Wow Keren – Satu CV menang di 20 lebih paket di Batam

September 6, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Kasus Pengadaan

Tidak banyak informasi yang diperoleh dari hasil browsing di google.com, mbah google menampilkan 1 halaman penuh browser hasil penarian dengan kata kunci “CV Fokus Renovation Pengadaan”, sedangkan halaman kedua sudah mulai bias dengan kata kunci lainnya. Kenapa memakai kata pengadaan? karena kalau tanpa kata pengedaan maka pencarian akan melebar ke bahasa inggris dan menampilkan hasil diluar dari kontek pengadaan.

Beberapa link menampilkan hasil pengumuman paket pekerjaan yang dimenangkan oleh CV. Focus Renovation, antara lain di lpse.batamkota, lpse.keprigov, lpse.batam, lpse.bppbatam (badan pengusahaan batam). Selain pengumuman pemenang muncul berita berita terkait hal ini seperti dari kepriupdate.com, posmetro.co, batamtoday.com, dan teratas ada batampos.co.id.
Dari informasi lelang diperoleh alamat dari CV Focus Renovation adalah di KOMP. RUKO CIPTA EMERALD BLOK A NO.10 BATAM – Batam (Kota) – Kepulauan Riau dengan nomor NPWP – 03.291.183.6-215.000.

Terkait menang di 23 paket pekerjaan, tidak terdeteksi secara lansung, karena dari halaman pertama google hanya 1 lpse yang memenangkan CV tersebut yaitu di lpse.batamkota. Pada beberapa paket lain CV> Focus Renovation hanya sekedar sebagai peserta atau calon pemenang cadangan saja.

Kalau memang benar adanya berita ini, maka harus dilihat terlebih dahulu apakah SKP (Sisa Kemampuan Paket) ketika mengerjakan satu pekerjaan masih mencukupi atau tidak. Apabila tidak mencukupi bisa terjadi ada ketidakjelian pokja ULP dalam meneliti dokumen kualifikasi penyedia. Ada modus lainnya yaitu saling meminjam di antara penyedia, atau bahkan perusahaan ini mungkin merupakan perusahaan spesialis pinjaman alias perusahaan cap bendera. Dalam beberapa kasus seleksi jasa konsultan saya sering menemukan hal ini. Satu nama perusahaan muncul dalam beberapa paket dan dijadikan sebagai pendamping atau dapat juga dijagokan menjadi pemenang, namun ketika di klarifikasi ternyata orang di belakangnya masih orang orang lama juga yang menjadi direktur perusahaan berbeda.

direktur focus renovationAtau memang… jangan berburuk sangka dulu donk… bisa saja memang perusahaannya bagus, persyaratan dalam dokumen pengadaan semuanya di penuhi, kemudian harga juga bisa menawarkan harga termurah, ya mau apa lagi… pasti menang banyaklah… Hal ini juga dikatakan oleh direkturnya, kalau memang salah ya digugurkan saja, kenapa dimenangkan katanya 🙂

Berikut adalah kumpulan beritanya:

Satu CV Menangkan Puluhan Tender, Bau Persengkongkolan Tercium Kuat

Kemenangan CV Focus Renovation di 23 tender pelelangan, akhir tahun lalu, memang mengundang tanya. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam mencium adanya persekongkolan dalam proses pelelangan tersebut.

“Baunya sangat kuat,” kata Ketua KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar, Senin (5/9).

Ia mempertanyakan alasan si kuasa pengguna anggaran yang memecah tender pengadaan bahan bangunan untuk sejumlah kelurahan menjadi beberapa paket pelelangan. Padahal, tender tersebut bisa dilelang dalam satu paket pelelangan.

Sebab, jenis tendernya sama. Itupun berada di wilayah-wilayah yang jaraknya cukup dekat. Wilayah Batam tidak begitu luas untuk dijelajahi.

“Kalau letaknya antar pulau, wajarlah. Tapi ini masih di Batam. Batam kan kecil,” tuturnya.

KPPU telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP)lkpp. LKPP pun kaget mendengar satu perusahaan yang mampu memenangi 23 tender dalam waktu berdekatan. Terlebih, itu kali pertama perusahaan tersebut mengikuti proses pelelangan.

Tender-tender yang dimenangkan CV Focus Renovation mulai dari pengadaan bahan bangunan Kelurahan Patam Lestari dengan nilai kontrak Rp 337.351.000. Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Bulang dan Lintang sebesar Rp 334.786.000.

Lalu, pengadaan bahan bangunan Kelurahan Seilangkai sebesar Rp 334.772.000, Kelurahan Duriangkang Rp 338.125.000 dan Kelurahan Pulau Buluh sebesar Rp 332.153.800. Kelurahan Karas Rp 338.325.000 Kelurahan Pulau Abang sebesar Rp 336.306.000 serta di Kelurahan Kabil sebesar Rp 279.378.000.

Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Taman Baloi sebesar Rp 335.372.000 dan Kelurahan Teluk Kering sebesar Rp 336.221.000. Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Tembesi Rp 334.163.000, Kelurahan Tanjunguma sebesar Rp 286.433.000. Terakhir pengadaan bahan bangunan Batu Merah Rp 333.859.000. Lelang pengadaan itu dilakukan di bulan Oktober hingga Desember 2015.

