Tender “By Design” Dalam Pengadaan Barang/Jasa

February 6, 2012 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Berita dan Artikel Pengadaan

Tender by Design


oleh: Rahfan Mokoginta
http://rahfanmokoginta.wordpress.com


Proses tender dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan di semua pelosok Negeri ini hampir tak pernah luput dari kesan negatif. Bak penyakit kanker stadium lanjut yang sudah mengalami metastasis, pesimisme dan Su’udzon terhadap proses tender sudah terlanjur melekat, mengakar, dan menyebar. Proses tender dianggap hanyalah sebuah frame dari suatu opera yang sedang dimainkan. Tak ubahnya dengan kebanyakan film India, sejak awal sudah bisa ditebak ending ceritanya.

Sebagian kalangan menuding bahwa proses tender hanyalah formalitas yang sudah didesain terlebih dahulu. Tudingan ini biasanya sering muncul dari kalangan penyedia (kontraktor) yang kalah atau merasa dikalahkan saat mengikuti proses pelelangan. Memang harus diakui, tudingan itu tak selamanya benar namun bisa jadi ada unsur kebenarannya.

Istilah Tender “By Design” yang menjadi penggalan judul tulisan ini dikutip dari pernyataan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kotamobagu. Pernyataan tersebut diungkapkan pada saat rapat evaluasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) beberapa waktu lalu. Istilah Tender “By Design” secara implicit menggambarkan adanya kekurangpercayaan terhadap proses tender yang dilakukan oleh instansi pemerintah.

Tender pengadaan barang/jasa disinyalir merupakan salah satu celah untuk melakukan penyimpangan. Mulai dari permasalahan adanya persekongkolan baik antar penyedia maupun antara penyedia dengan Panitia Tender, penyimpangan pagu anggaran, proses tender yang kurang transparan dan tidak fair, dan lain sebagainya.

Data dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), seakan lebih memperkuat rumor akan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan tender. Tidak kurang dari 80 persen laporan yang masuk ke KPPU menyangkut adanya dugaan persaingan tidak sehat dalam proses tender pengadaan barang/jasa. KPK yang dikenal sebagai leading sector dalam pemberantasan korupsi juga merilis data bahwa dari 55 ribu pengaduan yang masuk, 80 persen diantaranya berkaitan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah. Selain itu, LKPP sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juga menyatakan bahwa sekira 80 persen pengaduan dari penyedia yang masuk ke lembaga tersebut dinyatakan benar. Data tersebut seakan lebih memperkuat tudingan tentang adanya ketidakberesan dan konspirasi dalam proses tender.

Salah satu bentuk konspirasi yang sering terjadi dalam setiap proses tender adalah persekongkolan. Bersengkokol merupakan tindakan kerja sama yang dilakukan oleh pelaku usaha dengan pihak lain atas inisiatif siapapun dan dengan cara apapun dalam upaya memenangkan peserta tender tertentu. Ketentuan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, menyebutkan: “Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat”. Persekongkolan juga bertentangan dengan prinsip-prinsip dan etika pengadaan, sebagimana diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Pasal 5 dan 6).

Unsur bersekongkol, antara lain dapat berupa: 1). kerja sama antara dua pihak atau lebih; 2). Secara terang-terangan maupun diam-diam melakukan tindakan penyesuaian dokumen dengan peserta lainnya; 3). Membandingkan dokumen penawaran sebelum waktu pemasukkan penawaran; 4). Menciptakan persaingan semu; 5). Menyetujui dan/atau memfasilitasi terjadinya persekongkolan; 6). Tidak menolak melakukan suatu tindakan meskipun mengetahui bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mengatur dalam rangka memenangkan peserta tender tertentu; dan 7). Pemberian kesempatan ekslusif oleh penyelenggara tender atau pihak terkait secara langsung maupun tidak langsung kepada pelaku usaha yang mengikuti tender, dengan cara melawan hukum.

Jika dilihat dari praktiknya, persekongkolan dalam tender dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu persekongkolan horizontal, persekongkolan vertical, dan gabungan antara persekongkolan horizontal dan vertical.

Persekongkolan horizontal merupakan persekongkolan yang terjadi antara sesama penyedia barang/jasa (kontraktor). Persekongkolan horizontal sangat mudah diidentifikasi. Contoh sederhana yang sering dijumpai adalah satu orang membawa beberapa perusahan untuk mendaftar dalam satu paket pengadaan barang/jasa. Kadangkala, beberapa perusahan mendaftar sendiri-sendiri namun sebenarnya hanyalah kamuflase belaka. Praktik seperti ini bertujuan untuk menciptakan persaingan semu diantara sesama penyedia barang/jasa.

Persekongkolan vertical merupakan persekongkolan yang terjadi antara salah satu atau beberapa penyedia barang/jasa dengan pihak penyelenggara pengadaan barang/jasa (Panitia Tender dan/atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan/atau Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran). Contoh jenis persekongkolan ini antara lain adanya kerja sama antara penyedia barang/jasa dengan Panitia Tender untuk dapat memenangkan paket pekerjaan yang ditenderkan.

Gabungan persekongkolan horizontal dan vertical merupakan kombinasi antara kedua jenis persekongkolan yang telah dijelaskan sebelumnya. Persekongkolan ini dapat melibatkan dua atau lebih pihak yang terkait dalam proses tender. Contoh jenis persekongkolan ini dapat berupa pelelangan yang dilakukan secara fiktif, dimana prosesnya hanya dalam bentuk pemenuhan administrasi saja dan dilakukan secara tertutup. Pelelangan fiktif dilakukan dengan melibatkan kerja sama semua pihak, baik antar penyedia, antara penyedia dengan penyelenggara barang/jasa, maupun antar penyelenggara pengadaan barang/jasa. Pelelangan fiktif membutuhkan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa.

Tender “By Design” dalam bentuk persekongkolan akan berdampak buruk terhadap kehidupan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi menghendaki adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga Negara untuk berpartisipasi mengikuti proses tender dalam iklim usaha yang sehat, efektif, dan efisien sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bekerjanya ekonomi pasar yang wajar.

Akhirnya, menjadi tugas kita semua untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap proses tender di Negeri ini. Belum terlambat untuk membiasakan diri melakukan hal-hal yang benar dan meninggalkan kebiasaan membenarkan hal-hal yang dilakukan.

 

Tentang Rahfan Mokogintahttp://rahfanmokoginta.wordpress.com
Instruktur alumni TOT LKPP tahun 2011
Mengabdi di Rumah Sakit maupun Puskesmas, antara lain Rumah Sakit Umum Malayayang Manado (sekarang RS Prof. Kandow), Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado, Rumah Sakit Jiwa Manado (sekarang RS Prof. Ratumbuysang Manado), Puskesmas Kotabunan, Puskesmas Tungoi, dan terakhir Puskesmas Upai.

Agustus 2008 dipindahtugaskan ke Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu.
Nopember 2008 ditugaskan untuk mengikuti Bimtek Pengadaan Barang/Jasa yang dirangkaikan dengan Ujian Sertifikasi.
Desember 2008 dinyatakan Lulus dengan kualifikasi L4.
Sejak 2009 sampai sekarang ditugaskan untuk menjadi Panitia Pengadaan barang/Jasa, baik di Instansi sendiri maupun Instansi lain, bahkan perbah ditugaskan ke Kabupaten Tetangga (2010).
Juni 2011 mengikuti seleksi ToT (Training of Trainer) Pengadaan Barang/Jasa, dan lulus menjadi seorang Trainer/Instruktur PBJ.

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!