Persekongkolan Tender masih tinggi

April 8, 2017 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Selamat Ulang Tahun ya pa Ikak GP, semoga sehat dan bahagia selalu. Berikut adalah berita tentang beliau yang memberi materi dalam beberapa hari kemarin.

Pengadaan barang dan jasa banyak menuai kecurigaan. Pasalnya, meski ditegaskan peserta lelang terbuka untuk masyarakat umum, pada kenyataannya hanya segelintir perusahaan yang menjadi peserta lelang.

Sering kali, terdapat persengkokolan baik pihak penyeleksi, calon penyedia, dan pengawasan. Makanya disebut persengkongkolan vertikal dan horizontal.

Deputi Hukum dari penyelesaian sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Ikak G Petriastono, mengungkapkan, ada 300.000 perusahaan yang terdaftar. Meski ia tidak menampikkan di antara mereka melakukan persengkokolan.

“Kalau bukan persengkokolan, terjadi permainan di antara peserta lelang. Jika dihitung, 60 persen pengadaan tender berpotensi melakukan kecurangan,” jelas Ikak saat mengisi pelatihan in-deepth reporting Jurnalis, Hotel Ibis Arcadia, Jumat (7/4) hari ini.

IkakGP

Sumber: http://fajaronline.com/2017/04/07/lkpp-persengkokolan-tender-masih-tinggi

Share

Istilah-istilah Pengadaan (lelang)

September 17, 2011 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Berikut adalah Istilah-istilah lelang (pengadaan barang jasa) hasil dari wawancara dengan Bapak Muhammad Nazarudin yang notabene banyak berkecimpuang dalam dunia pengadaan barang jasa pemerintah, silahkan menambahkan di “comment” kurang kalau masih kurang…

Dokter Sp. AD => Dokter Spesialis Ahli Pengguguran Dokumen Penawaran, “Tidak ada Dokumen yang tak Retak” katanya… Bisa-bisa gagal lelang semua nih paket yang ada…

Lelang Kondusif => Hasil sesuai dengan yang diharapkan… (harapan siapa?)

Tengkulak Lelang => pedagang perantara yg membeli dari pemilik pertama pekerjaan, kemudian didistribusikan (dijual lagi…)  ke para anggotanya.

PPK => Pejabat Pembuat Kontrak, sambil menunggu honor resmi… bantu-bantu penyedia membuatkan kontrak… kok yang buat kontrak penyedia sih… ya seharusnya PPK donk yang buat.. iya maka jadi dibuat oleh PPK => Pejabat Pembuat Kontrak…

Paket Gadai => seperti jargonnya pegadaian “menyelesaikan masalah tanpa dengan masalah”

Paket IJON => Durian belum matang juga sudah dijual ke tengkulak

Paket Giringan => Ada uang abang sayang, tidak ada uang tidak ada paket… cape deeehhhh…

Paket Gendongan => “Tak gendong kemana-mana” seperti lagunya Mbah Surip, jadi anggota yang tidak aktif (dalam suatu asosiasi) akan digendong sama mbah Surip 🙂

Calo Paket => “Pahlawan tanpa tanda dengan jasa”  1,5% dari nilai paket

Rental Bendera => Tempat Peminjaman Bendera berbagai Negara dengan fee 1 sd 3 %

Paket SESAR =>Paket yang lahir melalui operasi sesar, karena sudah ditunggu tunggu kehadirannya walau dengan perencanaan yang belum selesai dipaksa keluar… (yang penting tida ada perobahan volume)…

Semoga cepat-cepat hilang deh istilah-istilah ini dari dunia Pengadaan Barang/Jasa…

Share

Proses lelang proyek Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP)

October 30, 2010 by  
Filed under Kota Bogor

BOGOR – Proses lelang proyek Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) kota bogor terus dilakukan. Sebanyak 32 paket proyek fisik yakni pembangunan jalan dan drainase kembali dilelangkan di lapangan DBMP, kemarin.

Puluhan pengusaha terlihat hilir mudik di lapangan badminton ini untuk memasukkan penawaran. Sempat tersiar kabar bahwa para pengusaha membawa massa dalam proses pemasukan penawaran, namun hal itu tak terjadi.

Ketua panitia lelang DBMP Kota Bogor Nana Yudiana mengatakan, dari 59 paket proyek pekerjaan fisik untuk 2010, kini tinggal tujuh paket yang belum. Sedangkan 32 paket lainnya dilelangkan selama tiga hari. “Hari ini (kemarin, red) ada 14 paket yang dilelang,” kata Nana Yudiana, kemarin.

Nana Yudiana

Nana Yudiana (Ketua Lelang DBMP) & Setyabudhi (LKPP)

Ia menambahkan, untuk Selasa (20/7), ada 14 peket lagi yang akan dilelang, sedangkan pada Rabu (21/7) sebanyak empat paket. “Jadi totalnya 32 paket,” singkatnya. Nana menambahkan, pelelangan 32 paket itu termasuk proyek bantuan provinsi (banprov).

Ia menjelaskan bahwa lelang yang dilaksanakan DBMP Kota Bogor yakni dengan sistem semi e-proc. Prosedur pelelangan sesuai dengan elektronik e-proc, namun masih berbentuk manual, karena penawar masih harus menyerahkan hard copy. “Hal itu berbeda dengan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), dimana proses lelangnya full elektronik,” terangnya.

