Romantika Bermain Pokemon – Susahnya nangkep Pokemon

September 8, 2016 by  
Filed under Curhat PNS online

Pokemon BallMakin susah sekarang ini untuk bersaing maen dan nangkepin pokemon, banyak faktor yang meyebabkan hal ini. Tiap masuk ke gym eh sudah nongkrong pokemon pokemon dengan CP besar, mana berani lah fight dengan pokemon CP besar, sialnya lagi pokemon dengan CP besar tersebut sudah merambah ke gym gym kecil juga. Mau kecil mau besar di gered ku aing we nya. Di satu Gym di kampung saya saja ada yang CP nya sampai 3000CP, duh tega teganya ya, sudah CP besar sekali masih mau ambil Gym di kampung yang terpencil gini. Kita yang pokemon nya CP kecil bagaimana bisa bertanding ya dengan pokemon yang CP besar besar? namanya juga Pokemon kecil kecilan ya… Trus yang kecil kecil saja masih diambil, apalagi yang gede gede, pasti dirarad juga dah… habislah sudah kita ini…. Read more

Share

Naik APTB itu.. (#saveAPTB)

March 6, 2016 by  
Filed under Curhat PNS online, Kota Bogor

Kenapa saya enjoy naik APTB, ini bagi saya pribadi ya, yang lain mungkin bisa berbeda.

1. Naik APTB itu dingin seperti udara di bogor. Naik bis terus kaki selonjoran, tutup kupluk, pasang murotal di earphone… Bobo lagi… Nyaman pisaaaannnnn….
Tidak seperti bis transjakarta yang AC nya seringkali nyaris tidak terasa dan kalah dengan panasnya udara jakarta, kalah dengan panas sesaknya penumpang dan kalah dengan panas mesin yang masuk ke dalam bis.

2. Naik APTB itu  tidak antri, (bagi saya pribadi ya). Karena saya naik dari pool bubulak, halte paling awal, jadi tinggal jalan dikit dari rumah, naik aptb, tinggal pilih mau duduk dimana, paporit saya di pojokan kiri tuh… Begitu pula turun di halte TJ, tinggal jalan dikit… Sampai kantor deh
Beda dengan transjakarta, di halte simpang kuningan.. Sampai berjejal itu penumpang yang nunggu bis transjakarta, datang bis TJ sudah penuh juga…  Kumaha tah koko ahok? Read more

Share

Malu malu donk…

December 14, 2015 by  
Filed under Curhat PNS online

Ini mah curhatan dari teman saja yah, jangan dikait kaitkan dengan hal yang terjadi di sekeliling anda. Begini katanya curhatan dari teman saya ini:

Selama bekerja di tempat ini, baru kali ini saya merasa malu mewakili almamater ini. Kenapa Malu? malu karena ada pejabat yang tingkah lakunya sangat tidak pas dengan status yang disandangnya. Kalau kata om jin (lojinawi trinadi) kan, kalau kita punya status, maka kelakuan kita harus sesuai dengan status kita. Kalau kita ngakunya sekolah S2, S3 bahkan sampai S-Nongnong, ya maka kata kata yang keluar dari mulut tentunya akan penuh dengan analisis, dasar yang jelas, plus solusi yang paten, namanya juga S3 ya, tentunya parameter dan variabel nya sudah sedemikian banyak. Nah kalau status tidak sesuai dengan kelakuan… ya malu deh… mudah mudahan tidak jadi aib ya…

Termasuk juga kalau kita ngakunya pejabat eselon 2000 (dua ribu) atau eselon Sarebu Satengah (1500), atau terserahlah mau selon berapa pun, tentunya ada kepantasan donk, kalau ngakunya eselon sejuta, masa omongannya seperti eselon gocap? ada ketimpangan antara status yang disandang dengan ucapan dan gaya kelakuan yang keluar dari badannya. Karena dikeluarkan di depan para tamu, ya jadi malu kita ini. Malu sama tamu tamu kita, karena tentunya akan jadi bahan tertawaan mereka, kok eselon tiga juta, kelakuannya seperti kuli ya?

