Alat Fitness saja bermasalah pengadaannya

September 11, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kasus Pengadaan

Katanya HPS di mark up dan yang buat HPS adalah Pokja ULP?!, ada kerugian negara sebesar 3 milyar dari HPS 3,8 milyar, jadi yang dibelanjakan hanya 800 juta…

Yah silahkan dibaca saja beritanya di bawah ini:

Korupsi Pengadaan Alat Fitnes, Dua Tersangka Ditetapkan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat telah menetapkan dua orang tersangka, dalam kasus pengadaan alat fitness, di Beberapa Gelanggang Olah Raga (GOR), di Jakarta Barat.

“Dua orang tersangka tersebut, adalah EB sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan rekanan berinisial CH,” kata Kajari Jakbar Reda Manthovani yang ditemui Pos kota, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta, Jumat (9/9).

Menurut Reda, mereka dijadikan tersangka, karena diduga telah melakukan penggelembungan biaya (mark up) HPS (Harga Perhitungan Sendiri). Akibatnya, negara diduga dirugikan sekitar Rp3 miliar lebih.

PENGGELEDAHAN

Kajari Jakbar menjelaskan sampai kini sudah memeriksa 30 orang dari berbagai pihak terkait. Mereka, terdiri dari unsur pejabat, panitia pengadaan, rekanan, PPHP, Bendahara dari Dinas Olahraga DKI Jakarta.

Sehari sebelumnya, Kamis (8/9) tim penyidik menggeledah alat-alat Fitness, di Unit Pelaksana Teknis GOR Grogol, Jakbar. Penggeledahan dipimpin

Kasie Pidsus Kejari Jakbar Choirun Parapar dan Kasie Intel Kejari Jakbar Teguh Ananto. Sejumlah dokumen penting turut disita oleh tim penyidik.

Kasus ini berawal kontrak kesepakatan pembelian alat fitness senilai Rp4 miliar, namun yang terealisir sebesar Rp 3,8 miliar, 2013.

Pada praktiknya, yang hanya dibelanjakan senilai dibeli Rp 800 jutaan saja.
http://poskotanews.com/2016/09/09/korupsi-pengadaan-alat-fitnes-dua-tersangka-ditetapkan/
=================
Bareskrim Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Fitness di APBD-P

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri kini sedang menyidik kasus di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, yakni pengadaan alat kebugaran atau alat fitness pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2013/2014.

Sebelumnya Bareskrim Polri mengusut dugaan korupsi pengadaan UPS, printer-scanner, serta Digital Education Classroom dengan tersangka Alex Usman.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Adi Deriyan mengatakan dugaan korupsi pengadaan alat fitness baru naik sidik sekitar dua minggu lalu.

“Untuk pengadaan alat fitness baru naik sidik dua minggu lalu. Nanti selanjutnya kami akan gelar perkara menetapkan tersangka di kasus ini,” ucap Adi Deriyan, Sabtu (26/3/2016).

Dalam pengusutan kasus ini, Adi mengaku telah memeriksa sekitar 20 saksi dari lingkungan Pemerintah Daerah. Bahkan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi yang diperiksa akan terus bertambah.

“Saksi yang diperiksa saat ini ada 20 orang, minggu depan kami akan periksa saksi dari distributor. Setelah itu baru gelar perkara penetapan tersangka,” tegas Adi.
http://www.tribunnews.com/nasional/2016/03/26/bareskrim-sidik-dugaan-korupsi-pengadaan-alat-fitness-di-apbd-p
===============
Kejari Jakbar Dalami Penyidikan Kasus Korupsi Alat Fitnes
Kejaksaan Negeri Jakarta Barat masih terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat fitness di Dinas Olahraga DKI Jakarta. Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Satu dari pihak pejabat Pemerintah Provinsi DKI dan satu dari pihak rekanan. “Yaitu PPK (pejabat pembuat Komitmen) dengan inisial EB dan rekanan dengan inisial CH yang diduga kuat terlibat secara langsung dalam proses mark up,” ungkap Kepala Kejari Jakarta Barat Reda Manthovani, Jumat (9/9).

Reda menjelaskan, kasus korupsi ini bermula pada 2013, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gelanggang Olah Raga Jakarta Barat melaksanakan pengadaan sejumlah alat fitness. Pagu anggarannya Rp 4 miliar sedangkan realisasi nilai kontraknya Rp 3,8 miliar. Lalu, alat-alat fitness ini dipergunakan untuk aktivitas olahrga di GOR Grogol.

Meski nilai kontraknya lebih rendah dibanding nilai pagu, namun ternyata harga penetapan sendiri (HPS) sudah di mark-up terlebih dulu oleh panitia pengadaan. Diduga kerugian negara mencapai Rp 3 miliar. Tapi, lanjut Reda, untuk memastikan angka kerugian negara, Kejari Jakarta Barat sudah meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DKI Jakarta untuk melakukan audit. “Sekarang sedang dilakukan perhitungan kerugian negara oleh auditor dari BPKP,”ujarnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (8/9), penyidik Kejari Jakarta Barat melakukan penggeledahan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Grogol, Jakarta Barat. Di GOR ini, penyidik menginventaris dan mengecek alat-alat fitness yang dalam pengadaanya diduga terjadi tindak pidana korupsi. Penyidikjuga menyita beberapa dokumen terkait dengan pengadaan tersebut.
– See more at: http://www.kejari-jakbar.go.id/index.php/profil/arsip/berita/item/330-kejari-jakbar-dalami-penyidikan-kasus-korupsi-alat-fitnes#sthash.afMcoVAU.dpuf

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!