKPP

September 23, 2011 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Sosialisasi Kebijakan SDM dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah powered by Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia – LKPP

Hotel Bidakara Jakarta, 21 – 22 September 2011

Bima Haria WibisanaDibuka oleh pak Bima, Pak Dharma Nursani, dan pak Mudji Santosa kemudian melalui “cerita” (bukan sambutan katanya tetapi cerita) dari salah satu sosok favorit saya di LKPP yaitu Bapak Bima Haria Wibisana Deputi Monev & PSI LKPP, dengan gaya cerita yang khas dari Bapak yang pernah bersekolah di TK Pertiwi Jawapura ini (dan tentunya di Harvard, Monash, Pittsburgh, DePaul Chicago 🙂 ) , beliau memberikan beberapa “mozaik” dalam dunia pengadaan barang/jasa pemerintah dan sedikit dihubungkan dengan pekerjaan baru beliau di kantor Wakil Presiden, ada 3 mozaik yang disampaikan diantaranya adalah tentang;

1. Skill dan Kompetensi dari SDM bidang PBJ, apakah masih relevan/sesuai dalam jangka waktu 5 tahun ke depan?

2. dengan perkembangan globalisasi yang di dalamnya ada teknologi Informasi dan Komputer apakah proses procurement masih bisa bertahan dengan kondisi sekarang ini?

3. Adanya Reformasi Birokrasi dengan membuat suatu Sistem Proses terintegrasi mulai dari Perencanaan sampai dengan Audit, tentunya teknologi TIK merupakan solusinya. Kemudian adanya RUU tentang Aparatur Sipil Negara yang mengatur profesi PNS, salah satu yang disorot adalah adanya kewajiban 10% dari waktu kerja untuk meningkatkan kompetensi.

Dari 3 mozaik itu ternyata semuanya bermuara ke satu kata kunci yaitu “Digital Gap” yang harus diantisipasi dari sekarang, karena mungkin 5 atau 10 tahun ke depan bukan hanya e-ktp saja tapi sudah chip ktp di tubuh, semua proses perencanaan sampai dengan evaluasi sudah terintegrasi secara elektronik/dijital, dan pemerintahan pun akan menjadi suatu e-gov. Pada intinya kalau kita tidak cepat dan aware terhadap semua potensi perubahan ini maka akan terjadi “digital gap” antara pemerintahan dan masyarakat. Nah setelah cerita 3 mozaik tadi maka acara Sosialisasi ini dibuka dengan mengetuk mic tiga kali dengan pensil… super sekali… Siaplah pak… Di ULP kota Bogor tidak akan terjadi “digital gap” karena sudah ada “kemalasan” di hati kami untuk melakukan lelang dengan cara manual, karena sudah terbiasa dengan eproc, elektronik, otomatis, simple, cepat, paperless,  enak semua dengan eproc so kalau bisa sih semua pengadaan dilakukan dengan eprocurement.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Pembahasan tentang Pedoman Pembangunan Gedung Negara yang disampaikan oleh Bapak M Hidayat dari Cipta Karya Kementrian PU, beliau bercerita tentang Buku Biru yang merupakan buku suci pedoman pembangunan gedung negara. Mudah-mudahan segera peraturan yang baru… soalnya sudah kelamaan juga tuh pak… terbitan tahun 2007, sekarang 2011 so sudah hampir 5 tahun yang tentunya sudah banyak perkembangan-perkembangan baru yang perlu diakomodir dalam aturan baru. Dari penjelasan bapak yang satu ini lumayan banyak menyisir hal-hal yang banyak terlewat (atau yang belum ke baca) dalam buku biru tersebut.

