Pengalaman membuat passport Hijau di Imigrasi

February 20, 2017 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Curhat PNS online, Kota Bogor

Postingan ini adalah cerita tentang pengalaman membuat passport hijau dengan studi kasus pada imigrasi di kota Bogor.
Secara umum sebenarnya langkah langkah pembuatan passport hijau ini tidak panjang dan tidak ribet, berikut beberapa langkah yang harus diikuti oleh masyarakat yang ingin membuat passport hijau, di kantor imigrasi lainnya mungkin bisa berbeda ya;
0. Pendaftaran.
1. memasukan/menyimpan dokumen pada rak dokumen di depan kantor imigrasi, satu hari diberi kuota maksimal 150 dokumen yang diurus,
2. pengecekan kelengkapan dokumen oleh petugas depan imigrasi, selanjutnya dokumen yang sudah lengkap diberi nomor antrian.
3. pemanggilan antrian one stop service (seperti di bank pakai monnitor antrian nomor digital), untuk dilakukan pemotoan.
4. Masuk lagi antrian, untuk menunggu dipanggil wawancara (kalau ini dipanggil manual via gorowok manual). Setelah nama kita dipanggil maka akan diwawancara oleh petugas disamping booth photo.
5. Setelah wawancara diberi kertas untuk melakukan pembayaran di bank atau kantor pos.
6. Pengambilan passport pada hari yang ditentukan, bisa 7 hari kerja baru selesai.

Nah mari kita cerita satu per satu tahapan demi tahapan tadi ya:

Tahapan ke NOL
0. Pendaftaran untuk memasukan dokumen ke rak di dalam kantor imigrasi dapat dilakukan mulai jam 07.00 pagi, karena kantor imigrasi baru buka jam 07.00. Sedangkan orang biasanya sudah pada nunggu dari subuh atau bahkan ada yang dari tengah malam katanya (entah benar atau tidak ya…). Saya yang datang jam 05.00 memang sudah terlihat ada gerombolan orang (sekitar 20-30 orang), gelap gelapan menunggu di depan kantor imigrasi… nah saya pun bertanya tanya, bagaimaan ini sistem antriannya? owh ternyata di warung depan kantor imigrasi ada orang (bukan resmi pegawai imigrasi tapi orang dari travel katanya) yang berinisiatif membuat daftar antrian dengan menggunakan selembar kertas bekas Dus Rokok dan kertas kecil kecil di sobek sobek (seperti kertas kocokan arisan lah ya…), Di bekas Dus Rokok tersebut di tuliskan nomor dan nama kita, kemudian kertas kecil bertuliskan nomor antrian kita diberikan ke kita.
Nah keanehan pertama adalah; yang berkumpul orangnya sekitar 20-30 orang tetapi antriannya sudah nomor 80-an (saya apat nomor 84)… keanehan pertama dimulai…

imigrasiantraianbogor

Pembagian Nomor Antrian Jam 05.00 WIB

untuk point 0 sebenarnya sudah ada terdapat layanan pendaftaran melalui online, namun dalam beberapa hari ke belakang atau bahkan beberapa minggu ke belakang (kata teman se kantor saya), bahkan ada yang bilang dari beberapa tahun ke belakang (kata teman di facebook) website nya tidak dapat di akses. Kalau mau coba daftar inline siapa tahu sudah ON lagi websitenya silahkan buka di alamat url nya semoga beruntung : https://ipass.imigrasi.go.id

1. Selanjutnya jam 07.00 dibukalah gerbang kantor imigrasi, kemudian bereuyeuk… brulll masuk lah para pengurus passport dan dokumen imigrasi lainnya di dalam kantor imigrasi. Di halaman kantor sudah tersedia jejeran kursu kursi untuk duduk. Masuk semua langsung penuh dan ada yang berdiri juga. Setelah itu muncul dua orang petugas berseragam imigrasi dan memanggil satu persatu berdasarkan nomor yang dibuat di dus rokok tersebut. Kemudian yang dipanggil memberikan dokumen yang akan diurusnya ke dalam rak dokumen yang nempel dengan bangunan kantor imigrasi. Rak tersebut diisi sampai penuh dengan dokumen pemohon. Saya bisa memasukan map dokumen pengurusan passport sekitar jam 7.30 an. Selanjutnya saya kembali ke rumah dulu karena lupa membawa e-ktp (bukan e-ktp sebenarnya tapi selembar kertas sebagai bukti sudah di data untuk pembuatan e-ktp, sehingga kemana mana harus bawa e-ktp yang segede kertas A4 itu? ya sudah lah itu mah masalah lain ya).

Rak Dokumen - maksimal 150 pemohon

Rak Dokumen – maksimal 150 pemohon

2. Jam sembilanan kurang saya kembali lagi ke kantor imigrasi, dan proses pemanggilan pemohon berdasarkan map dokumen dari rak dokumen sudah dimulai, saya pikir saya sudah terlewat, ternyata baru antrian nomor 60-an yang dipanggil, berarti sekitar 20 lagi baru dipanggil. Barulah sekitar jam 10-an saya dipanggil dan map permohonan saya diperiksa, dan benar sekali ternyata diminta itu e-ktp yang sebesar kertas A4 itu, untuk pulang dulu tadi, coba kalau tidak sadar dengan pentingnya ktp elektronik… bisa bisa nga kelar itu… oke ternyata semua lengkap, photo copy Kartu Keluarga, e-ktp, akte, dimasukan dalam map kuning kop imigrasi dan di beri nomor di atasnya, dari nomor pendaftaran 80-an sekarang saya mendapatkan antrian nomor 64 untuk di photo dan wawancara.

