Cerita Klarifikasi Jasa Konsultansi (on the spot)

June 21, 2013 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Sudah lama sekali rasanya tidak melakukan klarifikasi kepada penyedia terutama penyedia jasa konsultansi. Nah pada sesi lelang sekarang ini ada beberapa paket konsultansi yang nilainya cukup lumayan signifikan dan diikuti oleh lumayan banyak konsultan juga yang memasukan dokumen kualifikasi, dimana hampir di semua paket yag ditangani ada lebih dari 5 sd 10 konsultan.  Mumpung tidak ada acara ngajar dan masih di kota bogor, pada hari Jumat dan Senin kemarin, saya bersama tim pokja ulp kota bogor, melakukan klarifikasi on the spot ke beberapa konsultan di Bandung dan di Bogor.

Dari hasil klarifikasi 7 konsultan di Bandung diantaranya ke daerah Margahayu, Buahbatu dan Pahlawan juga sekitar 5 konsultan dengan keliling keliling di  kota Bogor, banyak pelajaran dan informasi berharga yang diperoleh, khususnya terkait dengan penilaian untuk shortlist atau daftar pendek hasil pra kualifikasi dan secara umum adalah bagaimana kondisi pasar jasa konsultan sekarang ini. Dari hasil jalan-jalan di kota Bandung dan Bogor selama 2 hari, diperoleh dan ditemukan beberapa tipe dan jenis konsultan, diantaranya sebagai berikut:


1. Konsultan Spesialis Di-Pinjam

Konsultan tipe ini, apabila di telepon tidak nyambung, kalaupun nyambung bisa terdengar suara perempuan dari komputer yang berbunyi; “segera selesaikan tagihan telepon anda”  atau suara gemuruh mesin faks, atau kalau suara manusia beneran maka dari psikologis jawabannya akan “jaka sembung pakai eprok alias ngak nyambuk blokok” hehehe, tidak kooperatif dan bingung sendiri… bahkan didatangi kantornya pun kemungkinan besar akan mengalami kesulitan tingkat tinggi untuk menemukan kantornya, karena kantornya bisa saja berbentuk rumah biasa, menyatu dengan usaha lainnya, dan biasanya berlokasi “nyungsep” di perumahan, rusun RSS  atau ruko fotocopian di dunia antah berantah. Dari konsultan-konsultan lainnya, dapat di minta informasinya apakah konsultan ini biasa dipinjam atau tidak. Jadi konsultan tipe 1 ini biasanya menajemennya hanya direktur dan satu staf administrasi (OB), memang dokumen administrasinya lengkap, namun mereka tidak memperoleh pekerjaan secara langsung, fotocopian data administrasi bahkan username serta password eproc/lpse nya banyak dipegang oleh konsultan-konsultan lain, biasa digunakan sebagai pendamping atau bahkan bisa jadi pemenang. Konsultan ini hanya memperoleh fee dari jejaring mereka. Hampir bisa dikatakan kemampuan untuk menangani pekerjaannya sangat diragukan, karena tidak ada tenaga ahli tetap di kantornya, tidak ada manajemen di kantor. so apa mau dikata… coret dari daftar shortlist karena tidak dapat dilakukan pembuktian dokumen pra kualifikasi.

2. Konsultan yang dipakai/dipinjam oleh oknum lokal

Konsultan yang dipakai oleh oknum lokal, dapat dibagi menjadi dua lagi yaitu, dengan ijin pemilik dan tanpa ijin dari pemilik konsultan yang dipakai.  Apabila seijin dari pemiliknya maka dapat dilihat dari psikologis ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pokja ketika dilakukan klarifikasi, maka biasanya awalnya mereka akan berusaha menyembunyikan bahwa perusahaan mereka dipinjam… “PT ini aku pinjam” kalau kata iwan fals mah, mulai dari pertanyaan awal yaitu; apakah bapak mengikuti paket A, B, dan C di ULP kota Bogor? Apakah ada karyawan yang bernama fulan yang kemarin datang ke ulp kota bogor untuk mengklarifikasi dokumen prakualifikasi? kalau sering menontong film “lie to me” nya dr. lightman di B channel, bisa dibaca secara jelas bahasa tubuh yang sedang berbohong itu bagaimana ya..

lietome

Untuk konsultan yang dipinjam ini, ya silahkan terserah pokja apakah mau digugurkan atau tidak, kalau mau digugurkanya harus pakai strategi untuk membuktikan bahwa perusahaan tersebut dipinjam oleh orang lain, bisa menggunakan rekaman hasil wawancara/klarifikasi di bandingkan dengan kenyataannya yang berbeda, misalkan dengan pertanyaan, apakah perusahaan anda mengikuti paket lahan kritis di kota bogor (padahal paket lahan kritis sudah selesai lelangnya), pasti jawabannya iya… 🙂 selanjutnya tinggal diolah saja dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya.. 🙂

Kalau diluluskan tentunya akan ada resiko terhadap kualitas pekerjaanya nanti karena ada cost tambahan yaitu cost pinjam bendera, kemudian harus dipastikan siapa nanti yang bekerja, apakah tim konsultan yang dipinjam, atau tim yang meminjam? atau konsultan pihak ke empat lainnya? walah semakin panjang kan rantainya 🙂