Malam hari dilanjutkan dengan pembahasan tentang Price Adjustment (bukan eskalasi loh) oleh ibu Ulfa dari BPKP, sangat menarik presentasinya tentang cara perhitungan price adjustment pada bulan ke-13 untuk kontrak multiyear. Belum pernah ada pengalaman untuk melakukan hal ini, sehingga dengan adanya materi ini so kalau harus menangani kotrak multi year mudah-mudahan akan lebih siap lagi. Satu hal yang disayangkan, saya sebagai “pencinta excel”, sayang sekali ibu Narasumber tidak memberikan contoh file excel contoh perhitungan price adjustment yang lebih mendetai.

Hari ke-dua dilanjut dengan acara khusus untuk LPP (Lembaga Penyelenggara Pendidikan) Pengadaan Barang/Jasa, so para instruktur dimohon duduk di belakang saja 🙂 Dibuka oleh Bapak Agus Prabowo Deputi Bidang PPSDM LKPP, beliau banyak menampung “curhatan” dari para penyelengara pelatihan PBJ se indonesia, meskipun baru dalam jabatannya beliau berusaha untuk mengakomodir dan mencari titik temu dalam semua hal yang disampaikan dalam acara tersebut, kemudian dalam sesi tersebut diberikan sertifikat akreditasi untuk beberapa LPPP diantaranya Pusdiklat Anggaran Ciawi, MNCC, wah tidak hapal saya semuanya, intinya tahun ini ada 16 LPP yang terkreditasi (tahun kemarin 17 LPP) mudah-mudahan jumlahnya bisa bertambah terus dan prestasinya dapat terus dikembangkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Modul-Modul yang dikembangkan oleh Tim dari Direktorat Bina Pelatihan Kompetensi yang dipimpin oleh Bapak Dharma Nursani dan Pak Hafidz sebagai leading sektornya. 12 Modul telah disiapkan dan beberapa modul sudah beredar dan dipakai dalam dunia pengadaan barang/jasa. Mudah-mudah bisa segera semuanya diselesaikan termasuk modul terakhir untuk penyedia agar tidak terjadi “gap” dimana aparatur pengadaannya sudah jago-jago tapi para peserta atau penyedia barang/jasa keteteran untuk mengikuti lelang, karena kalau boleh “buka rahasia”, apabila semua peraturan PBJ diterapkan 100% FULL termasuk di luar P54 seperti permen PU, perka LKPP, dsb, saya yakin 80% paket-paket pekerjaan yang saya pernah lelangkan akan gagal lelang so kesiapan penyedia juga sangat penting untuk diperhatikan.

Selesai acara dengan LPP, nah inilah yang ditunggu-tunggu, yaitu acara tentang Pengantar FIDIC (International Federation of Consulting Engineers) yang disampaikan oleh Dr. Sarwono Hardjomuljadi sebagai FIDIC International Accredited Trainer, meskipun sekedar mengintip isi Dokumen dari FIDIC dengan 5 JP penjelasan dari Pak Sarwono semakin menambah dahaga dan kepenasaran saya terhadap tata cara penyusunan kontrak yang baik, yang dapat menyeimbangkan “power” antara PPK dengan Penyedia. Warna-warni seperti warna dalam jilid depan buku FIDIC dijelaskan secara umum, semakin kelihatan beberapa kelemahan yang ada dalam kontrak-kontrak yang pernah dibuat. Mudah-mudahan bisa diperbaiki lagi ke depannya.

So akhirnya terima kasih pak Mudji, pak Hafidz, dan tim LKPP para inisiator acara peningkatan kompetensi yang sudah menyelenggarakan acara Sosialisasi dengan LPP yang bisa dikembangkan dan ditambah dengan acara Peningkatan Kompetensi Instruktur, hal tersebut menunjukan rasa cinta yang besar dari LKPP untuk para Istruktur Pengadaan Barang/Jasa. Mudah-mudahan semua hal yang sudah dilakukan untuk kami para instruktur akan dapat mempercepat reformasi pengadaan barang/jasa.

Demikian laporan pandangan mata dari hotel bidakara jakarta… mohon maaf atas segala kekurangannya…

Salam Pengadaan dari Bogor

 

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!