LKPP Membahas Ekosistem Pengadaan dengan Menko Ekon

July 4, 2017 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Kepala LKPP Agus Prabowo menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Menko Ekon, di Jakarta, Jumat (09/06). Agus datang untuk menyampaikan perkembangan terakhir revisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Ia didampingi Sekretaris Utama LKPP Salusra Widya dan Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Umum Fadli Arif.

Read more

Share

Proyek Kompensasi DKI tidak di lelang

April 7, 2017 by  
Filed under Kasus Pengadaan, Pengadaan Barang Jasa

Banyak proyek kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB) di Jakarta dikerjakan oleh kontraktor dengan penunjukan langsung.  Mekanisme ini berbeda dengan proyek senilai lebih dari Rp 200 juta yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah. Pelaksanaan proyek dari bujet daerah jenis ini harus melalui lelang.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Gamal Sinurat, menyatakan sejumlah proyek kompensasi yang nilainya bahkan mencapai ratusan miliar rupiah digarap lewat penunjukan langsung. “Proyek dikerjakan dengan penunjukan langsung karena ada batas waktu untuk menyerahkannya,” kata dia, Rabu 5 April 2017.

Gamal mengatakan, batas waktu penyerahan proyek kompensasi tertuang dalam perjanjian kerja sama.  Ia meyakinkan bahwa pengerjaan proyek kompensasi–meski tanpa lelang—tak dilakukan dengan asal menunjuk kontraktor. Sebab, kata dia, pengembang berisiko rugi jika tim penilai independen menyatakan penggarapan proyek itu tak sesuai dengan gambar teknis. “Jika itu terjadi, pengembang wajib menyerahkan kompensasi lagi. Itulah sebabnya, kami yakin mereka tak main-main,” kata Gamal.

Menurut Gamal, beberapa pengembang yang harus memberikan kompensasi juga melakukan lelang, tak asal tunjuk. Ia mencontohkan  proyek Simpang Susun Semanggi. Proyek itu merupakan kompensasi dari PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Proyek yang menelan dana Rp 369 miliar itu dikerjakan oleh kontraktor yang pemenang lelangnya adalah PT Wijaya Karya.

Perihal kompensasi KLB ini jadi pembahasan pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono,  ketika bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Februari lalu. KPK mempertanyakan mekanisme kompensasi. “KPK ingin tahu sistemnya, ingin menyumbang pemikiran terbaik pada sistem pengawasannya,” kata Soni–sapaan Sumarsono.

Pertemuan Soni dengan pimpinan KPK berlangsung setelah DPRD Jakarta mendesak agar kompensasi  diwujudkan dalam bentuk kas dan masuk ke APBD. Alasannya, agar lebih transparan. Jika melalui APBD, Dewan bisa mengawasi penuh. “Ini biar lebih terbuka,” kata anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Syarif.

Soni, yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, menyatakan masih menimbang usul  DPRD itu. Yang pasti, Soni tak mempermasalahkan kompensasi berbentuk barang dalam tata kelola keuangan daerah. “Seperti dana corporate social responsibility (CSR), kan tidak dalam bentuk tunai,” ujar dia.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Agus Prabowo, juga tak mempersoalkan proyek kompensasi tidak dilelang. Dengan catatan, proyek itu mesti diaudit dan dinilai oleh tim penilai sesuai dengan Rencana Anggaran Bangunan. “Yang penting akuntabel,” kata Agus.

Agus menyatakan proyek kompensasi justru patut diapresiasi karena merupakan terobosan.  Mekanisme ini, kata dia, juga diterapkan di negara lain, seperti Amerika dan Jepang. Sebaliknya, kata dia, jika kompensasi dalam bentuk uang sehingga masuk APBD, prosesnya akan lama. “Sekarang ini harus serba cepat,” ujarnya.

 

Sumber: https://www.tempo.co/read/fokus/2017/04/06/3477/proyek-kompensasi-dki-jakarta-bebas-tak-dilelang

Share

Proyek e-KTP Sudah Salah Sejak Lahir

March 27, 2017 by  
Filed under Kasus Pengadaan, Pengadaan Barang Jasa

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo, menilai proyek pengadaan e-KTP periode 2011-2012 sudah salah sejak awal.

Menurut dia, pengadaan e-KTP itu seharusnya menggunakan pendekatan kelembagaan bukan pendekatan proyek.

