TOT LKPP Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

August 10, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Pada tanggal 10 Agustus 2014 di hotel Aryaduta dekat Tugu Tani Jakarta oleh Direktur Pelatihan Kompetensi ibu Sarah Sadiqa dimulai acara TOT (training of trainer) Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Acara TOT ini dikhususkan untuk para peserta khusus internal dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), peserta terdiri dari pns lkpp yang baru masuk tahun 2010-2013, beberapa eselon IV dan eselon III dan II juga ternyata ada yang mengikutinya. acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Pelatihan Kompetensi kedeputian PPSDM LKPP atas bantuan kerjasama dengan ADB (Asian Development Bank). Sebenarnya pembukaan baru akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 11 Agustus 2014, namun materi sudah dimulai pada hari minggu ini untuk materi BLC (Building Learning Comitment) dan Kapita Selekta Pengadaan.

Ibu Sarah dalam sambutannya memberikan informasi bahwa pada tot ini akan lebih dititikberatkan pada materi tata cara melatih, kemudian nanti untuk kelulusan ternyata selain harus lulus pada saat pelatihan, selanjutnya nanti akan dilakukan pengujian langsung di lapangan dengan cara melakukan uji coba mengajar langsung ke bimtek pengadaan barang/jasa dengan didampingi oleh instruktur yang lebih senior. Nanti hasil kuisoner peserta pelatihan akan menjadi point penilaian juga. Selanjutnya bu Sarah berpesan juga bahwasannya “Mengajar itu bukan Bisnis” tetapi “mengajar itu harus menjadi dorongan hati (passion)”.

Selanjutnya ada sambutan dari pak Chani (Dharma Nursani) yang menekankan pada Integritas menjadi seorang pengajarq, beliau mengatakan bahwa Integritas adalah “Walk the Talk” jadi melakukan hal hal yang memang seharus dilakukan seusia dengan aturan yang ada. Kemudian beliau juga berpesan agar nanti kalau sudah jadi narasumber jangan sampai melacurkan diri/ilmu denganmeberikan pembenaran kepada hal yang salah, serta mewanti wanti terhadap masalah hukum yang banyak muncul dalam dunia pengadaan barang/jasa pemerintah.

Acara tot lkpp pada hari minggu dilanjut dengan Building Learning Comitmen sampai dengan sore hari, yang menghasilkan 4 komitmen bersama yaitu; 1. Fokus, 2. Disiplin, 3. Open Mind, 4. Serius tapi Santai.

Barulah malam hari pak Herry Triatmoko masuk memberikan materi tentang SPM I, SPM II, dan Green Procurement. Seperti biasa SPM I membahas tentang kuadran kuadran yang dibagi oleh nilai pengadaan yang dikombinasikan dengan pareto pada sumbu x dan dampak terhadap organisasi pada sumbu y nya. Kemudian SPM II membahas tentang supply positioning model dari sudu pandang penyedia. Terakhir bahasan pak Hery adalah tentang green procurement, salah satunya adalah adanya 4 area green procurement antara lain:
1. alat yg hemat energi
2. Mengurangi sampah
3. Daur ulang
4. Pengurangan Kebutuhan Energi

Share

E-procurement adalah keniscayaan

August 8, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasaYa saya sangat setuju sekali bahwa “e-procurement” adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun atau pihak manapun yang berkecimpung dalam dunia pengadaan barang/jasa pemerintah. Hal ini seperti penggunaan teknologi yang merambah dalam segala bidang, penggunaan teknologi informasi, komputer, networking, internet, programming, dan sebagainya yang terkait dengan hal tersebut yang mana dari hari ke hari semakin pesat  perkembangannya baik secara kualitas atau kuantitasnya. Perkembagan teknologi yang semakin pasat membuat segala hal semakin mudah dan cepat dan begitu pula dalam dunia pengadaan barang/jasa, penggunaan teknologi Informasi, teknologi komputer baik software atau hardware akan membuat semuanya mencaji lebih mudah dan cepat dengan otomasi dalam proses praktek pengadaan barang/jasa.

