Kasus Pengadaan masih mendominasi Modus KKN 2016

August 23, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kasus Pengadaan

Modus Operandi KKN di Sektor Pengadaan Barang/Jasa
Menempati urutan kedua dalam sumbangsih kasus korupsi di Indonesia, pengadaan barang/jasa dinilai masih jalan di tempat pascareformasi tahun 1998. Perubahan dari manual ke elektronik tidak serta-merta mampu menjadikan pengadaan barang/jasa terbebas dari penyakit akut bernama KKN yang menjangkit bangsa ini. KPK merilis kasus-kasus korupsi di Indonesia selama tahun 2014 dan pengadaan barang/jasa menjadi runner up sebagai kasus terbanyak korupsi di Indonesia.

Tentu berbagai perubahan yang telah dilakukan baik pemerintah pusat maupun daerah tidak semuanya mengecewakan. Tapi fakta bahwa mendapat predikat kedua dalam kasus korupsi di Indonesia, menandakan masih banyak yang harus dievaluasi dari agenda besar pengadaan barang/jasa di Indonesia. Lantas kenapa kita merasa perlu dan penting untuk peduli terhadap pengadaan barang/jasa di Indonesia? Karena pengadaan barang/jasa berkontribusi besar terhadap penyerapan APBN dan APBD. Jadi siapapun yang mengaku berwarganegara Indonesia wajib hukumnya peduli terhadap pengadaan barang/jasa. Ada begitu banyak modus  yang digunakan oleh para oknum untuk mencuri uang negara melalui proses pengadaan barang/jasa. Menurut mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, terdapat 18 modus operandi yang biasanya digunakan oleh oknum-oknum tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

Pengusaha menggunakan pengaruh pejabat pusat untuk “membujuk” Kepala Daerah/Pejabat Daeerah mengintervensi proses pengadaan dalam rangka memenangkan pengusaha, meninggikan harga atau nilai kontrak, dan pengusaha tersebut memberikan sejumlah uang kepada pejabat pusat maupun daerah
Pengusaha memengaruhi Kepala Daerah/Pejabat Daerah untuk mengintervensi proses pengadaan agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung, dan harga barang/jasa dinaikkan (mark up), kemudian selisihnya dibagi-bagikan
Panitia pengadaan membuat spesifikasi barang yang mengarah ke merk atau produk tertentu dalam rangka memenangkan rekanan tertentu dan melakukan mark up harga barang atau nilai kontrak
Kepala Daerah/Pejabat Daerah memerintahkan bawahannya untuk mencairkan dan menggunakan dana/anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti yang tidak benar atau fiktif
Kepala Daerah/Pejabat Daerah memerintahkan bawahannya menggunakan dana/uang daerah untuk kepentingan pribadi koleganya, atau untuk kepentingan pribadi kepala/pejabat daerah yang bersangkutan, kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran-pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti yang tidak benar, bahkan dengan menggunakan bukti-bukti yang kegiatannya fiktif
Kepala Daerah menerbitkan peraturan daerah sebagai dasar pemberian upah pungut atau honor dengan menggunakan dasar peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yang tidak berlaku lagi
Pengusaha, pejabat eksekutif, dan pejabat legislatif daerah bersepakat melakukan ruislag (pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara tukar menukar) atas aset Pemda dan melakuknmark down atas aset Pemda serta mark up atas aset pengganti dari pengusaha/rekanan
Para Kepala Daerah meminta uang jasa (dibayar dimuka) kepada pemenang tender sebelum melaksanakan proyek
Kepala Daerah menerima sejumlah uang dari rekanan dengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan
Kepala Daerah membuka rekening atas nama kas daerah dengan specimen pribadi (bukan pejabat dan bendahara yang ditunjuk), dimaksudkan untuk mepermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur
Kepala Daerah meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana pemerintah yang ditempatkan pada bank
Kepala Daerah memberikan izin pengelolaan sumber daya alam kepada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan teknis dan finansial untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya
Kepala Daerah menerima uang/barang yang berhubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkannya
Kepala Daerah/keluarga/kelompoknya membeli lebih dulu barang dengan harga yang murah kemudian dijual kembali kepada instansinya dengan harga yang sudah di-mark up
Kepala Daerah meminta bawahannya untuk mencicilkan barang pribadinya menggunakan anggaran daerahnya
Kepala Daerah memberikan dana kepada pejabat tertentu dengan beban kepada anggaran dengan alasan pengurusan DAU/DAK
Kepala Daerah memberikan dana kepada DPRD dalam proses penyusunan APBD
Kepala Daerah mengeluarkan dana untuk perkara pribadi dengan beban anggaran daerah.

Delapan belas modus ini adalah yang paling sering digunakan oleh para oknum pencuri uang negara. Filtrasi yang dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektonik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) sejauh ini masih belum optimal. Masih banyak celah yang bisa digunakan untuk mengakali atau mengintervensi proses pengadaan barang/jasa meskipun telah ada LPSE dan ULP . Sehingga sudah semestinya kita sebagai masyarakat lebih peduli dan berani melaporkan ke pihak berwajib jika kita menemukan adanya indikasi KKN dalam proses pengadaan barang/jasa. Bisa jadi para oknum nakal tersebut ada di sekitar atau bahkan dekat dengan kita. Berani jujur itu HEBAT!

Penulis: Arief. T. Cahyana
Sumber:
http://www.btrust.or.id/index.php/article-publication/133-18-modus-operandi-kkn-di-sektor-pengadaan-barang-jasa
========================
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/06/27/o9fkjg335-kpk-142-kasus-di-kpk-berasal-dari-pengadaan-barang-dan-jasa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan dari 468 kasus yang ditangani sejak 2015, ada 142 kasus korupsi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. KPK pun meminta agar pemerintah dan pihak terkait bisa memaksimalkan upaya menutup celah rawan korupsi dari sektor tersebut.

“Harapannya adalah kita dapat mendorong menutup celah potensi korupsi yang terkait PBJ pemerintah ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Cahya Harefa, Senin (27/6).

Cahya mengungkap, berbagai modus korupsi dalam pengadaaan barang dan jasa antara lain kesepakatan proyek sebelum anggaran disetujui, rekayasa dokumen karena adanya persekongkolan pihak-pihak terkait, mark up harga, suap, hingga manipulasi pemilihan pemenang.

Ia merinci total pengaduan masyarakat terkait pengadaan barang dan jasa ke KPK hingga 2015 juga mencapai 12.693 pengaduan, dengan nilai kerugian negara hampir Rp 1 Triliun.

Dengan dasar itu pula, dibentuk kajian pencegahan korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan kajian ini kata Cahya, diharapkan sejumlah pihak terkait dapat memetakan segala titik rawan korupsi.

“Kita harapkan dalam sebulan segera dari LKPP, Bapenas, Kemendagri, KemenpanRB buat rencana aksi dan tindak lanjuti bersama-sama dan KPK akan memantaunya,” ujar Cahya.

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.