Outbond Bogor

January 9, 2012 by  
Filed under Rekomendasi Bogor

family-outbound_bogor Outbond BogorAda email promosi yang masuk ke heldi.net, tidak ada salahnya saya posting langsung di blog, semoga bisa lebih memajukan usaha/jasa di  kota Bogor…

TIPS SUKSES MENGGAPAI KEMENANGAN DI AWAL TAHUN 2012
“MENGELOLA ENERGI POSITIF KARYAWAN UNTUK LEBIH KREATIF DAN PRODUKTIF”

“Sesungguhnya Bukan Kekuatan Uang Dan Modal Saja Yang Akan Membuat Bisnis
Itu Cemerlang. Tetapi Kekuatan Visi, Komitmen, Sikap Optimis, Ketekunan, Dan
Kekuatan Intelektual Karyawan Merupakan Harta Tak Ternilai Yang Harus
Dirawat Dan Dikembangkan Oleh Pemimpin.” – Djajendra

Pemimpin bisnis adalah seorang pribadi yang harus pintar mengelola energi
positif karyawan, untuk menjadi lebih kreatif dan produktif. Dalam sebuah
proses bisnis, kreatif dan produktif merupakan dua kata kunci yang memiliki
kekuatan yang sangat fundamental buat menghasilkan kinerja terbaik.
Sedangkan kemampuan mengelola energi positif berarti kemampuan pikiran,
perasaan, intelektualitas, ego, dan tubuh untuk selalu bertransformasi
menghasilkan hal-hal terhebat buat kesuksesan stakeholder.

Pemimpin harus selalu tegas dan disiplin untuk menjaga energi positif
karyawan, agar semua nilai-nilai positif bisa terfokus kepada upaya kreatif
dan produktif, bahkan dalam kondisi ekonomi dan bisnis yang penuh
ketidakpastian. Pemimpin harus bertanggungjawab total terhadap semua
kemungkinan melalui kekuatan energi positif karyawan.

Pemimpin harus memahami, mempelajari, dan memulai proses untuk mengakui
setiap kondisi dengan jawaban yang terfokus kepada kekuatan kreatif dan
produktif karyawan. Sebab, sesungguhnya bukan kekuatan uang dan modal saja
yang akan membuat bisnis itu cemerlang. Tetapi kekuatan visi, komitmen,
sikap optimis, ketekunan, dan kekuatan intelektual karyawan merupakan harta
tak ternilai yang harus dirawat dan dikembangkan oleh pemimpin.

Pemimpin harus bersikap bijak dan profesional untuk menentukan arah
perusahaan kepada sasaran yang jelas dan terfokus.

Pemimpin juga harus mampu membangkitkan semangat karyawan untuk bergerak
bersama arah perusahaan yang strategis dalam menghasilkan sukses.

Kekuatan energi positif haruslah dapat digunakan secara baik melalui sistem
pemetaan yang inovatif dan kreatif. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu
mengidentifikasi semua tujuan-tujuan kunci perusahaan; pemimpin harus mampu
mengelola semua aspek kerja perusahaan dari mulai departemen, tim, dan
setiap tingkat yang ada di dalam struktur organisasi perusahaan; pemimpin
harus mampu menggunakan setiap potensi dan bakat karyawan secara efektif;
pemimpin dan karyawan harus bersatupadu untuk mengelola kekuatan energi
positif dan memberikan kontribusi kepada seluruh tujuan dari perusahaan; dan
pemimpin bersama karyawan harus menghasilkan struktur organisasi yang kuat
dan solid, organisasi yang dapat bergerak dengan cepat, serta berani dan
berhasil melalui kekacauan keuangan di saat apa pun untuk membuat perusahaan
tetap kokoh berada di barisan terdepan.

Suatu kebanggaan bagi kami untuk memperkenalkan BeeOutbound Adventure
Training sebagai sebuah outbound organizer yang menggabungkan aktivitas
indoor dan outdoor, mengkombinasikan Attractive games dengan ESP Programs
melalui metode training yang unik, fun learning dan ditangani oleh
instruktur dan trainer profesional, sebagai sarana untuk mengeksplorasi dan
mengeksploitasi kemampuan personal dan team work untuk kemajuan Perusahaan.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari Paket Outbound yang kami
tawarkan antara lain :
1. Dapat mengenal lebih dekat dengan “The big team” yang saling mendukung
kemajuan perusahaan.
2. Memotivasi karyawan untuk dapat bekerja lebih baik dalam sebuah team.
3. Memancing munculnya sikap pantang menyerah untuk mencari berbagai solusi
dalam menghadapi permasalahan kerja.
4. Dapat saling berbagi pendapat atau pandangan untuk memberikan yang
terbaik sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.
5. Dapat mengambil keputusan dengan cepat, tepat dan akurat.
6. Memahami dan mengimplementasikan konsep – konsep manajemen.
7. Membuat kondisi fisik dan pikiran lebih fresh sehingga dapat
mengoptimalkan kinerja berikutnya.

Jangka Waktu Program :
- Fullday (1 hari)
- 2 hari, 1 malam
- Atau sesuai permintaan

Alternatif Program :
. Arung Jeram
. Paint ball
. Kids Program
. Adventure Game
. Dll

Rincian program dapat dilihat pada halaman berikutnya.  Atas segala
perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat kami,

M. Iqbal Ali Tasrif
Marketing Coordinator
Phone: 0251-8330153/0251-8373111 Ext. 58
Email : adventure@beeoutbound.com
http://www.beeoutbound.com

Share

Kopi Khas Bogor – Kopi Liong

November 24, 2011 by  
Filed under Kota Bogor

kopi-liong Kopi Khas Bogor - Kopi LiongKopi adalah salah satu minuman paling di gemari di seluruh dunia. Sejak penemuannya pada abad ke 9 di Ethiopia, kopi terus berkembang hingga saat ini. Penanaman dan perdagangan kopi sendiri di mulai pada abad ke 15 dan 16 di jazirah arab. Pada perkembangannya kemudian kopi akhirnya berkembang ke seluruh dunia. Zat Kafein yang terdapat dalam kopi dipercaya mempunyai khasiat untuk memberi efek menyegarkan bagi tubuh. Kedai-kedai kopi terus tumbuh dari zaman ke zaman. Saat ini kopi bukan lagi sekedar sebuah minuman yang menyegarkan. Budaya menyeruput kopi di kafe-kafe sudah menjadi gaya hidup. Tak heran harga yang di tawarkan di kedai-kedai kopi modern bagaikan bumi dan langit dengan harga kopi di warung-warung kopi pinggir jalan. Beragam cara penyajian kopi juga di tawarkan di kafe-kafe ini. Dari mulai kopi bercampur coklat, susu, sampai alkohol. Industri pengolahan kopi pun bermunculan di seluruh dunia. Kemudian bermunculan kopi-kopi instan dalam bungkus-sachet sachet yang dianggap lebih efisien dalam penyajian nya.