E-procurement mengubah pelaksanaan proses pengadaan, terutama proses pemilihan penyedia yang semula dilakukan secara manual (dengan kertas, dengan pertemuan langsung, dengan sentuhan langsung terhadap dokumen, dsb) menjadi suatu proses otomasi yang paperless, bertemu tidak secara langsung/fisik (online), pembukaan dokumen dengan files, dsb. Hal ini menyebabkan cara cara manual yang diatur secara rinci dalam aturan pengadaan barang/jasa pemerintah dalam perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya yaitu perpres 70 tahun 2012 serta rincian pelaksanaannya dalam lampiran atau perka lkpp, menjadi semakin kecil peluangnya untuk masih dilakukan, pelaksanaan pemilihan penyedia dengan manual sesuai petunjuk rinci dalam aturan pengadaan paling masih dilakukan untuk satker atau ULP yang belum ada akses internet atau yang belum mengaplikasikan e-procurement. Hal ini sama seperti dalam bidang lainnya; contohnya dalam dunia survey pemetaan; penggunaan teknologi GPS, remote sensing, google earth, aplikasi-aplikasi navigasi dalam smartphone, dan sebagainya,  membuat metode survey dan pemetaan yang “jadul” dengan menggunakan metode metode manual semakin ditinggalkan, kalaupun ada ya tentunya hanya pada pekerjaan-pekerjaan survey kecil saja. Survey Pemetaan sekarang ini lebih banyak menggunakan alat alat yang lebih otomatis dan canggih, seperti untuk memperoleh koordinat lokasi suatu tempat, tinggal beberapa klik pada GPS handheld di mobil anda maka dapat diperoleh berapa koordinat pada titik kita berada, bahkan untuk konversi ke beberapa sistem koordinat lain tinggal klik klik beberapa kali saja maka langsug diperoleh datanya. Begitu pula dengan menggunakan total station maka cukup klik klik saja ketika di lapangan, bawa memory card nya ke basecamp, colok ke laptop download datanya, jalankan aplikasinya maka peta situasi bisa langsung dibuat tanpa banyak berfikir tentang bagaimana atau dengan metode perhitungannya, Belum lagi kalau membahas teknologi software aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS), sekarang ini SIG/GIS sudah merambah ke GIS on the Web, mapserver dan segala macam teknologinya yang sudah sangat mempermudah para pihak yang berkecimpung dalam dunia survey pemetaan.

Nah selanjutnya pertanyaannya adalah, apakah perkembangan teknologi dalam bidang survey pemetaan tersebut akan menghilangkan keilmuan survey pemetaan (geodesi/geomatika)? Memang benar dan suatu keniscayaan bahwa tata cara survey pemetaan dengan cara manual dengan menggunakan alat alat manual seperti meteran, Theodolite T-0, T-2, Waterpass semakin diinggalkan dan digantikan dengan Total Station, GPS, Laser, Lidar, remote sensing dsb, yang mengikuti perkembangan teknolgi sekarang ini. Kalaupun masih ada yang menggunakan alat alat manual paling untuk pengukuran pengukuran skala kecil (volume atau kualitasnya), atau karena belum mampu beli alat yang lebih canggih, namun kembali pertanyaannya apakah Bahan Ajar/pelajaran tentang keilmuan survey pemetaan harus ditinggalkan?

