Tukang Obat, Jeng Herbal, Apoteker, Ahli Farmasi, Dokter atau apa ini…

March 13, 2012 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kota Bogor

Mudah-mudah pengunjung dari blog held.net ada yang bisa membantu apakah dengan memberi saran, masukan, kemana saya harus mencari solusi atau melaporkan kepada yang berwenang terhadap  masalah yang sedang saya hadapi ini. Curhat ini akan menceritakan tentang seorang teman istri saya yang entah apa profesinya, apakah seorang Apoteker, apakah seorang Ahli Farmasi, atau seorang dokter, atau mungkin hanya sekedar pengeksploitir keluarga saya saja… entahnya, tapi ceritanya begini:

Ceritanya adalah bermula dari pertemanan istri saya dengan salah seorang orang tua dari  murid TK lainnya, beliau suka dipanggil dengan “Mama Feri”, seperti istri saya yang dipanggi mama arin, maka beliau dipangil MF karena yang bersekolah di TK tersebut anaknya bernama feri, nama aslinya saya juga kurang tahu jelas, tapi kalau tidak salah berinisial “WF”. Nah dari perjalanan pertemanan ini ternyata MF atau WF ini ternyata katanya adalah seorang ahli farmasi. Beliau bisa menghubungkan kalau istri saya sakit ringan atau keluarga terkena sekedar flu, sakit kepala, dsb dengan obat-obat yang beredar di pasaran/apotek. Obat-obat paten atau pun generik yang direkomendasikan beliau memang selama ini terasa cukup mampu dan beliau tahu informasi misalkan ada obat palsu, ada obat yang bagus tapi mau ditarik di pasaran, dan cerita-cerita tentang dunia perobatan. Tentang obat palsu, tentang praktek-praktek di dunia kedokteran, dsb.

Menurut ceritanya MF ini adalah lulusan farmasi UI, dan katanya adalah lulusan yang cukup ber prestasi juga, karena kemudian melanjutkan ka sebuah sekolah yang namanya “Franscesxus Laborat” entah apa namanya lupa, tapi yang jelas ketika itu saya tulis dan saya browse di internet, tidak ada satu pun informasi tentang sekolah yang di informasikan, menurut dia lulusan terbaik dari farmasi UI masuk kesitu, tapi kok di browse di internet kok tidak ada, so ada yang tahu kalau lulusan terbaik dari farmasi UI biasanya meneruskan kemana…? Yah pada intinya MF ini lulusan top dari Farmasi UI dan sekolah ke sekolah yang tempat lulusan terbaik UI belajar tentang per obatan. Kemudian katanya beliau pernah bekerja sebagai peneliti obat di perusahaan obat besar, meneliti tentang obat. Juga informasi langsung dari belia, MF ini juga pernah berpengalaman sebagai tukang test anak-anak kedokteran  yang akan menjadi cadok, dengan cara memasukan sesuatu zat ke dalam mayat dan kemudian calon-calon dokter tersebut diuji untuk menganalisa mayat tersebut, itu cerita beliau yang meskipun saya dengan susah payah menggalinya karena sewaktu ngobrol dengan dia, bahasa lisan, tubuh dan bahasa hatinya sangatlah tidak positif, sangat sulit menggali informasi tentang beliau ini, padahal kan kalau mau lancar-lancar saja seharusnya terbuka saja apa adanya, tapi alasan beliau adalah “tidak mau pamer, takut disangka sombong, tidak etis… dsb”  padahal kan tinggal memeperlihatkan ijasah atau sertifikat keahlian beliau apa susahnya, toh ini bukan dalam kontek pamer, sombong atau apapun namanya.