Kopi Di Indonesia

Belanda adalah Negara yang pertama membawa kopi ke tanah air. Tanah jajahan nya ini di jadikan sebagai produsen kopi untuk melayani kebutuhan kopi di Eropa. Kopi ditanam didaerah Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Saat itu kopi merupakan komoditi yang sangat menguntungkan buat Belanda. Tak heran bila kemudian Belanda berusaha memperluas penanaman kopi di seluruh nusantara. Sisa-sisa perkebunan kopi dari Belanda inilah yang kemudian berkembang menjadi perkebunan-perkebunna kopi milik rakyat di beberapa daerah Di Indonesia. Kopi-kopi dengan citarasa yang beragam akhirnya muncul di tiap-tiap daerah. Kopi Gayo, Kopi Toraja,Kopi Lampung sampai dengan kopi Luwak yang sangat fenomenal. Kekhasan tiap-tiap daerah dalam mengolah kopi membuat beragamnya rasa kopi yang ada ditanah air.

Produsen kopi di tanah air pun mulai mengembangkan usaha kopi Instan berskala nasional. Kopi dengan embel-embel 3 in 1 ini menawarkan kepraktisan dalam menikmati kopi. Kehadiran kopi-kopi bermerk dengan ruang lingkup nasional ini sedikit banyak mulai menggerus pangsa pasar kopi-kopi local yang ada di berbagai daerah. Salah satu nya adalah kopi Liong Bulan, asal Bogor.

Kopi Liong Bulan, Kopi Khas Bogor

Mulai diproduksi sejak tahu 1945 hingga kini masih bertahan sebagai kopi favorit di Bogor. Kopi ini pernah sangat Berjaya selama beberapa generasi .Namun sepuluh tahun belakangan, pesona nya mulai agak memudar. Penikmat kopi khususnya generasi yang lebih muda lebih suka kopi-kopi besutan pabrik besar yang menawarkan aneka rasa kopi. Kopi Liong bulan dari dulu hingga sekarang tetap setia dengan kopi hitam nya. Bahkan bungkus plastic baru beberapa tahun belakangan ini di perkenalkan.

Di tengah serbuan kopi nasional, sesungguhnya kopi Liong bulan mempunyai penggemar-penggemar fanatic. Di tengah ketatnya persaingan diantara produsen kopi nasional, seperti kopi ABC, Torabika dan Kapal api, kopi asli Bogor ini masih terus bertahan. Kualitas kopi yang baik dan rasa harum yang sangat menggoda hidung adalah daya tarik dari kopi ini. Ketika bubuk kopi dituangi air mendidih, diamkan selama 3 menit kemudian aduk, segera saja akan tercium aroma kopi yang sangat kuat, menggugah selera,bahkan dari jarak beberapa meter. Untuk para penikmat kopi hitam, inilah salah satu kopi terbaik yang dimiliki negeri ini.

Beberapa tahun lalu aku membawa kopi ini ke tempat kos di Bandung. Sekejap saja kopi ini menjadi favorit teman-teman di tempat kos. Alhasil akupun menjadi supplier kopi Liong Bulan untuk teman-teman di tempat kos. Beberapa teman bahakan membawa pulang kopi ini ke Garut, Sumedang, dan Tasik. Orang-orang tua mereka semua tergila-gila dengan rasa kopi Liong Bulan. . Sayangnya kopi ini hanya beredar di daerah Bogor dan sekitarnya saja. Tak banyak orang di luar Bogor yang tahu keberadaan kopi Liong Bulan.

Sejalan dengan perkembangan kota Bogor, jangan sampai orang hanya mengenal Bogor dari Roti Unyil, Asinan, Pala manis, Talas atau Factory Outlet nya saja. Jauh sebelum itu ada juga Kopi Liong Bulan yang melegenda hingga kini.

Sumber : http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/05/11/kopi-liong-bulan-kopi-khas-bogor-yang-menggugah-selera/

Share

Jam Orang Sunda

October 24, 2011 by  
Filed under Kota Bogor

JAM ORANG SUNDA from Kabayan Tumaritis (http://kabayantumaritis.net/)

Bjamsunda Jam Orang Sundaagi orang Bogor yang hidup di Bogor tentunya sedikit banyak harus mengetahui… ya kalau tidak memulainya untuk mengetahui tentang Budaya dan Bahasa Sunda. Karena kota Bogor, ada di tataran tanah sunda, baik secara geografis termasuk wilayah Jawa Barat meupun sejarah historis yang masih ada sejarahnya dalam percaturan orang sunda. Berikut adalah posting tentang istilah-istilah Waktu/Jam dalam Bahasa Sunda, dimana ternyata orang sunda mempunyai ragam bahasa dalam penyempaian waktu selama 24 jam sehari. Jam Orang Sunda bukanlah jam seperti biasanya,ada angka-angkanya, tetapi jam ini memiliki keunikan tersendiri yaitu memakai kata-kata.

Kata-kata ini menggambarkan suasana sekitar pada jam tersebut di jaman dahulu kala. misalnya jam 12.00 berarti disebut Tangage, lalu jam 04.00 berarti jam “kongkorongok hayam” yang berarti pada jam ini ayam berkokok di waktu ini.

 

Berikut nama-nama waktu jam sunda

jam 12.00 = tangage,

jam 13.00 = lingsir (panon poe lingsir ngulon),

jam 14.00 = kalangkang satangtung,

jam 15.00 = mengok,

jam 16.00 = tunggak gunung (pononpoe tunggak gunung),

jam 17.00 = sariak layung,

jam 17.30 = sareupna,

jam 19.00 = hariem beungeut,

jam 20.00 = sareureuh budak,

jam 21.00 = tumoke,

jam 22.00 = sareureuh kolot,

jam 23.00 = indung peuting,

jam 00.00 = tengah peuting,

jam 01.00 = tumorek,

jam 02.00 = janari leutik,

jam 03.00 = janari gede,

jam 04.00 = kongkorongok hayam,

jam 05.00 = balebat,

jam 06.00 = carangcang tihang,

jam 07.00 = meletek panonpoe,

jam 08.00 = ngaluluh taneuh,

jam 09.00 = haneut moyan,

jam 10.00 = rumangsang,

jam 11.00 = pecat sawed.

Pemberian waktu di dalam bahasa sunda tidak seperti biasanya seperti pagi, siang, sore malam. Pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00 disebut beurang, pukul 15.00 sampai dengan 16.00 disebut sore,pukul 17.00 sampai dengan pukul 19.00 disebut Burit, pukul 20.00 sampai dengan pukul 00.00 disebutpeuting, pukul 01.00 sampai dengan pukul 03.00 disebut janari, pukul 04.00 sampai dengan pukul 05.00 disebut subuh-subuh, pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00 disebut isuk-isuk. Setelah islam masuk, nama-nama waktu disesuaikan dengan waktu shalat seperti Shubuh, Lohor, Ashar, Maghrib, Isya. Bukan lagi sore, beurang, peuting, janari dan isuk-isuk.

 

283422_2280122961994_1216402437_2702192_6413480_a Jam Orang Sunda

Sumber: Kabayan Tumaritis (http://kabayantumaritis.net/)

Share

Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah…

June 27, 2011 by  
Filed under PNS (Pegawai Negeri Sipil)

walikotabogor-Diani-Budiarto1 Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah...