Jawabannya tentu TIDAK! yang semakin ditinggalkan adalah metode atau cara survey pemetaan dengan menggunakan alat alat dan cara manual, yang digantikan dengan alat dan cara yang mengikuti perkembangan teknologi. Namun pelajaran dasar tentang apa itu sudut jurusan, Poligon, Sistem sistem koordinat, perataan, trasfrmasi, dan sebagainya tetap diperlukan baik nantinya survey pemetaannya dilakukan dengan cara manual atau dengan cara dan alat yag canggih seperti sekarang ini. Misalkan untuk mengolah data SIG/GIS tetap secara mendasar harus tahu apa itu point, node, line,  dan poligon, sistem koordinat dan tentunya diluar ilmu geodesi ada plus ilmu tentang database dan DBMS-nya, dan tentunya aplikasi komputernya. Memakai Total Station pun tetap harus mengerti konsep sudut jurusan, garis kontur, peta situasi, toponimi, dsb… Sehingga yang ditinggalkan adalah cara dan alat manual bukan keilmuan geodesi-nya. Satu lagi tentunya seperti pada sektor lainnya juga semakin canggih semakin berkurang juga tenaga manusia yang mengoperasikannya.

Atau asosiasi sederhana lainnya adalah dalam membuat tulisan/paper/makalah/surat, pertanyaannya adalah; apakah yang ditinggalkan atau mulai tidak dipakai itu menulis paper/makalah dengan kertas dan pulpel/pensil atau ilmu cara menulis paper/makalah yang baik dan benar?

Tentunya dengan perkembangan teknologi komputer sekarang ini, penulisan surat, makalah atau artikel dengan menggunakan secarik kertas dan pensil/pulpen sudah banyak ditinggalkan, ini pun saya menulis postingan ini dengan laptop, bukan dengan pulpen yang ditulis pada kertas, bahkan ada koneksi internet nya plus software wordpress yang mana ketika saya klik “publish” maka tulisan ini langsung bisa terbaca oleh anda yang sedang membaca postingan ini kan? :) coba kalau saya nulis dengan kertas dan pulpen apakah bisa langsung dengan cepat dibaca oleh banyak orang tanpa harus ketemu langsung dengan saya? Tapi tadi ketika meeting ternyata masih juga pulpen dan kertas digunakan ya… meskipun sudah ada tablet atau sabak digital yag dapat menggantikannya juga. Nah kembali ke pertanyaannya: Apakah keilmuan tentang bagaimana cara menulis dengan baik dan benar juga ditinggalkan? Tentu tidak ya? saya menulis ini dari hasil pelatihan dan hasil belajar saya tentang bagaimana cara membuat sebuah tulisan/artikel, mulai dari yang mendasar bahwa setiap paragraf harus di beri jarak, setiap kata harus diberi spasi, singkatan harus dinyatakan terlebih dahulu apa kepanjangannya, setiap kalimat harus ada subyek predikat dan obyeknya, judul harus menarik, gaya tulisan yang berbeda beda, SEO dan sebagainya.

Nah dengan dua asosiasi tadi (asosiasi survey pemetaan dan menulis artikel/surat), dalam hal penggunaan cara pemilihan penyedia (atau pengadaan barang/jasa) dengan e-procurement, e-katalog atau sirup untuk RUP, apakah harus meninggalkan keilmuan tentang pengadaan barang/jasa? tentu tidak ya, yang semakin ditinggalkan adalah cara cara manual dalam proses pengadaan, yang semakin akan digantikan oleh e-procurement, namun keilmuan pengadaan barang/jasa tentang bagaimana cara membuat RUP, identifikasi kebutuhan, survey pasar, penyedia, menyusun Spesifikasi, HPS, metode penyampaian penawaran, cara menilai penyedia (kualifikasi), metode evaluasi yang tepat, jenis kontrak, manajemen kontrak, dsb, itu tetap harus menjadi penguasaan para pihak yang berkecimpung dalam dunia pengadaan barang/jasa. Sehingga dengan metode atau cara apapun proses pengadaan atau pemilihan penyedia itu dilakukan, keilmuan pengadaan barang/jasa harus tetap dimiliki. Jadi intinya nanti kita harus menguasai keilmuan pengadaan/pemilihan penyedia, cara pengadaan dengan cara manual (yang tentunya akan semakin banyak berkurang porsinya) dan cara pelaksanaan pemilihan penyedia /pengadaan dengan e-procurement. Begitu pula dengan operator pengadaan atau pemilihan penyedia yaitu ULP, seperti bidang lainnya semakin canggih teknoligi maka kebutuhan tenaga manusia nya akan semakin berkurang, maka tentunya kebutuhan akan peran ULP semakin lama ke depan akan semakin berkurang.

