Deelneming – Pengertian Penyertaan dalam KUHP

October 3, 2017 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Pernah dapat panggilan dari Aparat Penegak Hukum dengan Rujukan pasal 55 ayat ke 1 Kitab Hukum Undang Undang Hukum Pidana? Bagi para pelaku pengadaan tentunya sudah tidak asing lagi kalau dikenakan pasal ini, yang korupsi atau bermasalah mungkin di ranah pelaksanaan pekerjaan, namun pokja ULP atau Pejabat Pengadaan bisa terkena pasal ini juga.

Nah ini adalah penjelasan dari pakar ahli hukum Pidana yaitu Teuku Nasrullah, S.H., M.H pada acara Peningkatan Kapasitas Pemberi Keterangan Ahli LKPP di Bogor September 2017.

Pengertian Penyertaan (Deelneming)
1. Prof. Satochid Kartanegara menjelaskan bahwa dapat dikatakan Deelneming pada strafbaar fiet atau delik, apabila dalam suatu delik tersangkut beberapa orang atau lebih dari seorang. Dalam hal ini harus dipahami bagaimanakah hubungan tiap peserta itu terhadap delik, karena hubungan itu adalah bermacam-macam ):
a. Beberapa orang bersama-sama melakukan suatu delik.
b. Mungkin hanya seorang saja yang mempunyai “kehendak” dan “merencanakan delik, akan tetapi delik tersebut tidak dilakukan sendiri, tetapi ia menggunakan orang lain untuk melaksanakan delik tersebut.
c. Dapat juga terjadi bahwa seorang saja yang melakukan delik, sedang lain orang membantu orang itu dalam melaksanakan delik.
2. Dalam ajaran Pernyataan (Deelneming) yang harus dicari adalah pertanggungjawaban masing-masing orang yang tersangkut dalam suatu tindak pidana. Read more

Share