Batik Solo Trans – Tidak ada katalog Bus, Akhirnya lelang juga.

September 8, 2016 by  
Filed under Kasus Pengadaan

Daleum ini peryataan dari kadishubkominfo Jota Surakarta yang mnyatakan ; “kualitasnya bagus karena bisa memilih, sedangkan jika melalui lelang hanya mendapatkan harga murah saja.”. Sudah bisa ditangkap itu filosofi dari harga katalog oleh beliau. Tapi ya bagaimana ya katalog Bus Umum, apa sudah jalan belum ya? perasaan tidak terdengar kabar kabar nya?

Berikut berita dari Solo :

Pengadaan Batik Solo Trans Melalui Proses Lelang, Satu Bus Rp700 Juta

Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta akhirnya mendapatkan pengadaan armada Batik Solo Trans (BST) dengan merek Hino melalui cara lelang. Cara ini ditempuh karena pemerintah pusat tidak kunjung merilis e-katalog yang berisi daftar spesifikasi bus.

“Kami sudah mendapatkan delapan BST merek Hino hasil lelang kemarin. Harganya satu armada  itu sekitar Rp 700 juta,” terang Kepala Dishubkominfo Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajat kepada wartawan, Senin (5/9/2016).

Meski begitu, Yosca memastikan, jika kualitas armada hasil lelang tersebut tidak sesuai harapan. Hal ini karena, untuk pengadaan angkutan umum harusnya tidak dengan cara di lelang melainkan lewat e-katalog dari pemerintah. Sehingga, kualitasnya bagus karena bisa memilih, sedangkan jika melalui lelang hanya mendapatkan harga murah saja.

“Kalau bisa pakainya itu Mercedes, jadi masyarakat merasa senang naik bus Marcedes. Pastinya itu kecewa, kalau lelang pasti carinya yang murah-murah,” kata dia.

Lanjut dia, dengan anggarannya yang ada kalau untuk merek Marcedes dapat enam armada sedangkan merek lain bisa 10 armada. Tetapi, bukan jumlah yang dikedepankan, tetapi yang penting adalah kualitasnya.  Pihaknya sangat menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera merilis e-katalog.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta telah mengirimkan surat ke pusat namun tidak dikeluarkan. “Jelas sangat disayangkan. Kalau untuk kendaraan pribadi rilis e-katalognya cukup cepat, tapi kalau untuk kendaraan umum kok lambat,” paparnya.

Proses lelang ini terpaksa dilakukan  dengan pertimbangan harga bus akan semakin mahal dengan seiring berjalannya waktu. Hasilnya ada delapan armada merek Hino dengan harga Rp 700 juta per unit. Untuk kapasitasnya itu 21 kursi ditambah dengan 15 untuk penumpang berdiri.

“Harusnya itu bisa dapat sembilan unit kalau lelangnya itu dilakukan Maret lalu. Jadi lama kelamaan harganya akan terus naik, kalau terus menunggu bisa-bisa batal sampai tahun depan,” sambungnya.

Yosca menambahkan, jadi regulasi yang membuat pengadaan BST ini tidak sesuai dengan harapan atau molor. Padahal untuk dananya sudah ada dari APBD Kota dan APBD Provinsi, jadi tinggal dibayarkan saja.

“Armadanya sudah ada dan akan dioperasionalkan dalam waktu dekat ini. Kan sambil menunggu persiapan yang lain,” pungkasnya.

 

Sumber: http://joglosemar.co/2016/09/pengadaan-batik-solo-trans-melalui-proses-lelang-satu-bus-rp700-juta.html

Share

Tidak pakai Katalog di Pidanakan??

July 27, 2016 by  
Filed under Berita dan Artikel Pengadaan

Tulisan dari Samsul Ramli (www.http://samsulramli.com)

Beberapa waktu terakhir banyak menerima pertanyaan terkait eKatalog. Pertanyaan ini muncul rupanya karena munculnya kewajiban menggunakan metode pembelian secara elektronik (ePurchasing) untuk barang/jasa yang ada dalam eKatalog.

Tepatnya muncul akibat Pasal 110 ayat (4) Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengatur bahwa Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi (K/L/D/I) wajib melakukan e-Purchasing terhadap Barang/Jasa yang sudah dimuat dalam sistem katalog elektronik sesuai dengan kebutuhan K/L/D/I.
Read more

Share