Seperti di beberapa negara maju, meskipun ini juga hanya katanya saja ya – maklum belum punya passport :) tenaga procurement unit ternyata tidak banyak, semakin sedikit juga. Namun ya tetap orang yang bekerja di procurement/pengadaan adalah orang yang benar benar mengerti tentang procurement/pengadaan, sedangkan cara melakukan pengadaannya ya bisa dengan manual atau bisa dengan elektronik, tergantung dari kebutuhannya, tetapi yang pastinya banyak dengan elektronik ya karena memang hal tersebut adalah suatu keniscayaan mengikuti perkembangan jaman. Nanti juga di ruang meeting hotel tidak akan disediakan pulpen/pensil dan kertas ya kalau data dari hasil survey “cah lontong” menyatakan bahwa sudah banyak peserta yang tidak ikut rapat yang menggunakan ipad atau sabak elektronik(tablet/gadget/samrtphone) lainnya, nah apalagi yang ikut rapat di hotel kan ya… hehehe namanya juga survey cah lontong ILK, menyelesaikan masalah tanpa solusi, atau membuat postingan tanpa harus ke kantor pos (kecuali untuk nyairin google adsense :) .

Nah kalau di hotel sudah tidak ada lagi pensil, maka mohon maaf aja ya ke ibu ita (miftah) yang kolektor pensil hotel… tidak ada lagi pensil yang dapat dikoleksi, karena semua sudah digantikan dengan e-pensil :) atau nanti mengkoleksi tablet/ipad aja ya… :)

Halah… mohon maaf ya jangan terlalu dianggap serius…. namaya juga blog curhat… intinya terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini dan jangan lupa klik iklannya :)

Salam Pengadaan dari Hotel Pomelotel sebrang LKPP :)

Share

Ujian Sertifikasi Pengadaan Dijamin LULUS?!

August 5, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Baru baru ini ada pertanyaan via bbm dan beberapa kali juga muncul ketika memulai sesi pelatihan, atau mungkin sebenarnya pertanyaan ini sudah banyak beredar di masyarakat luas yang ingin mengikuti bimbingan atau pelatihan teknis pengadaan barang jasa pemerintah yang pertanyaan tentunya diajukan kapada para penyelenggaran (LPP). Pertanyaannya adalah:
Pa apakah dijamin kami bisa dijamin lulus dengan mengikuti bimtek ini?
Atau dengan bahasa halusnya;
Pa bisa dibantu untuk kelulusannya?

Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, jawaban pertama yang saya kemukakan adalah bahwa “jangan sampai pengadaan itu cacat dari rahimnya” dan selanjutnya; saya hanya bisa bantu peserta dengan cara yang mudah dan cepat atau efektif dan efisien dalam memahami perpres 54/2010 dan perubahannya (perpres 70 tahun 2012). Kalau peserta sudah paham tentunya peluang untuk bisa lulus akan semakin besar, masa sih kalau sudah paham materi yang akan diujikan masih tidak lulus juga ya?! Yang penting peserta ada motivasi untuk lulus, ada kemauan dan kemampuan standar untuk belajar, plus ada keridhoan dari Alloh SWT kalau itu semua terpenuhi ya dijamin bisa lulus. Insya Alloh… Dijamin lulus!