Selanjutnya kalau konsultan ini dipinjam tanpa ijin, maka bisa ada dua kemungkinan juga, kemungkinan pertama langsung mengakui bahwa memang dia tidak daftar atau berusaha menyembunyikannya dan selanjutnya akan mencari tahu siapa yang sedang memakai benderanya… 🙂 Kejadian kemarin sih banyaknya yang langsung meminta untuk dicoret sajah langsung, dengan bukti tulisan tangan di Lampiran berita acara klarifikasi dan pembuktian kualifikasinya, yang menyatakan bahwa perusahaan kami tidak sedang mengikuti pemilihan penyedia paket tersebut.. ttd direktur…
Satu hal yang kami sarankan kepada konsultan yang dipinjam dengan tanpa ijin pemilik yaitu SEGERA GANTI PASSWORD perusahaan anda di LPSE!

lanjut tipe ke-3 yaitu

3. Konsultan Mantap!

Nah kalau ini dari pertama di telepon juga langsung kooperatip, kalau kita kesasar dan kita minta jemput di lokasi tertentu langsung tentunya tidak akan banyak bahasa u a u eu… siap pak, bapak posisi dimana sekarang? Sampai di tempat kantor konsultan tersebut, baik diarahkan ke kantornya atau ke studionya mereka oke oke saja. DI kantornya kelihatan ada orang-orang nya, tidak hanya satu orang, ada staf administrasi, ada operator, bahkan ada tenaga ahlinya yang lagi nongkrong, ada office boy nya yang menyuguhkan kopi… mantap dah! tidak perlu basa basi lagi, kami tunggu dokumen penawarannya pada tahap selanjutnya 🙂

Sedikit hikmah lainnya dari jalan jalan klarifikasi konsultan ini, selain menambah teman dan bersilaturahim dengan penyedia konsultan, kita juga dapat ngobrol, sharing, curhat tentang kondisi jasa konsultan di Indonesia sekarang ini, tentang tenaga ahli, tentang penyedia konsultan lainnya, tentang calo calo, tentang perusahann pinjam meminjam, tentang persyaratan tenaga ahli dari pokja yang suka setinggi tinggi nya dengan hps yang tidak masuk akal, tentang jalan pramuka dan pernak pernik lainnya tentang per konsultanan…

Demikian sedikit sharing dari hasil jalan-jalan ke konsultan di Bandung dan Bogor, mudah-mudah sedikit banyak ada manfaatnya bagi teman-teman pokja lainnya yang sedang melelangkan paket jasa konsultan. Selamat bekerja kembali, terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini dan salam pengadaan dari kota Bogor.

 
catatan: dengan melakukan klarifikasi on the spot, akan membuat deg deg an pokja juga, karena bisa berakibat pada gagal lelang karena bisa saja banyak konsultan yang dicoret dari daftar pendek (shortlist) sehingga tidak memenuhi 3 sd 5 (seleksi sederhana) atau 5 sd 7 penyedia (seleksi umum), so silahkan klarifikasi on the spot dengan at your own risk… resiko ada di tangan pokja ulp 🙂
 

Share

Pembukaan Dokumen Penawaran Konsultan (2 sampul); Kesalahan yang sering dilakukan panitia.

May 12, 2008 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Dalam acara pembukaan dokumen untuk pengadaan jasa konsultansi dengan metoda dua sampul (sampul I administrasi dan teknis dan sampul II biaya), seringkali panitia pengadaan melakukan kesalahan yang mungkin tidak disadari akibat kebiasaan pembukaan sampul dengan metoda satu sampul pada jasa pelaksana konstruksi, kesalahan tersebut adalah dibukanya sampul I yang ASLI untuk diperiksa kelengkapannya dihadapan peserta pengadaan, begitu pula para peserta pengadaan, jarang sekali yang menyadari atau mengetahui bahwa seharusnya sampu I ASLI itu tidak boleh dibuka terlebih dahulu.

lelang
photo: pelelangan di www.lombok-airport.co.id

Read more

Share

PROSEDUR SELEKSI JASA KONSULTANSI (METODE 2 SAMPUL)

May 7, 2008 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Sumber: http://jasakonsultan.net

Di dalam Keppres 80 tahun 2003, untuk pengadaan jasa konsultansi terdapat 5 metoda evaluasi penawaran, yaitu antara lain Evaluasi:

1. Kualitas
2. Kualitas dan Biaya
3. Pagu Anggaran
4. Biaya Terendah
5. Penunjukan Langsung

Masing-masing metoda ini menghasilkan proses yang berbeda yang kadang-kadang sedikit membingungkan, tidak seperti proses evaluasi pada jasa pemborongan yang jauh lebih sederhana, kebingungan tersebut terutama pada tahapan masa sanggah dimana masing-masing proses metoda mempunyai tahapan yang berbeda, misal untuk metoda kualitas, masa sanggah berlaku setelah pengumuman peringkat teknis (sampul I), sedangkan pada metoda kualitas biaya, masa sanggah berlaku setelah pengumuman pemenang setelah dilakukan pembukaan sampul II (biaya).

Read more

Share