Askopil – Asosiasi Korban Pilihan

April 2, 2012 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Askopil yang merupakan singkatan dari Asosiasi Korban Pilihan, diperkenalkan pertama kali oleh salah seorang teman instruktur pengadaan barang jasa yang berasal dari salah satu kabupaten di sumatera. Istilah Askopil diperkenalkan oleh beliau berkenaan dengan “kursinya” yang tiba-tiba ditempati oleh orang lain setelah kepala daerahnya yang nota bene tidak dia pilih/dukung melakukan mutasi besar-besaran di daerahnya, sedangkan beliau sendiri tidak jelas apakah di angkat menduduki jabatan atau non-job atau apa?  Nah akhirnya muncul istilah askopil yang para anggotanya adalah para korban salah memilih (atau mungkin sebenanrnya benar sih tapi berbeda dengan kebanyakan)  atau menentukan sikap, bisa memilih kepala daerah bisa memilih sikap yang berbeda dengan kebanyakan lainnya.

Askopil ini berkembang menjadi bukan hanya berbeda pilihan dalam pilkada saja tapi berbeda pilihan antara mengikuti kehendak atasan atau tidak, pilihan mengikuti “membenarkan kebiasaan” dengan “membiasakan yang benar“. Lebih ekstrim lagi ikut berjamaah korupsi atau tidak. Nah ketika memilih pilihan “tidak!” tapi tidak seperti iklan salah satu partai ya… yang mengatakan “katakan tidak pada korupsi” tetapi anggotanya banyak terindikasi korupsi, maka pilihan mengatakan dan bertindak untuk tidak sesuai dengan kinginan atasa itu mempunyai suatu resiko yang membuat para askopil ini lumayan kepayahan juga, yaitu dijamin karir tidak akan berkembang… itu pasti…, kalau yang sudah punya jabatan maka akan dipindahkan ke tempat nun jauh disana atau di non job kan, dijamin akan dijauhi para teman-temannya, di cap sok idealis, tidak pleksibel, kaku, dan sebagainya.

Korban-korban pilihan ini secara umum selalu ada di setiap daerah atau instansi atau kalau dalam bahasa perpres 54 nya ada di setiap K/L/D/I hanya tentunya tidak terlalu ter ekspose keluar karena kekuasaan dan feodalisme dari para pejabat yang begitu besar dan jumlah askopil yang sangat minoritas tentunya tidak terlalu menarik untuk di ekspose. Dari curhatan teman-teman instruktur Pengadaan Barang/Jasa pemerintah saja saya lihat ada beberapa yang memang sudah lama menjadi askopil sejati (termasuk saya juga kalii… hehehe…). Korban askopil banyak menyasar para pencinta pengadaan yang sudah memiliki sertifikat pengadaan, karena harus disadari semuanya bahwa ketika kita mempunyai sertifkat pengadaan maka pilihan kita harus jelas dan hanya dua pilihan kita: apakah mengikuti arus dan kehendak atasan atau mengikuti aturan?

Kejelasan posisi untuk para pemegang sertifikat inilah salah satunya yang menyebabkan tingkat kelulusan peserta ujian sertifikasi pengadaan sangat rendah sekali. Silahkanlah pihak manapun baik pribadi atau lembaga/institusi, baik sendiri atau berkelompok, melakukan penelitian baik secara ilmu pendidikan dari ilmu evaluasi pendidikan, diteliti reliabitilas dan validitas soal ujian, dilihat dari ilmu training, di evaluasi kinerja instruktur, kinerja LPP (Lembaga Penyelenggara Pelatihan), atau pendekatan motode ilmiah atau akademis apapun, tapi saya tetap yakin bahwa penyebab rendahnya kelulusan ujian pengadaan barang/jasa pemerintah yang paling dominan adalah ketakutan apabila lulus dan memperoleh sertifikat pengadaan maka mereka harus menentukan PILIHAN, hati nuraninya mengatakan ingin melakukan yang benar tetapi apakah siap menjadi ASKOPIL???

Kita kebanyakan takut dan tidak mau memperjelas posisi kita dimana, kita kebanyakan lebih nyaman di zone abu-abu. Padahal kita tiap hari nonton TV dan melihat banyaknya kasus korupsi di negara kita, ngomel-ngomel, menggerutu, mengkutuk menghujat mereka, tetapi ketika diberi kesempatan untuk berkontribusi langsung untuk memperjuangkan anti korupsi (dengan ikut terjun langsung menjadi panitia atau PPK dalam dunia pengadaan)… ternyata ter… la… lu… takut!!! takut manjadi ASKOPIL.