Tapi kok masih ada saja yang tidak lulus dari kelas yang saya ajar? Ya kalau saya analisa, kebanyakan dari yang tidak lulus tersebut 1. Kemampuan belajarnya sudah dibawah rata rata (faktur umur atau faktor kebiasaan malas juga), intinya sudah tidak bisa belajar lagi, atau ada motivasi/keinginan lulus tapi malas belajar :) 2. Benar benar sudah tidak mau lulus… Kok masih ikut bimtek… Ya terpaksa atau dipaksa mungkin ya… :)
Sehingga kembali lagi kalau ada motivasi untuk belajar, ada kemampuan untuk belajar, ada usaha keras untuk belajar selama 3 atau 5 hari pelaksanaan bimtek, plus doa yang kuat kepada Yang Maha Mengatur, pastilah ada rejekinya ya…. :)

Dalam percaturan bimtek pengadaan barang/jasa pemerintah, bahkan ada penyelenggara pelatihan yang berpromosi baik melalui sms atau bbm broadcast yang menyatakan bahwa mereka dapat menjamin kelulusan para peserta yang tentunya dengan tambahan biaya tertentu. Hal ini telah menjadi kasus di beberapa daerah tertentu yang tentunya tidak terangkat ke ranah umum karena disatu sisi peserta yang sudah nyetor uang juga malu atau atau tidak berani melaporkan, dan penyelenggaranya pun sudah kabur ke daerah lainnya mencari korban selanjutnya. Cerita cerita ini beredar terutama di kalangan para penyelenggara pelatihan saja. Ya tentunya hal ini sebenarnya dikarenakan permaintaan pasar juga yang banyak menanyakan pertanyaan tersebut di atas kan ya? Karena permintaan di pasar banyak yang meminta jaminan lulus nah permintaan ini dipenuhi dengan janji palsu oleh oknum penyelenggara pelatihan…
Bahkan di daerah sumatera sudah terkenal satu dua nama oknum yang dapat menyediakan “copean” dan menjamin kelulusan dengan biaya tertentu, cerita ini saya peroleh bukan hanya dari satu atau dua penyelenggara saja, tapi lebih dari empat penyelenggara pelatihan pernah bercerita bahwa mereka pernah menggunakan jasa oknum ini untuk menyelenggarakan pelatihan dan terjadi modus “ngiming ngiming” ini.

Nah kembali ke pertanyaan “pa tolong dibantu agar lulus ujian sertifikasi pengadaan barang jasa pemerintah” jawabannya adalah, saya siap bantu agar dapat cepat dan mudah memahami perpres 54 dan perubahannya, namun jangan sampai pengadaan itu cacat dari rahimnya! Bagaimana bisa melaksanakan tugas pengadaan kalau lulusnya saja cacat, bagaimana bisa aman kalau tidak mengerti peraturan? bagaimana bisa memperoleh oenyedia yang baik kalau tidak tahu ilmu memilih penyedia? bagaimana mau mengadakan barang/jasa yang sesuai kebutuhan kalau tidak tahu manajemen kontrak?

Wallohualambissowah….
Salam pengadaan dari bubulak bogor

 

Share

Bimtek Pengadaan Barang/Jasa di Aceh

August 2, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Bagi masyarakat Nangroe Aceh Darussalam yang ingin mempelajari lebih dalam tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan ingin mengikuti ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa tingkat dasar silahkan dapat mengikuti bimtek yang diselenggarakan oleh Universitas Malikussaleh Lhoksemawe (Unimal). Meskipun Unimal ini berlokasi di Lhoksemawe, namun melakukan bimteknya di Banda Aceh loh…

Insya Alloh dijamin mantap! dan puas! Alhamdullilah pada pelaksanaan sebelumnya, penyelenggara Unimal telah meluluskan hampir 50% peserta yang mengikutinya. http://heldi.net/2014/05/bimtek-di-banda-aceh/

Rencana Pelaksanaan akan diselenggarakan pada tanggal 9 sd 12 Agustus, atau hari Sabtu sampai dengan Senin nanti. Mudah mudahan dapat terselenggara dengan baik ya.