“Dari awal sudah bermasalah. Salah cara mengeksekusi. Pertanyaannya begitu, salahnya dimana? Salah dari lahir,” tutur Agus, kepada wartawan ditemui di kantor LKPP, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Read more

Share

pa Agus Prabowo di mata heldi.net

July 5, 2015 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Selamat bertugas dan semoga sukses dan amanah selalu kepada pa AP atau nama lengkapnya Dr. Ir. Agus Prabowo, M.Eng yang telah telah diberikan amanah tugas baru sebagai kepala LKPP pada pelantikan hari Jumat, 3 Juli 2015 di kantor Bappenas.

imageDi mata saya pribadi, pa AP yang lahir di Yogyakarta tanggal15 oktober 1958, yang berwajah ganteng seperti Richard Gere, atau saya curiga malah ini yang jadi kepala LKPP adalah Richard Gere yang asli dan yang di film itu malahan pa AP tuh lagi maen film di hollywood 🙂 , adalah sosok yang egaliter, ke-bapak-an, dapat merangkul ke bawah, selalu membimbing dan mengarahkan dengan cara yang enak, kalau istilah pa lohjenawi Trinadi mah sudah level “spiritual”, bukan minta dilayani tapi melayani ke bawah dengam cara yang sesuai kebutuhan (cocok sudah jadi kepala LKPP). Berada dekat beliau mah tidak ada istilah tegang, horor, emosional atau sejenisnya, berada disamping beliau yang ada adalah tenang, honour (maksudnya hormat bukan honor ya… hehe ) dan educational (banyak dapat ilmu), sehingga mudah mudahan bisa bekerja dengan nyaman semuanya ya…
Pa AP juga di mata saya adalah sosok yang apa adanya, yang diucapkan sesuai dengan bahasa tubuh dan bahasa hati beliau, terlihat juga dari tanda tangannya yang menuliskan namanya dengam jelas AGUSPRABOWO , kalau kata analis tulisan kalau ttd nya sama dengan namanya maka orangnya memang berbicara sesuai dengam kata hatinya 🙂

Dulu beliau pernah mengatakan bahwa sekarang kita ini seperti “building the ship while sailing”, ya kondisi pengadaam waktu jaman keppres 80/2003, perpres 54/2010 dan 70/2012 adalah seperti membangun kapal sambil berlayar, jadi sistem pengadaan nya belum terlalu mantap, namun layar harus terkembang untuk mengarungi samudra pengadaan yang begitu luas dan bergelombang tinggi.
Nah kalau sekarang kata beliau, seperti ‘menembak burung dari atas kapal yang sedang bergerak”, jadi dunia pengadaan sekarang harus benar benar tepat mengamati sasaran (pasar, penyedia, needs, dsb), dan memprediksi pergerakannya agar ketika meluncurkan tembakan bisa tepat pada sasaran (tepat kualitas, kuntitas, waktu, tepat penyedia dan harga).

Sebelum diamanahi tugas menjadi kepala LKPP, beliau bertugas sebagai Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP, dan sebelumnya pernah bertugas di;
1. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi);
Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara
2. Direktur Utama PDAM Kabupaten Kendari
3. Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
4. Kementerian PPN/Bappenas (Direktur Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup; Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah)

Kuliah pa AP sama dengan saya dari ITB juga, cuman beda nasib dan level saja ya, jauh pisan lagi beda nya hehe, intinya beliau adalah panutan dan tauladan bagi saya pribadi. Pa AP kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Arsitektur pada1977 – 1984 (ya hampir sama kuliah 7 tahun sih), kemudian mengikuti S2 dan S3 di Hokkaido University, Jepang, Bidang Urban and Regional Planning dari 1989 sd1995 (mantap! mudah mudahan ada rejekinya saya juga ya… aamiin…) , dan beliau juga adalah alumni Lemhannas PPRA-40 Tahun 2007, mantap pa!

Harapan saya mudah mudahan pa AP dapat men sinergi kan semua potensi yang ada di LKPP, menyatukan semua gal gap yang ada untuk mememuhi tuntutan dunia pengadaan di Indonesia yang semakin besar volume, variasi dan kecepatan nya (big data), dan tentunya remunerasi nya juga LKPP semoga bisa maksimal ya pa… aamiin…

Oh iya selain hobi menjadi biker (pe sepeda) yang mantap -Tambora bike 2015 kemarin saja beliau adalah paporit juaranya (nanti saya tautkan  link di kompas.com tentang berita pa AP di Tambora bike 2015)- beliau juga hobi melukis, beberapa hasil lukisannya dipajang di kantor LKPP juga. Beberapa informasi tentang karya lukis dan dunia arsitektur beliau dapat di akses di blog ya di alamat http://membacaruang.com/author/agus-prabowo/ , saya juga baru tahu ternyata pa AP seorang blogger juga ya: ) mantap! minta di blogroll ke www.heldi.net ya pa…

Demikian sedikit curhatan tentang panutan, tauladan, guru, pimpinan saya, pa Agus Prabowo di mata www.heldi.net , mohon di maapkan apabila ada salah ketik atau kurang berkenan di mata pembaca, curhatan ini hanya sekedar ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada pa AP. Sekali lagi sukses dan amanah selalu… Maju terus LKPP untuk memajukan pengadaan di Indonesia.
Salam Pengadaan dari Bogor, ditunggu komentar nya ya…. 🙂

Share