Ancaman Pembunuhan untuk Risma saat terapkan E-Procurement

September 29, 2016 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Walikota sekaliber ibu Risma saja diancam mau dibunuh… apalagi hanya sekerdar staf PNS dengan kaliber milimeter sebagai Pokja ULP, bisa diancam dibunuh berulang ulang 🙂

==============

Risma Pernah Diancam Dibunuh saat Ingin Terapkan e-Procurement

Perjalanan Surabaya menerapkan e-procurement ternyata tak mudah. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahkan pernah diancam dibunuh karena ingin menerapkan sistem berbasis online ini.

“Ada saja ancamannya waktu itu,” ujar Risma dalam sambutannya saat Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Implementasi e-Government Pemerintah Kota Surabaya dan Pelayanan Perizinan Terpadu Berbasis Elektronik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/9/2016).
Read more

Share

Sukses e-Government dan Tantangan Keamanan Informasi

September 13, 2016 by  
Filed under Berita dan Artikel Pengadaan

ikamardiahAda dua testimonial menarik nan strategis dalam sesi diskusi panel Rakernas LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pertama, dari Firmansyah Lubis, Direktur e-Government Kementerian Kominfo Indonesia, yang menyatakan, “Kami harus belajar kepada LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) mengenai keberhasilan menerapkan e-Government melalui LPSE.” Kedua, seperti disampaikan Prakoso, Asisten Deputi II Bidang Kominfo Kementerian Koordinator Polhukam RI yang menyatakan, “Success story e-Government di Indonesia adalah LPSE”. Read more

Share

E-Procurement di PTPN (PT Perkebunan Nusantara)

September 7, 2016 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Mungkin karena terbiasa melihat dan menggunakan eprocurement versi LKPP, ketika melihat e-procurement yang dikembangkan oleh PTPN (PT Perkebunan Nusantara) terasa agak aneh melihatnya. Agak aneh kenapa? karena melihat standar yang dikembangkan antar satu PTPN dengan PTPN lainnya terlihat tidak seragam satu dengan lainnya. Coba silahkan lihat website e-procurement yang dikembangkan oleh beberapa PTPN ini:

http://eproc.ptpn10.co.id/main

http://eproc.ptpn5.co.id/

http://eproc.ptpn4.co.id/

http://www.eproc.ptpn12.com/#/

http://www.ptpn3.co.id/eproc/f1.asp?fr=undefined

http://eproc.ptpn7.com/ Read more

Share

Mengulas Korea On-line E-Procurement System (Koneps) di Korea Selatan

Kemajuan suatu negara tercermin dari pesatnya perkembangan pembangunan di segala sektor. Tentu saja hal tersebut akan melibatkan kegiatan pengadaan barang dan jasa sebagai penunjangnya. Pembentukan sistem yang efisien menjadi hal yang sangat krusial sehingga inovasi serta strategi pun dibentuk demi kelancaran aktivitas pengadaan. Salah satu sistem yang dibentuk adalah e-Procurement yang bukan hanya telah diterapkan secara konsisten di Indonesia, tetapi juga di Korea Selatan. Read more

Share

E-procurement adalah keniscayaan

August 8, 2014 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

eprocYa saya sangat setuju sekali bahwa “e-procurement” adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun atau pihak manapun yang berkecimpung dalam dunia pengadaan barang/jasa pemerintah. Hal ini seperti penggunaan teknologi yang merambah dalam segala bidang, penggunaan teknologi informasi, komputer, networking, internet, programming, dan sebagainya yang terkait dengan hal tersebut yang mana dari hari ke hari semakin pesat  perkembangannya baik secara kualitas atau kuantitasnya. Perkembagan teknologi yang semakin pasat membuat segala hal semakin mudah dan cepat dan begitu pula dalam dunia pengadaan barang/jasa, penggunaan teknologi Informasi, teknologi komputer baik software atau hardware akan membuat semuanya mencaji lebih mudah dan cepat dengan otomasi dalam proses praktek pengadaan barang/jasa.
Read more

Share

e-procurement – Kuncinya ada di ”Political Will”

February 8, 2012 by  
Filed under Berita dan Artikel Pengadaan

E-Procurement
Sumber: Majalah Kredibel LKPP edisi 1-2011

AGUS PRABOWO
Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP
 
Bagaimana pendapat Anda tentang e-procurement? Apa yang menjadi hambatan e-procurement selama ini?