“Saya ini ini jabatannya setinggi langit, masih di atas kalian kalian!” walah…. kita juga tahu pak, jabatan bapak itu setinggi langit bahkan kalau mau setinggi bintang juga silahkan lah. Wong jabatan itu bukan penanda kemulyaan kok, jabatan itu hanya bagi bagi tugas, sedangkan penanda kemulyaan dan kehormatan adalah taqwa kita yang bisa diwakili dengan ahlak dan kelakutan kita. Percuma jabatan tinggi kalau ahlaknya rendah ya.

“Saya tidak setuju dengan penunjukan langsung ini”. weleh… kok PL, baca donk perpresnya, katanya jago peraturan, tapi kok menuduh menunjuk langsung, Perusahaan ini sedikit pengalamannya, jangan sampai menunjuk ke perusahaan ini! Ya belum tentu pa… kan kita cek dulu dari beberapa calon penyedia… lalu kita pilih mana yang kualifikasi dan penawarannya yang memenuhi KEBUTUHAN kita, kan begitu kata keilmuan pengadaan ya…  makanya telinga itu ada dua dan mulut itu satu. Kita manusia disuruh banyak mendengar, dengarkan dulu ya penjelasannya, baru bicara, dan belajar juga menahan serta mengendalikan emosi ya, jujur saya juga sumbu pendek kok, jujur saya juga ego nya tinggi, saya juga marah nya besar. Mau beradu marah dengan saya?  Jangan lah… buat apa ya? sudah gede kita ini…. maaaaluuuuuu sama tamu tamu ini… kita mah sudah kebal di hina, sudah kebal diomel omelin…. tapi malu eeuuuyyyy…

“Buat apa diperiksa lagi? kan sudah ada jago internasional?”

Yang diperiksa itu bukan badannya tapi dalamannya, kan beda antara chasing dengan content ya… makanya dengarkan dulu ya dan jangan emosi. Terus rubah gayanya donk, kalau gayanya seperti ini, mana ada orang yang mau dekat dekat dengan anda ya? pastinya terpaksa saja itu 🙂

Ingat ”Aku Menyenangkan Bagimu”

Wajah Selalu Ceria, Senyum yang Tulus, Kata-kata yang Santun dan Lembut, Senang Menyapa, Bersikap Sangat Sopan, Senangkan Perasaan Orang Lain, Penampilan yang Menyenangkan, Maafkan Kesalahannya.

Tapi kalau

Wajah sangar, senyum heheh heheh tidak jelas tulusnya, Kata kata kasar dan keras seperti di hutan, tidak ada kelembutan sama sekali, Sopan? sayah jabatannya setinggi monas! apa itu sopan?

Ternyata aku sangat tidak menyenangkan bagi semua orang 🙂 so mau pilih APTB : Anti Perubahan dan Tidak mau Berubah atau PDLT : Perbaiki Diri dan Lakukan yang Terbaik.

“Karena sayah tidak setujuh dengan rapat ini maka sayah akan keluar dan tidak mengikuti rapat inih…. (sembari ngeloyor keluar)” – makasih ya pak…  Ya silahkan pa… tapi sudah kadung malu kita pa…. malu beneran malu pa….

Hinaan yang diloncarkan, tapi alhamdullilah tidak terasa terhina hati ini…

Kemarahan yang dimuntahkan, tapi alhamdullilah tetap adem hati ini…

Tapi satu yang pasti…. ada rasa malu yang besar di hati ini… di depan para tamu undangan kok bisa ada pejabat seperti ini ya? memalukan saja euy….

Semoga diberikan ilmu padi, makin tinggi makin merunduk, makin tinggi makin bijak, bukan makin tinggi makin sombong dan kasar ya… kalau masih seperti ini mah jangan sampai deh jabatannya naik lagi, nanti tambah memalukan lagi tuh… marah marah nya akan lebih banyak lagi, sombong dan merendahkan orang di bawahnya akan tambah lagi (karena makin banyak kan orang yang dibawahnya jabatannya), kasarnya makin menjadi karena tidak ada yang berani melawan atau mengingatkan. Halah…. enakan lemah lembut kok… sok lah….