Nah dalam perjalanan waktu, nampaknya istri saya ini semakin percaya sekali dengan MF ini, salah satu faktor ya mungkin karena faktor pertemanan dan bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa memang dia mampu menolong istri saya dalam masalah obat-obatan di kelurga, mulai dari penyakit-penyakit ringan, flu, batuk, mencret, dsb sampai dengan alergi dan sesak napas isri saya yang relatif sudah sembuh. Bahkan teman-temannya yang lainpun ada yang bisa disembuhkan dengan obat herbalnya. Suami MF juga dulu pernah sakit ya bisa sembuh, kemudian tetangga-tetanggnya MF banyak yang berobat kepada MF. Nah kemudian dalam sekitar 6 bulan lebih (mungkin sudah hampir 1 tahun) terakhir ini, ternyata MF ini juga memproduksi semacam obat berupa kapsul yang di oplos (dari kapsul kosong) yang katanya isinya adalah herbal. Cerita beliau, MF ini pernah menyembuhkan penderita diabetes/gula, nah kebetulan ibu mertua sedang terkena gula darah yang cukup parah, akhirnya istri saya mencoba obat herbal beliau dan ternyata memang sampai dengan sekarang kondisi dari ibu mertua sudah mulain mendingan, lebih segar dan bugar dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian setelah kondisi ibu mertua saya membaik, ditawarkan obat herbal untuk bapak mertua yang terkena prostat, nah beberapa bulan menjalaninya ternyata memang enak juga kondisinya, bapak mertua sudah tidak ada keluhan lagi tentang prostatnya, dan kondisinya juga bugar dan segar kembali. Begitu pula saya ditawari juga herbal untuk stamina (maklumlah bang toyib yang askopil yang bekerja keras untuk mencari sebongkah berlian…), namun kalau saya sih tidak merasa cocok dengan obat herbal beliau, kalau saya lebih cocok dan cukup dengan antangin dan vitamin C saja kalau kecapean, atau cukup dengan makan banyak dan olahraga banyak… tidur banyak dah selesai… kondisi segar dan bugar kembali… alhamdullilah.

Nah oke… ibu dan bapak mertua berhasil kembali sehat (walau tidak tahu apa isi obatnya, tidak tahu efek samping ke depannya… tapi yang penting sehatlah…). Namun selanjutnya masalah mulai muncul, ketika ternyata semua anggota keluarga saya dijadikan pasar bagi obat MF, setelah ibu dan bapak mertua, kemudian istri saya sendiri memakai obat pelangsing, saya disuruh minum obat stamina, kemudian menjalar ke anak-anak, aris dan arin bahkan anak bungsu yang masih bayipun di tawari untuk minum herbalnya MF, meskipun kalau saya lihat kandungannya seperti VCO (virgin coconut oil) tapi katanya itu hanya larutannya saja, di dalamnya ada sesuatu (entah apa) yang bisa menangkan virus dan potensi yang bisa jadi penyakit kepada anak.

Kemudian manjalar ke ibu kandung saya di Cianjur yang terkena penuruan funsi hati, ke bapak kandung yang terkena prostat juga. Sekarang alhamdullilah bapak sudah di operasi prostat dan sehat, dan ibu juga setelah berobat ke dokter ahli dinyatakan ada penurunan fungsi hati dan sekaran cukup diberi vitamin untuk meningkatkan kondisinya dan disarankan untuk makan makanan yang cocok untuk meningkatkan fungsi hatinya. Namun yang menjadi masalah menurut MF ini katanya ibu saya mengidap virus atau apalah di dalam hati yang bisa menular kepada keluarga saya, padahal hasil lab dan hasil analisa dokter di cianjur dan bandung, tidak ada itu virus atau apapun yang bisa menular dari penyakit ibu saya.

Sehingga kalau dihitung-hitung bila saya menggunakan semua herbal yang ditawarkan MF, maka kalau dihitung-hitung; Beliau menjual per kapsul harganya Rp. 3000,- per pasien biasanya diberi dosis 100 kapsul (untuk pertama kali tapi selanjutnya bertambah), berikut adalah rinciannya:

Ibu mertua 200 kapsul = 600 rb, bapak mertua 200 kapsul (sekarang ditingkatkan menjadi 400 kapsul) = 1,2 juta, istri 100 kapsul, 300 rb, saya 100 kapsul = 300 rb, anak-anak 100 kapsul = 300 rb, ibu kandung dan bapa kandung 200 kapsul = 600 rb… so bisa hampir 3 juta-an per bulannya… masa sih untuk herbal saya harus megeluarkan uang 3 juataan per bulan, ya memang kesehatan itu mahal… tapi… ya silahkan lah mohon masukannya…

Kemudian biar tidak kepanjangan saya singkat saja deh ceritanya menjadi beberapa point of view dari masalah MF ini adalah:

1. Latar belakang pendidikan dan keahlian tdk jelas/terbuka.

2. Bahan obat herbal tdk jelas, katanya sih ada undur-undur, otak buaya, kalajengking dan binatang-binatang apalah… ya semuanya tidak jelas…

3. Efek samping, jangka panjang?

4. Merembet ke semua orang di keluarga, dan harga eksploitatif, kalau diikuti semua penawaran bisa2 per bulan mencapai 3-4 juta an untk beli obat MF.

