Aanwijzing Lelang Buku Sekolah 2014 – LKPP

March 31, 2014 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Kembali saya suka dengan gaya tulisan mas taufan dari Humas LKPP ini, serius tapi santai, begitu dinamis dan mengalir dan hanya sedikit “curhat” tentunya ya… bukan berarti heldi.net ingin berganti gaya dari gaya curhat ke gaya serius atau gaya lainnya ya, tetapi inilah gayanya mas taufan yang merupajan salah satu jurnalis paporit saya di LKPP, welcome back om taufan… keep writing and enjoy writing 🙂

ini di copy paste nya dari website lkpp.go.id, mohon ijin ya pa taufan 🙂

“Indah, tolong diketik semua pertanyaannya.” Begitu perintah Yulianto Prihandoyo Ketua Pokja Lelang Katalog Cetak Buku Kurikulum 2013 untuk tahun 2014 kepada stafnya saat memandu proses tanya jawab dengan para penyedia di kantor LKPP di Jakarta.

Sore itu (26/03) memang digelar proses aanwizjing offline, atau berselang enam hari setelah Pokja lelang, mengumumkan Lelang Katalog Itemized Cetak Buku Kurikulum 2013 untuk tahun 2014 di laman LPSE LKPP. Proses aanwijzing secara tatap muka langsung ini diikuti oleh tak kurang dari 100 peserta.

Ketika Yulianto memberi kesempatan para peserta lelang untuk mengajukan pertanyaan. Puluhan tangan langsung teracung ke atas. Sebagian lagi memilih duduk dan menunggu perkembangan.

“Bagaimana dengan mekanisme pembayarannya?”

“Siapa yang akan bertanggungjawab untuk membeli?”
“Bagaimana nantinya jika sekolah yang ingin membeli tidak memiliki internet karena tidak memiliki akses?”

“LKPP ini sebagai apanya Kemendikbud, apakah tidak lebih mudah untuk langsung saja menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi)?

“Apakah benar tidak ada permainan, apa jaminannya nanti sekolah akan membayar jika sudah membeli buku dari kami?

Begitu kira-kira hujan pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta lelang. Semua pertanyaan pun dijawab oleh Ketua dan anggota Pokja. Sesekali, para pejabat dari Kemendikbud memberikan penjelasan terkait.

Proses ini memang sedikit kurang lazim, karena biasanya ketika melalui proses lelang elektronik, tahapan aanwijzing juga tetap bersifat elektronik, tanpa tatap muka. Panitia hanya memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta lelang melalui laman LPSE.

“Sengaja kami buka offline, karena ini (e-katalog dan e-purchasing) adalah sistem baru bagi para penyedia buku. Mereka masih bingung, jadi bisa langsung diskusi,” kata Yulianto yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdit Wilayah I Timur LKPP.

Yulianto mengakui banyak pertanyaan yang muncul dari para peserta lelang terkait proses pengadaan buku untuk sekolah dasar dan sederajatnya ini. Bahkan pertanyaan yang disampaikan kepada panitia melalui LPSE jumlahnya lebih banyak lagi bahkan mencapai ratusan.

“Ya, banyak sekali. lebih dari 300 pertanyaan. Saya anggap ini sebagai tanda niatan para penyedia untuk berkontribusi dan bersaing secara sehat. Yang jelas, akan kami jawab semua.” ujar Yulianto.

Mekanisme pengadaan buku pelajaran Kurikulum 2013 untuk Tahun Ajaran 2014/2015 Kemendikbud memang mengalami perubahan. Dari sebelumya menggunakan proses lelang, kini diubah dengan menggunakan metode e-purchasing dengan memanfaatkan katalog elektronik milik LKPP.

Dikutip dari laman kemendikbud, LKPP akan bertindak sebagai mediator untuk menjalankan empat tugas terkait pengadaan buku kurikulum 2013. Pertama, menetapkan informasi harga, dan spesifikasi buku Kurikulum 2013.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Hamid Muhammad mengungkapkan penetapan informasi harga adalah termasuk biaya pengiriman ke sekolah.“Jadi, harga mencakup biaya dari penyedia buku ke sekolah, bukan ke Kabupaten Kota atau Provinsi,” terangnya ketika memaparkan perihal Pengadaan Buku Kurikulum 2013, di Komisi IV Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK), (07/03).

Kedua, melakukan kontrak payung dengan penyedia Buku Kurikulum 2013. Maksudnya, LKPP mengatur penyelenggaraan kontrak antara sekolah dengan penyedia buku. Kontrak ini dibuka secara online. Ketiga, menerbitkan katalog Buku Kurikulum 2013 (e-Catalogue). Terakhir, menyiapkan mekanisme pembayaran e-Purchasing.

Kemendikbud menganggarkan Rp 904 miliar untuk pengadaan cetak Buku Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar atau Sederajat dari dana BOS dan DAK melalui e-katalog LKPP. Ada 98 buku kurikulum minus buku Agama yang dilelangkan untuk masuk e-katalog LKPP. Sejak dibuka pengumuman lelang tanggal 20 Maret lalu, hingga Kamis sore ini 927/03) telah ada 296 penyedia yang mendaftarkan diri untuk menjadi peserta lelang (fan)

lelang buku sekolah

wah ada pa Fajar juga ya, mantap!

penjelasan lelang buku sekolah 2014

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!