Kalaupun bukan dari daerah Aceh dan sekitarnya, mangga silahkan kalau mau mengikuti pelatihan di Banda Aceh sekalian kita ngopi bareng di kape kopi dan nge mie aceh bareng di simpang lima atau rajali mie yang rasanya dijamin mantap! :) Atau sekedar ingin mengikuti cara pembelajaran dari www.heldi.net yang saya jamin kalau memang benar benar serius mau lulus, benar benar mempunyai motivasi tinggi mau lulus, dan ya mempunyai kemampuan dasar rata rata – tidak termasuk SDM daerah tertinggal lah… maap :) Insya Allah saya yakin bisa cepat paham dan mengerti tentang perpres 54 dan perubahannya, sehingga jaminan untuk bisa lulus akan semakin besar, masa sih kalau sudah ngerti tidak lulus ya? :) Kenapa saya bisa menjamin seperti itu? karena dengan penggunaan metoda mind mapping yang dipakai telah terbukti sangat memudahkan dalam pemahaman perpres 54 dan perubahannya.

Mangga diantos… silahkan untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubugi Bapak Razak di nomor HP: tel:085297502743 , ditunggu di Aceh ya…. mie Aceh dan Kopi Ulee Kareng… I’m coming… Mantap!

Share

Konversi Sertifikat Keahlian Pengadaan berakhir 30 Juni 2014

LKPP hanya akan menerima konversi dari sertifikat kategori L2, L4 dan L5 sampai dengan 30 Juni 2014. Untuk selanjutnya LKPP melalui direktorat sertifikasi Profesi hanya akan menerima Perpanjangan Sertifikat Keahlian Pengadaan.

Berikut adalah detail peraturan perka lkpp no. 9 tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Operasional Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah(PBJP)


Batas Konversi Sertifikat
Sesuai Peraturan Kepala LKPP No 9 tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Operasional Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah(PBJP)
Pasal 41:
(1) Dengan ditetapkannya Peraturan ini, Sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/LKPP
dengan kategori L2, L4, dan L5 yang telah habis masa berlakunya dapat dikonversi menjadi Sertifikat.
(2) Permohonan konversi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima oleh LKPP paling lambat pada tanggal 30 Juni 2014.
(3) Persyaratan mengenai konversi untuk Sertifikat kategori L2, dengan ketentuan:
surat permohonan konversi ditujukan kepada Deputi Bidang PPSDM u.p Direktur Sertifikasi Profesi secara kolektif oleh Pimpinan K/L/D/I paling rendah setingkat Pejabat Eselon II/Kepala Kantor;
melampirkan Surat Keterangan masih aktif bertugas di bidang Pengadaan Barang/Jasa oleh Pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi paling rendah setingkat Pejabat Eselon II/Kepala Kantor;
melampirkan salinan Sertifikat;
melampirkan salinan sertifikat pelatihan atau bukti keikutsertaan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya; dan
mengisi formulir biodata pemegang Sertifikat.
(4) Persyaratan mengenai konversi untuk Sertifikat kategori L4 dan L5, dengan ketentuan:
surat permohonan konversi ditujukan kepada Deputi Bidang PPSDM u.p Direktur Sertifikasi Profesi secara kolektif oleh Pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi paling rendah setingkat Pejabat Eselon II/Kepala Kantor;
melampirkan Surat Keterangan masih aktif bertugas di bidang Pengadaan Barang/Jasa oleh Pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi paling rendah setingkat Pejabat Eselon II/Kepala Kantor;
melampirkan salinan Sertifikat; dan
mengisi formulir biodata pemegang Sertifikat.
(5) Sertifikat untuk kategori L4 dan L5 yang masih berlaku tetap dapat digunakan.

