Pengadaan Motor Pemadam Kebakaran DKI

August 4, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kasus Pengadaan

Korupsi Pengadaan Motor Pemadam Kebakaran DKI Dibongkar

Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan tersangka untuk kasus dugaan korupsi pengadaan fire motor atau motor pompa portable tahun 2011 di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta. Ketiga tersangka itu Rimawati selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Dastua Gultom dan Kamsudin. Hingga saat ini tim penyidik masih menyisir keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Rum mengatakan, untuk memperkuat alat bukti kasus korupsi fire motor ini tim penyidik memeriksa sejumlah lurah di Jakarta Pusat. Pemeriksaan ini untuk memastikan para lurah menerima fire motor sesuai spesifikasi yang ditentukan. Lurah yang diperiksa antara lain Lurah Cideng Jakarta Pusat Zulkifli dan Lurah Petamburan Eddy Syamsuddin .

“Kedua Lurah itu kemarin telah memenuhi panggilan penyidik, sementara satu saksi lainnya dari swasta tidak hadir tanpa keterangan,” kata M Rum di Kejaksaan Agung, Selasa (2/8).
Rum mengatakan, kedua lurah tersebut diperiksa terkait penerimaan barang untuk pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana beserta kelengkapannya. Penyidik ingin memastikan penerimaan alat tersebut dituangkan dalam berita acara serah terima barang.

Kasus ini berawal pada 2011, saat itu Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana DKI memperoleh alokasi anggaran pengadaan fire motor atau motor pompa portable, sebesar Rp 31.046.000.000. Atas anggaran tersebut, Paimin Napitupulu selaku Pengguna Anggaran (PA) mendelegasikan pelaksanaan kegiatan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rimawati. Anehnya, KPA telah menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Reference tanpa disertai tanggal dan bulan.

Selanjutnya, September 2011 KPA menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang nilainya sebesar Rp 30.417.000.000 dan menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp30.102.712.200. Lalu pada 10 Oktober 2011, Paimin mengajukan surat penyampaian pengajuan lelang dan pada 21 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2011 akhirnya dilaksanakan lelang pengadaan motor pompa portable dan kelengkapannya.

Dalam lelang itu PT Kaharti Pasti Utama dinyatakan menjadi pemenang. Pada 15 November 2011, dilakukan penandatanganan kontrak pengadaan oleh Dinas Damkar PB DKI No 5428/-077.922. Anehnya nilainya lebih rendah dari RAB dan HPS yakni, senilai Rp 28.640.700.000. Meski terdapat keanehan serah terima barang tetap dilakukan pada 20 Desember 2011, dari Heru Agus Mawardi selaku ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) kepada Paimin selaku PA dengan berita acara serah terima barang pekerjaan Nomor 6324/077.922.
Jaksa Agung Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah mengatakan akan menyeret siapa pun yang terlibat kasus ini. Termasuk dugaan keterlibatan mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemprov DKI Paimin Napitupulu. Paimin dinilai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini.