Tidak ada maksud tertentu apapun dalam postingan ini, hanya sekedar mengupulkan berita-berita tentang pernikahan Walikota Bogor Diani Budiarto, karena pada prinsipnya saya sih bukan penentang poligami, saya fikir menikah lagi bukan merupakan hal yang haram, kalau memang “mampu
kenapa tidak… memang softwarenya laki-laki sidah seperti itu kok diciptakan oleh Alloh :)

Walikota Tunda Pamer Istri Ke-4

Sumber: Radar Bogor

BOGOR–Walikota Bogor Diani Budiarto sedang menjadi pergunjingan warga. Bukan karena kasus korupsi, tapi karena dia menikah lagi untuk kali keempat. Gosip-gosip pun kian santer ketika perempuan yang dinikahi itu ternyata masih berumur 19 tahun, dan pernikahan dilaksanakan ketika istri kedua Diani dikabarkan sakit.

Kabar yang santer terdengar di kalangan wartawan, terutama yang biasa nge-pos di Balaikota Bogor, perempuan yang dinikahi Diani itu ber nama Siti Indriyani. Dia disebutsebut baru saja lulus dari sebuah SMA swasta di Jakarta. Ada juga sumber yang meng ungkapkan bahwa perkenalanantara Diani dan Siti terjadi di Jakarta. Perkenalan itu lantas berlanjut ke jenjang pernikahan. Kabarnya, akad nikah Diani dan Siti dilaksanakan di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis lalu (23/6). Acara lantas dilanjutkan dengan resepsi yang dihelat di kediaman Diani di Kompleks Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residen (BNR), Kecamatan Bogor Selatan.

Sayangnya, acara resepsi walikota itu berlangsung sangat tertutup. Hanya undangan khusus yang hadir. Itu pun diatur sangat ketat. Pantauan Radar Bogor pada Kamis (23/6), seluruh tamu undangan khusus diwajibkan mengenakan batik. Untuk menuju lokasi resepsi, seluruh tamu tak boleh membawa mobil pribadi. Mereka diangkut dengan bus pariwisata. Radar Bogor sempat melihat mobil pribadi walikota bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas, memasuki areal Cluster Panorama BNR siang itu.

Kabar soal pernikahan Walikota Bogor dibenarkan Kabag Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus. “Benar, walikota memang telah menikah lagi,” ujarnya. Dia menyatakan, resepsi pernikahan tersebut dilangsungkan secara pribadi dan terbatas, sehingga yang hadir hanya keluarga serta beberapa kerabat Diani. “Itu kewenangan beliau untuk menentukan siapa saja yang diundang,” erangnya.

Menurut dia, masalah pernikahan adalah urusan pribadi seseorang. Jadi, keputusan yang diambil walikota pasti sudah dipikirkan dengan matang, termasuk alasan menikahi Siti. “Orang seperti Pak Diani Budiarto berani terbuka untuk menikah lagi. Itu patut dihargai daripada melakukan halhal yang negatif,” tuturnya. Asep menegaskan, Diani sudah tidak terikat PP No 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. “Sebab, Pak Diani telah pensiun sebagai PNS sejak empat bulan lalu, walaupun masa jabatannya sebagai walikota baru berakhir pada 2014,” tambahnya.

Asep menyatakan, sangat menyayangkan berita yang beredar di surat kabar yang menerangkan bahwa walikota telah menikahi anak baru gede (ABG). Dia berpendapat, perempuan yang dinikahi Diani itu telah cukup umur atau dewasa. “Perempuan tersebut bukan ABG karena telah berusia 19 tahun. Jadi, sudah bukan ABG karena memang sudah cukup umur. Bahkan, postur tubuhnya hampir sama dengan beliau,” ungkapnya. Dengan pernikahannya tersebut, walikota yang menjabat untuk periode kedua hingga 2014 itu memang telah empat kali menikah.

Perkawinannya dengan istri pertama berakhir dengan perceraian. Dia lantas menikah dengan Fauziah Diani Budiarto yang selama ini selalu mendampingi dalam berbagai acara resmi. Pernikahan ketiga Diani terjadi pada 2004 dengan seorang aktivis sebuah organisasi. Beberapa warga Bogor mengkritik pernikahan keempat Diani. Penyebabnya, santer disebut bahwa pernikahan keempat itu dilaksanakan ketika istri kedua Diani sedang diopname di sebuah rumah sakit di Jakarta. “Menikah memang urusan pribadi. Tapi, bagaimanapun, dia adalah pejabat publik yang seharusnya menjadi panutan. Apalagi, info yang beredar, dia menikah tanpa restu istri-istri sebelumnya,” ujar salah seorang aktivis LSM di Bogor kepada wartawan, Kamis lalu.

Sejak Diani dikabarkan menikah lagi, hingga kemarin wartawan belum bisa menemuinya. Seharian kemarin dia tak muncul di balaikota. Padahal, ada beberapa acara yang harus dihadiri. Di antaranya, acara peringatan Hari Antinarkoba. Tidak munculnya Diani seharian kemarin tak pelak membuat beberapa wartawan yang biasa nge-pos di balaikota menduga-duga. “Kemungkinan sedang bulan madu,” kata seorang wartawan. Tidak ada penjelasan resmi terkait ketidakhadiran Walikota Diani di balaikota kemarin. (sdk)

Wali Kota Bogor Nikahi ABG?

sumber: REPUBLIKA.CO.ID

BOGOR – Isu soal Walikota Bogor, Diani Budiarto, menikah kembali dengan seorang remaja , berinisial SI, 18, warga Jakarta merebak di Bogor. Resepsi pernikahan, menurut banyak sumber, dilakukan di di Cluster Panorama, Perumahan Elit Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor Selatan.

Berdasar pantauan, di lokasi itu memang tengah berlangsung hajatan. Semua tamu undangan  mengenakan batik dan sebagian besar menggunakan bus pariwisata.

Bila benar, maka ini adalah pernikahan keempat Budiarto. Fauziah Budiarto, istri pertamanya, sedang  terbaring sakit disalah satu rumah sakit di Jakarta.”Bapak dari sekarang sampai Jum’at (24/6) tidak bisa diganggu karena sangat sibuk,” ujar Erry, petugas protokoler yang sehari-hari bertugas di kediaman rumah pribadi Wali Kota Diani Budiarto di Cluster Panorama, BNR, Bogor Selatan, saat ditemui wartawan, kemarin.

Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, Irianto, menyayangkan hal ini, karena posisi Budiarto sebagai pejabat publik. “Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto kepada wartawan.

Tak hanya itu, menurutnya, sangat tidak etis seorang kepala daerah menikahi seorang gadis remaja yang sebelumnya sempat  bekerja di sebuah cafe itu. “Kalau seperti ini, sifatnya bukan menolong tapi sudah nafsu semata yang dikedepankan dan ini bisa dikategorikan pelanggaran kode etik pejabat pemerintah,” ungkapnya.

 

KPAI: Wali Kota Bogor Tidak Beri Contoh yang Baik

Sumber: Suara Karya Online

Senin, 27 Juni 2011

JAKARTA (Suara Karya): Pernikahan ke-4 Walikota Bogor Diani Budiarto dengan gadis berusia 19 tahun, Siti Indriyani pada Kamis 23 Juni lalu terus menuai kecaman.

Sebagai pejabat daerah, seharusnya Diani memberi contoh yang baik bagi warganya. Bukannya mengedepankan nafsunya.

“Saya kira dia bukan contoh yang baik, karena tidak bisa menahan diri. Tentu saja sebagai warga Bogor, saya menolak pemimpin seperti itu,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam sebuah kesempatan, Minggu (26/6).

