5 Jenis Manusia

November 6, 2015 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online

Dari ceramah Aagym, tentang 5 jenis manusia, silahkan disimak dan dapat di download file nya pada link di bawah artikel ini.

Ada 5 jenis manusia, termasuk manusia jenis manakah kita?

1.Manusia Wajib
Yang adanya itu sangat penting, sangat diinginkan dan kalau tiadanya orang merasa kehilangan.

2. Manusia Sunnah
Yang ada nya disukai, tapi tidak adanya tidak apa apa.

3. Manusia Mubah
Yang ada tidak ada… tidak ngepek begitulah, Ada tidak terasa manpaat nya, tiada tidak terasa juga kehilangannya.

4. Manusia Makruh
Kalau ada dia banyak masalah, tapi kalau tidak ada… lurus lurus aja, orang sudah merasa nyaman kalau dia tidak ngantor… enak. Kalau dia tidak datang ke arisan… netral, karena kalau dia datang maka ruweut. Celetak celetuknya, komentarnya itu menimbulkan masalah

5. Manusia Haram
Siapakah dia? Yaitu yang wajib tidak adanya, kalau ada sumber malapetaka, dan kalau tidak maka disyukuri tidak ada ketiadaannya.

Sekedar renungan untuk evaluasi diri, Apakah kehadiran kita ini menimbulkan manfaat atau mudharat, karena sebaik baiknya manusia, “khairunnas anfa uhum linnas” orang yang betul betul membawa manfaat.



Kita jelaskan satu per satu dari yang Mubah
Ada tuh di kantor kalau ngantor tidak ngantor tidak ngepek, datang ke kantor duduk di tempat parkir kantoran, dia ngiles juga di kantor juga nga ada pengaruhnya. Ini mubah ada tiada tidak membawa musibah dan tidak membawa manfaat, ini manusia netral. Matinya juga tidak ketahuan. Ya ini lumayan lah.
Turun satu derajat dari Mubah adalah Manusia Makruh, yaitu maaf…Jenis manusia yang kalau ada dia menimbulkan mudharat, kalau tidak ada nyaman. Kan ada tuh yang masuk ke kelas tuh, baru aja dateng sudah jahil, sekali ngomong “hey beruk!”. Celetak celetuknya tidak enak, Tidak enak aja. Nah kalau dia tidak sekolah, maka kondisi kelas nyaman. DI kantor juga begitu, ketika yang ketika dia datang jadi masalah aja. Gurauannya, penampilannya, sikapnya. Kalau dia mengerjakan sesuatu maka jadi masalah, tapi kalau dia tidak ngantor, itu suasana ruangan aman.

Di arisan jugu atau di arisan begitu , atau di pengajian, ada yang kalau ibu ibu itu dateng suda mulai penyekit kumat, tapi misalkan ibu ini tidka jadi dateng karena kehujanan, itu aman majelis taklim. Saya berharap mudah mudahan tidak ada yang seperti ini.
Nah yang paling buruk adalah manusia jenis HARAM, dia kalau tidak ada disyukuri, kalau di kantor misalnya punya bos yang jenis kurang ini, yang jenis ketiga. Dia kalau di mutasi maka syukuran itu di kantor, alhamdullilah telah berakhir tirani di kantor kita. Tapi tergantung juga kantor apa dulu ini ya, kalau karyawannya kurang baik semua, trus ada pimpinan yang baik dipindahkan maka dia juga numpeng nih. Bukan yang ini yang dimaksudkan, yaitu orang orang yang mencari kebaikan, sedangkan pimpinannya kurang baik ketika tiada maka disyukuri, seperti penjahat ketika ditangkap kan disyukuri ya. Alhadullilah ketangkap, ini manusia yang memang tidak boleh ada.

Kita mulai naik kepada yang lebih nyaman dengan hati kita yaitu Manusia Sunnah. Kurang lebih perumpamaannya, kalau dia ada menyenangkan, kalau dia tidak ya tidak rugi, tapi ya kalau ada nyenengin, datang ke kelas bawa permen , dia dateng tidak ada yang kelaparan. Kata katanya baik, gurauannya manfaat, dia suka ngajar. Kalau di kantor atasan, selama dia ada perkembangan kantor baik, insentif jalan, tapi kalau dia di mutasi dipindahkan tidak terasa kehilangannya . Hanya senenga aja kalau ada.