Persyaratan resmi dokumen untuk passport:

a.    kartu tanda penduduk yang masih berlaku atau surat keterangan pindah keluar negeri;
b.    kartu keluarga;
c.    akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
d.    surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e.    surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
f.    Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.

3. Selesai di cek dokumen ada formulir yang harus diisi dan diberi materai juga… halah ada materai segala, beli dimana ini materai… owh ternyata ada di warung kopi ya, monopoli ini ya harganya jadi rp. 7500,- ya mau bagaimana lagi wong di persyaratan tidak ada kata kata siapkan materai, jadi ya masuk ke pasal 38 penunjukan langsung kepada satu penyedia ya. Ada pemohon yang berkomentar, ini kaya mau masuk PTN ya, milih jurusan apa pa? sudah tidak musim ngisi ngisi formulir seperti ini katanya 🙂 ya sabar pa….
Oke selesai isi formulirnya kemudian masuk ke dalam kantor imigrasi dan terlihat antrian baru mencapai nomor 40-an, masih dua puluhan lagi untuk dipanggil. ya sudah buka HP dan buka aplikasi game pokemon lumayan deh nangkep-nangkep barang 1-2 pokemon 🙂
Sejaman kemudian dipanggilah nomor antrain saya nomor 64, masuk ke ruangan sebelahnya untuk di photo, masuk ke booth photo, kemudian di photo oleh operator imigrasi. Jepret… selesai sudah dan kemudian disuruh ke ruangan semula untuk menunggu dipanggil kembali untuk wawancara.

Nomor Antrian Photo Passport

Nomor Antrian Photo Passport

4. Setelah di photo kembali menunggu untuk dipanggil wawancara, urutan map wawancara, saya lihat baru sampai nomor 30-an… lumayan masih panjang ya… waktu berlalu sampai jam 12.00 saya lihat tumpukan map sudah sampai ke map nama saya nomor 64,  ah beres ini sebelum dzuhur, apa tidak istirahat dulu petugasnya? owh tidak! kan One Stop Service katanya pelayanan tanpa henti nanti akan ada petugas piket…. owh oke… Kemudian petugas yang bertugas dari pagi keluar dari meja nya dan beristirahat. Ditunggu 15 menit kok tidak ada yang menggantikan ya… sayup sayup saya dengar ada pembicaraan petugas perempuan yang mengatakan saya piket nya minggu depan kok… so ada yang piket tidak ya? saya tanya ke petugas yang berseragam security, pa ini jalan terus tidak ini? dijawabnya: bapak istrihata makan saja dulu ya, nanti jam 13.00 baru mulai lagi… owh OSS one stop service, sekali berhenti service nya… baru mengerti saya… Ya sudah kita makan dulu di warung nasi samping jalan ya… alhamdullilah ada menu jengkol plus sambal tarasi lagi… namanya juga rejeki ya 🙂

Pengambilan Photo untuk passport

Pengambilan Photo untuk passport

Jam 13.00 teng saya sudah stand bye duduk di bangku antrian wawancara, eh… kok masih sepi ya, saya jepret deh pakai kamera photo, mana… kok tidak ada piket, sudah jam 13.00 belum ada petugas lagi. Saya lihat ke ruangan depan tempat antrian pengambilan passport yang sudah selesai, ternyata kosong juga tidak ada petugasnya.
10 menitan berlalu akhirnya ada petugas perempuan yang duduk di booth wawancara sambil berkomentar sama “saya piket bukan sekarang, tapi minggu depan loh..” Akhirnya saya dipanggil dan diwawancara, meskipun sebenarnya tidak ada pertanyaan yang diajukan pada tahapan wawancara tersebut, saya hanya duduk kemudian petugas mengetikan sesuatu, kemudian di print, passport akan selesai 7 hari hari kerja, yaitu sekitar jumat depan (17/2)… (walah padalah hari senin (13/2) harus sudah berangkat ini)… So selesailah sesi wawancara yang melelahkan tersebut 🙂

5. Kertas dari imigrasi kemudian dibawa ke bank atau kantor pos untuk dilakukan pembayaran. Saya membayar di kantor pos yang lokasinya tidak jauh dari kantor imigrasi. Dari informasi CS imigrasi katanya daa kantor pos di samping Pom Bensin Jalan Dadali, tinggal jalan kaki sedikit ketemulah kantorpos nya dan bayar rp. 355 ribu, selesai sudah proses pembuatan passport tersebut. sekitar jam 14.00 selesai sudah proses pembuatan nya.

imigrasithai

Selanjutnya tinggal ambil passport nya ya…

Terima kasih untuk Pa Ujang yang sudah membantu pengurusan passport hijau saya sehingga selesai sesuai dengan kebutuhan, tanpa pamrih membantu sesama Abdi Negara,

Demikian laporan pembuatan passport dari kantor Imigrasi, semoga bermanfaat dan apabila ada pertanyaan silahkan di komentar ya… terima kasih

==================================================================================
Memerlukan Narasumber/Instruktur Training (Bimbingan Teknis) atau Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pemerintah berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 atau Swasta berbasis Supply Chain Management & Essential Procurement, Silahkan hubungi wwww.heldi.net via HP. 081111-64-600- email: heldi_y@yahoo.com
Bagi para Supplier Barang/Jasa, Penyedia product yang ingin mempromosikan produk atau barang/jasa nya di Pojok Penyedia/Supplier, silahkan kirimkan email mengenai produk barang/jasa nya. ==================================================================================
Share
Punya cerita tentang kota Bogor dan sekitarnya, atau mau promosi usaha anda di kota Bogor, silahkan kontennya ke: heldi_y@yahoo.com , jangan ragu segera dikirm content-nya, ditunggu ya postingannya segera...

Komentar Anda... Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.