Soal dugaannya keterlibatan Paimin dalam kasus ini, Armin enggan berspekulasi. Ia mengatakan proses penegakan hukum didasarkan pada alat bukti yang cukup. Jika alat bukti cukup, maka siapa pun akan ditetapkan tersangka.
“Jika cukup bukti, kenapa tidak (jadi tersangka),” tegasnya.
Sementara itu, Paimin Napitupulu membantah terlibat dalam kasus ini. Pengadaan motor pemadam kebakaran menurutnya, telah sesuai aturan hukum dan prosedur pengadaan barang yang telah ditetapkan pemerintah
Pengadaan ini juga telah melalui pemeriksaan Inspektorat DKI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya tidak ditemukan pelanggaran maupun penggelembungan anggaran. Pengadaan 110 motor pemadam senilai Rp30,102 miliar itu juga lengkap dengan perangkatnya. Pemeriksaan oleh inspektorat saat itu karena ada laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat, dimana diduga ada penggelembungan harga.
Paimin mengaku, tidak ada penggelembungan harga dalam pengadaan fire motor. Sebab harga per motor pemadam kebakaran sudah termasuk alat pendukungnya. Spesifikasi motor pemadam ini terdiri dari 4 silinder atau empat-tak dan untuk tangki air 2 silinder atau 2 tag. Seluruh motor pemadam yang lengkap dengan peralatan pendukungnya ini juga sudah mendapatkan sertifikasi Kementerian Perhubungan dan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Harga motor pemadam per unitnya senilai Rp25 juta. Sedangkan alat pendukung lainnya yang masuk dalam motor ini berbeda-beda tergantung jenisnya. Seperti tangki air kapasitas 600 liter senilai Rp10 juta, kelengkapan pendukung seperti jacket construction, lining construction dan lainnya senilai Rp3,8 juta.
Kemudian Hose reel atau selang sepanjang 20 meter senilai Rp2 juta, dua selang penghisap seharga Rp10,365 juta, pipa pemancar ukuran 2,5 inch sebesar Rp2,3 juta, By-pass eductor senilai Rp1,75 juta. Berikutnya foam aspirating tubes senilai Rp3 juta, saringan hisap kuningan senilai Rp945 ribu, kampak personil berbahan baja senilai Rp415 ribu, fire helmet senilai Rp5,65 juta. Lalu satu set fireman suit senilai Rp8,5 juta terdiri dari jaket, pant, glove, sepatu bot anti api.

Peralatan pendukung lainnya yang ada dalam motor damkar yakni, alat komunikasi megaphone senilai Rp1,15 juta, fire blanket Rp 1,3 juta, dua partabel fire extinguisher (APAR) Rp953 ribu, dua water proof flash light Rp1,04 juta, empat lampu strobo Rp500 ribu, satu toa dan sirine Rp3 juta.
==================




==================
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengadaan Motor Damkar

Kejaksaan Agung menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan fire motor atau motor pemadam kebakaran tahun 2011 di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta. Yakni, Rimawati selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Dastua Gultom dan Kamsudin.
“Sedang didalami lagi kemungkinan adanya tersangkalain,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, M Rum.

Sebelumnya, penyidik gedung bundar mengumpulkan kesak­sian para lurah di Jakarta. Senin lalu, giliran Cideng Zulkifli dan Lurah Petamburan Eddy Syamsuddin yang dimintai ke­saksian.
“Kedua lurah itu kemarin telah memenuhi panggilan penyidik, sementara satu saksi lainnya dari swasta tidak hadir tanpa keterangan,” sebut Rum.
Pemeriksaan terhadap para lurah itu untuk memperkuat bukti adanya pelanggaran dalam pengadaan tender fire motor. Rum mengatakan, lurah dim­intai kesaksiannya mengenai kondisi fire motor ketika dis­erahkan perusahaan pemenang tender kepada pihak kelurahan. Apakah kondisinya seperti sep­erti yang tertuang dalam kon­trak pengadaan. Juga apakah ada berita acara serah terima barang.

Pengadaan fire motor itu dilakukan pada 2011. Saat itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI dijabat Paimin Napitupulu.
Jaksa Agung Muda Tindak Agung Pidana Khusus (JAM Pidsus) Arminsyah menegaskan akan menyeret siapa pun yang terlibat kasus ini. Termasuk du­gaan keterlibatan Paimin.
Namun Arminsyah tak ingin buru-buru menyatakan Paimin bakal menyusul jadi tersangka kasus ini. Menurut dia, kejak­saan menetapkan seseorang menjadi tersangka berdasarkan alat bukti.
“Jika cukup bukti, kenapa tidak (jadi tersangka),” katanya.
Paimin Napitupulu dalam penjelasannya kepada wartawan menyatakan, pengadaan motor pemadam kebakaran telah sesuaiaturan hukum dan prosedur pengadaan barang yang telah ditetapkan pemerintah.
Pengadaan ini juga telah mela­lui pemeriksaan Inspektorat DKI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya tidak ditemu­kan pelanggaran maupun peng­gelembungan anggaran.

Pengadaan 110 motor pemadam senilai Rp 30,102 miliaritu juga lengkap dengan perangkatnya. Pemeriksaan oleh Inspektorat saat itu karena ada laporan dari lembaga swadaya masyarakat yang menduga ada penggelembungan harga.
Paimin membantah tidak ada penggelembungan harga dalam pengadaan fire motor. Sebab harga per motor pemadam ke­bakaran sudah termasuk alat pendukungnya.