Nana menceritakan bahwa tahapan dalam lelang semi e-proc itu pertama adalah rekanan yang akan menjadi peserta lelang wajib mengambil infrastruktur kunci publik (IKP) di Sunproc. Saat proses pendaftaran itu, panitia tidak mengetahuinya siapa saja yang daftar. “Panitia hanya melihat daftar rekanan pendaftar lelang di internet,” tambahnya.

Proses selanjutnya adalah penjelasan dokumen lelang (anwizing), anwizing ini pun dibagi pada dua tahap yakni anwizing online yang dilakukan di internet yang dilakukan seperti sedang chating. Sedangkan yang kedua adalah offline pendaftar harus berhadapan langsung.

Kemudian proses pemasukan nilai penawaran melalui e-proc. Pemasukan penawaran ini dilakukan satu minggu setelah proses anwizing selesai. Dan saat penawaran rekanan juga diharuskan membawa hard copy.

“Setelah itu barulah dilakukan evaluasi. Lama evaluasi ini tergantung kesiapan panitia, setelah dievaluasi baru pengumuman pemenang dan masa sanggah.

“Jarak waktu antara masa sangah dan pengumuam pemenang itu selama lima  hari kerja, kemudian bila sudah selesai turun surat penunjukan penyediaan barang dan jasa (SPPBJ), kemudian Surat penunjukan masa kerja (SPMJ) dan penandatangan kontrak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP) Thorik Nasution menilai bahwa lelang semi e-proc yang dilakukan Pemkot Bogor masih setengah hati. Pasalnya, dalam proses e-proc itu masih didominasi proses manual.

“Elektroniknya hanya 30 persen, sedangkan 70 persennya masih manual. Dengan demikian proses ini masih rentan kecurangan,” katanya.

Sebagai pemerhati, ia meminta panitia lelang menjalankan tugasnya dengan benar. Sehingga, indikasi-indikasi kecurangan seperti adanya dugaan kongkalikong (kerjasama, red) antara panitia dan pengusaha tak terjadi. (sal)

Sumber: Radar Bogor

Share

Humor Lelang (Mati Ketawa ala Pengadaan)

January 25, 2010 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Jangan terlalu serius ah kalau jadi panitia lelang, mending kita “heureuy” aja deh dengan bercanda dan humor ala pengadaan barang jasa.

Dilarang Menggugurkan pada saat pembukaan

Dalam suatu acara pembukaan penawaran pada suatu pengadaan barang jasa di instansi kesehatan, terjadi perdebatan seru;

Panitia 1 (dr. Endang. Sp.OG)  : Peserta A kami gugurkan karena tidak memenuhi persyaratan teknis. Read more

Share

Hampa Lelangku, by “Ungu” feat “panitia lelang”

July 14, 2009 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

panitia lelangSaya dapat pertanyaan dari pengunjung blog yang menarik dan sebenarnya agak berat untuk dijawabnya, pertanyaannya adalah sebagai berikut:

“Kang Heldi, Apa benar di jaman sekarang tender terbuka yg fair msh sedikit banget. Kalo bisa minta tips dong kira-kira instansi mana yg masih jujur soalnya capek juga kalo cuma dikibulin kang, hatur nuhun”

Pertanyaannya sih cuman instansi mana yang masih jujur? Jawabannya ini yang sulit, instansi mana yah? saya tidak akan menjawab instansi mana yang masih bisa jujur namun menurut saya masalah jujur atau tidak dan beres atau tidak dalam hal pelelangan di suatu instansi, tidak bergantung pada instansinya saja, tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu pelelangan tidak fair, tidak jujur, atau ada pengaturan tertentu oleh panitia pengadaannya. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang tidak fair dalam suatu pengadaan antara lain:
Read more

Share

Penyusunan ke-panitiaan-an Pengadaan/Lelang

May 11, 2009 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Hari-hari pada minggu terakhir ini saya kembali disibukan dengan pengadaan/lelang/tender, namun kali ini saya berganti posisi, bukan lagi menjadi panitia tetapi membantu beberapa teman saya dalam mengikuti pengadaan di beberapa tempat. Loh kok jadi penyedia? yah… namanya dapurkan harus tetap ngebul 🙂 jadi karena akhir-akhir ini karena “sesuatu hal” saya tidak diundang menjadi panitia lelang di instansi manapun, maka bantu-bantu penyedia jasa menjadi “konsultan lelang” pun jadilah 🙂

Salah satu penyedia jasa yang menjadi client (walah klayen… hehehe…), adalah salah satu konsultan IT yang ingin mengikuti pengadaan komputer di salah satu instansi non kedinasan di Kota Bogor, tulisan kali ini tidak akan membahas bagaimana jalannya pengadaan komputer tersebut, namun sesuai dengan judulnya saya akan membahas betapa pentingnya penyusunan panitia dalam suatu pengadaan.

Dari client yang satu ini, diperoleh dokumen pengadaan untuk pengadaan tersebut, setelah dibaca secara detail diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Read more

Share

Kritisi Keppres 80 tahun 2003 tentang PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

September 19, 2008 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

BOGOR – Setelah 2 tahun lebih berkecimpung dalam dunia pengadaan barang/jasa (lelang, tender) saya sedikit memberanikan diri untuk mengkritisi keputusan presiden no 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sepanjang jalan perjalanan pengalaman mengadakan barang/jasa di beberapa dinas/instansi pemerintah serta sektoral juga dalam proses pembuatan kontrak ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi masukan untuk kesamaan penafsiran terhadap keppres no. 80 tahun 2003. Beberapa hal yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

Read more

Share

Next Page »