Ya Alloh… ampuni dosa kami Ya Alloh… Ya Alloh berikan kesadaran kepada teman kami ini… Tiada daya upaya yang bisa kami lakukan selain nulis di blog curhat ini. Engkau Yang Maha Pembulak Balik Hati, Engkau Yang Maha Kuat dan Maha Lembut, Kuatkan hati kami dan Lembutkan hati Beliau Ya Alloh… Kami serahkan semua urasan ini kepada Mu ya Alloh… tiada daya upaya selain dari pertolongan Mu ya Alloh…

 

Share

5 Jenis Manusia

November 6, 2015 by  
Filed under Curhat PNS online

Dari ceramah Aagym, tentang 5 jenis manusia, silahkan disimak dan dapat di download file nya pada link di bawah artikel ini.

Ada 5 jenis manusia, termasuk manusia jenis manakah kita?

1.Manusia Wajib
Yang adanya itu sangat penting, sangat diinginkan dan kalau tiadanya orang merasa kehilangan.

2. Manusia Sunnah
Yang ada nya disukai, tapi tidak adanya tidak apa apa.

3. Manusia Mubah
Yang ada tidak ada… tidak ngepek begitulah, Ada tidak terasa manpaat nya, tiada tidak terasa juga kehilangannya.

4. Manusia Makruh
Kalau ada dia banyak masalah, tapi kalau tidak ada… lurus lurus aja, orang sudah merasa nyaman kalau dia tidak ngantor… enak. Kalau dia tidak datang ke arisan… netral, karena kalau dia datang maka ruweut. Celetak celetuknya, komentarnya itu menimbulkan masalah

5. Manusia Haram
Siapakah dia? Yaitu yang wajib tidak adanya, kalau ada sumber malapetaka, dan kalau tidak maka disyukuri tidak ada ketiadaannya.

Read more

Share

Romantika dan luka liku naek mobil Jemputan

August 30, 2015 by  
Filed under Curhat PNS online

‘Arin… ayo berangkat… itu mobil jemputan sudah datang, kasian teman temannya kalau harus nunggu lama…”
itu teriakan saya setiap pagi kepada anak kedua saya ketika mobil jemputannya datang. Bahkan sebelumnya sudah diminta untuk cepat mandi, cepat sarapan, cepat pakai baju dan sepatu, semua itu agar ketika mobil jemputan datang anak saya sudah siap. Dan kalau anak saya belum siap maka mobil jemputan tidak akan disuruh nunggu, tapi akan disuruh jalan terus dan siap terima resiko biar anak saya antar sendiri.

jemputan

Kalau anak saya belum siap ketika jemputan datang maka jemputan akan disuruh lanjut, bukannya malah disuruh nunggu, karena kita tahu di dalam mobil jemputan itu sudah ada beberapa orang anak yang kalau disuruh nunggu pastinya akan ngedumel karena kesal harus nunggu di dalam mobil yamg mungkin dirasa tidak nyaman. Mending kalau seorang saja yang telat, mending kalau tidak tiap hari kebiasaan telatnya.

Untuk itu diperlukan tenggang rasa, pengertian atau bahkan komitmen yang besar ketika anak kita menggunakan mobil jemputan ke sekolahnya. “Jangan sampai teman temannya menunggu ketika dijemput”. Seharusnya yang dijemput sudah standbye ketika mobil jemputan datang. Kasian teman teman yang sudah duluan naik mobil jemputan. Bayangkan kalau tiap hari telat, tiap hari akan muncul energi negatif akibat kesal terhadap yang telat, belum kalau terucap kutukan dari yang terdholimi…

Begitu hal ini berlaku pula ketika pulang, anak saya yang ketiga yang bersekolah di TK dan pakai mobil jemputan juga, kadangkala dan bahkan seringkali ketika jam pulang masih betah di sekolah, seringkali masih ingin main ayunan, perosotan, bahkan naik rumah pohon di sekolahnya. Nah kalau terjadi seperti ini maka gurunya akan telepon ke ibunya untuk minta dijemput sekitar setengah atau se jam an lagi setelah anak saya puas bermain di sekolah, dan mobil jemputan yang sudah diisi teman temannya akan berangkat duluan meninggalkan anak saya. Kenapa hal ini dilakukan? karena memang saya sudah komitmen dengan bu guru nya agar tidak menyusahkan teman teman jemputan lainnya. Anak anak ini kan ingin segera pulang ke rumah, sudah kangen sama ibunya, sama keluarganya di rumah, ingin segera ketemu melihat wajah wajah orang terdekat mereka.

