Kolam Renang di ccc

Setelah pulang berenang dari Bangka Belitung, yaitu di Hotel Menumbing Heritage Hotel Bangka Belitung. Mendarat di Bandara Soetta langsung naik Damri ke Bekasi Barat. Sampai di Bekasi naik gojek dengan tujuan ke Hotel Harris Sumarecon Bekasi. Hanya berjarak 3 km dari terminal bis Damri Kayuringin Bekasi, tinggal keluar ke jalan besar, naik jembatan layang, turun masuk ke komplek Sumarecon, sudah kelihatan dari jauh tulisan lonjong Hotel Harris,  tinggal mutar balik sampai deh ke Harris.

Setelah Cek In sore hari, namun ternyata panitia tim e-katalog lainnya belum pada datang, akhirnya sempetin deh untuk olahraga saja. Ambil kacamata renang dan snorkel nya, langsung deh nyebur di kolam renang hotel harris. Eh puasa puasa kok berenang? Batal tahu?!… Kata siapa? sok coba googling deh, tidak ada yang mengatakan puasa ketika berenang itu batal 🙂 yang batal itu kalau airnya keminum, ya kalau masih belajar berenang jangan berenang ketika puasa karena airnya bisa ketelen, trus kan saya pakai snorkel… aman ya… sangat kecil sekali kemungkinannya air masuk ke mulut.

Read more

Share

APTB kembali dilarang masuk Jalur Busway

June 9, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Sebenarnya kalau menurut saya pribadi, bukan masalah nambah bayar ketika masuk halte di UKI, namun yang menjadi masalah adalah kenyamanan, bayar rp. 20 ribu per masuk halte busway pun tidak masalah bagi sayah mah, asal bus nya ada dan nyaman. Silahkan ahok atau para pejabat yang berwenang turun langsung sendiri donk ke halte halte busway, apakah bus nya sudah ada cukup? apakah sudah tidak ada antrian atau bahkan tumpukan penumpang di halte busway? silahkan dibedakan sajalah tarif nya, orang bogor bayar rp. 20 ribu gitu… tidak masalah asal tidak ngantri, asal dingin, asal duduk.

Kalau sekarang ya sudah saya bawa kendaraan sendiri lagi ke Jakarta. Karena kalau naik APTB saya harus masuk lagi ke halte transjakarta, NUNGGU lagi, PANAS lagi, berdiri lagi… cape deh… Ini berantem di atas malah masyarakat yang dikorbankan ya… heran….

Herannya ini APTB sudah nyaman, sudah bagus, sudah pas buat masyarakat.. eh malah dihilangkan… Terus dipindah ke Transjakarta… ya mana buktinya, penambahan bus juga tetap saja koridor tidak steril, tetap saja lama, tetap saja penuh, kumaha pa ahok? saya suka sama pa ahok tapi dalam kebijakan ini kok jadi merugikan masyarakat ya?

Intinya niatan membendung atau menguragi mobail pribadi dari Bogor sudah gagal dengan nambahnya satu mobil “www.heldi.net” yang sekarang wara wari bogor jakarta gara gara APTB tidak bisa masuk jalur busway. Memang anda anda para pejabat tidak merasakan ya susah nya, yang susah itu kami pak 🙂

Berikut berita-berita tentang APTB:

Penggabungan APTB ke Transjakarta Terkendala di LKPP

Jelas jelas lambat ya negosiasi katalog lkpp itu…. entah kapan ya bisa tayang nya….

Rencana penggabungan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) kedalam manejemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkendala di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP).

Direktur Utama (Dirut) Perum PPD, Pande Putu Yasa, mengakui hal tersebut. Kendala bergabungnya enam operator ATPB ke dalam manajemen Transjakarta disebabkan penentuan besaran rupiah per kilometer (rp/km) di LKPP yang belum rampung.

“Iya betul. Sampai saat ini penentuan Rp/km oleh LKPP masih belum ada titik temunya. Begitu juga secara legalitas dari LKPP belum turun untuk operator APTB ini,” kata Pande kepada Beritasatu.com, Selasa (7/6).

Dalam penentuan Rp/km tersebut, lanjut dia, operator APTB juga harus memperhitungkan investasi yang dikeluarkan untuk membeli bus APTB selama ini. Paling tidak, besaran Rp/km tersebut harus sesuai dapat mengembalikan investasi mereka tersebut.

“Memang saat ini baru tiga operator yang telah menyatakan bersedia bergabung dan Rp/km sedang diproses LKPP. Nah operator kan melakukan investasi yang cukup besar. Kalau diberlakukan Rp/km maka harus ada perhitungan sesuai investasi yang dikeluarkan. Nah, ini yang belum masuk,” ujarnya.

