LKPP Terima 19 Aduan KKN

May 10, 2012 by  

Baca artikel lain tentang Berita dan Artikel Pengadaan disini:

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasaJakarta (ANTARA News) – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) masih menunggu pelengkapan 16 pengaduan yang masuk ke sistem pengaduan (whistleblower system) pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Whistleblower system merupakan sarana baru yang dapat dapat dimanfaatkan pelapor untuk mengadukan penyimpangan pada proses pengadaan barang/jasa pemerintah, termasuk dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Kepala LKPP, Agus Rahardjo, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

LKPP telah menerima 19 pengaduan sejak peluncuran’whistleblower system’ pada 30 Maret lalu, termasuk 16 pengaduan yang belum lengkap dan tiga pengaduan yang tidak dapat ditindaklanjuti karena tanpa lampiran bukti dokumen.

Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, Djamaludin Abubakar mengatakan pelapor yang menyampaikan pengaduan melalui situs www.wbs.lkpp.go.id harus menyertai bukti yang dapat mendukung penyimpangan, seperti data, dokumen kontrak, gambar dan/atau rekaman dengan kronologis proses pengaduan.

“Pengaduan yang kami terima akan ditindaklanjuti ke inspektorat masing-masing instasi, ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), ataupun ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Djamaludin.

Djamaludin menambahkan whistleblower system masih terpusat di LKPP sampai saat ini, tapi sistem ini akan terpasang pula di setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten, dan kota.

Definisi whistleblower, menurut KPK, adalah seseorang yang melaporkan perbuatan yang berindikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di dalam organisasi tempatnya bekerja.

Pelapor itu juga memiliki akses informasi yang memadai atas terjadinya indikasi tindak pidana korupsi tersebut.

Sumber : www.antaranews.com

Baca juga :

LKPP Imbau Instansi Pemerintah Kembangkan Whisteblower System

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi heldi.net via HP. 0817870910000 - BBM. 2940FD60 - email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: info@heldi.net , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

2 Responses to “LKPP Terima 19 Aduan KKN”
  1. heldi says:

    @abiyulianto

    semoga segera ada solusinya ya pak, kalau melihat kronologisnya nampaknya harus dirunut satu-persatu, namun saya kira kita tunggu hasil dari pemeriksa saja dulu ya pak.

    terima kasih dan salam pengadaan dari bogor

    heldi y

  2. abiyulianto says:

    klu ada masalah dalam tender lelang panitia meng gagal kan tender,,terus salah satu peserta ada yg menyurati menayakan meminta penjelasan ke ULP/pokja terus ULP tersebut tidak menanggapi aduan salah satu peserta terus mengadukan ke LKPP tentang surat ULP daerah itu dan surat salah satu peserta meminta uji forensik karena ketidak telitinya panitia dalam meng evaluasi dokumen penawaran tender itu, terus ULP tidak menanggapi surat peserta yang di rugikan dan salah satu peserta meneruskan menyurati/ mengadukan permasalahan itu ke LKPP untuk menguji forensik dokumen penawaran itu dan LKPP menanggapi surat itu dan memnyurati inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah, untuk mengujiforensik dokumen penawaran leland pengadaan tersebut.
    di satu sisi dalam jangka 1 minggu setelah di umumkan gagal tenderPengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2011 Nilai 5M dan Pengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2012 Nilai 2,8M panitia pokja pengadaan atau ULP kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah sudah mengumumkan tender ulanng tersebut.tanggal 23 Oktober 2012 08:00 Surat dari LKPP ke inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah turun pada kurang lebih tiba di inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah tanggal 5 nop 2012 waktu tender ulangan itu masa jadwal Evaluasi penawaran tgl 02 November 2012 00:00 14 November 2012 09:30 tender ulang tersebut terus inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah meminta ULP/pokja pengadaan DAK Pengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2011 Nilai 5M dan Pengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2012 Nilai 2,8M meminta pokja untuk menunda atau menghentikan sementara tendertersebut sampai masalah pemerisaan inpektorat menanggapi surat LKPP untuk mengujiforensik tersebut selesai,,,tapi panitia pokja pengadaan tetap menjalankan jadwal lelang dan mengumumkan pemenang tender ulang tersebut. Tanggal 14 November 2012 13:00
    Padahal inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah,menuruskan pemeriksaan pengadaan DAK Pengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2011 Nilai 5M dan Pengadaan Alat Peraga Pendidikan DAK Tahun 2012 Nilai 2,8M tender yang pertama.dan menayakan permasalahan2 ke sumber yang tepat ke ahlinya ke pusat.dan inspektorat kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah sekarang tahapanya besok senin tanggal 19 nop 2012 mengudang memerisa rekanan yang dirugikan untuk meng evaluasi dokumen penawaran tender yang pertama tersebut bersama tim ahli inpektorat
    Bagai mana setatus tender ulang tersebut yang sudah ada pemenang..dan dalam tender ulang itu banyak kejanggalan dalam proses ulang….di satu sisi tender ulang tersebut pihak kejari Kabupaten Tegal propinsi jawatengah meng interfensi panitia dan mengacam yosa sebagai PPKOM agar memenangkan jagonya.
    Mohon bantuanya agar LKPP juga tegas terhadap ULP kabupaten Tegal propinsi Jawa tengah, agar permasalahan ini dapat selesai sesuai aturan yang normative.

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!