Pengajuan (surat dan persyaratan dokumen) paling lambat diterima LKPP tanggal 30 Juni 2014.
Untuk selanjutnya kami hanya melayani perpanjangan sertifikat bagi pemilik sertifikat yang telah habis masa berlakunya

Share

Surveilan ULP

May 17, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Surveilance ke bangka belitung

Pada hari jumat tanggal 16 mei 2014 saya dengan pa adril melaksanakan tugas melakukan surveilan ke ULP propinsi kepulauan Banka Belitung. Berangkat hari Kamis siang yang juga merupakan hari libur nasional, jadi ya kita anggap sekalian liburan saja ya acara ini, sehingga selain formulir formulir assesi dan assesor, dibawa juga kaca mata renang dan snokle untuk berenang di laut atau hotel tempat menginap :) tapi kalau kaki katak sih tidak dibawa karena terlalu besar ya…

Kembali ke acara surveilan, dijadualkan pagi hari dilakukan tes tertulis, yang kemudian dilanjut dengan acara tes lisan bagi yang sudah selesai tes tertulis. Sesuai dengan tujuan kegiatan surveilan yaitu memastikan kompetensi pemegang sertifikat selama masa kepemilikan sertifikat, serta memberikan masukan mengenai hal-hal yang perlu ditingkatkan untuk menjaga mutunya tersebut, maka dari dua tes inilah dapat dideteksi bagaimana kompetensi dari para anggota pokja ulp sekarang.

Dasar hukumnya ada dalam Perka Sertifikasi nomer 8 tahun 2010 atau yang terbaru juga ada dalam Perka LKPP nomer 9 Tahun 2014 tentang Sertifikasi juga termasuk pula dalam ISO 9001 dan Pedoman BNSP dimana didalamnya dinyatakan bahwa LKPP harus menjamin mutu pemilik sertifikat akan kompetensinya.

Intinya dari kegiatan surveilan ini pemegang sertifikat diharapkan dapat :
– Mengetahui/memperoleh masukan untuk meningkatkan kompetensinya
– memenuhi kewajiban lapor diri (logbook) yang bisa dilakukan melalui lapor langsung melalui website LKPP maupun onsite surveilan yang dilakukan saat ini
– Dapat menjadi dasar pertimbangan untuk memperpanjang sertifikat.

So bagaimana hasil ya? Karena ada pakta integritas yang menyatakan tidak akan membuka hasil pekerjaan yang diperoleh dari acara ini maka mohon maaf hasilnya tidak dapat di publish ya… Intinya yang penting bisa tetap sehat dengan berenang dan jalan jalan keliling nusantara ya alhamdullilah :)

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasa

Share

Download Buku Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010

May 15, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

%heldi.net %tpengadaan barang dan jasa

 

Download buku konsolidasi Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya; Perpres 35/2011 dan perpres 70/2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dijamin lebih mantap! lebih epektip dan episien, karena yang ditandai hanya bagian kata per kata perubahannya saja, karena penjelasannya langsung di bawah pasal pasalnya.
Tanpa basa basi, tanpa banyak omong, tanpa banyak promosi ngejar JP, tanpa sikut kiri sikut kanan, tanpa banyak gaya, tanpa jilat atas jilat bawah, yang penting jangan lupa kunjungi iklannya ya… :) silahkan download gratis!


Format Word

Buku Konsolidasi Perpres 54 dan perubahannya by Heldi

Format .rar

konsolidasi by Heldi

GRATIS, silahkan dicetak atau diprint sendiri ya, mau satu buku atau untuk diperbanyak silahkan saja (untuk bimtek sudah bipakai di beberapa badiklat pemerintah dan LPP swasta), LEBIH MURAH daripada beli buku hardcopy, cukup di print sekali masukan ke tukang photocopi untuk di copy dan dijilid… paling hanya rp.10 ribuan per buku (90 halaman) dan apabila (semoga) berkenan dengan tetap mencantumkan alamat blog ini www.heldi.net (nah ini baru promosi) :)

Terima kasih atas ladang amalnya :)

Share

Next Page »