E-procurement itu pada prinsipnya mengubah pola pikir, dari sesuatu yang sifatnya manual dan rawan penyalahgunaan menjadi sistem yang elektronik sistemik yang mengurangi tatap muka, sehingga otomatis penyalahgunaan akan berkurang. Nah, tentu masuk ke arah itu ada sebagian pihak yang tidak senang.

Oleh karena itu hambatannya ada di situ, di political will. Contohnya, untuk menjadi bupati modalnya gede, pasti keluar uang dulu. Ketika terpilih, dia pasti ingin balik modal. Darimana? Caranya ya nyolong dari pengadaan. Gimana supaya bisa nyolong? Jangan pakai e-procurement. Sebab kalau pakai e-procurement susah nyolong-nya. Jadi yang pertama itu handycapnya ada di poliltical will. Sedangkan kalau secara teknologi sih gampang, tidak ada susahnya. Selama ini paradigma di pengadaan masih memandang proses pengadaan secara negatif.

Bagaimana pendapat Anda?

Menurut saya pengadaan ini mengubah kultur; kultur manusia Indonesia, terutama aparat atau penyedia barang dan jasa. Yang biasanya kongkalikong, atur-mengatur, menjadi terbuka dan kompetitif. Hanya dengan cara itu kita bisa maju. Dengan cara itu korupsi bisa hilang. Jadi pengadaan itu mengubah kultur. Ini bukan hanya pekerjaan klerek atau administratif saja, tapi pekerjaan mengubah paradigma.

Strategi untuk mengubah kultur itu bagaimana?

Banyak segi, tapi dari sisi manusia saya ingin mencetak sebanyak mungkin manusia yang mengerti kaidah pengadaan. Semakin mengerti maka akan ada self control.

Dari sisi sistem sendiri apakah sudah siap?

Sudah cukup lumayan. Dalam arti kata, sistem itu akan berjalan ideal kalau semua pendukungnya bagus. Listriknya bagus, jaringan internetnya bagus, SDM-nya oke, infrastrukturnya siap. Kalau di Jakarta atau Pulau Jawa, okelah. Tapi kalau di Kaimana sana ‘kan belum tentu.

Lalu untuk mengatasi soal insfrastruktur itu bagaimana?
Tak ada cara lain selain mengejar ketertinggalan. Point of no return, tak ada jalan mundur.

Target untuk penghematan anggaran melalui penerapan e-procurement sampai seberapa besar?
Tak ada target. Yang jelas targetnya adalah seluruh instansi baik di pusat maupun daerah harus mencoba e-procurement meskipun hanya satu paket mulai 2012. Dan itu wajib, sesuai Perpres No. 54/2010. Cuma satu paket saja kok, sebagian saja, tidak harus
semuanya.

Apa yang menjadi harapan atau keinginan Anda?
Harapan saya justru ada di pasar. Saya ingin itu tinggal beli di pasar, tak perlu lagi dilelang. Ini yang ingin dicapai lewat e-catalogue. Sehingga yang dilelang itu pekerjaan konstruksi saja. Harapan saya e-catalogue itu penuh barang-barang.

Kapan hal ini bisa terwujud? Mengapa?
Hmm.. mungkin 10 tahun lagi. Karena soal disparitas. Republik ini demikian bervariasi, luas, kompleks, dan beragam. Harga semen di Jakarta Rp 55 ribu per sak,di Wamena mencapai Rp 1,5 juta per sak.

Sumber Artikel:
Majalah Kredibel LKPP LKPP, dapatkan edisi lengkap majalah ini, download edisi lengkap Majalah Kredibel LKPP edisi 01/2011 disini:

Majalah Pengadaan

Share

Sosialisasi E-procurement – Menuju penguatan penyatuan Indonesia melalui E-procurement

October 16, 2011 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Dibuka oleh Kepala LKPP Bapak Ir. Agus Rahardjo MSM, kemudian Direktur e-procurement LKPP Bapak Ikak Gayuh Patriastomo, Direktur Bina Pelatihan Kompetensi Bapak Dharma Nursani dan Bapak Mudji Santosa sebagai moderator, acara Sosialisasi E-procurument bagi Instruktur pengadaan barang/jasa pemerintah pada hari Selasa tanggal 11 September 2011 yang terselenggara berkat kerjasama Direktorat Bina Pelatihan Kompetensi dan Direktorat Elektronik Procurement LKPP dapat terselenggara dengan sukses dan penuh dengan jurus-jurus baru (jurus “e” – electronic procurement) dalam dunia persilatan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dalam sambutannya bapak Ikak GP memberikan gambaran  gamblang tetapi mendalam tentang apa itu eprocurement, bagaimana konsep e-procurement, apa yang disediakan LKPP melalui LPSE, bagaimana sejarah perkembangan eprocurement, dan bagaimana perkembangan e-procurement atau LPSE sejak pendiriannya sampai dengan sekarang telah ada 236 LPSE System Provider dan 38 LPSE Service Provider  atau total 274 LPSE se-Indonesia telah berjalan untuk melayani proses e-tendering dan e-purcashing di Indonesia (lihat:  report LPSE detail).