Karena menunggu finalisasi Rp/km oleh LKPP membutuhkan waktu lama, sementara 193 bus APTB masih terus beroperasi mengangkut penumpung meski melalui jalur reguler, Pande mengharapkan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI memberikan solusi yang terbaik agar para penumpang tidak terlantar.

Sebab tujuan APTB dioperasikan, kata Pande, adalah untuk mengurangi kendaraan pribadi dari daerah mitra Jakarta masuk ke Ibu Kota. Artinya, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Jakarta, salah satunya akibat banyaknya kendaraan pribadi dari daerah mitra masuk ke Jakarta.

“Idealnya, memang Dishubtrans DKI harus ambil solusi. Seperti bus APTB bisa berhenti di halte Transjakarta terdekat, kemudian penumpang bisa melanjutkan perjalanannya dengan bus Transjakarta tanpa membayar kembali,” imbuhnya.

===================

APTB dari Bogor tak Lagi Keluar Tol UKI

Meski dilarang masuk jalur TransJakarta (TransJ), Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) tetap beroperasi. Namun, kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu membuat para penumpang kebingungan.

Banyak calon penumpang yang belum tahu jika 1 Juni 2016 bus APTB sudah dicabut pengopera­siannya. Sejumlah bus yang ngetem juga sudah tidak memasang stiker dan atribut APTB dan TransJa­karta lagi. ”Makin pusing saya kalau begini,” kata salah satu pe­numpang APTB Bekasi – Bunda­ran HI, Marta.

Selain Marta, penumpang lainnya juga kebingungan. Beberapa dari mereka bahkan mencolek kondektur APTB untuk bertanya. ”Ini mah sama saja ribet. Besok nggak lagi deh naik APTB. Mending bus biasa sekalian kan lewat jalur biasa juga,” kata penum­pang lainnya, Andi.

Dengan adanya peraturan baru itu, posisi bangku APTB Bekasi – Bundaran HI telah diubah. Pintu samping yang biasanya untuk menaiktu­runkan penumpang di jalur TransJ ditutup. Jok sudah diganti dengan warna yang bercorak dengan warna lebih cerah. Di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, bus APTB tak lagi menggunakan jalur TransJakarta. Bus-bus itu melintasi jalan Tol Dalam Kota dan jalur reguler.

Bus APTB dari arah Cawang menuju Semanggi melintasi Tol Dalam Kota. Tak ada bus yang melintas di Jalan Jen­deral Gatot Subroto. Bus-bus APTB tersebut antara lain rute Cawang – Tanah Abang milik Sinar Jaya, Cibinong – Grogol milik Mayasari Bakti dan Tanah Abang – Bekasi milik Mayasari Bhakti.

Meski melintas di tol, bus APTB masih penuh penum­pang. Sedangkan dari arah sebaliknya, Semanggi ke Ca­wang, bus APTB melintas di jalur reguler. Bus tersebut antara lain rute Cileungsi – Blok M milik Mayasari Bhak­ti.

Bus itu tampak sepi penum­pang. Selain itu, perubahan lainnya yakni penghapusan nama APTB di badan bus. Bus berwarna biru tersebut tak lagi memakai APTB dan hanya memakai nama peru­sahaan. Sementara itu, para sopir mengeluh lantaran banyak penumpang bus pro­tes. ”Banyak yang protes ka­rena tidak memakai jalur TransJakarta,” kata Manaf sopir APTB jurusan Bekasi- Tanah Abang.

Menurutnya, para penum­pang banyak yang turun se­telah keluar Tol Semanggi di sekitar Komdak, Jakarta Se­latan. Menurut dia, sebelum­nya bus keluar Tol Cawang lalu menggunakan jalur TransJakarta hingga ke Tanah Abang. ”Sekarang setelah keluar Semanggi harus meng­gunakan jalur biasa sampai Tanah Abang,” katanya.

Ia menyayangkan keputusan Pemerintah DKI melarang angkutan tersebut mengguna­kan jalur TransJakarta. Hal itu lantaran akan mengurangi jumlah penggunanya. Ka­rena biasanya bus tersebut menggunakan jalur bebas macet. ”Seperti bus biasa saja. Jadi penumpang makin berkurang, bisanya bawa pe­numpang sampai 40 orang dari Bekasi kini tinggal se­paruhnya,” akunya.

Di Bogor, sejumlah sopir mengaku tetap beroperasi. Salah satunya jurusan Bogor- Grogol. ”Tetap jalan, hanya sekarang tidak boleh masuk jalur busway,” kata sopir bus APTB, Bambang, kemarin. Menurut Bambang, bus yang beroperasi saat ini keluar langsung di pintu tol jurusan yang dituju. Selain itu, seluruh armada bus yang ada di Ci­awi sekarang tak boleh lagi keluar di Tol UKI. ”Cuma jurusan Cililitan saja paling yang masih ke UKI, itu juga busnya cuma tiga,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, APTB tak boleh lagi melintasi bus­way. Kalau melanggar, Dinas Perhubungan dan Transpor­tasi DKI Jakarta diperintahkan mengandangkannya. ”Bukan dihapus, tapi dia nggak boleh masuk busway. Kalau tidak, kandangin,” kata Ahok, ke­marin.

