Psikopat Pengadaan

January 31, 2017 by  
Filed under Curhat PNS online

Meskipun berbeda sering pendapat tapi hubungan tetap terjaga…. halah bullshit!!! mana ada hubungan tetap baik kalau etika tidak dijaga, kalau perasaan orang tidak dijaga. Hanya sekedar menang debat, hanya sekedar normatif. Kalau yang sering makan daging babi sih mungkin wajar ya karena sudah terkontaminasi dengan sifat babi yang tidak punya rasa malu. Ini suka makan apa ya kok bisa seperti ini kelakuannya.

Basa basi saja tanpa ada “hati bicara”. Sudah berkali kali terjadi akhirnya jadi trauma, akhirnya muncul perasaan mual mual di perut ini kalau ketemu psikopat ini. Kepengen muntah rasanya, bukan mungkin bukan secara fisik ada yang harus dikeluarkan dari dalam perut ini, tapi perasaan yang secara tiba tiba muncul kalau melihat atau berbicara terkait psikopat ini. Lama kelamaan mungkin saya jadi psikopat juga ya, karena muncul keinginan untuk menuangkan racun tikus versi baru yang ada di ekatalog yang tikus nya akan mati ketika sudah 2 harian. Menulis postingan ini pun sambil kpengen muntah lihat psikopat ada di depan.

bipolar

Tidak punya etika, tidak punya hati, normatif, kaku… beungeut sia tah!!!!

Saya juga banyak tidak disukai orang-orang… eh ngaku ya… bukannya sadar malah bangga ya… aneh… Tangkorak sia!!!

Penyebab jadi psikopat ini nih : http://heldi.net/2016/04/psikopat-sayah-syndrome/

 

Share

Psikopat – Sayah Syndrome

April 28, 2016 by  
Filed under Curhat PNS online

bipolarUang sayah, kegiatan sayah, staf sayah… sayah sayah sayah dan sayah, itu adalah salah satu indikator penyakit “sayah syndrome” yang pertama kali ditemukan oleh sigmund freud. Padahal itukan bukan uangnya dia, itu uang rakyat loh, bukan kegiatannya dia, itu kegiatan kantor dan staf juga ya staf kantor donk… memang yang mengelola sayah, yang mengatur sayah, yaitulah penyakit ke sayah sayahan. Apalagi kalau belum jadi pejabat/eselon sudah menyebut nyebut staf sayah, kok bisa? belum jadi pejabat sudah punya staf? itu berarti penyakit “sayah syndrome” nya sudah masuk ke dalam tahapan kronis stadium 5 juta itu 🙂

Orang yang mengampu penyakit “sayah syndrome”, ini cenderung akan sangat tidak disukai oleh orang orang di sekitarnya, dan sebenarnya dia juga menyedari hal ini namun sangat disayangkan tidak tidak bisa PDLT yaitu Perbaiki Diri dan Lakukan yang Terbaik dan malah memilih APTB yaitu Anti Prrbaikan dan Tidak mau Berubah.




Dia menyadari bahwa dia dikucilkan dari sekitarnya, dia tahu bahwa dia tidak punya teman (kasian amat sih ya… bukan si amat… tapi itu tuh orang nya…), semua komunikasi hanya basa basi, namun semua hal tersebut karena sudah dijalaninya bertahun tahun lamanya, maka menurut pemikirannya itu adalah hal yang normal, ya ber basa basi, memanipulasi, dsb sudah tidak lagi menjadi hal yang tabu bagi penderita penyekit ini, semuanya adalah hal yang normal, karena memang dunia memperlakukannya seperti itu. Padalah bukan akibat dunia yang meperlakukan beliau seperti itu, namun kelakuannya itulah yang menyebabkan dunia memusuhinya.

Penderita penyakit ini di mana pun berada akan selalu menimbulkan konflik dengan sekitarnya, baik secara terang terangan atau ditutupi oleh basa basi kekinian. Di divisi Ujian ada konflik dengan atasannya, pindah ke devisi logistik berantem dengan se level nya, apalagi diberi kekuasaan di devisi latihan makin merajalela sajah, merasa punya uang, punya kegiatan, punya KEKUASAAAN, punya staf,  tidak perduli kiri kanan tidak perduli sekitarnya yang penting tujuan dan keinginannya tercapai untuk mendapat PUJIAN ATASAN, untuk kesuksesan Kegiatan SAYAH, semua hal dihalalkan, tidak memperdulikan etika, perasaan orang lain, gabred sajah… wow parah ya… pantesan deh sampai sekarang masih ngak laku laku dagangannya ya…. Dalam hati ini sebenarnya seringkali mengkasihani penderita penyakit ini, namun ya terpaksa harus dijauhi karena bila terlalu berdekatan bisa terpapar dengan pengaruh pengaruh kebusukan dari hatinya…

Ya Alloh berikan kami jalan untuk mengahadapi penderita penyekit ini… Semoga disembuhkan dari penyekitnya ya Alloh… aamiin YRA…

Share