Adapun spesifikasi motor pemadam ini yakni mesin 4 silinder atau empat-tak dan untuk tangki air 2 silinder atau 2 tag. Seluruh motor pemadam yang lengkap dengan peralatan pendukungnya ini juga su­dah mendapatkan sertifikasi Kementerian Perhubungan dan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.
Kasus ini berawal pada 2011. Saat itu Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana DKI memperoleh alokasi anggaran pengadaan fire motor atau mo­tor pompa portable, sebesar Rp 31.046.000.000.
Atas anggaran tersebut, Paimin Napitupulu selaku Pengguna Anggaran (PA) mendelegasi­kan pelaksanaan kegiatan ke­pada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rimawati. Anehnya, KPA telah menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Reference tanpa disertai tanggal dan bulan.

Selanjutnya, September 2011 KPA menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang nilainya sebesar Rp 30.417.000.000 dan menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp30.102.712.200.
Lalu pada 10 Oktober 2011, Paimin mengajukan surat pe­nyampaian pengajuan lelang dan pada 21 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2011 akhirnya dilak­sanakan lelang pengadaan motor pompa pemadam kebakaran dan kelengkapannya.
Dalam lelang itu PT Kaharti Pasti Utama dinyatakan menjadi pemenang. Pada 15 November 2011, dilakukan penandatangan­an kontrak pengadaan oleh Dinas Damkar PB DKI No 5428/-077.922. Anehnya nilainya lebih rendah dari RAB dan HPS yakni, senilai Rp 28.640.700.000.
Meski terdapat keanehan se­rah terima barang tetap dilakukan pada 20 Desember 2011, dari Heru Agus Mawardi se­laku ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) kepada Paimin selaku PA dengan berita acara serah terima barang peker­jaan Nomor 6324/077.922
Harga motor pemadam per unit ditetapkan Rp 25 juta. Sedangkan alat pendukung lain­nya yang masuk dalam motor ini berbeda-beda tergantung jenisnya. Seperti tangki air ka­pasitas 600 liter senilai Rp10 juta, kelengkapan pendukung seperti jacket construction, lin­ing construction dan lainnya senilai Rp 3,8 juta.

Kemudian hose reel atau se­lang sepanjang 20 meter senilai Rp 2 juta, dua selang penghisap seharga Rp 10,365 juta, pipa pe­mancar ukuran 2,5 inch sebesar Rp 2,3 juta, By-pass eductor senilai Rp 1,75 juta.
Berikutnya foam aspirating tubes senilai Rp 3 juta, saringan hisap kuningan senilai Rp 945 ribu, kampak personil berbahan baja senilai Rp 415 ribu, fire helmet senilai Rp 5,65 juta. Lalu satu set fireman suit senilai Rp 8,5 juta terdiri dari jaket,pant, glove, sepatu bot anti api.

Peralatan pendukung lainnya yang ada dalam motor damkar yakni, alat komunikasi megaphone senilai Rp 1,15 juta, fire blanket Rp 1,3 juta, dua portabel fire extin­guisher (APAR) Rp 953 ribu, dua water proof flash light Rp 1,04 juta, empat lampu strobo Rp 500 ribu, satu toa dan sirine Rp 3 juta.
Total harga motor pemadam dengan perlengkapan Rp 260 juta per unit. Motor pemadam ini dibagi-bagikan ke 55 kelurahan di seluruh wilayah Jakarta

=====================
Kejati DKI, Inspektorat, dan BPK tidak temukan masalah di proyek itu.
Kamis, 30 Agustus 2012

Pemprov DKI Jakarta membantah adanya indikasi tindak pidana korupsi pengadaan motor pemadam kebakaran. Proyek ini dipastikan sudah sesuai dengan aturan hukum dan prosedur pengadaan barang yang telah ditetapkan pemerintah.
Proyek tersebut sudah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi DKI, Inspektorat DKI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun penggelembungan anggaran proyek yang nilainya mencapai Rp30,102 miliar untuk pengadaan 110 motor pemadam lengkap dengan perangkatnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, proyek yang dimenangkan PT Makarta untuk mengadakan motor pemadam kebakaran yang harganya Rp260 juta per unit lengkap dengan peralatannya sudah sesuai dengan prosedur lelang.
“Proyek ini memang dilelang satu paket, yaitu mulai dari pengadaan sepeda motor, tangki, jaket, helm hingga peralatan pendukung lainnya yang dikemas dalam satu paket motor damkar,” kata Paimin, hari ini.
Alasan dilakukannya lelang satu paket, paparnya, karena bila dilakukan lelang terhadap masing-masing peralatan, akan memakan waktu yang lebih panjang dan biaya yang lebih tinggi.