Ada kemungkinan, kata Lukman, kemenangan CV Focus Renovation sudah direncanakan. Sebab, si pejabat sudah memperkirakan, CV Focus Renovation tidak akan menang apabila tender dikumpulkan dalam satu paket.

“Pengaturan waktu juga harus dipertanyakan,” katanya lagi.

Keadaan ini, menurut Lukman, bukan satu-satunya di Indonesia. Modus yang sama juga berlangsung di kota-kota lain di Indonesia. KPPU menduga ada kelonggaran pada peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintahan.

Lukman mengatakan, dalam waktu dekat, KPPU akan bekerja-sama dengan LKPP terkait peraturan tersebut. KPPU akan memberi masukan perbaikan atas peraturan itu.

Selain itu, KPPU juga akan memberikan sosialisasi kepada pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa. Supaya kejadian ini tidak selalu berulang.

“Karena kalau kami turun langsung, banyak tenaga, waktu, dan pikiran yang terfokus untuk kasus ini. Padahal, kasus serupa juga tidak hanya terjadi di satu tempat, tapi banyak,” ujarnya.

Satu CV Menangkan Puluhan Tender, Bau Persengkongkolan Tercium Kuat


==============

Satu CV 23 Proyek di Distako, Dewan: Macam Tak Ada Perusahaan Lain

Wakil Ketua DPRD Batam, Zainal Abidin dalam waktu dekat ini akan segera memanggil para pihak, terkait temuan penyimpangan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) data LPSE oleh Dinas Tatakota (Distako) Batam perihal satu perusahaan bisa memenangkan 23 proyek lelang secara bersamaan.

“Kita akan panggil Kepala Unit Pelayanan Lelang (UPL) nya,” janji Zainal usai rapat di Gedung DPRD Batam, Selasa (30/8/2016). Pihaknya nanti akan membahas kenapa praktik dugaan monopoli itu bisa terlaksana.

“Itu ada mekanisme nya. Apakah sesuai aturan atau tidak,” tambah Nuryanto, Ketua DPRD Batam. Menurutnya, pengadaan jasa dan barang itu sesuai Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010.

“Jika tidak sesuai, pihak yang bewajib atau penegak hukum harus masuk untuk memeriksa,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur ini.

Sebagai pengawas, dewan menilai ke 23 proyek tersebut sangat tidak normal. “Macam tak ada perusahaan lagi. Mungkin ini ada monopoli,” kata dia menduga.

Untuk hal ini, pihaknya sudah mewakilkan ke Wakil Ketua DPRD Batam Zainal untuk segera memanggil pihak Kepala UPL dari Distako Batam serta pemenang tender CV Focus Renovation untuk meminta keterangan terkait ketimpangan ini. “Satu perusahaan memenangkan 23 proyek, boleh tapi tidak umum,”

Sumber:http://www.posmetro.co/read/2016/08/31/2516/Satu-CV-23-Proyek-di-Distako-Dewan-Macam-Tak-Ada-Perusahaan-Lain

==============
Satu CV 23 Proyek di Distako, Dewan: Macam Tak Ada Perusahaan Lain – See more at: http://www.posmetro.co/read/2016/08/31/2516/Satu-CV-23-Proyek-di-Distako-Dewan-Macam-Tak-Ada-Perusahaan-Lain#sthash.3iT9VFBg.dpuf

Banggar DPRD Batam memukan dugaan korupsi di Dinas Tata Kota (Distako) Batam. Dari 163 pelelangan proyek di LPSE pada tahun 2015, sebanyak 23 proyek dimenangkan oleh CV Focus Renovation yang berada di Ruko Cipta Emerald Blok A No. 10, Batam Kota.

Marlon Brando Siahaan, salah satu anggota banggar DPRD Batam menyebutkan, berdasarkan Keputusan Presiden RI, sebuah perusahaan hanya dapat memenangkan pelelangan maksimal 5 proyek.

“Tetapi kasus ini tidak lazim, kok bisa ada satu perusahaan bisa memenangkan hingga 23 proyek,” kata Marlon dalam Rapat Pertanggunjawaban Distako Batam di DPRD Batam, Kamis (25/8/2016).

Celakanya lagi, CV Focus Renovation diketahui hanya bergerak di bidang penjual bahan material. Dimana anggaran yang dikucurkan kepada CV Fokus Renovation menelan hingga Rp 7,77 miliar yang digelontorkan dari APBD 2015.

“Patut diduga telah terjadi permainan dengan oknum-oknum Distako,” tegasnya.

Sementara itu Agung Fitrihanto, Kabid Perumahan dan Pemukiman Distako Batam membantah CV Focus Renovation memenangkan 23 proyek pelelangan.

“Tahun lalu kami hanya ada 24 proyek yang dilelang dan tiap pemenang hanya mendapatkan maksimal 2 proyek,” kata Agung, seraya berkelit disinggung soal CV Focus Renovation.

