Video Pengadaan berbasis Mindmap – SWAKELOLA

Pada sesi kali ini belajar Pengadaan online melalui blog www.heldi.net akan membahas tentang materi SWAKELOLA. Sebelum masuk ke materi, pada sesi sekarang ini, video whiteboard animation yang dibuat menggunakan basis mindmap sebagai dasar story board-nya. Jadi Mindmap Pengadaan yang sudah jadi di shooting menjadi sebuah video whiteboard animation.



Pada intinya video berdurasi 15 menit lebih ini… wow baru sadar saya ternyata ini video terpanjang yang pernah dibuat, biasanya paling hanya 5 menitan, sekarang 15 menit lebih. Pantesan sempat beberapa kali error dalam rendering nya, ternyata lumayan besar juga ya 🙂 Oke pada intinya video berdurasi 15 menitan ini merangkum cerita tentang swakelola, mulai dari pasal 26 pekerjaan pekerjaan yang dapat dilakukan dengan Swakelola, Jenis jenis atau Tipe-tipe swakelola. Ketentuan ketentuan swakelola, sampai dengan cara pemilihan penyedia dalam mekanisme swakelola.

Ya seperti biasa tanpa banyak basa basi, tanpa banyak sikut kiri sikut kanan apalagi jilat atas jilat bawah 🙂 mari kita saksikan video pengadaan tentang swakelola di bawah ini:

Selanjutnya silahkan melihat lihat video yang lain di link berikut ini:
video_swakelola
Lihat Video dan Materi Pengadaan lainnya:
PRINSIP PENGADAAN
BUKTI PERJANJIAN
ETIKA PENGADAAN – CONFLICT OF INTEREST
video grafis LKPP dan KPK
Latihan Soal & Jawaban Ujian Sertifikasi Pengadaan
Perpres 4 tahun 2015 – Latihan Soal Online Ujian Seritifikasi Pengadaan
Buku Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010 dan semua perubahannya
Latihan Soal Online

Share

Pengadaan barang/jasa dengan Swakelola

August 31, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Swakelola adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat.
(pasal 26 perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya)

Dari definisi di atas diperoleh 3 tipe Swakelola, yaitu:
1. Swakelola oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran
2. Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain (IPL)
3. Swakelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas)

Swakelola tipe 1 dipilih apabila pekerjaan yang akan di swakelola merupakan tugas dan fungsi dari K/L/D/I yang bersangkutan. Contoh; Dinas Binamarga melaksanakan swakelola pemeliharaan jalan, Kementrian Kesehatan menyelenggarakan penyuluhan bagi bidan desa, dsb.

Swakelola tipe 2 dipilih apabila ada Instansi Pemerintah Lain (IPL) yang secara keahlian/kompetensi teknis lebih menguasai dari pada satker kita berada. Contoh; Bappeda bekerjasama dengan BPS (Biro Pusat Statistik) untuk pekerjaan Bogor dalam Angka (BPS lebih ahli dalam masalah angka), Kajian pengembangan Wisata Agro di kota Bogor dengan Institut Pertanian Bogor (IPB lebih ahli tentang pertanian/agro dari pada dinas pertanian atau pariwisata), dsb

Swakelola tipe 3, dipilih apabila dalam pekerjaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat atau untuk kepentingan langsung masyarakat dengan melibatkan masyarakat yang dianggap mampu melaksanakannya. Contoh: Perbaikan Saluran Air di desa, Pemeliharaa Jamban/MCK, dan pekerjaan sederhana lainnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah Pekerjaan apa yang dapat dilakukan dengan Swakelola?
Ketika bapak/ibu para kepala satker (PA/KPA) mempunyai suatu pekerjaan, apabila masuk ke dalam salah satu kriteria pekerjaan di bawah ini, maka silahkan lakukan pekerjaan tersebut dengan swakelola;
a. pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya manusia , serta sesuai dengan tugas dan fungsi K/L/D/I;
b. pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat atau dikelola oleh K/L/D/I ;
c. pekerjaan yang dilihat dari segi besaran, sifat, lokasi atau pembiayaannya tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa;
d. pekerjaan yang secara rinci/detail tidak dapat dihitung/ditentukan terlebih dahulu, sehingga apabila dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa akan menimbulkan ketidakpastian dan risiko yang besar;
e. penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya atau penyuluhan;
f. pekerjaan untuk proyek percontohan (pilot project) dan survei yang bersifat khusus untuk pengembangan teknologi/metode kerja yang belum dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa;
g. pekerjaan survei, pemrosesan data, perumusan kebijakan pemerintah, pengujian di laboratorium dan pengembangan sistem tertentu;
h. pekerjaan yang bersifat rahasia bagi K/L/D/I yang bersangkutan;
i. pekerjaan Industri Kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri;
j. penelitian dan pengembangan dalam negeri; dan/atau
k. pekerjaan pengembangan industri pertahanan, industri alutsista dan industri almatsus dalam negeri.

 

Share

Pasal 32 – Pelaporan, Pengawasan dan Pertanggungjawaban Swakelola

August 25, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Bagian Ketiga – Pelaporan, Pengawasan dan Pertanggungjawaban Swakelola
Pasal 32
(1) Pelaksanaan Swakelola diawasi oleh Penanggung Jawab Anggaran atau oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola.
(2) Kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan keuangan dilaporkan oleh pelaksana lapangan/Pelaksana Swakelola kepada PPK secara berkala.
(3) Laporan kemajuan realisasi fisik dan keuangan dilaporkan setiap bulan secara berjenjang oleh Pelaksana Swakelola sampai kepada PA/KPA.
(4) APIP pada K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran, melakukan audit terhadap pelaksanaan Swakelola.

Share

Pasal 31 – Swakelola oleh Kelompok Masyarakat

August 25, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Pasal 31
Pengadaan secara Swakelola oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Read more

Share

Pasal 30 – Swakelola oleh Instansi Pemerintah lain

August 25, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Pasal 30
Pengadaan melalui Swakelola oleh Instansi Pemerintah lain pelaksana Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Read more

Share

Pasal 28 – perencanaan Swakelola

August 25, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Pasal 28

(1) Kegiatan perencanaan Swakelola meliputi:
a. penetapan sasaran, rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan;
b. penyusunan jadwal pelaksanaan dengan mempertimbangkan waktu yang cukup bagi pelaksanaan pekerjaan/kegiatan;
c. perencanaan teknis dan penyiapan metode pelaksanaan yang tepat agar diperoleh rencana keperluan tenaga, bahan dan peralatan yang sesuai;
d. penyusunan rencana keperluan tenaga, bahan dan peralatan secara rinci serta dijabarkan dalam rencana kerja bulanan, rencana kerja mingguan dan/atau rencana kerja harian; dan
e. penyusunan rencana total biaya secara rinci dalam rencana biaya bulanan dan/atau biaya mingguan yang tidak melampaui Pagu Anggaran yang telah ditetapkan dalam dokumen anggaran.
Read more

Share

Pasal 27 – Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran

August 25, 2014 by  
Filed under Belajar Perpres 54 tahun 2010

Pasal 27
(1) Pengadaan Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran:
a. direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran; dan
b. mempergunakan pegawai sendiri, pegawai K/L/D/I lain dan/atau dapat menggunakan tenaga ahli.
Read more

Share

Next Page »