Ariest menjelaskan, dari segi usia bila ditinjau dari hukum agama Siti memang sudah pantas menikah.

Namun demikian, yang menimbulkan persoalan adalah istri pertama Diani saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

“Ini bisa dianggap sebagai tindakan yang menciderai perasaan wanita. Sekalipun secara agama dibenarkan, sebagai pejabat publik, Diani seharusnya dia bisa menahan diri. Saya kira paradigma kawin dini semacam ini harus diubah mulai sekarang,” ucap Ariest.

 

Wako Bogor Yakini Nikah Lagi Tak Ganggu Tugas

Sumber: Jawa Pos

x033632_879320_Istri_ke_4_Wako_Bogor.jpg.pagespeed.ic.-PampGN-xA Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah...

Siti Indriyani (19), istri Wali Kota Bogor Diani Budiarto dari pernikahan yang keempat.

BOGOR – Walikota Bogor Diani Budiarto menjamin pernikahannya dengan Siti Indriyani (19) tidak akan menganggu tugasnya sebagai walikota. Orang nomor satu di Kota Bogor itu menyatakan, pernikahannya sah, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

“Insya Allah, pernikahan ini tidak akan menganggu aktivitas saya sebagai walikota,” tutur walikota saat ditemui Radar Bogor (JPNN Group) usai menghadiri acara keluarga tadi malam.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor, Didin Buchori menyatakan, tidak ada yang salah dalam pernikahan walikota. Namun, menurut mantan Rektor UIKA ini, jika dilihat dari azas kepatutan, hubungan Diani dengan Siti itu bagaikan anak dengan buyutnya. “Yah, meskipun demikian, tidak ada yang salah dalam pernikahan itu karena dilakukan dengan cara yang halal dan suka sama suka,” terangnya.

Didin hanya mempertanyakan apakah Diani yang merupakan penggagas kota beriman dan dan kota halal, meminta izin kepada istrinya sebelum melangsungkan pernikahannya dengan Siti. Sebab, meminta izin kepada istri merupakan prosedur yang harus dilakukan seorang suami kepada istri sebelum memutuskan untuk menikah lagi.

Secara psikologis, sambung Didin, istri manapun tidak akan gampang memberi izin jika mendengar suaminya akan menikah lagi. “Tapi setidak-tidaknya Diani bisa memberi pengertian jika pernikahan ini bukan untuk kesenangan semata, melainkan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah,” tukasnya.

Didin menjelaskan, seharusnya seorang Diani bisa menjaga privasi pernikahannya agar tidak tembus ke media massa. Sebab, imbas yang harus diterima keluarga besar, mulai dari istri lain serta anak-anaknya, tentu akan membawa dampak psikologis. “Pernikahan sebaiknya tidak disembunyikan. Tapi, Diani yang notabene seorang public figure dan pemimpin Kota Bogor ini, seharusnya bisa melakukan resepsi tanpa bocor ke media massa,” tandasnya.

Karena telah menjadi berita nasional, lanjut Didin, tentu akan sedikit berpengaruh terhadap kinerja Diani dalam mengelola pemerintahan Kota Bogor. Namun, hal tersebut tak sampai harus memberhentikan Diani sebagai walikota. “Kalaupun ada yang salah dari pernikahannya itu, maka saya hanya menyarankan agar Diani bisa banyak mengucap Istighfar,” pungkasnya. (and/rid)

 

PKS: Walikota Bogor Tak Bisa Dipecat Karena Menikah Empat Kali

Sumber ; Detik.com

Jakarta – Walikota Bogor Diani Budiarto kembali menikah dengan seorang remaja bernama Siti Indrayani (19) sebagai pernikahaan keempatnya. PKS sebagai salah satu partai yang mengusung Diani menjadi Walikota Bogor menilai hal ini bukan pelanggaran yang bisa membuat Diani kehilangan jabatannya.

“Nggak bisa, itu kan nggak melanggar hukum, juga nggak melanggar hukum agama. Kecuali kalau ada yang dilanggar,” ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik.

Hal ini disampaikan Mahfudz kepada detikcom, Sabtu (25/6/2011).

Sebelumnya diberitakan pernikahaan keempat untuk Diani itu berlangsung dengan pengamanan ketat di Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR). Kabag Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus membenarkan adanya acara sakral tersebut.

Meski demikian, Asep membantah kalau Diani menikahi ABG. Menurut dia, istri keempatnya sudah berumur 19 tahun dan sudah dianggap dewasa.

Resepsi telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residence, Bogor, tempat kediaman walikota. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.

Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Wali Kota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area cluster Panorama.

Pernikahan keempat ini dikritik. Sebab, Fauziah Budiarto, istri pertamanya, saat ini sedang terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).

Diani Budiarto menjadi walikota Bogor untuk kedua kalinya dalam Pilkada 2009 lalu. Dia yang berpasangan dengan Ahmad Ru’yat itu diusung oleh Partai Golkar, PDIP, PKS, Partai Patriot, PKPI, PPDI, PSI, PBSD, dan PDK.

 

Siti Indriyani, Pegawai Kafe yang Memikat Hati Walikota Bogor

Bogor – Siapakah Siti Indriyani? Gadis berusia 19 tahun ini menjadi istri Walikota Bogor Diani Budiarto dalam pernikahannya yang keempat. Siti rupanya dikenal sebagai pegawai kafe yang berparas cantik.

Menurut seorang sumber orang dekat walikota, dia mengaku mengenalkan Siti dengan Diani. Menurutnya Siti berkenalan dengan Diani, kemudian dari perkenalan itu lama-lama berlanjut dengan pernikahan.

“Siti merupakan salah seorang karyawan sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan,” kata dia, Jumat (24/6/2011).

Saat itu, lanjutnya, Siti sempat drop out dari sekolahnya. Namun setelah kenal dengan Diani, Diani lantas membiayai sekolah Siti sampai gadis belia itu tamat sekolah.

“Siti kembali melanjutkan sekolahnya dan dibiayai oleh Pak Walikota, hingga akhirnya dinikahi,” ujar dia.

Meski baru berusia 19 tahun, namun postur tubuh Siti terbilang aduhai. Paras wajah Siti pun cantik dan memikat hati Diani.

“Keduanya menikah di Masjid Pondok Indah, Jaksel,” jelasnya.

Diani telah menikah empat kali. Pernikahan pertama berakhir dengan perceraian. Diani lantas menikah dengan Fauziah yang kini menjadi ibu walikota. Kemudian pada 2004, Diani mulai berpoligami dengan menikahi seorang pengurus organisasi. Terakhir, Diani menikah dengan Siti.

Resepsi Diani dan Siti telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di kediaman Diani di Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor. Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri keduanya yang selama ini mendampinginya dalam acara resmi-resmi sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

FPD DPRD Bogor Prihatin Walikota Nikahi Gadis 19 Tahun

Jakarta – Pernikahan Walikota Bogor Diani Budiarto dengan gadis 19 tahun, Siti Indriani, sebagai istri keempatnya, mengejutkan. Tidak terkecuali bagi anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) Dodi Setiawan. Dia mengaku kaget saat mendengar kabar itu.

“Saya pribadi prihatin. Itu mengingatkan kepada anak saya. Saya antara percaya dan tidak Pak Walikota menyunting gadis 19 tahun,” kata Dodi saat dihubungi detikcom, Jumat (24/6/2011).