So kalau saya mengajar pada pelatihan Pengadaan Barang/Jasa, pada awal sesi dengan jatah ngajar modul berapapun saya biasanya selalu membangkitkan motivasi mereka agar yakin bahwa dengan lulus ujian sertifikasi mereka dapat berkontribusi lebih banyak untuk memajukan diri sendiri, memajukan daerah, dan tentunya secara global dapat memajukan negara kita, dengan semakin banyak yang lulus dan memegang sertifikasi pengadaan maka akan lebih banyak orang yang perhatian terhadapa pengadaan sehingga tingkat korupsi di negara kita mudah-mudah bisa semakin menurun. Dan pada akhirnya itu semuanya kembali ke diri masing-masing, apakah jabatan adalah segalanya? apakah rejeki itu hanya dapat diperoleh dengan menduduki jabatan sehingga begitu takut kehilangan jabatan? dengan jalan korupsi? atau cara mengikuti kehendak atasan? apakah loyalitas itu harus selalu bertentangan dengan aturan? apakah harus selalu abu-abu posisi kita?

Namun satu keyakinan bahwa rejeki itu bukan manusia yang mengatur, masih ada Yang Maha Kuasa yang maha mengatur segalanya, dari pengalaman saya pribadi dan dari curhatan teman-teman, ternyata kejadian memutasikan para askopil, mengecilkan peranan mereka dan semua tindakan mendzolimi para askopil, sebenarnya adalah bentuk kasih sayang Yang Maha Penyayang kepada para pejuang kebenaran, justru dengan memindahkan para askopil, sebenarnya adalah membersihkan rejeki mereka dari rejeki yang “abu-abu”, justru karena memang mereka tidak layak ditempatkan di tempat yang “kotor”. Justru dengan bekerja di tempat baru yang katanya “kering”, jauh nun jauh gunung disana, tidak ada obyekan, nah justru di tempat baru mereka para askopil menemukan ketenangan, menemukan rejeki yang tidak di sangka-sangka jalannya, menemukan kebahagiaan yang hakiki, bukan hanya basa basi, rejeki bukan hanya uang, tapi rejeki ilmu, kesehatan keluarga, rejeki kebahagian dan ketenangan dan banyak rejeki yang tidak mungkin bisa diperoleh ketika mereka bekerja di tempat lama mereka. Maka sudah seharusnya para askopil ini berterima kasih kepada kepala daerah, kepada kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi yang bisanya hanya berkata “awas ku aing dipindahkeun siah”  (awas sama saya dipindahkan yah!). So terima kasih ya pak/bu sudah memindahkan saya ke tempat yang lebih layak untuk para askopil… semoga bapak/ibu hidup selamanya… (may you life forever – spartan 300 the movies).

So bagi para askopil don’t worry be happy… keep going, keep on track, terus berjuang dalam kebenaran. Anda capek dengan korupsi di Indonesia, BT dengar berita ti TV tentang korupsi? Capek loyal, taat, patuh kepada atasan tapi tidak sesuai hati nurani? Ayo berkontribusi langsung memberantas korupsi!!! Mari bergabung dalam memperbaiki pengadaan barang/jasa dengan lulus ujian sertifikasi pengadaan dan bergabung dengan Askopil agar kekuatan kita lebih kuat lagi.

Plus satu hal wejangan dari Pak Dahlan Iskan silahkan disimak:

http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/03/04/dream-team-di-satu-pagi-di-hari-minggu/

Dalam kehidupan sehari-hari saya sering melihat seseorang yang integritasnya luar biasa baik, kejujurannya luar biasa hebat dan disiplinnya sangat tinggi, tersisih dari sebuah tim.

Kesan yang muncul lantas sangat negatif, tersisih karena jujur, atau orang-orang yang jujur sengaja disisihkan. Orang-orang yang pintar sengaja tidak dipakai.

Karena itu untuk kebaikan semua pihak, saya berharap agar orang-orang yang jujur dan berintegritas tinggi bisa melengkapi dirinya dengan leadership agar semua orang jujur bisa masuk tim dan semua orang yang berintegritas tinggi bisa tampil memimpin.

Sayang sekali kalau ada orang yang bersih tapi terlalu menyombongkan diri dengan kebersihannya. Akhirnya tercipta suasana seolah-olah hanya dia yang bersih, apalagi kalau dia justru selalu menuduh orang-orang di sekitarnya tidak ada yang bersih.

Orang yang kaku biasanya sulit diterima dalam sebuah tim. Termasuk orang bersih sekali pun. Karena itu kita sangat memerlukan orang-orang yang bersih dalam jumlah yang banyak tapi juga bukan orang-orang yang kaku, yang sepertinya ingin masuk surga sendirian.

