Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bekerja sama dengan Millenium Challenge Account-Indonesia menyerahkan sertifikat pelatihan keahlian pengadaan tingkat mahir kepada 90 perwakilan ULP permanen yang terpilih dalam Program Percontohan Proyek Modernisasi Pengadaan, Jumat (20/01) di Bogor.

Sertifikat pelatihan ini diserahterimakan setelah mereka dinyatakan lulus dalam program pelatihan yang diadakan selama 15 pekan. Dalam pelatihan itu, para peserta mempelajari 18 modul pelatihan yang mencakup perencanaan pengadaan, penerimaan dan evaluasi lelang, pengelolaan dokumentasi pengadaan dan berkas kontrak, kontrak katalog, sistem informasi manajemen pengadaan, penghitungan perkiraan biaya, hingga penerapan dan pengelolaan kontrak.

agus_prabowo_lkppKepala LKPP Agus Prabowo menjelaskan, saat ini sudah ada lebih dari 520-an ribu pegawai negeri besertifikat pengadan tingkat dasar. Dengan kesiapan itu pula, lanjut Agus, LKPP dan seluruh insan pengadaan, termasuk peserta pelatihan keahlian pengadaan tingkat mahir, berpeluang besar untuk mewujudkan reformasi pengadaan bersama LKPP.

“Jadi, percayalah peluang (mereformasi pengadaan) itu pasti ada, tapi siapa yang akan melaksanakan? LKPP tidak mungkin sendirian (tanpa bantuan) Bapak ibu semua,” ujarnya.

Untuk itu, Agus berharap ilmu yang didapat peserta selama mengikuti pelatihan tidak lekas hilang dan menjadi energi dalam memperjuangkan kemajuan di bidang pengadaan. Di samping itu, Agus juga berharap seluruh insan pengadaan, khususnya peserta pelatihan, dapat menyatukan ide, semangat, dan nilai perjuangan untuk melakukan perbaikan di daerah masing-masing.

“Ilmu adalah energi. Kalau sudah jadi energi, berlakulah hukum termodinamika. Ada tiga ‘kan? Energi tidak dapat diciptakan; (energi) tidak dapat dimusnahkan; (energi) hanya dapat dipindahkan. Kemudian nanti setelah terjadi akan ada keseimbangan. Nah, kita cari keseimbangan untuk pengadaan,” kata Agus.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyinggung besarnya peran pengelola pengadaan dalam mendorong kemajuan. Sebab, dalam ranah profesionalisme, mereka berperan besar sebagai agen perubahan di lingkup pengelolaan pengeluaran pemerintah.

“Bahkan, pengadaan yang sebelumnya itu dianggap spending center/cost center sekarang berubah menjadi profit center. Aneh ‘kan? Belanja, tapi kok jadi profit, jadi ada paradoks di situ. Karena kemampuan orang-orang itu (atau) ahli-ahli itu memanfaatkan energinya itu tadi,” pungkasnya. (en)

Sumber: www.lkpp.go.id – http://www.lkpp.go.id/v3/#/read/4537

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share