Sebagai kawan, Dodi menjelaskan, pada prinsipnya pernikahan itu sah-sah saja. Manusia dikodratkan berpasang-pasangan.

“Saya juga prihatin, ini menjadi konsumsi publik. Dan kita harapkan ke depan kinerja pemerintahan tidak menurun,” imbuhnya.

Dodi menegaskan, selaku kawan dan anggota DPRD pihaknya tentu tidak bisa melarang walikota menikah keempat kalinya. Menikah lagi adalah hak dari Walikota Diani.

Tentang penilaian negatif dari masyarakat terhadap sang walikota, Dodi menyerahkan kepada publik. “Ya silakan masyarakat luas menilai. Kita positive thinking saja. Meski sejujurnya kita merasa prihatin,” tuturnya.

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

FPKS Bogor: Walikota Menikah 4 Kali Urusan Pribadi Asal Tak Ganggu Tugas

Bogor – Langkah Walikota Bogor Diani Budiarto menikah untuk keempat kalinya ditanggapi dengan reaksi beragam dari masyarakat Bogor. Para anggota DPRD Bogor pun beragam tanggapannya. Pernikahan Diani dengan gadis 19 tahun diharapkan tidak mengganggu tugas sebagai walikota.

“Kita kalau dari kelembagaan DPR, itu domain pribadi, yang penting tidak mengganggu tugas sebagai walikota,” kata anggota FPKS DPRD Bogor Yusuf Dardiri kepada detikcom, Jumat (24/6/2011).

Menurut Yusuf, pernikahan Diani cukup mengejutkan para anggota DPRD Bogor dan pastinya menjadi perbincangan. Sebagian anggota DPRD Bogor malah baru tahu dari media.

“Di DPRD kita maklum sajalah. Ada reaksi spontan. Apa betul? Ada yang bilang gentle, ada yang bilang lebih baik diumumkan daripada orang lain, beragamlah reaksinya,” kata dia.

Yusuf menambahkan, selama ini publik hanya tahu istri Diani hanyalah Fauziah, yang menjadi ibu walikota. Masyarakat Bogor, yang Yusuf tahu, juga kaget mengetahui walikota mereka menikah keempat kalinya.

“Pada umumnya masyarakat bertanya, apa benar? Masa iya? Mungkin kita maklum kalau publik kaget,” jelas dia.

Yusuf tidak ingin berkomentar soal pernikahan Diani dengan SI (19) saat Fauziah sedang sakit. Para anggota DPRD Bogor, hanya berharap pernikahan Diani kali ini bisa bahagia.

“Jadi sebagai kolega kita ucapkan selamat, mudah-mudahan bahagia,” jelas dia.

Resepsi telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor, tempat kediaman walikota. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.

Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Wali Kota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area Cluster Panorama.

Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri pertamanya saat ini sedang dirawat terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

Nikahi Gadis 19 Tahun, Walikota Bogor Sudah Pensiun dari PNS

Bogor – Walikota Bogor Diani Budiarto menikah untuk keempat kalinya dengan SI, gadis muda belia berusia 19 tahun. Diani yakin tidak melanggar peraturan pemerintah terkait poligami, karena sudah pensiun dari jabatan PNS-nya 4 bulan lalu.

“Meskipun dia masih menjabat sebagai walikota, tapi dia sudah pensiun dari jabatan PNS-nya sejak 4 bulan lalu,” kata Kabag Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus di Macaroni Panggang, Taman Suryakencana, Bogor, Jumat (24/6/2011).

Karena Diani sudah pensiun dari jabatan PNS-nya, poligami yang dilakukannya diyakini tidak melanggar aturan pemerintah. Dalam PP No 10/1983, ada aturan agar PNS tidak berpoligami.

“Jadi tidak melanggar PP No 10/1983. Tidak ada yang salah, perempuannya sudah dewasa. Menikahnya secara sah menurut agama dan negara,” jelas Asep.

Resepsi telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di Cluster Nirwana, Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor, tempat kediaman walikota. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.

Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Wali Kota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area cluster Panorama.

Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri pertamanya saat ini sedang dirawat terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

Walikota Bogor Nikahi Gadis 19 Tahun Sebagai Istri Keempat

Bogor – Mengejutkan! Walikota Bogor Diani Budiarto kembali menikah dengan seorang remaja berinisial SI (19). Ini adalah pernikahaan keempat untuk Diani yang berlangsung dengan pengamanan ketat di Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR).

“Iya benar Pak Walikota Diani sudah menikah lagi. Ini istri keempatnya,” kata Kabag Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus di Macaroni Panggang, Taman Suryakencana, Bogor, Jumat (24/6/2011).

Meski demikian, Asep membantah kalau Diani menikahi ABG. Menurut dia, istri keempatnya sudah berumur 19 tahun dan sudah dianggap dewasa.

“Tapi itu bukan ABG lagi perempuannya, sudah 19 tahun. Jadi tidak ada yang salah,” kata dia.

Resepsi telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residence, Bogor, tempat kediaman walikota. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.

Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Wali Kota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area cluster Panorama.

Pernikahan keempat ini dikritik. Sebab, Fauziah Budiarto, istri pertamanya, saat ini sedang terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).

Diani Budiarto menjadi walikota Bogor untuk kedua kalinya dalam Pilkada 2009 lalu. Dia yang berpasangan dengan Ahmad Ru’yat itu diusung oleh Partai Golkar, PDIP, PKS, Partai Patriot, PKPI, PPDI, PSI, PBSD, dan PDK.

Sumber: Detik.com

==

Wali Kota Bogor Menikah untuk Keempat Kalinya

Sumber Tempo Interaktif

Diani Budiarto. TEMPO/ Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Bogor – Wali Kota Bogor Diani Budiarto menikah untuk keempat kalinya Kamis lalu, 23 Juni 2011, dengan seorang gadis berusia 19 tahun. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Bogor Asep Firdaus membenarkan hal tersebut. “Berita tentang Wali Kota telah menikah lagi memang benar. Beliau telah sah menikah secara agama dan negara,” ucap Asep kemarin, Jumat 24 Juni 2011.

Asep menolak menyebutkan status Diani sebelumnya. Tapi, ia menegaskan, Diani tidak lagi terikat Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Sebab, Diani telah pensiun sebagai PNS sejak empat bulan lalu, walaupun masa jabatannya sebagai Wali Kota baru akan berakhir pada 2014.

Ia pun menyayangkan pemberitaan di sejumlah media yang melansir Siti berusia 18 tahun. Menurut dia, Siti sudah cukup umur atau dewasa. “Wanita tersebut telah berusia 19 tahun,” ujar Asep. Resepsi pernikahan Diani Budiarto dengan Siti Indriyani, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, digelar di rumah pribadinya yang berlokasi di Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residence, Bogor Selatan.

Dalam hidupnya, Diani telah menjalani empat pernikahan. Menurut sumber Tempo, pernikahan pertama terjadi pada 1980-an. Namun, karena berbeda keyakinan, pernikahan tersebut kandas pada 1990-an. Selanjutnya, pada 1996 Diani menggelar pernikahannya yang kedua dengan Fauziah.