Ya itulah yang namanya komitmen, yang mungkin tidak dimiliki oleh banyak orang. Yang lain mungkin akan nyuruh menunggu kepada supir jemputan ketika anaknya telat mandi atau telat sarapan.. sebemar saja kok… iya bu ngapapa kata supirnya… Toh kita bayar kok, Bahkan suka ditambah bayaraannya, kita kan lebih kaya, toh lebih gaya kok, toh kita dekat dengan kepala sekolah atau bahkan kepala yayasan… mau dipecat apa? Ya ngapapa kok… kan cuman sebentar, tidak tiap hari juga kok, kita tunggu ya… sabar ya….

Kemudian jalan masuk ke rumah saya ini hanya bisa masuk satu mobil saja. Nah kalau ini hanya berlaku hanya untuk anak laki saya yang paling besar. Kalau anak saya sudah siap dari awal, maka tidak ada salahnya toh saya suruh jalan saja sedikit ke depan, dan tidak nunggu di rumah, tapi nunggu di depan gang mau belok ke rumah, ya lumayan mengurangi kesulitan dan waktu tempuh mobil jemputan. Ya sedikit pengertian dan pengorbanan, biarpun sudah tugas supir belok ke gang rumah, tetapi menurut saya akan lebih elok kalau memang sudah atau bisa siap lebih awal… ya jalan sedikit ke arah jalan sesuai jalur jemputan yang lebih mempercepat perjalanan, daripada harus belok dulu menjemput yang terhormat paduka baginda raja.

Tapi kadang kadang juga jadi modus kurang ajar dari supirnya tuh… ditunggu tunggu mana ya tidak datang datang mobil jemputannya… eh ternyata malah nunggu di belokan sana. Kan belum ada perjanjian nunggu di belokan ya. Yang lebih kurang ajar lagi adalah kalau anak anak sudah siap pulang, eh supirnya malah belum datang, otw katanya “owh tungguan wae”, baru selesai beol katanya. Terus pakai nanya dulu, anak anak sudah pada kumpul semua belom? Ya mau kumpul semua atau baru seorang, kalau sudah waktunya ya standbye donk di tempat. Kamu teh supir, ya kalau sudab waktunya jemput ya siap di tempat donk bukan nanya nanya sudab kumpul apa belon? Ini mau jemput teman atau tugas dan fungsinya jadi supir ya?

Jemputan telat juga kadangkala karena mobil jemputan dipakai oleh operasinal yayasan. Padahal kan sudah ada mobil dan supir operasional sekolah? Ya kata para guru sih, mereka malas pakai supir operasional yayasan karena supir operasional suka ngarep-ngarep tips, bahkan ada yang cerewet suka nagih nagih, ngarep uang operasional juga, suka milih milih juga, mau berangkat kalau di suruh sama guru yang suka ngasih tips aja, tapi kalau yang sesuai SOP tanpa tips maka jalannya males malesan, atau nyarinyari alasan, sibuklah, ngantuklah, lagi M lah dsb. Wah ini harus di revolusi mental nih.

Ya namanya juga romantika mobil jemputan… suatu kali supir jemputan curhat karena belum punya uang untuk service dan ganti olie mobil. Juragan yang punya mobil belum ngasih uang katanya. Dari sekolah memang tidak ada biaya nya karena itu memang kewajiban pemilik mobil. Akhirnya supir pun curhat dan minta pinjaman uang, karena takut mobil mogok di jalan. Kasian kan anak anak kalau mogok di jalan. Kenapa kok juragannya belum ngasih uang buat service, katanya mendahulukan mobil mobil rentalan duluan, yang dipakau buat nganter bos bos direktur. Wuisss direktur didahulukan, ini anak anak kecil yang jumlahnya lebih banyak didahulukan juga celakanya ya…

Yawdah daripada anak masuk ruang  gawat darurat, dikasihlah uang untuk service dan ganti olie, dan bahkan sudah disiapkan juga ini uang untuk ganti ban juga (namun ketika mau eksekusi ganti ban ternyata sudah ada katanya dari bos nya).