Tapi ada nih manusia spesial, siapakah dia? Nah ini manusia Wajib. Karena kalau dia ada, orang merasa manfaatnya dan dia tiada maka orang merasa kehilangan. Kenapa? Ini kebaikannya sama? Tapi kenapa terasa kehilangan? Tahu sebabnya? Sebabnya kebaikannya itu baaaiiikkkk sekali! Sebabnya kebaikannya itu sumbernya dari mata air hati nurani terdalam, ada orang baik, baik itukan skalanya macam macam; ada yang baik, ada yang baik jaim, ada yang baaiiikk sekali. Memang sumbernya di hatinya sudah baik, sehingga berbuat kebaikan itu tidak dibuat buat, tidak berat, lahir dari dalam sekali, karena dia sayang, dia senang berbuat baik, dia ikhlas, tampa pamrih, dia melakukannya dengan senang hati, dan betul betul dia merasa bahagia melakukan kebaikan. Nah ini terbaca oleh hati orang. Karena hati itu bisa membaca hati.

Ada yang berbuat baik asal, misalkan dimana jalan gegerkalong girang? Tuh tuh tuh itu pa, lurus terus belik kanan, nanti ada plang Pesantren Daarut Tauhid. Ada… itu sudah baik tuh.
Tapi ada juga yang:
“Pa mau ke pesantren Daaurut Tauhid? Ah saya tahu pa, mari saya anter”…
“oh nga usah”
“nga pa nga papa” #akurapopo ?
Terus dianter ditunjukan, disini mesjidnya, nah mau wudhu di sebelah sini, dan nanti saya bawakan sendal, nga usah… ngapapa… kita mau mengucapkan terima kasih… dia sudah tidak ada. Itu terngiang ngiang dalam pikiran kita. Ini kok baik banget, tidak pamrih, kenapa? boleh jadi memang sudah di dalam hatinya senang sekali membuat kebaikan. Tampa pamrih.
Jadi ada orang baik yang baiiik nya itu dari dalam, nah mau tahu cara ngukurnya? kalau orang baik asli atau baiknya…, ada yang Baik A atau Baik B gitu baiknya. Nilai A baik sekali, B juga sudah baik. Caranya begini, siapakah yang paling bisa membaca hati? Biasa yang paling bisa membaca hati itu ada dua kelompok
1. Anak kecil
2. Saudara saudara kita yang diberikan kekhususan pada fisiknya.
Orang mengatakan cacat, saya sendiri tidak sependapat, karena tidak ada perbuatan Alloh yang gagal. Toh orang diberikan keterbatasan fisiknya, kemampuannya, tidak identik dengan gagal perbuatan Alloh, bahkan boleh jadi disanalah kesempurnaan perbuatan Alloh ditunjukan.
Nah biasanya orang yang hatinya baiiik sekali disukai oleh anak anak kecil, karena anak kecil dia lebih murni membaca seseorang, kalau gede sedikit itu bisa suka tidak suka gara gara topeng. Aduh ini baik… karena naksir. Itu Itu beda urusan, si neneng ini baiikk sekali.l.. karena fall in love. Atau “ah itu mah pura pura”… karena sudah dia dengki duluan. Dia membaca ada kebaikan pada seseorang ini, tetapi karena sudah keburu dengki maka jadi rancu menilai kebaikan.
Anak kecil tidak ada dengki dengkian, peka sekali anak kecil itu, anak kecil itu tahu kebaikan asli dari hati nuraninya atau di buat-buat.
Wah banyak juga nih ketikannya, oke kalau mau melanjutnya ceritanya, silahkan deh dengar sendiri ya ceramah Aagym tentang 5 sifat manusia di link berikut ini:

Intinya silahkan instropeksi diri, diri kita masuk ke jenis mana ya? Apakah Manusia Wajib, Manusia Sunah, Manusia Mubah, atau Makruh bahkan Haram…. tidak perlu bas basi ya, instropeksi diri saja, sudah jelas kok ciri ciri nya. Kalau banyak orang tidak suka, banyak orang menjauhi ya mungkin masuk ke jenis terburuk… Terus bagaimana mengobatinya? Banyak banyak istigfar dan ngaji Quran aja ya.
Cukup segini dulu ya, mohon maaf tulisannya belum di dramatisir sehingga jadi versi curhat, nanti deh makan pagi dulu ya… 🙂

Download Ceramah Aagym – 5 Jenis Manusia:

https://app.box.com/s/bctnk0ayct6xn0dov60o

Atau lihat video nya di youtube:

Atau ingin mendengar lengkap secara off line silahkan pesan flashdisk nya di www.smstauhis.com

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Comments

2 Responses to “5 Jenis Manusia”
  1. Noval says:

    mudah2an aku bukan termasuk jenis manusia yang merugikan orang lain, itu saja mungkin. Jazakallah sharingnya pak

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!