Namun, hubungan keduanya retak karena pada 2005 keduanya terlibat pertengkaran hebat, sehingga Diani sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka tusuk pada bagian dada kirinya. Adapun siapa yang menjadi istri ketiga belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Diperkirakan pernikahan yang ketiga itu terjadi pada 2003. DIKI SUDRAJAT

Undangan Pernikahan

 Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah...undangan-150x150 Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah...
=
Foto-Siti-Indriyani3 Kompilasi Berita Diani Budiarto (Walikota Bogor) Menikah...
=foto yg diragukan…
sumber: http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2011/06/foto-siti-indriyani.html
PKS: Meski Berjenggot, Walikota Bogor Diani Bukan Kader Kami
Sumber: Detik.com
Jakarta – Walikota Bogor Diani Budiarto membetot perhatian publik. Langkahnya menikahi Siti Indriyani (19) memancing reaksi masyarakat. Nah, dengan penampilannya yang berjenggot, muncul tudingan Diani kader PKS. Tak heran PKS pun ikut kebagian getah tudingan tak sedap. 

Meski penampilan Diani yang berjenggot, tegas-tegas PKS membantah kalau pria yang menikah keempat kalinya itu adalah kader mereka.

“Diani buka kader maupun simpatisan PKS, walaupun berjenggot,” kata Wakil Kepala DPP PKS Wilayah Jabar-Banten-DKI Jakarta, Yudi Widiana saat dikonfirmasi, Senin (27/6/2011).

Namun Yudi enggan mengomentari pernikahan Diani yang mengundang kontroversi tersebut. Menurut Yudi, sepenuhnya itu urusan pribadi dari Diani.

“Yang penting keteladanan dan keharmonisan rumah tangga beliau harus dijaga. Apalagi nanti 29 Juni BKKBN menetapkan sebagai hari keluarga nasional,” tuturnya.

Diani Budiarto baru saja menikah keempat kalinya dengan seorang gadis muda berusia 19 tahun bernama Siti Indriyani. Meski ini pernikahan keempat, tapi Siti Indriyani merupakan istri ketiganya saat ini, karena istri pertamanya telah dicerai.

Walikota Bogor Bisa Dipidanakan Bila Istrinya Melapor

Jakarta – Walikota Bogor Diani Budiarto memang berpoligami dan memiliki tiga istri. Orang nomor satu di Kota Bogor, Jawa Barat itu tidak dikenai sanksi karena bukan lagi berstatus PNS. Namun Diani bisa saja dipolisikan oleh istrinya.

“Secara hukum dia tidak bisa kena (sanksi) karena berpoligami, tapi dia bisa kena kalau ada pelaporan dari istrinya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) yang berbasis di Bogor, kepada detikcom, Sabtu (25/6/2011).

Irianto mengatakan, Diani bisa dilaporkan dengan pasal 384 KUHP oleh istrinya jika benar menikah lagi tanpa izin. Namun sekali lagi, hal itu hanya bisa dikenakan jika istrinya tidak terima dan melaporkan.

“Kalau istrinya pasrah-pasrah saja ya tidak akan kena,” kata Irianto.

Lantas bagaimana dengan pernikahan ketiga Diani, atau pernikahan sebelum dengan Siti Indriyani, ketika Diani masih berstatus PNS? Hal itu pun rupanya juga tidak bisa menjadi persoalan hukum.

Menurut Irianto, saat hal itu diketahui dan heboh di publik, Diani sudah tidak lagi berstatus sebagai PNS.

Arbi Sanit: Menikah Empat Kali, Walikota Bogor Sebaiknya Dipecat
Jakarta – Pengamat politik Arbi Sanit menilai pernikahan Walikota Bogor Diani Budiarto yang keempat, merupakan perbuatan tidak etis. Ia juga menyatakan, Diani Budiarto seharusnya diberhentikan dari jabatannya karena gagal menjadi pemimpin yang baik. 

“Hemat saya, dia itu tidak pantas jadi Walikota, tidak pantas jadi pemimpin, itu namanya menyalahgunakan kekuasaan,” ungkap Arbi saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/6/2011).

Pakar Politik Universitas Indonesia ini, meminta kepada pemerintah agar Walikota Bogor tersebut diberi sanksi. Alasannya, sebagai pemimpin dia dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan.

“Itu perbuatan yang opurtunis, mentang-mentang punya duit, punya kekuasaan dia memanfaatkan hal itu untuk menindas hak perempuan,” jelasnya.

Lanjut lagi Arbi bercerita, bahwa pada zaman orde baru, pejabat yang memiliki dua istri bisa dipecat jabatannya. Ia berharap saat ini pemerintah juga mampu mengambil sikap tegas.

“Saya rasa peraturan orde baru tersebut harus diberlakukan dan saya minta agar Walikota tersebut harus dipecat,” tegas Arbi

Diani telah menikah empat kali. Pernikahan pertama berakhir dengan perceraian. Diani lantas menikah dengan Fauziah yang kini menjadi ibu walikota. Kemudian pada 2004, Diani mulai berpoligami dengan menikahi seorang pengurus organisasi. Terakhir, Diani menikah dengan Siti.

Resepsi Diani dan Siti telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di kediaman Diani di Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor. Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri keduanya yang selama ini mendampinginya dalam acara resmi-resmi sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

Setelah Nikahi Gadis 19 Tahun, Walikota Bogor Menghilang
Bogor – Setelah menikahi gadis 19 tahun, SI, Walikota Bogor Diani Budiarto tidak tampak seharian di Balaikota. Berbagai agenda kerja sepanjang Jumat ini tidak dihadirinya. Bulan madu? 

Pantauan detikcom sepanjang Jumat (24/6/2011), Diani tidak datang ke Balaikota Bogor. Padahal, ada acara peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia di jajaran Pemkot Bogor.

Walhasil, acara itu hanya dihadiri pejabat teras di bawah Walikota. Sejumlah pejabat Pemkot Bogor enggan berkomentar soal menghilangnya orang nomor satu di Kota Bogor ini pada hari ini.

Kabag Humas Pemkot Bogor, Asep Firdaus yang sebelumnya sempat membenarkan pernikahan keempat Diani ini, juga tidak mau memberikan penjelasan seputar agenda Diani hari ini.

Bahkan, Diani sebenarnya sudah menghilang sejak Kamis (23/6). Pada Kamis malam itu, Diani seharusnya menerima penghargaan MUI atas prestasi Pemkot Bogor terhadap komitmen produk halal.

Penghargaan diberikan dalam acara Gala Dinner jelang Pameran Indonesia Halal Expo di Gedung Smesco, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Tapi, rupanya hal itu bertepatan dengan resepsi pernikahan Diani. Walikota hanya mengirimkan asisten walikota untuk menerima penghargaan tersebut.

Resepsi Diani dan SI telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di kediaman Diani di Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.

Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Walikota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area BNR.

Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri keduanya yang selama ini mendampinginya dalam acara resmi-resmi sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

 

Pernikahan Keempat & Istri Ketiga untuk Walikota Bogor

Bogor – Walikota Bogor Diani Budiarto semakin mantap untuk terus berpoligami. Terbaru, dia menikahi Siti Indriyani, seorang gadis 19 tahun. Meski ini pernikahan keempat, tapi Siti Indriyani merupakan istri ketiganya saat ini.

Menurut seorang politisi yang merupakan kolega Diani, dengan pernikahan terakhir ini, Diani sudah menikah empat kali. “Ibu Fauziah yang menjadi ibu walikota, itu istri dari pernikahan kedua. Yang sebelumnya cerai,” kata sumber itu, Jumat (24/6/2011).