Kasus lainnya adalah (tapi ini sebenarnya rahasia ya… jangan dibilang sama yang lain ya…) ketika suatu waktu mobil jemputan anak saya, karena satu hal dan lainnya harus disimpan atau dititip di rumah saya. Ya karena satu hal dan lainnya tadi, ya sudah di parkir lah mobil jemputan di rumah saya, bisa sih, cuman jadi penuh ini garasi, semula ada 2 mobil plus motor motor, maka sekarang jadi 3 mobil berjejer di belakang rumah. Ya tidak masalah sih, hanya saja masalahnya adalah istri komplain karena susah jemur baju, kemudian (ingat ini rahasia ya, jangan dibilang siapa siapa ya), mobil jemputan di parkir dengan ditutupi awning plastik pas pas di pinggir mobilnya, sehingga kalau sabtu minggu parkir di rumah seharian akan terkena sinar matahari. Mobilnya tidak apa apa sih. Tapi bermasalah pada bensin yang ternyata kepanasan dan berkurang levelnya, tidak percaya, mau bukti, tinggal minta saja photo nya ke saya, atau main saja ke rumah dan lihat kondisi garasinya.
Kondisi ini menyebabkan saya harus bertanggungjawab dengan mengisinya kembali minimal sama dengam sebelumnya, ya saya juga sudah berfikir untuk membeli tutup cover mobil, sudah tapi ternyata cover yang tipis dari plastik biasa tidak terlalu bagus dan banyak pengaruhnya. Ya rencananya nanti mau beli yang dari kain tuh yang di ace hardware yang harganya 500ribuan lebih, mantap kan. Akhirnya dalam beberapa minggu ini saya harus mengisi bensin dengan kocek sendiri, terus daripada sendiri ya ajak anak lah ke spbu, dan sekalian sekalian lainnya, ya ke spbu sekalian beli bakso, biar tidak tekor juga donk beliin bensin ya. Ya subsidi silang barang gocapan mah tidak apa apa lah.
Eh ternyata terlihat sama bos yang punya mobil, dan besoknya ditanyakan kepada supirnya, sambil nyuruh kalau mulai besok pagi, mobil dipasang CCTV agar bisa kelihatan siapa saja yang keluar masuk katanya.

60741 km - bbm 1/2

60741 km – bbm 1/2

Jpeg

64741 km (SAMA dgn kemarin) – tapi BBM turun dari 1/2

Dari gambar terlihat, kondisi di hari jumat malam ke sabtu/minggu siang, kilometer sama tapi BBM kok turun… ah ini mah di sedot ya, ya mungkin juga sih, sangking “pakir miskinnya” nih yang punya rumah, BBM saja sampai di sedot ya, padahal mobil dan semua motor saya mah jarang pakai Pertamax lho.. pakai BBM subsidi ya seringnya? oh maap ya… bukan… kita mah pakai SHELL atau TOTAL ya… pakai pertamax itu kalau benar benar terpaksa, tidak ada lagi SPBU Shell atau Total ya baru kita pakai pertamax… maap ya yang masih berjiwa “kaum Dhuafa” ya silahkan pakai BBM bersubsidi ya. 🙂 Nah biasanya saya isi tuh pakai Shell…

Ya baiklah, sudah parkir tanpa bayar, mobilnya tanpa asuransi juga, kalau hilang bagaimana? Makan ruang juga. Pernah kita mau pergi dan ada acara rame (hajatan) di dekat rumah, banyak orang yang lalulalang di depan rumah, duh… ini aman tidak ya mobil di rumah? ah daripada mobil jemputan yang hilang, mending mobil ertiga saja yang ditinggal di rumah, ertiga masih ada asuransinya sehingga tenang kalau ditinggal di rumah, jadi “mending hilang mobil sendiri daripada hilang mobil jemputan tuh…”, sehingga walau tidak enak hati juga, terpaksa kami pakai mobil jemputan keluar belanja ke yogya, karena lebih tenang hilang mobil sendiri daripada resiko hilang mobil orang. Saya ulangi ya… “Lebih tenang hilang mobil sendiri, daripada resiko hilang mobil Jemputan”.
Ya itulah cerita romantika anak anak pakai mobil jemputan. Ya namanya juga jumputan anak anak ya, harap maklum saja, namanya juga supir sekolah tk, yayasan kecil kecilan ya. Jadi harap maklum saja ya kalau banyak cama cimi nya…