Larangan APTB masuk bus­way lantaran banyaknya la­poran yang menyebut masih seringnya bus-bus APTB melanggar aturan. APTB ke­rap memungut biaya tamba­han dari penumpang yang naik di sepanjang koridor TransJakarta hingga keluar masuk busway untuk menaik­turunkan penumpang.

Selain sebagai bentuk sank­si, dilarangnya APTB masuk busway merupakan upaya mendorong agar operator APTB segera menandatan­gani kontrak rupiah per ki­lometer dengan PT Trans­portasi Jakarta. Larangan itu berlaku mulai Rabu (1/6) kemarin.

Share

Berenang di Kolam Renang Hotel Aryaduta Manado

May 17, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Langsung ke photo kolam renang nya saja dulu ya

aryadutahotelkolamrenang

Berbentuk hampir seperti segi 5 dengan jarak panjang 30 meter dan 20 meteran, kolam renang nya di bagi dua kedalaman, yaitu 1,88 meter yang di sebelah kiri dan 1,2 meter yang di sebelah kanan. Ada satu kolam kecil untuk anak anak di sebelah kiri kolam besar. Beberapa tempat duduk dan tenda tersedia di pinggir kolam.

Di sebelah kolam ada gym tempat fitness dengan beberapa treadmill dan barbel. Handuk tersedia dan selama jam operasional 06.00 sd 20.00 tersedia penjaga kolam dan gym. Kadar kaporit lumayan membuat rambut jigrig. Dari samping luar kolam renang kita bisa melihat view pantai manado yag indah, terutama ketika sunset.

Tarif kamar corporate rp. 550 ribu untuk twin bed. Hotel ini berada di samping Mall Electronic Center dan tidak jauh dari kawasan boulevard pantai.

hotel

 

Share

Berenang di Kolam Renang Hotel Horison Bogor

May 17, 2016 by  
Filed under Kota Bogor, Rekomendasi Bogor

Kali ini ada rapat pembahasan anggaran di Hotel Horison Boogor, wah kaya anggota DPR saja ya… Rapat Banggar untuk bagi bagi anggaran 🙂  Tapi bukan ini,  justru ini mah kebalik, rapat anggaran karena adanya Pemotongan Anggaran… alhamdullilah… kok alhamdullilah dikurangi anggarannya… ya alhamdullilah bisa mengurangi beban pekerjaan ya, daripada harus mempertanggungjawabkan nilai uang yang begitu banyak, ya mendingan dipotong ya biar tidak terlalu banyak pertanggungjawabannya 🙂 .

Okey seperti biasa sekarang mah yang dibahas bukan masalah anggarannya, tetapi seperti biasa adalah bagaimana kondisi kolam renang di hotel Horison Bogor. Hotel yang terletak di belakang Giant dan Gramedia jalan Pajajaran Bogor, atau dari Tol Jagorawi belok kiri, 200 meter ketemu tuh Giant dan Gramedia nya, kemudian masuk ke jalan Pakuan di sampingnya, 300 meteran ketemu deh hotel Horizon.



Hotel Horison tidak terlalu besar, namun masih lebih lumayan ada ruang dibanding hotel Amaroossa, Kolam renang berada di lantai 2 hotel horison bersebelahan dengan kamar-kamar di lantai 2 hotel.

Tidak ada penjaga kolam, namun setiap pagi dan sore selalu ada petugas untuk membersihkannya.
Ini dia gambarnya

horisonkolamrenang

Ukuran kolam tidak terlalu besar sekitar 15 m x 5 meteran, kalau berenang sendiri sih enak ya, tapi kalau sudah ada temannya, ya sudah penuh deh 🙂 Sirkulasi air bagus dengan kedalaman 1,2 meter.

Share

Kolam Renang di Hotel Royal Kuningan

May 14, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Hotel Royal Kuningan berada di pinggir jalan Rasuna Said Jakarta Selatan, berdekatan dengan kantor KPK yang baru. Hotel ini berlokasi agak ke dalam dari jalan besar. Langsung ke kolam renangnya… ada di lantai 1 berada di luar ruang ruang tempat pertemuan/meeting.

logo Royal Kuningan HotelKolam renang hotel Royal Kuningan berada di luar (outdoor) dengan fasilitas di sampingnya ada gym atau tempat fitness. Ukuran kolam lumayan juga panjangnya di banding kolam kolam standar hotel lainnya, berbentuk bujur sangkar alias panjang dan lebar yang sama yaitu sekitar 35 meteran (di ukur dengan langkah kaki ada 40 langkah). Lumayan lah untuk standar hotel masih cukup untuk beberapa orang berenang dan bisa bolak balik dengan 20 kali kayuhan lebih gaya dada.