Ketika bercerai dari istri pertama, Diani dekat dengan Fauziah yang rupanya teman sesama alumnus STPDN, kini IPDN. Fauziah pun bercerai dengan suaminya, lantas dekat dengan Diani dan lalu menikah.

Lantas, beberapa tahun kemudian, Diani pun berpoligami. “Pada 2004, ketika dia mau maju sebagai calon walikota, Diani menikah lagi,” kata dia.

Istri kedua dari pernikahan ketiga ini adalah seorang pengurus organisasi. Namun setelah 7 tahun berpoligami, Diani rupanya menikah lagi. Gadis yang ia pilih kali ini adalah Siti Indriyani (19).

“Kalau kemarin itu resepsinya. Kalau menikahnya sih sebelum itu,” ujar dia

Resepsi Diani dan Siti telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di kediaman Diani di Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor. Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri keduanya yang selama ini mendampinginya dalam acara resmi-resmi sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.

Share

Istana Bogor Open 2011

June 13, 2011 by  
Filed under Kota Bogor

DALAM RANGKA HARI JADI BOGOR KE 529

KUNJUNGILAH

ISTANA BOGOR OPEN – KOTA BOGOR 2011

TANGGAL 13 S/D 16 JUNI DAN 20 S/D 21 JUNI 2011

(Hari Jumat, Sabtu dan Minggu Libur)

Berangkat: halaman Gedung DPRD Kota Bogor

 

Image

 

PENDAFTARAN PERSEORANGAN/KOLEKTIF

Dari Tanggal 6 s/d 11 Juni 2011 (Hari Minggu Libur)

Jam 08.00 – 15.00 WIB

di

DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BOGOR

JL. Pandu Raya No. 24 Tegal Gundil Bogor 16121
Telp. (0251) 8328827 Fax. (0251) 8394567

 

Image

 

CONTACT PERSON:

Sdr. Istadi (085210006822)
Sdr. Eva Suminar (085691276361)

CATATAN:

  1. Tempat Pemberangkatan dan Daftar Ulang Istana Bogor Open di halaman Gedung DPRD Kota Bogor
  2. Untuk Para Pengunjung Istana Bogor Open tidak diperkenankan membawa tas (barang bawaan termasuk makanan dan kamera)
  3. Panitia tidak menyediakan penitipan barang dan tidak bertanggungjawab atas kehilangan barang
  4. Pakaian Bebas Rapih Sopan (tidak memakai Sandal, Celana Jeans, Kaos Oblong)
  5. Batas Usia anak-anak minimal 10 tahun
  6. Harus memiliki tiket masuk
  7. Dilarang membawa kamera/mengambil gambar di dalam Istana Bogor
  8. TANGGAL 13 S/D 16 JUNI dan 20 S/D 21 JUNI 2011, Museum Peta, Museum Tanah, Museum Etnobotani, Museum Perjuangan dibuka untuk umum tanpa pendaftaran (Mintalah cap pada tangan anda di Panitia Istana Open sebelum masuk ke museum-museum tersebut, kecuali anda langsung dari Istana Open)

Sumber: http://kotabogor.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7737

Share

Service Jok Mobil di Bogor

June 1, 2011 by  
Filed under Kota Bogor, Rekomendasi Bogor

carseat Service Jok Mobil di BogorSatu referensi untuk anda masyarakat kota Bogor yang ingin mempercantik dan mempernyaman mobil kesayangannya, yaitu dengan memperbaiki atau meng-upgrade jok mobil anda dengan bahan yang lebih nyaman dan model sesuai dengan keinginan anda.

SMILESeat, menciptakan suatu hasil kerja berupa kulit pada interior mobil seperti bungkus jok, door trim, plafon, karpet, dash board, stir dan lain sebagainya. Proses pengerjaannya menekankan pada sisi kekuatan dan keandalan karena proses penjahitan memakai 2 jarum sekaligus. Pengunaan 2 jarum membuat jahitan lebih kuat dan tahan lama, hal ini-lah yang membedakan dari usaha sejenis yang ada di kota Bogor. “Dengan 2 jarum, hasil jahitan yang didapat akan lebih kuat dan lebih rapi. dibanding dengan jahitan biasa yang hanya menggunakan 1 jarum, terlebih disini menggunakan mesin jahit khusus kulit jenis Double sicching yang membuat jahitan lebih kuat, rapi dan tahan lama.

SMILESeat, mengerjakan interior lain seperti peredam kap mesin agar tidak panas dan pembungkus perseneling. Pekerjaan bisa dilakukan secara paket atau per-satuan. Dari sekian banyak pelanggan yang datang umumnya ingin mengkombinasikan warna mobil dengan warna jok atau interior lainnya agar terlihat warna yang kontras dan indah. Namun ada juga pelanggan yang memang khusus mengganti interior mobilnya karena memang sudah waktunya diganti, terlebih pada mobil-mobil lama.

SMILESeat menyediakan sample kulit dengan warna yang sangat lengkap, sehingga customer dapat memilih sesuai selera, atau keinginan anda, mau terkesan sporti, mewah, atau elegan kami siap melayani, bahkan bagi anak anda yg menggandrungi dunia CONTEST OTOMOTIF di SMILESeat lah tempatnya.

Pada jok mobil biasanya diganti bungkusnya saja, namun jika busanya sudah tipis, akan diberikan tambahan busa pada jok. Pengerjakan pergantian jok mobil dilakukan secara total, mulai dari rangka, penambahan busa dan bungkus tanpa merubah keaslian bentuk semula. Disamping itu juga bisa mengerjakan jok dalam bentuk lain seperti model Recaro, Sparco yang merupakan model racing dengan model kerut ditengahnya dimana model tersebut saat ini sedang digandrungi khususnya anak muda.
jok_honda_crv-300x225-150x150 Service Jok Mobil di Bogor
Dan untuk pengerjaannya pun bisa anda tunggu dan bisa dilihat secara langsung (TRANSPARANS), bagaimana team SMILESeat mengerjakan dan menguliti interior kendaraan anda. Kami slalu transparan, anda tidak akan ragu bahwa kami memberikan sesuai dgn pesanan anda, sehingga ke aslian dan kebenaran bahan yg di pake sesuai dgn bahan yg anda pesan (TIDAK ADA PEMALSUAN) 100% keaslianya terjamin.

Kulit sintetis yang digunakan adalah jenis: MB tech, camaro, superior, autoleader, JG tech. dll yang merupakan bahan yang sangat kuat dan tahan lama.
Kami juga menyediakan bahan kulit asli import seperti: autoleder, abrosco, mastroto, monja, catania.
Jenis kulit yang digunakan merupakan produk import dengan menyediakan warna, dari warna tua hingga warna yang muda, dari warna kalm hingga warna ngejreng (sporty), sehingga customer dapat memilih sesuai selera. Selain itu, SMILESeat  juga memberi masukan kepada customer dalam pemilihan warna agar menghasilkan warna dengan kombinasi menarik. Bahan kulit disesuaikan dengan budjet customer dengan harga yang bervariasi.