Orang tua yang laen mah mana tahu nih, tinggal duduk santai saja dan ngerek aja ya…  ebkkkkxxxrrrhhhhhhxxxx… eits siapa yang suka ngorok? ya sayah maksudnya ya…  sebetulnya saya nulis nulis di blog ini bukan untuk siapa siapa, tapi sebenarnya untuk diri saya pribadi… beneran loh…

Apalagi Ketua atau Manajemen Yayasan TK al Jupri’ah… mereka mah tau nya, mobil jemputan harus digunakan untuk jemputan, tidak boleh ngangkut sampah, karena bisa menyebabkan bau 🙂 kalau tidak maka akan dipecat! wew…  tatut…

Nah itu tadi cerita jemputan anak anak ya… Hal ini tentunya berbeda dengan mobil jemputan orang dewasa, seperti contohnya jemputan teman saya yang bekerja di perusahaan yang katanya mantap dan kredibel, tiap hari teman saya pulang pergi memakai jemputan, ini cerita kehebatannya katanya:

– Semuanya gratis tidak ada bayar bayar iuran apapun, BBM, tol, supir, semuanya sudah di subsidi kantornya, bahkan mau urunan buat nambah nambah buat bulanan atau THR  supir pun, malahan di tolak sama supir nya, mohon maaf katanya “gaji saya sudah cukup dan saya tidak mau mengurangi kebarokahan dari rejeki saya” woooooyyy emang KPK tuh, tidak terima honor tambahan 🙂 Kredibel dilawan ya… Tidak ada istilah keluh kesah bayaran mahal lagi ya…

– Ketika berangkat semua orang yang ikut jemputan dengan penuh kesadaran menunggu pada tempat yang “se jalur” atau “se jalan” dengan perjalanan ke kantor, Semuanya mengerti bahwa jempuitan kantor beda konsep dengan “jemputan anak” yang harus jemput sampai ke depan rumah. Tidak perlu belok dulu ke jalan B jemput paduka tuan raja, belok lagi jalan C, jemput tuanku yang agung dalem putri. Keburu lecek tuh yang ada dalam mobil.

– Ketika pulang pun semuanya kompak menggunakan teori/hukum dari “heldi.net” yaitu; Terlambat masuk kantor dan terlambat pulang ke rumah adalah sama sama korupsi. Terlambat masuk kantor korupsi waktu kerja, sedangkan terlambat pulang ke rumah adalah korupsi waktu keluarga”. Untuk Keluarga itu bukan sisa waktu loh… Sehingga kalau memang sudah jam pulang ya semuanya standbye di lokasi penjemputan,  kalau ada yang tidak bisa ikut jemputan ya sudah tidak ikut aja ya. Tidak ada istilah, “saya bisa ikut jemputan tapi nanti se jam lagi ya… “, tahu tahu pas sejam lagi, sudah se jam kita nunggu eh ternyata… “tidak jadi ikut jemputan ya…”  gondok apa varises, atau hepatitis itu ya namanya?

– Jadi ketika mau pulang yang mau dijemput/anter, mobil dan supirnya pun sudah stand bye semua di pelataran kantor, tanpa harus; posisi? ayu turun… ayo naik! lip, WC, tunggu bos, beberes, beol dulu, hitut heula…  sudah kumpul supirnya belum ada… sudah ada supirnya, orangnya masih kurang satu… halah

– Tempat nyimpen mobil juga jelas, kalau disimpan di supir, maka ada uang jaganya, mobil juga diasuransikan, bahkan supirnya juga di asuransikan, bisa saja mobil hilang dengan supirnya kan?! aman kalau dua duanya sudah diasuransikan.

