Ahli Pengadaan dan Geodet

February 1, 2017 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online

Saya mencoba membuat asosiasi antara nasib Keilmuan Geodesy (sekarang ditambah menjadi Geomatika) dengan keilmuan Pengadaan (yang sekarang mulai beralih ke e-procurement).

Dulu orang susah payah membuat peta situasi dengan melalui proses pengukuran yang memakan waktu dan peralatan yang cukup mahal seperti theodolit, waterpass dan sebagainya. Namun sekarang dengan munculnya teknologi GPS (global positioning system), Penginderaan Jarak Jauh (remote sensing) melalui citra beragam satelit (dengan beragam tema image nya – cuaca, suhu, infra red, dsb), ditambah dengan google map dan aplikasi aplikasi pemetaan lainnya. Dengan GPS maka tinggal klik atau tap maka keluar angka koordinat dari suatu titik, tinggal tap tap tap maka navigasi bisa langsung dilakukan dengan sempurna, tidak perlu susah payah menguasai ilmu pemetaan. Bahkan Peta Ghunter pun sekarang nganggur tuh…

avatarhy70Begitu pula dengan adanya teknologi SIG/GIS (Sistem Informasi Geografis), semua data dasar peta (spasial) tidak lagi harus diperoleh melalu survey dan pemetaan langsung ke lapangan, cukup menggunakan data satelit sesuai keperluan, maka selesai sudah. Butuh peta detail tinggal pakai Ikonos atau Quickbird, butuh data suhu pakai NOAA, atau tinggal beli saja ke Bakosurtanal atau LAPAN, selesai sudah. Bahkan data data lama bisa di unduh dengan gratis alias free of charge. Untuk membuat sebuat peta dan melakukan analisa dari peta sekarang ini tidak perlu lagi susah payah belajar keilmuan Geodesi, cukup dengan keilmuan Teknologi Informasi dan Komputer maka peta bisa diperoleh dan di olah sesuai kebutuhan.

Apakah seorang Geodet dengan keilmuan survey pemetaan murni masih diperlukan? Jawabannya ya masih diperlukan, ketika ada pekerjaan Pembanguan gedung beberapa lantai, di proyek jalan atau penambangan untuk ukur mengukur titik bor atau pengukuran di laut. Intinya ketika pekerjaan pemetaan yang khusus atau kompleks maka diperlukan keahlian dasar geodesi. Kalau hanya sekedar perlu peta umum atau biasa maka tidak perlu ada tenaga ahli dengan keilmuan Geodesi. Cukup dari google map, citra satelit, dsb tinggal di oleh dengan menggunakan keilmuan komputer.

Selanjutnya sekarang beralih ke keilmuan pengadaan, dengan semakin berkembangnya e-procurement, saya yakin sebentar lagi dengan konsep Big Data dsb maka pembuatan spesifikasi dapat dibantu langsung dari e-proc, pembuatan HPS juga dapat diolah dari data eproc, pembuatan dokumen pengadaan juga dapat di creat otomatis dari sistem, evaluasi juga dengan lelang cepat sudah terpangkas tuh angka kredit nya jafung pengelola pengadaan 🙂 Semua proses pengadaan sudah disediakan alur dan tahapannya. Pengguna eproc cukup sedikit tahu saja tentang keilmuan pengadaan maka dijamin bisa melakukan transaksi atau proses pemiihan penyedia melalui e-procurement.

Membuat spesifikasi – tinggal lihat saja di database yg ada di e-proc, mau buat HPS tinggal interpolasi dari data lama, buat dokumen tinggal ambil templatenya dari sistem dan isi isiannya, penjadwalan lelang – sudah di set batas minimal dan maksimalnya di sistem, tinggal sedikit polesan ilmu pengadaan sudah beres. So ahli pengadaan yang benar benar menguasi pengadaan ketika melakukan pengadaan yang sifatnya umum atau non komplek bisa bisa tidak diperlukan lagi keahlian pengadaannya, karena semuanya sudah dibantu by sistem.

Kapan ahli pengadaan yang mumpuni diperlukan? paling ketika ada pengadaan yang kompleks, resiko tinggi, barang/jasa khusus, nah baru perlu ahli pengadaan yang mengerti keilmuan pengadaan. Karena membuat spek tidak bisa sekedar ambil dari sistem, membuat hps harus mencari sumber data harga dan pasar yang benar tepat, membuta dokumen harus kustomisasi  term dan draft kontrak nya karena barang/jasa nya berbeda dari biasanya.

Terakhir adalah adanya komplain dari para jafung pengadaan adalah berkurangnya peluang untuk memperoleh angka kredit karena pekerjaan pengadaan sudah digantikan dengan sistem….

So pertanyaannya adalah apakah ahli pengadaan akan seperti ahli geodesi yang pekerjaannya akan banyak digantikan oleh sistem informasi? keilmuan pengadaan mungkin masih diperlukan tapi hanya untuk kuadran critical saja (atau bottleneck/leverage menuju critical). Kita lihat saja beberapa tahun lagi ya… namun tanda tanda nya sudah kelihatan ya 🙂

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.