Pada tahap pengerjaan, terutama pada jok mobil akan dilakukan pemeriksaan dengan melihat seberapa besar kerusakan yang ada. Bisa diganti total atau sekadar mengganti bungkusnya saja. Untuk pengerjaan paket atau keseluruhan interior dapat memakan waktu maksimal 5 hari, dan jika hanya 1 interior saja bisa memakan waktu 1 hari.

Biaya secara keseluruhan untuk kendaran jenis sedan dengan dua baris pengerjaan dapat mencapai harga Rp.1.200.000 dengan menggunakan bahan kulit sintetis yang cukup bagus, sedangkan untuk jenis kendaraan niaga yang kebanyakan 3 baris juga menggunakan bahan kualitas bagus harga pengerjaan sekitar Rp.1.500.000.

Pada pengerjaan Pintu (Door Trim) yang umumnya juga mengganti triplek (hard board) akibat patah atau untuk penambahan aksesoris lain seperti sound system dikenakan biaya Rp.100.000 sampai Rp.200.000 per pintu. Begitu pula dengan pengerjaan interior lain yang harga pengerjaan sangat fariasi.

Dengan tenaga kerja yang sangat ahli di-bidang-nya menangani permasalahan interior dan jok mobil, tentu akan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas sehingga pelanggan sangat puas dibuatnya. SMILESeat mempekerjakan sekitar 5 karyawan yang difokuskan pada bidang dan keahlian masing-masing seperti bagian menjahit bungkus jok, pengerjaan door trim, dash board, plafon dll.

Informasi dan pemesanan hubungi:

ANDI SMILE
“SMILESeat“
Jl. Raya Pajajaran No. 1 Warung Jambu
Bantarjati – Bogor Utara, 16153
Tel: 0251 996 2484
Mobile: 0856 707 5584
Skype: smileseatbgr
E-mail: andismileboyz@yahoo.co.id

INFO LEBIH LENGKAP LIHAT SAJA DI:
website: http://smileseat.bogorcity.net/

Share

Bidan “ka-hot” di Bogor

May 30, 2011 by  
Filed under Kota Bogor, Rekomendasi Bogor

Photo-0194-150x150 Bidan “ka-hot” di BogorBidan Srie Dody namanya, atau ada yang memanggilnya dengan sebutan Sri Dodi, Bidan ini adalah referensi dari teman-teman se kantor, tetangga, dan teman-teman istri (ibu-ibu orang tua anak Tk & SD, makanya beliau ini boleh dibilang adalah bidan “kahot” di kota bogor. Tetangga saya bahkan semua 3 anaknya dilahirkan dengan bantuan bidan Srie Dodi… kahot poko namah :)

Beliau adalah asi mojang Bandung, tepatnya dari Sukajadi, Lulus Bidan tahun 1972 dan sampai sekarang setelah purna bakti dari PNS masih aktif memberikan sumbangsih tenaganya untuk mambantu ibu-ibu di Bogor untuk melahirkan bayinya. Beliau membuka praktek bidan di Jalan Purbasari IV nomor 36 atau mudahnya berlokasi di belakang pasar Gunung Batu, Jalan raya Sindangbarang (Jl. Ibrahin Adji) Bogor. Bidan kahot di Bogor ini juga membagi ilmunya di Akademi Kebidanan Bogor yang di jalan semeru. wah hebat deh bidan yang satu ini.

Kualitas pelayanan atau level of service yang sangat baik saya rasakan sendiri ketika melahirkan anak ke-tiga pada tanggal 21 Mei 2011. Setelah kontrol di praktek dokter yang pada akhirnya kurang meyakinkan (baca: dokterku sayang… (sayang mahal dan tidak memuaskan), yang menurut dokter ahli kandungan pada tanggal 14 Mei harus masuk rumah sakit bersalin terkenal di bogor dan harus segera diinduksi malam itu juga. Ternyata kalau menurut bu Bidan Srie Dody, masih ada waktu dan masih aman untuk menunggu kelahiran secara normal. Ternyata perhitungan Bidang Srie Dodi tidak meleset, seminggu kemudian pada hari jumat malam, kandungan istri terasa ada kontraksi dan ternyata ketubannya sudah pecah. Akhirnya malam Sabtu dibawa ke tempat praktek bidan srie dodi dan melahirkan pada besoknya hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2011, alhamdu…lillah….

Dengan bangunan yang cukup luas dan rapih, praktek bidan srie dody menyediakan 1 ruang persalinan dengan 5 ruang rawat/inap. Kebersihan dan kerapihan tempat praktek sangat terjaga, setiap hari ada 2 bidan/asisten bidan yang standbye 24 jam. Begitu pula apabila ada kejadian yang tidak dapat di-handle di tempat prakteknya (rujukan), bidan sri dodi sudah mempunyai link ke rumah sakit dan dokter ahli kandungan dan siap antar dengan kendaraannya. Tarifnya pun tentunya sangat ekonomis bila dibandingkan dengan rumah sakit atau dokter kandungan yang seringkali membuat hal-hal yang janggal  (baca: dokterku sayang… (sayang mahal dan tidak memuaskan), apalagi setelah mengetahui saya adalah seorang PNS tulen, saya pun memperoleh diskon harga khusus PNS katanya… alhamdu…lilah…. :)

Dalam proses melahirkan terasa sekali bidan srie dodi sangat sabar… telaten… dan penuh dengan pengertian, sehingga ibu dan keluarga yang menanti kemunculan anggota keluarga baru mereka, dapat dengan tenang dan nyaman menanti dan berusaha agar proses kelahiran dapat berjalan dengan baik. “Jangan minta tolong ke saya, tetapi minta tolong sama yang Maha Penolong saja...”  begitu kata beliau, menunjukan kerendahan hatinya dan kekuatan imannya. Di ruang persalinan-pun terlihat profesionalisme, dengan ketenangan dan kejelian dalam setiap proses persalinan, tidak terburu-buru untuk melakukan tindakan (kalau dokter kan…. wah ini harus…. ini harus.. akhirnya…sesar…), terus memberikan support dengan bahasa yang menenangkan tetapi tetap semangat agar ibu dapat melahirkan dengan normal. Terima kasih bu bidan… semoga semua jasa atas keahlian yang ibu punya memperoleh balasan yang berlebih dari Allah swt… amien…

Untuk pelayanan pasca melahirkan, di praktek bidan srie dodi juga melayani pemasangan alat KB, imunisasi, tindik anting bayi, bahkan sampai apabila ibunya kepayahan, maka ada suster/asisten yang dapat dipanggil ke rumah untuk membantu memandikan bayi dengan tarif rp. 20ribu per harinya. Intinya memuaskanlah praktek bidan yang satu ini. Mau melahirkan… silahkan dicoba praktek bidan kahot di Bogor yang satu ini: Bidan Srie Dodi.

Photo-0188-150x150 Bidan “ka-hot” di Bogor

Ruangan praktek yang bersih dan rapih

Photo-0189-150x150 Bidan “ka-hot” di Bogor

Ruang Bersalin yang lengkap dan nyaman

bidansiredodi1-150x150 Bidan “ka-hot” di Bogor

Tempat tunggu yang bersih & nyaman

====

Praktek Bidan Srie Dody : Jalan Purbasari 4 nomor 36 (belakang pasar gunung batu – jl. raya sidangbarang/Ibrahin adji Bogor)

Telpon: 0251-7168234

Share

Next Page »

Topsites @CianjurCyberCityMy Topsites List Mortgage