– Maintenance, service, dan semua keperluan perawatan mobil sudah aman di perhatian dan ditanggung oleh perusahaan, tidak perlu ribut dengan supir bos bos rebutan jatah service, tidak perlu ribut dengan oknum yang menerima serivce mobil, yang mensyaratkan service harus di bengkel nya. Ah lieurrrr eta mah…

– Mobil mau irit atau boros, mau 40 km/lt seperti bebek, mau 5 km/lt seperti hardtop tidak masalah, toh ada subsidi BBM, ya kalau boros diperbaiki donk, bisa dilihat di dashboard berapa itu perbandingan kilometer dengan liter bensinnya.

– Di semua mobil di pasang CCTV dan GPS, sehingga semua aktifitas terekam dan terkontrol… mantap surantap!

– Terus terus terus… apalagi nih kehebatannya? Ya intinya manajemennya mantap deuh… beda dengan kondisi manajemen di dinas lainnya, di sini tidak ada istilah ribet sama mobil mobil dinas lainnya yang berfungsi lain, seperti mobil operasional, mobil pengangkut sampah dsb, kenaaaapah ribet? ya karena ternyata mobil yang seharusnya tugas dan fungsinya untuk ngangkut sampah eh malah masih minta setoran dan iuran untuk ngangkut sampahnya. Akhirnya mobil jemputan diperbantukan untuk ngangkut sampah, kan jadi bau ya. Mending cuman bau sajah, itu BBM nya diganti tidak ya? ya tinggal pasang CCTV dan GPS  ajah di mobilnya ya… 🙂

Ikut jemputan ya… tunggu curhat dulu ya 🙂

 

 

Share

Rahasia sukses bisnis Travel dan Kargo, beneran ini?

August 18, 2015 by  
Filed under Curhat PNS online


Promosi travel, kargo,, pulsa, listrik bahkan sekarang ke makanan minuman, bersama wempy suciadi dan Bardan  Priyanto. Sangat menggiurkan… ini yang harus membuat kita hati hati ya, mudah dapat uang, mudah kaya, apa tidak boleh mudah dapat uang? Ya boleh boleh saja ya… tapi…

Bongkar rahasia sukses tour and travel

1. Semudah menggunakan handphone, hasil survey 60% waktu pegang hp.
2. Bukan multilevel marketing
3. Software, software dan software
4. Tanpa perlu kantor
5. Bayar sekali sms, selanjutnya gratis, tanpa iuran bulanan.
6. Ada bisnis baru tidak perlu update dan bayar
7. Spanduk, kartu nama, perijinan tidak perlu buat lagi, sertifikasi tdk perlu ngurus lagi.
8. Menjadi distributor dapat 0,01 persen.
9. Harga investasi SANGAT MURAH 5 juta sbg distrobutor (dari 25juta), 1,8 juta sebagai agen.
10. Training sampai bisa.
11. Tanpa resiko, resiko hanya rp. 5 juta atau 1,8 juta tadi
12. Bawa bawa AFTA, bisnis travel pasti booming.
13. Ada buku panduan
14. 100% registrasi untuk anda
15. Software canggih, tanpa install, berbemtuk web…
16. Konek dengan airline, kereta api,
17. Kargo, cukup kumpulkan barangnya, tanpa harus sewa mobil
18. Ada isi pulsa, bayar pln, pam, dsb
19. Dipakai sehari hariuntuk sendiri juga bisa
20. Ada kartu anggota berlogo visa, artinya usaha kita diakui internasional.

21. Ada penghargaan dari Menteri Puan Maharani… wah hebat… 🙂

Hadiah
1. Blackberry, hp android
2. Undian jalan ke luar negeri
3. Voucher 1 juta rupiah.

Sukses story
1. Tours and travel terpaporit.
2. Anak umur 11 tahun sukses
3. Karyawan tanpa meninggalkan kerja dapat pasive income 15juta per bulan
4. 10 ribu orang sukses
5. Ada yang sudah sepuh juga bisa

Ikut training, seminar langsung bisa jalankan bisnis ini.