Jika seorang bos tetap pada pendiriannya disebut konsisten.
Jika anak buah tetap pada pendiriannya disebut kaku.
Jika bos sering berubah pendapat disebut fleksibel.
Jika anak buah sering berubah pendapat disebut plin-plan.
Jika bos bekerja lambat disebut teliti.
Jika anak buah bekerja lambat disebut malas.
Jika bos cepat mengambil keputusan disebut berani.
Jika anak buah cepat mengambil keputusan disebut grusa-grusu.
Jika bos melanggar prosedur dianggap penuh inisiatif.
Jika anak buah melanggar prosedur dianggap tidak tahu aturan.
Jika bos mengatakan sesuatu itu mudah dianggap optimistis.
Jika anak buah mengatakan mudah dianggap sok tahu.
Jika bos sering mengintertaint orang, itu disebut lobby.
Jika anak buah melakukannya disebut pemborosan.

Walhasil, santai sajalah!(*)

So segera tentukan pilihan anda, become the real “askopil” atau hanya sembunyi saja cari aman, saya kira bukan hanya di pengadaan, di dalam dunia birokrasi pemerintahan kita sebenarnya pilihan tersebut sudah muncul dan sebenarnya kita sudah hidup dengan pilihan kita… tentukan pilihan yang benar dan siap dengan semua resikonya…

HIDUP ASKOPIL!!!

Wallohualam Bissowab

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.web.id

Comments

4 Responses to “Askopil – Asosiasi Korban Pilihan”
  1. I always used to read paragraph in news papers but now as I am
    a user of net so from now I am using net for articles or reviews,
    thanks to web.

  2. A person essentially assist to make critically articles
    I’d state. That is the very first time I frequented your website page
    and thus far? I surprised with the analysis you made to create this actual publish incredible.
    Wonderful activity!

  3. I’m very pleased to find this website. I wanted to thank
    you for your time just for this fantastic read!! I definitely liked
    every bit of it and I have you saved to fav to look at new information in your site.

  4. Hey, how’s it going?

    I want to pass along some very important news that everyone needs to hear!

    In December of 2017, Donald Trump made history by recognizing Jerusalem as the capital of Israel. Why is this big news? Because by this the Jewish people of Israel are now able to press forward in bringing about the Third Temple prophesied in the Bible.

    Jewish Rabbis have publicly announced that their Messiah will be revealed in the coming years who will be a leader and spiritual guide to all nations, gathering all religions under the worship of one God.

    Biblical prophecy tells us that this Jewish Messiah who will take the stage will be the antichrist “who opposes and exalts himself above all that is called God or that is worshiped, so that he sits as God in the temple of God, showing himself that he is God” (2 Thessalonians 2:4). For a time he will bring about a false peace, but “Therefore when you see the ‘abomination of desolation,’ spoken of by Daniel the prophet, standing in the holy place (Matthew 24:15)…then there will be great tribulation, such as has not been since the beginning of the world until this time, no, nor ever shall be” (Matthew 24:21).

    More importantly, the power that runs the world wants to put a RFID microchip in our body making us total slaves to them. This chip matches perfectly with the Mark of the Beast in the Bible, more specifically in Revelation 13:16-18:

    “He causes all, both small and great, rich and poor, free and slave, to receive a mark on their right hand or on their foreheads, and that no one may buy or sell except one who has the mark or the name of the beast, or the number of his name.

    Here is wisdom. Let him who has understanding calculate the number of the beast, for it is the number of a man: His number is 666.”

    Referring to the last days, this could only be speaking of a cashless society, which we have yet to see, but are heading towards. Otherwise, we could still buy or sell without the mark amongst others if physical money was still currency. This Mark couldn’t be spiritual because the word references two different physical locations. If it was spiritual it would just say in the forehead. RFID microchip implant technology will be the future of a one world cashless society containing digital currency. It will be implanted in the right-hand or the forehead, and we cannot buy or sell without it. Revelation 13:11-18 tells us that a false prophet will arise on the world scene doing miracles before men, deceiving them to receive this Mark. Do not be deceived! We must grow strong in Jesus. AT ALL COSTS, DO NOT TAKE IT!

    “Then a third angel followed them, saying with a loud voice, “If anyone worships the beast and his image, and receives his mark on his forehead or on his hand, he himself shall also drink of the wine of the wrath of God, which is poured out full strength into the cup of His indignation. He shall be tormented with fire and brimstone in the presence of the holy angels and in the presence of the Lamb. And the smoke of their torment ascends forever and ever; and they have no rest day or night, who worship the beast and his image, and whoever receives the mark of his name” (Revelation 14:9-11).

    People have been saying the end is coming for many years, but we needed two key things. One, the Third Temple, and two, the technology for a cashless society to fulfill the prophecy of the Mark of the Beast.

    Visit http://WWW.BIBLEFREEDOM.COM to see proof for these things and why the Bible truly is the word of God!