Seperti standar fasilitas hotel lainnya, disediakan handuk dan air nya bersih dengan kadar kaporit yang rendah sehingga rambut tidak terlalu berasa “jigrig”. Sirkulasi air terjaga dan terus berputar pada beberapa titik di kolam renang. Berbeda dengan kolam renang di hotel aston bogor, Tidak tersedia penjaga kolam sehingga “swimming at your own risk”.

Share

Kolam Renang di Hotel Amaroossa Bogor

April 30, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Setelah lama berdiri di belakang Tugu Kujang (kalau dilihat dari kebun raya bogor), baru kali ini saya ada undangan untuk mengikuti kegiatan di hotel Amaroossa Bogor (double oo dan double ss ya…). Akhir minggu kemarin tanggal 28 sd 30 April 2016 ada acara negosiasi untuk bagi para penyedia alat alat kesehatan dan sewa helikopter. e-katalog lkpp.

Seperti biasa pada tulisan ini saya tidak akan membahas tentang negosiasi e-katalog LKPP ya, tetapi yang akan sedikit dibahas adalah tentang kolam renang di hotel Amaroossa ini. Seperti terlihat di photo kolam renang hotel ini, bentuknya seperti dua bulatan besar dengan tambahan kolam kecil di pinggirnya.

amaroossa hotelUkuran kolam renang sekitar 10 meter-an panjang dan 5 meter-an lebarnya. Ya lumayan ya untuk beberapa kayuhan penghilang lemak lemak di badan ini. Air nya seperti hotel hotel lainnya, terawat dan bersih dengan sirkulasi yang baik.

amaroossalogoKolam renang ini berada pada lantai 2 hotel Amaroossa dan berada indoor alias di dalam ruangan hotel, buka sampai malam (tidak dibatasi) kalau menurut karyawannya sih kalau mau berenang malam tinggal minta dinyalakan saja lampunya.

Kedalaman kolam adalah 1,2 meter, dan untuk anak kecil tidak sampai 50 cm ya, tersedia beberapa buah pelampung plastik yang bisa dipakai bermain oleh anak-anak. Kolam anak anak menempel dengan kolam renang dewasa, sehingga apabila anak anak berenang harus diawasi oleh orang dewasa, takutnya masuk ke kolam dewasa dan tenggelam.

Untuk review hotelnya, Hotel ini cukup strategis dengan jarak yang hanya beberapa ratus meter dari keluar tol Baranangsiang (jagorawi), tinggal belok kanan 200 meter sampai deh ke hotel, namun nampaknya hotel Amaroossa bermasalah dengan space/luasan yang dimilikinya, sehingga ruang makan terkesan sempit, begitu pula apabila banyak tamu akan bermasalah dengan parkiran. Salah satu tips untuk para tamu yang akan ke Amaroossa, terutama untuk tamu yang berkunjung bukan untuk menginap (kunjungan singkat), maka disarankan untuk parkir di mal botani square, kemudian jalan kaki menyebrang ke hotel ya, tapi ingat menyebrangnya jangan sembarangan ya, gunakan jembatan penyebrangan yang tersedia, memang sedikit agak jauh, namun budaya taat aturan dan demi keselamatan sendiri adalah hal yang penting ya untuk dibudayakan.

Pelayanan over all ramah dan responsif dan ramah ramah, manis manis juga ya (ehemmm…), makanan standar saja, kopi juga standar tidak disediakan mesin kopi tapi hanya sekedar kopi di termos saja. Internet cukup kencang untuk membuka website dan kirim kirim email. Kamar ya tentunya tidak terlalu luas dengan view langsung ke tugu kujang.

Demikian sekilas pandangan mata dari hotel Amaroossa Bogor. Semoga bermanfaat bagi yang akan konsinyering (konser) di hotel ini, Salam Pengadaan dari Kota Bogor.

Share

Kolam Renang di Hotel Harris Sentul

April 21, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Kolam Renang di Hotel Harris Sentul merupakan salah satu kolam renang yang layak untuk dinikmati bagi para penggemar renang di sela sela kesibukan melaksanakan tugas di Hotel. Rekomendasi kolam renang di hotel Harris disebabkan karena ukuran kolam renang yang panjangnya sekitar 40 meter-an. Ukuran panjang kolam di hotel Harris hampir sama dengan standar panjang kolam di GOR Pajajaran yaitu untuk standar pertandingan. Dengan panjang kolam yang cukup panjang ini, maka para tamu yang memang benar benar mau berenang akan merasa puas meluncur di air kolam hotel Harris.

Read more

Share

Next Page »