Pertanyaan:
1. Bagaimana cara menjual tiket banyak?
2. Ada bisnis cargo, bagaimana cara nyari konsumen kargo?
3. Nanti di latih di training, Tapi tetap harus daftar dulu karena peserta terbatas, so harus bayar daftar dulu?
4. Resiko sangat minim, hanya 5 juta atau 1,8 juta, ya resiko beli software saja, kalau usaha travel tidak maju ya salah sendiri ya
5. Tetap harus kerja, bagaimana cara kerjanya? Nanti dijelaskan di training.
6. Tidak semua orang senang bisnis travel.
7. Terlalu melebih lebihkan penghargaan dari suatu kementerian yang menterinya menurut saya kurang mantap!
8. Mana gambaran softwarenya, software software… tapi tidak ada screenshoot software nya.
9. bukan jual software tapi memberikan peluamg usaha travel, tapi bahasannya software dan janji janji manis tanpa ada bagaimana penjelasan travelnya, ya nanti ditraining.. loh kok…

Gampang mengoperasikannya… oke setuju, masalahnya bagaimana bisa dapat order tiketnya, diiming iming semua bisa sukses… bagaimana Seorang anak smp bisa dapat order tiket banyak sampai sebulan dapat 15 juta? Ya anak smp bisa pakai hp, tapi bukan pakai hp atau softwarenya, tapi bagaimana dapat ordernya??

http://www.ariasri.com/2011/01/curhat-mmbc.html?m=1

Intinya menurut saya pribadi ini ada yang salah dengan promo travel bombastis di radio dan tv ini. Ini hanya jual user name untuk aplikasi website . Pa wempy dan pa Bardan ini mungkin sebagai affiliate atau apa ya saya juga tidak tahu, tapi intinya ada menjual.user name password untuk aplikasi travel, kargo, pulsa, dan sebagainya. Beliau jual dengan harga 20 juta, diskon sampai 5 juta wow… hanya untuk sekian orang pendaftar pertama waduh… hadiah handphone, potongan harga travel ke.luar negeri wow…

Promosi di tv one, radio el.shinta, wow itu media tv yang besar sekali pengaruhnya… mudah mudahan saja memang benar adanya bisa banyak yang sukses dengan usaha software travel dan sebagainya ini.

Ayo dengan 1,8 juta atau 5 juta dapat peternakan uang, ya kalau bisa jual tiket bamyak om…
Kalau sudah beli 1,8 juta terus tidak bisa jual tiket? ya resiko kecil cuman 1,8 juta ya…
Kalau sudah beli 5 juta terus tidak bisa jual tiket banyak? Ya jual software lagi ke teman2 dapat 10juta, uang registrasi langsung diperoleh… nah ini jual tiket atau jual software?

Yang ngerti internet silahkan lihat disini:
https://klikmbc.co.id/mobile/website.php

Coba lihat dan pelajari dan bandingkan dengan ini juga:

https://agentravel.id/

Buat Peternakan Uang anda Dari Website Travel yang bisa bekerja 24 jam… wow….

Baca Juga:

http://heldi.net/2015/06/bisnis-travel-dan-kargo-yang-bombastis-dari-wempy-suciady/

Share

Modus kecurangan dalan e-procurement

July 22, 2015 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Kecurigaan ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, waktu itu ada curhatan dari beberapa orang baik dari pokja ulp atau dari pihak penyedia yang sedang melaksanakan proses pemilihan penyedia. Kecurigaan adanya kecurangan dalam pengaturan bandwith atau lebar pita jaringan internet yang di setting untuk menerima unggahan dokumen penawaran dari penyedia barang/jasa.

Modus atau modal dusta yang dilakukan adalah dengan memperbesar bandwidth ke server lpse tempat dilaksanakannya pengadaan barang jasa pada waktu tertentu ketika penyedia ‘jagoan’ akan melakukan upload atau unggah dokumen penawaran. Setelah jagoan nya selesai menunaikan hajatnya yang terlarang -karena melanggar prinsip pengadaan- , selanjutnya jalur bandwitdh dikurangi atau dikecilkan kembali. Pengecilan banwidth atau lebar pita jaringan ke lpse ini mengakibatkan penyedia penyedia lainnya ketika upload dokumen penawaran akan  ‘berdesak desakan’, yang bisa beresiko pada tidak sempurna nya data dokumen yang diterima oleh server lpse.

Read more

Share

Next Page »