Dinas Paling Lelet di kota Bogor – Bina Marga dan Wasbangkim

September 7, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kota Bogor

Wah bahaya ini, kan sudah bulan September, tinggal 3 bulanan lagi ke akhir tahun anggaran 2016. Padahal untuk lelang saja bisa 2 minggu sampai sebulanan waktunya, belum ada resiko gagal lelang dan sanggahan serta keterlambatan tandatangan kontrak. Kalau baru mulai lelang, bagaimana nasib paket paket pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih dari 3 bulan?

Kalaupun waktunya cukup sampai akhir tahun, namun pengadaan konstruksi dengan waktu yang mepet seperti ini akan menghadapi resiko ketika terjadi keterlambatan. Akan ada buah simalakama nantinya, kalau diberi waktu tambahan akan lewat tahun anggaran, kalau putus kontrak maka pekerjaan tidak selesai.

Solusinnya ya harusnya “Lelang Dini”, nanti di akhir tahun 2016 harunya sudah mulai persiapan untuk lelang pekerjaan tahun 2017. Bahkan akan lebih ideal bila dari sekarang sudah mulai persiapan untuk pekerjaan-pekerjaan tahun depan, bukan malah baru lelang ya. Sekarang persiapan, akhir tahun lelang, selanjutnya di tahun 2017 sudah tenang, di awal semester dijamin penyerapan sudah tinggi. Kalau ada keterlambatan bisa dengan tenang mencari solusinya.

Kumaha atuh pa Nana dan pa kadis disbima?

Berikut beritanya dari http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2016/09/06/bina-marga-dan-wasbangkim-dinas-paling-lelet-di-kota-bogor/

Bina Marga dan Wasbangkim Dinas Paling Lelet di Kota Bogor

Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor belum maksimal. Buktinya, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga awal September 2016, baru menyentuh posisi  30,93 persen.

Ada dua OPD yang memiliki serapan tak lebih dari 10 persen  yakni, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSA) dan Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemukiman (Wasbangkim).

Keinginannya Walikota Bogor Bima Arya untuk ´berlari´ ternyata tidak direspon utuh para anak buahnya. Percepatan infrastruktur yang dia inginkan masih belum sesuai ekspetasinya.

Kepada Radar Bogor, Bima mengaku masih belum puas dengan kinerja para anak buahnya. Dari laporan semester pertama yang dia terima, hanya 7 OPD yang serapannya diatas 50 persen, sisanya sebanyak 39 OPD serapannya dibawah 50 persen.

“Sejauh ini, saya  belum puas dengan pembangunan yang ada di Kota Bogor. Terutama soal infrastruktur. Karenanya kita seharusnya bisa melakukan akselerasi dengan melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali,” ujar Bima.

Berkaca dari laporan realisasi penyerapan anggaran semester pertama 2016, penyerapan anggaran kegiatan atau belanja langsung baru di angka Rp413,754 miliar atau 30,93 persen dari total belanja lansung Rp1,337 triliun. Menurut Bima serapan ini harusnya bisa digenjot lagi.

“Dari laporan yang saya terima dari total 186 paket yang dilelang, baru 155 paket atau sekitar 83 persen yang selesai. Nah, sekarang masih dalam proses ada 31 paket atau 17 persen total paket. Sementara ada 33 paket yang gagal lelang,” urai Bima.

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.web.id

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.