Sosialisasi diisi oleh presentasi dari Bapak Patria Susantosa , Kasie Pengembangan E-procurement LKPP yang mempunyai blog di kompasiana ini  (www.kompasiana.com/susantosa) secara detail menjelaskan lebih dalam tentang konsep e-procurement dalam implementasinya terhadap  amanat pengadaan barang jasa dalam perpres 54 tahun 2010, mulai dari teknologi yang mendasarinya, dasar hukum yang melindunginya, alur, aturan main dan aplikasi perpres 54 dalam SPSE (sistem pengadaan secara elektronik), cara instalasi spse dan sebagainya.

Terakhir acara diisi oleh bapak Nanang, dengan mempraktekan langsung aplikasi SPSE secara online. Semua peserta (sekitar 50-an) diberikan user name dan password untuk masuk ke aplikasi latihan e-procurement secara online pada server LKPP. Kemudian ditunjukan langkah-langkah bagaimana cara memulai suatu e-tendering dalam aplikasi SPSE, mulai dari pembuatan jadual, pengupload-an dokumen, aanwijzing, download penawaran, membuka file penawaran dengan APENDO, sampai dengan evaluasi dan pengumuman pemenang dari pelelangan yang dilakukan. Simulasi dilakukan secara real meskipun penyedianya diwakili oleh teman-teman dari lkpp lainnya, namun surat penawaran yang masuk dan bahkan sampai dengan sanggahan dapat disimulasikan dapat disimulasikan secara lengkap, walaupun kalau dalam real praktek-nya tentunya akan lebih rame dan tidak sesederhana yang disimulasikan.

Dari pelatihan ini, meskipun sudah banyak melelangkan paket pekerjaan di eproc kota bogor, saya memperoleh beberapa hal yang selama ini mungkin terlewat dalam melakukan proses lelang melalui eprocurement, maklumlah karena dulu waktu ada pelatihan eproc di kota Bogor karena sesuatu hal saya tidak dapat mengikutinya, sehingga selama ini menggunakan aplikasi SPSE kota bogor hanya bermodalkan learninbg by doing dan autodidak, beberapa hal yang selama ini tidak saya lakukan (namun tidak dapat disebutkan satu persatu, karena takut ada penyedia yang nyanggah.. hehehe…) dapat diketahui dan untuk ke depannya tentunya langkah-langkah dan jurus-jurus ini akan saya kerjakan dalam paket pekerjaan berikutnya yang dilelangkan melalui SPSE.

Melalui sosialisasi eprocurement untuk para instruktur ini, tentunya akan sangat berguna bagi para instruktur bersertifikat TOT LKPP terutama para instruktur pengadaan barang/jasa yang belum sama sekali atau jarang menggunakan eprocurment atau aplikasi SPSE, juga energi “e” atau electronic ini tentunya akan disebarkan secara luas oleh para instruktur yang akan bertugas sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan ilmu pengadaan barang/jasa pemerintah. Mudah-mudahan virus “e” ini dapat disebarkan ke seluruh pelosok negeri ini, terutama daerah-daerah yang masih belum menggunakan spse dalam pelelangannya.

So akhirnya, dengan curah ilmu yang tiada henti dari LKPP saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada LKPP yang telah banyak memberikan kesempatan dan ilmu yang berlimpah dalam dunia pengadaan barang/jasa pemerintah, terima kasih pak Mudji yang telah memperkenalkan saya dengan LKPP, terima kasih pak Dharma Nursani yang telah banyak memberikan kesempatan untuk banyak menggali ilmu di direktorat yang bapak pimpin, pak Ikak GP pak Patria terima kasih atas jurus “e”-nya. Mudah-mudahan semua yang telah dilakukan dapat mempercepat peningkatan kualitas pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah Republik ini… amien….

Pak Nanang on action

Pejabat TVRI dan LKPP berkolaborasi dalam SPSE 🙂

Semangat yang wajib diteladani…

Dari Atjeh, Lampoeng, Bandung, Bali, Kalimantan, wakil dari para instruktur PBJ se-Indonesia untuk menuju penyatuan eproc se-Indonesia… hadir semuanya… 🙂

 

Share

Next Page »