Proyek Perubahan – Diklat PIM Pola Baru

September 12, 2014 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online

Hari ini tanggal 11 bulan September 2014 adalah hari terakhir saya mengikuti diklat PIM IV dalam tahap Taking Ownership atau Breakthrough I yang diakhiri tadi siang dengan seminar proposal Proyek Perubahan. Diklat PIM pola baru sekarang ini, baik Diklat Kepemimpinan IV, III, II atau I memiliki 2 tahapan on campus dan 2 tahapan off campus, nanti berbeda sedikit adalah waktunya dan konten dari materi yang diberikan.
Dua tahapan on campus adalah:
– Self Mastery (2 mingguan) dan
– Merancang Perubahan dan Team Efektif (sebulanan)
sedangkan dua tahapan besar off campus itu adalah:
– Breakthrough I atau Taking Ownership (1 atau 2 mingguan)
– Breakthrough II atau Laboratorium Kepemimpinan (60 hari)
ya untuk waktu yang tepatnya silahkan tanya panitia aja ya ๐Ÿ™‚


Nah masing-masing tahapan ini diselang seling menjadi
1. Self Mastery (on), dengan dua bahasan utama yaitu Integritas dan Wawasan Kebangsaan.
2. Breakthrough I (off), mencari permasalahan di kantor ๐Ÿ™‚
3. Merancang Perubahan & Tim Efektif (on), dengan materi utama Diagnostic Reading dan Tim Efektif.
4. Breakthrough II (off), meaksanakan perubahan yang sudah dirancang pada tahapan sebelumnya. diujung plus ada 2-3 hari untuk sidang Laboratorium Perubahan dan Evaluasinya.

Nah sekarang ini saya sudah ada di tahapan ke-3 (on campus) yang kegiatan terakhirnya adalah benchmarking ke suatu daerah (dalam atau luar negeri, tergantung jenis diklat PIM nya hehe, PIM II mah pasti ke luar negeri, PIM IV dalam negeri saja, diklat prajab ke Monas atau istana bogor ya, dan kalau PIM VII ya ke alam gaib aja ya… ) dan terakhir hari ini adalah acara Seminar Proyek Perubahan.

Setelah melewati 3 tahapan diklat PIM ini berikut adalah kesan dan pesan yang dapat saya sampaikan kepada para calon pemimpin perubahan para PNS daerah atau kementerian yang mungkin ke depan akan mengikuti diklat PIM juga ya, baik PIM I, PIM II atau PIM III dan PIM IV ya.

1. Waktu akan terasa lambat – Pada tahapan on campus siap siap saja waktu mungkin akan terasa lambat. Pada setiap materi yang disampaikan misalnya materi Pilar Pilar Kebangsaan, SANKRI, atau materi apapun lah, maka akan ada dua sesi; sesi pertama akan diberikan materi oleh narasumber/pembicara tentang isi utama dari materi tersebut selama 2 atau 3 jam, nah pada sesi ini apabila pembicaranya menarik mungkin waktu akan terasa cepat karena waktunya hanya 2-3 jam, sedangkan materi begitu banyak. Selanjutnya pada sesi kedua akan masuk sesi diskusi selama kurang lebih 1,5 (satu setengah hari) saya ulangi 1,5 aka satu setengah hari bahkan ada yang lebih sampai 2 harian berdiskusi, nah di sesi inilah waktu akan terasa lambat. Apalagi kalau fasilitator diskusi nya kurang mantap… tambah lama deh terasa waktu ini berjalan, apalagi bagi saya pribadi yang biasa memberikan materi pengadaan barang jasa dengan kecepatan full speed untuk mengejar pemahaman peserta dengan materi yang berat, maka terasa benar its a long… long… long… wasting of time nya…