5. Oke tahu tentang obat tapi dia bukan dokter, jangan jadi salah kaprah memposisikannya sbg dokter, sampai2 kalau sakit yg diutamakan konsult ke dia, bukan dokter, bahkan obat dokter ternama di bogor di ganti dg obatnya.

6. Berhubungan dgn no 5, kasus bunda cianjur katanya menular shg ketika bunda nginap di bgr, pulangnya kamar lgs didisinfektan, kasur dijemur, seprei sarung dicuci dgn bhn disinfektan referensi mama feri spt layaknya di rumah sakit, padahal diagnosa dokter ahli di cianjur, tasik, dan bandung, dan ada hasil labnya bunda cianjur tdk mengidap virus hati yg menular tp hanya penurunan fungsi hati, obatnya pun skr hanya vitamin hati saja.

7. Berhubungan dgn nmr 6. Jadi mengganggu urusan pribadi rumah tangga, masalah jd masalah pribadi, bunda cjr dilarang ke bogor krn diagnosa apoteker, aria 6 bulan berhenti nyusu atas rekomendasi beliau (ketika itu istri kena alergi gatal, dan diberi obat oleh MF, tapi katanya bahaya ke analk, so berhenti nyusu deh aria), keluarga jd tdk harmonis krn berantem terus ttg mama feri, telepon lama dan tdk kenal waktu dgn mama feri dg alasan ngontrok kondisi abah yg dosis obatnya dinaikan jadi 400 kapsul per bulan.

8. Kalau tdk percaya katanya cek saja ke bp pom atau lab obatnya itu, loh seharusnya dia yg memberikan bukti bahwa obat herbalnya sdh di tes lab, bukan jadi konsumen yg harus keluar biaya… Mana ngerti saya tentang obat…

9. Sudah konsultasi dgn byk teman, mulai dari pa nana ketua ulp, pa atas saksi ahli dr rsud solo, pa vindi rsud babel, p warsono dinkes bgr, pa masrif dari poltek kesehatan, sampai p yuki guru spiritual condet, sy ceritakan semuanya apa adanya tanpa tambah2, dan semuanya 100 % sepakat harus sangat hati2 dgn mama feri! Menurut saya banyak hal yang mencurigakan dari MF ini.

10. Permintaan saya tdk byk, hanya minta hati2 dgn mama feri, jgn semua penawaran harus dipenuhi. Jaga jarak jg terlalu akrab, cukup obat abah dan nenek dan itupun harus benar2 dicermati bukan hanya hasilnya td bgmn proses dan kelanjutannya!
Plus jangan memposisikan dia sbg dokter, itu saja…

So begitu teman-teman… mohon bantuannya… baik berupa masukan, saran, doa… atau apapun yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Kalau ada yang belum jelas dari cerita ini selahkan menghubungi saya di 087870910000 atau email ke heldi_y@yahoo.com atau pin bb di 232E2F8B

Demikian… terima kasih sebelumya atas bantuannya.

Nah bentuk kapsulnya kurang lebih seperti inilah….

 

 

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

2 Responses to “Tukang Obat, Jeng Herbal, Apoteker, Ahli Farmasi, Dokter atau apa ini…”
  1. zuhri says:

    komentar singkat saya :
    1. perlu dicek kebenaran tentang profesi dokternya apakah di asosiasi kedokteran (idi) atau di almamaternya.
    2. mengenai obat yang katanya dia racik sendiri kalo memang herbal saya kira ngak masalah karena di pasaranpun obat herbal dijual bebas. yang jadi masalah jika obat farmasi yang dia ganti bungkus tapi dia bilang obat herbal.
    3. orang bilang kesembuhan pasien 50% adalah sugesti. sejak awal pasien yang datang berobat untuk berharap kesembuhan, sudah tersugesti. Artinya, sudah 50 persen dari sakit yang diderita si pasien sudah sembuh.
    4. semoga tetap menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. amin….

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] Tukang Obat, Jeng Herbal, Apoteker, Ahli Farmasi, Dokter atau apa … Related Posts […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!