#lkpp #sarahsadiqa #pengadaan #sipd #ekatalog @lkpp_ri

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), **Sarah Sadiqa**, secara resmi meluncurkan **Master Produk** dan memulai *kick-off* integrasi **Katalog Elektronik (e-Katalog)** dengan **Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI** pada hari Senin, **4 Mei 2026**, di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pengadaan digital yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

 

1. Peluncuran Master Produk sebagai *Single Source of Truth*

Sarah Sadiqa menjelaskan bahwa Master Produk kini menjadi sumber data tunggal yang valid dalam e-Katalog.

* **Peran Prinsipal:** LKPP kini menempatkan pemilik merek (prinsipal) sebagai sumber utama informasi produk.

* **Validitas Data:** Semua data mulai dari nama produk, spesifikasi teknis, hingga referensi harga wajib mengacu pada data yang telah tervalidasi oleh pemegang otoritas merek.

* **Tujuan:** Menghilangkan inkonsistensi data dan perbedaan harga (*disparitas*) yang selama ini sering menjadi masalah dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

 

2. Integrasi e-Katalog dengan SIPD RI

Integrasi ini bertujuan untuk menyinkronkan proses belanja pemerintah daerah dengan sistem keuangan negara secara *end-to-end*.

* **Penyatuan Data:** Dengan integrasi ini, perencanaan anggaran di SIPD akan langsung terhubung dengan pelaksanaan pengadaan di e-Katalog.

 

Transparansi Keuangan: Memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan daerah dapat terpantau secara *real-time* dan sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.

 

3. Pemanfaatan Teknologi (AI) dan Efisiensi

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional,

Luhut Binsar Pandjaitan, yang menekankan pentingnya pengawasan ketat karena e-Katalog diproyeksikan mengelola lebih dari 40% APBN (sekitar Rp1.800 triliun).

 

Penerapan AI: Diharapkan penggunaan *Artificial Intelligence* dapat mempercepat validasi ribuan data produk agar lebih akurat dibandingkan proses manual.

4. Visi Budaya Pengadaan Baru

Dalam sambutannya, Sarah Sadiqa menegaskan bahwa pembaruan sistem ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan upaya membentuk budaya baru dalam pengelolaan belanja pemerintah.

> “Kita tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membentuk budaya baru dalam pengelolaan belanja pemerintah yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada hasil demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.” — **Sarah Sadiqa**

Katalog Elektronik Versi 6, kini menjadi tulang punggung ekosistem digital pengadaan nasional.

Langkah integrasi ini merupakan hasil kolaborasi antara LKPP, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan instansi terkait lainnya untuk mendukung kebijakan **Satu Data Indonesia**.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version