Selanjutnya begitu lagi… dua tiga jam materi inti dari penceramah… lanjut dissss-kuuu-ssiiii… 2 jam googling, sejam ngabrolin materi… dan okeh jam-jam berikutnya presentasi. Dan jangan lupa juga untuk menikmati sajian film film pendek yag inspiratip, yang kebanyakan ceritanya adalah tentang orang orang cacat yang memiliki ketahanmalangan tingkat tinggi sehingga dapat berprestasi sama dengan orang normal lainnya. Padahal yah kenapa tidak ditayangkan film film orang normal saja yang memiliki prestasi tinggi, seolah-olah peserta ini tidak punya motivasi untuk bangkit atau seolah olah peserta ini kondisi susah (ya emang susah sih, tapi ya happy happy saja kan…), ya maksudnya jangan yang diajarkan adalah hanya motivasi untuk bangkit, tapi beri contoh juga dan berikan motivasi untuk bagaimana caranya maju setelah bangkit. Misalnya contoh dari tokoh tokoh seperti steve job, bill gate, dahlan iskan, bakri, siapalah terserah saja. Jangan seolah olah hidup ini susah aja, ya mungkin iya susah sih tapi jangan ditambah susah dengan film film tentang orang-orang susah… halah susah juga amat saya juga saya jelasinnya ini dalam tulisan ini. Pokonya gitu deh… hampir semua film pendek itu menanyangkan orang susah; orang cacat tidak punya tangannya bisa melukis, orang tidak punya kaki bisa berenang melintasi lautan. orang cacat naik gunung, bahkan orang tidak punya tangan dan kaki juga bisa tenar jadi motivator. Ini peserta diklat PIM pada cacat semua gituh? ๐Ÿ™‚

Intinya kalau mau sukses di tahap self mastery dan on campus lainnya, inventarisir judul judul bahan ajarnya, kemudian segera googling materinya dengan kata kunci “judul materi” + .pdf atau + .ppt misal materi pilar pilar kebangsaan, buka google dan masukan kata kunci “Pilar kebangsaan PIM I/II/III/IV .pdf” atau “Pilar kebangsaan PIM I/II/III/IV .ppt”, kemudian download filenya, maka horeh… materi yang disampaikan oleh fasilitator kemungkinan besar tidak akan berbeda dengan yang didownload, tinggal di modifikasi maka sudah siap untuk menjadi bahan diskusi kelompok… DONE! Silahkan nanti sisa waktu yang ada dapat digunakan untuk berdzikir atau kegiatan positif lainnya ya ๐Ÿ™‚

2. Proyek Perubahan – Nah ini yang saya suka, meskipun sebenarnya bagi saya pribadi tanpa mengikuti diklat PIM ini sudah banyak proyek perubahan yang dari dulu saya lakukan dan kebanyakan tidak atau kurang dihargai oleh stakeholder di lingkungan ke-PNS-an, karena maklumlah budaya PNS ya ๐Ÿ™‚ mulai jaman dulu waktu kerja di pemkot Bogor; membuat sistem informasi jalan pakai mapinfo, membuat format kontrak dengan excel, membuat format dokumen dengan excel juga, membuat sistem informasi statistik daerah, metode cepat pengukuran ketika survey topo, buku konsolidasi perpres, sampai terakhir setelah pindah ke lkpp alhamdullilah mulai ada apresiasi dengan membangun kembali sistem informasi pelatihan di tempat kerja baru sekarang ini.

Nah dengan keharusan membuat proyek perubahan ini tentunya akan membawa budaya baru kepada para PNS, terutama pejabat pejabat zaman “baby boomer” (kelahiran sebelum tahun 70-an dan/atau pejabat baru yang sudah terkontaminasi orde feodal) yaitu budaya baru yang dapat menerima perubahan, “open mind” lah kalau kata tukul arwana mah. Mudah-mudahan dengan adanya tugas membuat proyek perubahan dalam semua tingkatan Diklat kepemimpinan (PIM) akan ada perubahan budaya baru bagi semua PNS. Jadi target utama dari diklat PIM pola baru sekarang ini adalah mencetak “Pemimpin Perubahan”, yang tidak anti dengan perubahan, yang selalu mencari cara yang lebih baik, cara yang inopatip, out of the box, yang memiliki kemampuan untuk memimpin perubahan di satkernya, bukan hanya memimpin apa yang sudah ada saja ya ๐Ÿ™‚

Semua materi yang diberikan selama on campus juga sebagian besar berkaitan dengan materi untuk mempunyai pola pikir perubahan plus bagaimana caranya mengeksekusi perubahan tersebut dengan membangun tim dan komunikasi yang efektif. Mulai dari EQ, ESQ, Tim dan komunikasi efektif, Pola Pikir kreatif, out of the box, cara mendeteksi masalah (diagnostik reading), cara menginventarisir stakeholder via net map, merancang proyek perubahan dengan SWOT, bisnis canvas, input-output, dsb sangat berguna sekali untuk dijadikan modal dalam melakukan proses perubahan. Tidak ada lagi materi tentang keuangan, surat menyurat, adminstrasi kantor, dsb, intinya materi diklat pim pola baru hanya fokus ke leadership dan perubahan! Apalagi materi pengadaan, saya coba usulkan juga untuk masuk ke dalam mata diklat PIM langsung ditolak mentah mentah loh, ya mungkin benar juga, agar para peserta pokus pada materi menjadi pemimpin perubahan tidak lagi direcoki oleh materi materi lain yang memusingkan ya… saya setuju itu bu kapus, meskipun kecewa juga karena usulan materi Pengadaan di tolak mentah mentah ya ๐Ÿ™‚