    If you haven’t already, it is time to seek God with all your heart. Jesus loves you more than you could imagine. He wants to have a relationship with you and redeem you from your sins. Turn to Him and repent while there is still hope! This is forever…God bless!

    “EITHER HUMAN INTELLIGENCE ULTIMATELY OWES ITS ORIGIN TO MINDLESS MATTER OR THERE IS A CREATOR…” – JOHN LENNOX

    We all know God exists. Why? Because without Him, we couldn’t prove anything at all. Do we live our lives as if we cannot know anything? No. So why is God necessary? In order to know anything for certain, you would have to know everything, or have revelation from somebody who does. Who is capable of knowing everything? God. So to know anything, you would have to be God, or know God.

    A worldview without God cannot account for the uniformity and intelligibility of nature. And why is it that we can even reason that God is the best explanation for this if there is no God? We are given reason to know or reject God, but never to know that He does not exist.

    It has been calculated by Roger Penrose that the odds of the initial conditions for the big bang to produce the universe that we see to be a number so big, that we could put a zero on every particle in the universe, and even that would not be enough to use every zero. What are the odds that God created the universe? Odds are no such thing. Who of you would gamble your life on one coin flip?

    Is there evidence that the Bible is the truth? Yes. Did you know that the creation accounts listed in the book of Genesis are not only all correct, but are also in the correct chronological order? That the Bible doesn’t say the Earth was formed in six 24-hour days but rather six long but finite periods of time? That the Bible makes 10 times more creation claims than all major “holy” books combined with no contradictions, while these other books have errors in them? The Bible stood alone by concurring with the big bang saying, “In the beginning God created the heaven and the earth” (Genesis 1:1); and says our universe is expanding, thousands of years before scientists discovered these things. Watch a potential life-changing video on the front page of http://WWW.BIBLEFREEDOM.COM with Astronomer(PhD) Hugh Ross explaining all these facts based on published scientific data. He has authored many books, backed even by atheist scientists.

    Jesus came to pay a debt that we could not; to be our legal justifier to reconcile us back to a Holy God; only if we are willing to receive Him: “For the wages of sin is death…” (Romans 6:23).

    God so loved the world that He gave us His only begotten son, so that whoever believes in Him, through faith, shall not perish, but have everlasting life. Jesus says if we wish to enter into life to keep the commands! The two greatest commands are to love God with all your heart, soul, strength, and mind; and your neighbor as yourself. All the law hang on these commands. We must be born of and lead by the Holy Spirit, to be called children of God, to inherit the kingdom. If we are willing to humble ourselves in prayer to Jesus, to confess and forsake our sins, He is willing to give the Holy Spirit to those who keep asking of Him; giving us a new heart, leading us into all truth!

    Jesus came to free us from the bondage of sin. The everlasting fire was prepared for the devil and his angels due to disobedience to God’s law. If we do the same, what makes us any different than the devil? Jesus says unless we repent, we shall perish. For sin is the transgression of the law. We must walk in the Spirit so we may not fulfill the lusts of the flesh, being hatred, fornication, drunkenness and the like. Whoever practices such things will not inherit the kingdom (Galatians 5:16-26). If we sin, we may come before Jesus to ask for forgiveness (1 John 2:1-2). Evil thoughts are not sins, but rather temptations. It is not until these thoughts conceive and give birth by our own desires that they become sin (James 1:12-15). When we sin, we become in the likeness of the devil’s image, for he who sins is of the devil (1 John 3:8); but if we obey Jesus, in the image of God. For without holiness, we shall not see the Lord (Hebrews 12:14).

    The oldest religion in the world is holiness through faith (James 1:27). What religion did Adam and Eve follow before the fall? Jesus, Who became the last Adam, what religion does He follow? Is He not holy? He never told us to follow the rituals and traditions of man but to take up our cross and follow Him (Luke 9:23). There are many false doctrines being taught leading people astray. This is why we need the Holy Spirit for discernment. Unlike religion, holiness cannot be created. It is given to us from above by the baptism of the Spirit. Jesus is more than a religion; He is about having a personal relationship with the Father. Start by reading the Gospel of Matthew, to hear the words of God, to know His character and commandments. Follow and obey Jesus, for He is the way, the truth, and the life!

  5. Fastidious respond in return of this issue with real arguments and explaining everything concerning that.

  6. Batman says:

    Kekekek…ngungsi ka ULP bae Kang 😀

  7. Siapa Kandidat Keua Umumnya ya Kang ?
    Aku jadi anggota saja ya, hehehehe…… Mantap

  8. dapli says:

    HIDUP ASKOPIL……………………..MERDEKA…

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] walikota Bogor, baik ketergantungan secara materi, jabatan, jasa atau pun apapun… (Maklumlah ASKOPIL tulen). Untuk edisi kali ini dimulai dari survey terhadap calon walikota dan wakil walikota dengan […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!