Dari 24 proyek yang dilelang, Distako Batam mengaku ada sekitar 20 perusahaan yang memenangkan lelang proyek. Rata-rata perusahaan pemenang lelang hanya menerima dana sebanyak Rp 200 juta lebih dari APDB 2015.

Perbedaan LPSE di Distako Batam ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Proyek lelang yang dimenangkan CV Fokus Renovation juga tidak sesuai dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Pusaran dugaan korupsi di Distako Batam bukan kali ini saja. Setelah kasus korupsi pengadaan lampu hias MTQN 2014, dugaan korupsi yang belum tersentuh hukum dalam proyek Program Pemberdayaan Masyarakat (PM-PIK) dahulu PNPM Perkotaan.

Proyek massif jelang Pilkada 2015 tersebut menyedot APBD 2015 hingga Rp 32 miliar, meliputi bahan ditenderkan dengan pagu Rp 350 juta (total : Rp 350 juta x 64 kelurahan = Rp 22,4 miliar) dan sisanya upah Rp 150 juta (total: Rp 150 juta x 64 kelurahan = 9,6 miliar). Pekerja menggunakan BKM di 64 kelurahan.

Dugaan tindak pidana dalam proyek PM-PIK antara lain para personil P2KP melakukan double job. Jelas ini sudah melanggar surat kontrak mereka dengan pemerintah pusat yang dalam hal ini diwakili oleh Satker P2KP Provinsi.

Para personil tersebut juga diduga telah merugikan negara dengan melakukan kontrak ganda dengan Distako Batam, sejak 2014. Para personil P2KP yang dipimpin Koodinator kota, An, bersama-sama dengan Satker PM-PIK diduga memanipulasi anggaran perjalanan dinas palsu sejak 2014, markup kegiatan 2015 (HPS dimarkup).

– See more at: http://kepriupdate.com/distako-batam-di-pusaran-korupsi/#sthash.1MqhW69M.dpuf

================

Pemenang Lelang Distako: Kalau Tahu Salah, Kenapa Dimenangkan

CV Focus Renovation, membantah kalau pihaknya telah melakukan monopoli lelang terkait 23 proyek milik Dinas Tatakota (Distako) Batam yang dimenangkan oleh perusahaannya.

“Kalau dibilang monopoli saya tak terima, karena saya sudah sesuai prosedur,” bantah Erik, Direktur di perusahaan yang bergerak di bidang jual beli material bahan bangunan, kepada wartawan, Kamis (1/9/2016) siang.

Dikatakan dia, kenapa bisa menang banyak karena penawarannya saat itu terendah. Dirincikan Erik dalam mengelola APBD Tahun Anggaran 2015 itu pihaknya mendapat 4 proyek fisik dan 19 proyek pengadaan. Dimana menurut dia itu terpisah dan dalam aturan nya lelang fisik tersebut maksimal 5 proyek.

“Ke empat proyek fisik itu adalah jalan. Lainnya pengadaan bahan material,” jelasnya. Kenapa yang lain bisa kalah, sehingga perusahaan yang sudah berdiri sejak 23 April 2013 ini memborong semua, Erik mengaku tidak tahu. “Bisa saja berkas nya kurang lengkap atau apa saya tidak tahu,” duganya.  Untuk total fisik dan pengadaan sekitar  Rp5,7 miliar.

Diakuinya, CV Focus Renovation untuk dokumen semua lengkap dan siap bertarung. Katanya perusahaan yang kalah itu kebanyakan tidak memiliki izin SIUP. “SIUP itu berbunyi pengadaan material bangunan. Karena banyak toko material tidak punya izin SIUP,” ungkapnya.

Dia pun mengaku tidak memberi uang pelicin atau ucapan terima kasih kepada pihak Distako Batam untuk memuluskan proyek nya tersebut. Namun kata Erik, yang ikut lelang saat itu 61 perusahaan sedangkan yang dimenangkan perusahaannya sebanyak 19 proyek.

“Mungkin harganya yang lebih bagus kita,” tambahnya. Tapi, 61 perusahaan ini katanya bukan satu tempat saja.  “Kok tahu salah, kenapa saya dimenangkan, setahu saya memang tak salah, karena mereka berani memenangkan kita,” kata dia lagi.

Bahkan Erik menantang siap diproses secara hukum jika yang dilakukannya itu tidak sesuai aturan. “Masalahnya paling satu paket tak selesai jadi masalah, tapi proyek kita selesai semua. Dibayar semua,” tambahnya.

Masih kata Erik, sejak 1998 bergelut di kontraktor, pihaknya baru tahun 2015 ikut proyek lelang dari Distako. “Baru kali ini kita ikut Distako, dapat banyak proyek. Sebelumnya pernah ikut proyek fisik BP Batam dan Provinsi Kepri,” katanya. Erik menambahkan kalau hari ini (kemarin) pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Batam.
– See more at: http://www.posmetro.co/read/2016/09/01/2545/Pemenang-Lelang-Distako-Kalau-Tahu-Salah-Kenapa-Dimenangkan#sthash.qDoPoVS7.dpuf

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.