berikut adalah Tips agar proyek perubahan anda sukses (proyek perubahan saya saja belum tentu lulus, sudah ngasih tips untuk sukses ya hehehe), ya terserah lah, ini mah hanya laporan langsung pandangan mata saja dari diklat PIM pola baru oleh LAN RI ya… so ini dia tips nya:

– Look around and find something wrong ๐Ÿ™‚ – Segera cari kira kira apa yang bisa kita perbaiki di tempat kita bekerja, konsepnya adalah dari tidak ada menjadi ada, dari kurang menjadi baik, dari baik jadi lebih baik, dari lambat menjadi cepat, dari boros jadi hemat dsb. Tidak perlu yang canggih canggih atau muluk muluk pekerjaannya atau produknya. Terakhir yang juara kemarin proyek perubahannya adalah bertema sosialisasi Kejar Paket dengan cara menempelkan stiker di angkot, sederhana kan? tapi ampuh ya… di kantor masing masing so look around, find something wrong nih… Yang penting ada hal yang berubah yang manfaatnya signifikan bagi stakeholder dan DAPAT dieksekusi dengan mengerahkan kemampuan kepemimpinan kita… itu sepemahaman saya ya…

– Cari Mentor yang support; Mentor lebih disarankan adalah atasan langsung kita, atau kalaupun bukan atasan langsung kita maka harus bisa dijamin bahwa mentor akan membantu kita dalam mengeksekusi proyak perubahan yang akan dilakukan. Peranan mentor dalam materi proyek perubahan sangat penting karena mulai dari tahapan perencanaan sampai nanti ke tahap laboratorium Kepemimpinan (sebenarnya merupakan pelaksanaan jangka pendek proyek perubahan) tanpa mentor yang benar benar bisa dipegang maka dalam tahap awal perencanaan pun dijamin atau stress tuh, ketika mau seminar proposal proyek perubahan saja dijamin akan ketar ketir kalau kita tidak punya mentor yang dapat diajak kerja sama. So tentukan mentor yang dapat diajak bekerja sama dalam meyusun dan melaksanakan proyek perubahan kita. Nah susahnya kan pejabat-pejabat di atas kita sekarang belum mengikuti diklat PIM pola baru seperti sekarang kan? sehingga belum tentu tertanam semangat untuk menjadi pemimpin perubahan kan ya? tapi mudah-mudahan ini hanya sangkaan saya aja ya… buktinya para mentor di LKPP oke oke dan mantap-mantap semua loh ๐Ÿ™‚

Halah sudah jam 12 malam lebih, oke sementara dicukupkan dulu sampai disini cerita curhatnya… besok masih ada satu hari materi pembekalan laboratorium kepemimpinan (selama 2 bulan off campus,) yang intinya adalah melaksanakan tahapan/milestone jangkan pendek dalam proyek perubahan kita. So mohon doanya ya agar bisa lancar dan memperoleh hasil terbaik dalam diklat PIM ini. So bravo diklat PIM pola baru, konsep yang sangat baik bagus sekali untuk mulai memajukan PNS menjadi PNS berkualitas dunia ya… mantap!

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

5 Responses to “Proyek Perubahan – Diklat PIM Pola Baru”
  1. masrini wahyuningrum says:

    Dengan mengikuti Diklat PIM pola baru, apakah pekerjaan kita sebagai pelayan masyarakat tidak terganggu, thanks.

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] ini sudah akhir bulan September nih dan sudah dua-tiga bulan lebih “berpuasa” ikut diklat PIM, gara-gara peristiwa ini nampaknya LM (logam mulya) cadangan terakhir harus siap siap digadaikan […]

  2. […] mudah mudahan sudah masih ke level spiritual yang mementingkan memberi daripada meminta? Beberapa Games dan simulasi juga dipakai sebagai cara mengajar oleh Pa Lohjinawi Trinadi, namun berbeda dengan games atau […]

  3. […] ini sudah akhir bulan September nih dan sudah dua-tiga bulan lebih “berpuasa” ikut diklat PIM, gara-gara peristiwa ini nampaknya LM (logam mulya) cadangan terakhir harus siap siap digadaikan […]



Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!