Sedangkan, kasus kebakaran di wilayah-wilayah pemukiman padat sudah sering kali terjadi, sehingga pengadaan motor damkar sudah sangat mendesak untuk segera direalisasikan. “Kita lakukan penghematan dengan sistem paket. Sehingga pemenang lelang dapat menyediakan paket motor damkar sesuai dengan kebutuhan kami,” ujarnya.
Ditegaskannya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI sudah memeriksa proyek ini. Tidak hanya itu, Inspektorat dan BPK juga sudah memeriksa penyelenggaraan proses tender motor damkar ini. Dari hasil pemeriksaan, ketiga institusi ini menemukan tidak ada masalah dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Institusi ini sudah memeriksa apakah memang ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pengadaan motor damkar ini. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan laporan dari sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menyebutkan ada penggelembungan anggaran. Padahal hal itu tidak benar,” tuturnya.
Diungkapkannya, LSM tersebut hanya melihat harga motornya saja, tetapi tidak melihat keseluruhan harga peralatan pendukungnya. Seluruh item pendukung ini dimasukkan dalam satu paket pengadaan motor pendukung untuk menunjang kinerja petugas di lapangan.
“Namun LSM melihatnya hanya harga motornya saja, sehingga jelas ada perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan itulah yang kemudian dianggap sebagai mark up anggaran proyek. Jelas itu kebohongan publik dan fitnah,” tegasnya.
Paimin menyebutkan, spesifikasi motor pemadam ini terdiri dari 4 silinder atau empat-tak dan untuk tangki air 2 cilinder atau 2 tak. Seluruh motor pemadam yang lengkap dengan peralatan pendukungnya ini juga sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan dan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Tangki air ini kapasitasnya 600 liter namun tidak harus diisi full, sebab harus dicampur dengan foam.
Harga motor pemadam per unitnya senilai Rp25 juta. Sedangkan alat pendukung lainnya yang dimasukkan dalam motor ini berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Seperti tangki air kapasitas 600 liter senilai Rp 10 juta, kelengkapan pendukung diantaranya seperti jaket construction, lining construction dan lainnya senilai Rp3,8 juta.
Kemudian Hose reel atau selang sepanjang 20 meter senilai Rp2 juta, dua selang penghisap seharga Rp10,365 juta, pipa pemancar ukuran 2,5 inch sebesar Rp2,3 juta, By-pass eductor senilai Rp1,75 juta. Berikutnya foam aspirating tubes senilai Rp3 juta, saringan hisap kuningan senilai Rp945 ribu, Kampak personil berbahan baja senilai Rp415 ribu, fire helmet senilai Rp5,65 juta. Lalu satu set fireman suit senilai Rp8,5 juta terdiri dari jaket, pant, glove, sepatu bot anti api.

Peralatan pendukung lainnya yang ada dalam motor damkar yakni, alat komunikasi megaphone senilai Rp1,15 juta, fire blanket Rp 1,3 juta, dua partabel fire extinguisher (APAR) Rp953 ribu, dua water proof flash light Rp1,04 juta, empat lampu strobo Rp500 ribu, satu toa dan sirine Rp3 juta.
Sumber:
http://www.gresnews.com/berita/hukum/16028-korupsi-pengadaan-motor-pemadam-kebakaran-dki-dibongkar/0/

http://www.beritasatu.com/megapolitan/68917-pemprov-keukeuh-pengadaan-damkar-sesuai-prosedur.html

http://www.rmol.co/read/2016/08/03/255564/Kejagung-Tetapkan-3-Tersangka-Kasus-Pengadaan-Motor-Damkar-

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!